Friday Pause: I fancy you ❤️

496

Hello

Hello hello! It’s Friday again! Yep, the long awaited weekend is finally here. To start the day right, don’t forget to enjoy our podcast here, and all the fun things down there. Enjoy!

For the love of Meme: Me VS Tetangga Julid


When you’ve been feeling insecure…..Tiap Liat LinkedIn Orang.

Yep. Di umur 20-30 tahun kayak kita sekarang gini, LinkedIn tuh bukan hal yang baru lagi dong buat kita. Iya, dengan network seluas itu, LinkedIn jadi medium yang tepat buat memperluas koneksi di dunia profesional supaya karier juga makin grow grow grow. Nah sama kayak social media lainnya, LinkedIn ini juga memungkinkan kita buat ngeliat profil seseorang, but in terms of professional area gitu, gengs. Jadi riwayat kamu kerja di mana dengan roles apa aja, berapa lama, job desc kamu kaya gimana, terus education background kamu seperti apa, riwayat pernah gabung volunteer project/organization, sampai achievements yang pernah kamu capai apa aja tuh semuanya bisa ditampilin di LinkedIn.

How cool is that?

Saking cool-nya nih, kadang kita-kita yang scrolling throughout LinkedIn Profile orang-orang pun jadi ngerasa inse alias insecure seketika deh. Iya, kalau scrolling Instagram atau Twitter tuh somehow bawaannya biasa aja kan, tapi kalau udah nyampe di LinkedIn….
“Duh keren banget udah kerja di perusahaan gede.”
“Kok bisa sih dia umur segini udah jadi manager.”
“Gue nggak ada apa-apanya lah dibanding mereka.”
Perasaan insecure kayak gini terus mengakar, bahkan sampai memengaruhi mental kita. In that sense, perasaan ‘Nggak cukup’, putus asa, dan left behind kayak gini tuh di beberapa kasus bisa mengarah sampai ke anxiety bahkan depresi, guys. Secara:

  • Kamu terus ada di ‘Banding-Bandingin’ Mode. Yep, kalau udah buka LinkedIn dan liat profil orang-orang di sana, yang pertama dilakukan sama otakmu pasti none other than membandingkan pencapaian kamu sama pencapaian orang tersebut. Well, hal ini sebenarnya bisa aja bersifat positif dan memotivasi kan, tapi at some point hal ini juga bisa bersifat negatif di mana kamu terus ngeliat diri kamu ada di bawah dan ngeliat diri kamu lebih buruk dari orang-orang itu.
  • Maksudnya tuh gini, beda kayak Instagram, Twitter, or even TikTok di mana kamu bisa nge-share hal-hal random dan nggak terlalu serius, di LinkedIn kan nggak bisa kayak gitu. Yang kamu taroh di sana tuh beneran what you’ve been doing in your professional life kan. Your career, your education, gitu gitu. Yang kamu abisin banyak usaha, tenaga, dan waktumu di situ. It is who you are lah istilahnya. Nah tapi ketika yang akan kamu tampilin di situ nggak sesuai sama ‘ekspektasi’ orang-orang, atau bahkan nggak sesuai sama ekspektasimu sendiri, kamu jadi ngerasa terintimidasi sendiri untuk menampilkan experience dan achievement kamu di LinkedIn.
  • Highs and Lows semuanya ada di situAs we all know belakangan ini kan kita sering banget dengar kabar sejumlah perusahaan yang PHK karyawan kan. Mereka yang terdampak pasti stres banget dong. Rapiin CV, terus share di LinkedIn, “Hi. Today is my last day at XXX. If you’re open for account executive position just hit me though DM ya.”  Tapi di saat yang bersamaan juga ada yang share baru abis dapat kerjaan. Jadi kayak, feel di-PHK sama feel keterima kerja tuh semuanya nyampur jadi satu di LinkedIn :)))).

