Brimob Gadungan di Makassar

336

Here’s your A to Z recap on: The story of Brimob Gadungan….

Di Makassar, Sulawesi Selatan. 
Serius. Kamu nggak salah baca, gengs. Di Makassar, Sulawesi Selatan, lagi heboh banget cerita soal laki-laki bernama Haerul yang udah pura-pura jadi polisi dan jadi anggota Brimob selama lima tahun. Nggak tanggung-tanggung, Haerul bahkan disebut pernah ikut tugas kepolisian.

GILE.
Well well well, everybody, meet: Haerul. Cerita soal si Haerul ini bermula ketika beberapa waktu lalu Markas Brimob Polda Sulawesi Selatan didatangi seorang perempuan bernama Marniati. Di situ Marniati cerita kalau suaminya, si Haerul ini adalah seorang polisi dan anggota di sana. Tapi dari penuturan Marniati, suaminya yang ngaku tugas di Polsek Tamalate itu keliatan nggak bertindak sebagaimana layaknya polisi, guys. Cerita terus berlanjut sampai Marniati bilang kalau istri keduanya Haerul, yang tinggal di Bone menyandang status ibu Bhayangkari, sementara dia nggak. Nggak terima lah dia.

Go on….

Terus Marniati juga cerita kalau dari waktu nikah, mereka menikah nggak pake protokol anggota kepolisian kayak Pedangpora, terus sampe sekarang dia nggak pernah ikut kegiatan Bhayangkari juga. Marniati bahkan nggak tahu gaji pokok si suami yang ngakunya berpangkat Bripka itu berapa since Haerul juga nggak pernah mau terbuka. Pokoknya numpuk semua kecurigaan dan rasa ingin tahunya sampe Marniati datang tuh ke Polda Sulawesi Selatan dengan bawa Kartu Tanda Anggota Kepolisiannya Haerul. Surprise, waktu diperiksa itu KTA, nama Haerul nggak masuk ke data entry. Yep, KTA itu ternyata palsu, guys. Berikut juga Haerul-nya sekalian yang terkonfirmasi sebagai polisi gadungan.

Busettttt…..
Wait until you hear about: Penyamaran Haerul sebagai polisi tuh udah berlangsung selama lima tahun, dari tahun 2018. Dan dalam periode waktu itu, dia diketahui pernah ikut tugas kepolisian, gengs. Iya, disampaikan oleh Kasat Reskrim Polrestabes Makassar, AKBP Ridwan Hutagaol, pihaknya tuh emang nggak ngeh kalau Haerul adalah polisi gadungan since waktu ketemu Haerul juga ngakunya intel Brimob yang mau bantu anggota Resmob saat itu. Yha Resmob kan kalau ada yang mau bantu ya sok aja gitu yekan. Nggak tahunya hmmmm…
Advertisement

I still don’t get it. Why????
Nah soal itu juga. Dari laporan yang ada, pihak Polrestabes Makassar menyebut Haerul tuh emang sengaja melakukan pura-pura jadi polisi selama bertahun-tahun cuman biar ditakuti dan disegani sama keluarganya :)))). Tapi ya, terlalu mendalami peran aja orangnya, guys ehehehe. Dia bahkan repot-repot bikin KTA sendiri yang dia download dari internet, terus di-edit jadi seolah-olah punya dia gitu. Dari Polda D.I. Yogyakarta, jadi Polda Sulawesi Selatan.

Jirrr niat….
Nggak cuman itu,  dari penelusuran penyidik, Haerul juga diketahui nyimpen amunisi peluru aktif yang mana merupakan hal ilegal kan. That being said, Haerul pun kemudian ditangkap dan ditahan di Mapolrestabes Makassar dan kasusnya pun terus berproses ever since. Nah sampai saat ini, Haerul udah ditetapkan sebagai tersangka dan dijerat pasal berlapis, guys. Iya, dia dijerat Pasal 363 KUHP tentang Pemalsuan Dokumen (Which KTA download-annya tadi) dan UU Darurat Nomor 12 Tahun 1951 tentang Kepemilikan Senjata Api dengan ancaman hukuman mati atau penjara seumur hidup atau maksimal 20 tahun penjara.

Mamam tuh “Ditakuti dan Disegani.” Anything else I should know?
We know rite. Well, sebenarnya kejadian kayak gini emang bukan sekali dua kali terjadi yekan. Udah banyak banget laporan masyarakat soal TNI/Polri Gadungan tuh. Tujuannya ya itu, prideEnding-nya ngajakin nikah ehehehe. Makanya emang kudu hati-hati, guys. Apalagi sama orang yang baru dikenal. Kalau doi bilang dia anggota misalnya, yha pastiin dulu kebenarannya. Karena kalau nggak kayak gitu, yang rugi kan kamu sendiri. Bener nggak?
Advertisement