Makanya, penting banget buat kita untuk bijak di LinkedIn, guys. Supaya karier tetap JAYA JAYA JAYA, mental health juga tetap terselamatkan. Caranya gini nih:

  • Always remember LinkedIn is just a social media, di mana orang-orang cuma bakal nampilin apa yang mau mereka tampilin aja di situ. Well, kalau kamu merasa sekarang lagi ada di bawah kariermu, dan ngeliat LinkedIn orang mentereng, ya jadiin aja itu motivasi “Pasti gue ada di sana suatu saat nanti”. Namanya roda selalu berputar kok, setiap orang ada masanya, setiap masa ada orangnya. Jadiin itu acuan aja, jangan sampai terobsesi dan malah ngerusak mental health kamu, guys.
  • Tentuin Kamu Pake LinkedIn Buat Apa. Well, berdasarkan fitur dan kegunaan yang ada di platform ini, LinkedIn tuh kan intinya nge-share berbagai informasi terkait professional growth yah, termasuk info loker juga ada di sana, guys. Bahkan beberapa companies buka lokernya langsung di LinkedIn kamu bisa applyThat being said, kalau kamu nggak mau jiper scrolling pencapaian orang-orang, then don’t. Cukup pakai LinkedIn sesuai kebutuhanmu aja. Misal cari loker, yaudah langsung ketikin keywords
    Advertisement
     yang kamu maksud terus apply-apply deh tuh, nggak perlu cek profil orang, ehehehe.
  • Commit. Last but not least, satu hal prinsip ketika orang main social media adalah punya commitmentguys. Terutama punya commitment tentang apa yang mau dilakukan. The same also goes on LinkedIn. In that sense, kalau kamu udah commit cuman mau buka portal loker di LinkedIn, ya udah itu aja, jangan yang lain. Kalau kamu mau liat content di situ, ya udah dibaca aja. Kalau mau click creator-nya, make sure kamu udah commit bahwa you will be fine dan nggak ngerasa “rendah diri” karena dia bisa bikin konten sebagus itu.

On top of all, LinkedIn is superb, gengs. Thanks, LinkedIn.



Finally, it’s our weekly recommendations!

If you’re looking for cool things to spend the weekend with, look no further because we have everything here! Just scroll down…
 
But before…
Rekomendasikan hal-hal yang seru menurut kamu (Bisa buku, podcast, video YouTube, apa pun itu, dengan cara mengisi form ini). Nanti, rekomendasimu bakal kita share di weekly tips aka below and let other people know how cool you are! Remember, sharing is caring!
  • Buat yang lagi punya banyak kekhawatiran mau saranin buku “The Comfort Book!” One of my best books last year! “Uncertainty is the cause of anxiety, but also a solution. While everything is uncertain, everything is hope. Everything is ambiguous. Everything is possible. This bit is so very much calming, guys. (Anon)
  • Bagi yang lagi capek sama hidup, aku mau ngerekomendasiin drakor lama “Because This Is My First Life” yang nyeritain lika-liku karier dan percintaan di umur 30-an. Dengan total 16 episode dan bisa ditonton di VIU! (Anonymous).
  • Baru selesein buku “Nona Penyimpan Rahasia” yang sebenernya enggak sengaja beli itu juga. Turned out bagus, euy! Isinya kumpulan cerpen gitu, tapi relate banget sama kehidupan sekarang. (Anon)
  • Yang aku recom in buat mimin yaitu akun podcast Noice Musuh Masyarakat…….ya meski agak dark jokes sih tapi sabi sih, buat hiburan di kala penat. Kembali lagi keselera sih, min wkwkwkwk. (Anonymous)
  • Hari jumat gini enaknya denger lagu BSS ft Peder Elias – 7PM, bikin cape selama seminggu ilang! (Anon)
  • Mau nonton yang healing ringan gitu, bisa banget nonton drakor Crash Course In Romance. Asli nagih banget setiap eps. (Anonymous)
  • Our podcast! We’re talking about Dugaan Korupsi Bansos oleh Kuncoro Wibowo, Kesepakatan Baru AUKUS, dan PHK Meta. Leggooo
Yuk guys, jangan lupa kasih rekomendasimu ya! Caranya gampang, klik aja di sini!

Quote of the day

 
“It’s really important for us to be unapologetic. To be bold. To be brave. And to take huge risks.”
 
-Awkwafina-

Thank you note


Thanks Someone and PacificDentalClinicKarawang for buying us coffee today! 

 
(Mau ikutan nraktir tim Catch Me Up! kopi? Here, here…just click hereDengan mendukung, kamu nggak cuma beliin kami kopi yang menemani kami nulis, namun kamu juga udah men-support kami untuk terus berkarya dan membuat konten-konten berkualitas yang imparsial dan bebas dari kepentingan. Thank you so much!)
Advertisement