Babak Baru Kasus Penganiayaan David Ozora, Indonesia Batal Menjadi Tuan Rumah Piala Dunia U-20, Aksi Unjuk Rasa di Prancis, Dampak Positif & Negatif Minum Kopi

292

Hello

It’s Thursday. May your day be filled with happy moments with no drama because if you’re looking for some drama, look no further: From updates on AG case to FIFA, everything is here. Scroll down!

Who’s starting a new chapter?

Kasus Penganiayaan David Ozora.
Well well well, terlalu sibuk sama kasus bapaknya, kamu pasti masih inget kan kalau semua drama yang terjadi melibatkan Rafael Alun Trisambodo dan Kementerian Keuangan tuh dimulai dari anaknya Rafael sendiri, Mario Dandy Satriyo yang melakukan penganiayaan terhadap David Ozora dan bikin David sampai sekarang masih dirawat di ICU. Nah kemarin banget nih, kasus penganiayaan ini memasuki babak baruguys.

Babak baru gimana?
Iya. Jadi dari penganiayaan yang dilakukan Mario Dandy Satriyo terhadap David Ozora 20 Februari lalu, kasus ini kan langsung berproses di Polres Metro Jakarta Selatan, yang kemudian dialihkan ke Polda Metro Jaya yah. Adapun selain Dandy, ada lagi satu temennya atas nama Shane Lukas yang juga udah ditetapkan sebagai tersangka dan sampai sekarang mereka berdua masih ditahan di Rutan Mapolda Metro Jaya. Nggak cuma itu, pacarnya Dandy, anak berusia 15 tahun berinisial AG juga udah ditetapkan sebagai Anak yang Berkonflik dengan Hukum aka ABH dan diproses hukum pakai Sistem Peradilan Pada Anak aka SPPA sesuai ketentuan undang-undang yang berlaku.

Okay….
Nah ini yang mau kita bahas, guys. Si AG ini. Dalam kasus ini, since AG adalah anak di bawah umur, maka ada satu upaya hukum yang kemaren coba dilakukan AG dan kuasa hukumnya gengs, namanya diversi. Jadi diversi ini dilakukan buat mengalihkan proses penyelesaian perkara anak yang panjang dan kaku itu ke mediasi, musyawarah, dan dialog gitu deh supaya both parties either korban dan si anak ini bisa ketemu titik temunya sampai ada keadilan. In that sense, kuasa hukum AG coba diversi bahkan PDKT sama keluarga David terkait persoalan ini.

HEM….
Disampaikan oleh perwakilan keluarga David, Alto Luger, pihak AG tuh emang beberapa kali PDKT sama mereka mau minta ketemu sama orang tuanya David dan berharap bisa damai ajaguysAnd of course, orang tuanya David nggak mau. Boro-boro mau damai, ketemu aja ogah mereka. Alto bilangnya nggak akan ada damai, guysIn his words, dia bilang, “Ini bukan kejahatan tindak pidana yang tanpa sengaja ya. Ini adalah kejahatan dengan unsur rencana dan disengaja. Dan David itu selamat karena aksi brutalnya terhenti karena teriakan saksi. Bukan dihentikan tapi terhenti. Akibatnya adalah David sampai saat ini masih di ICU.” That being said, upaya musyawarah diversi yang berlangsung kemarin di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pun ditolak oleh keluarga David.

Wadaw….
Iya. Nah karena diversinya gagal, maka AG pun langsung menjalani sidang perdananya kemarin. Adapun agendanya adalah pembacaan dakwaan oleh jaksa penuntut umum dan dipimpin hakim tunggal Sri Wahyuni Batubara. Di sini AG didakwa Pasal 353 ayat (2) KUHP juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP dan Pasal 355 ayat (1) KUHP juncto Pasal 56 ke-2 KUHP serta Pasal 76C juncto pasal 80 Ayat (2) UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan UU 23/2002 tentang Perlindungan Anak. Yep, AG didakwa dengan pasal berlapis dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara. Cuma yang harus kalian tahu adalah, ancaman hukumannya bakalan dipangkas jadi maksimal setengah dari pasal yang ntar terbukti aja, guys.

LAH KOK GITU?
Ya balik lagi, karena AG yang berstatus anak di bawah umur. Dikonfirmasi oleh Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan Syarief Sulaeman Ahdi, ancaman hukuman buat AG yang maksimal setengahnya ini udah ada dasar hukumnya, which is Pasal 79 ayat (2)  Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak. Yep, di situ jelas bahwa: Pidana pembatasan kebebasan yang dijatuhkan terhadap Anak paling lama 1/2 (satu perdua) dari maksimum pidana penjara yang diancamkan terhadap orang dewasa.

HEMMM. Terus terus?
Terus hari ini, sidang bakalan lanjut lagi dengan agenda pembacaan eksepsi aka nota keberatan oleh pihak AG, guys. Sampai berita ini ditulis, masih belum diketahui apa alasan pihak AG mengajukan eksepsi. Kuasa hukumnya, Mangatta Toding Allo bilangnya materi emang belum bisa disampaikan due to the fact that kliennya yang masih di bawah umur dan sidangnya pun yang digelar tertutup. Tapi yang jelas, setelah sidang eksepsi, sidang bakal berlanjut lagi ke pemanggilan para saksi, termasuk orang tua David yang dipastikan juga bakal bertindak sebagai saksi nantinya. Masih belum tahu kapan tapi.

Talking about 
orang tua David…..
Orang tua David berharap banget supaya hakim berpihak ke anaknya dalam persidangan ini. Secara, disampaikan oleh kuasa hukum David Ozora, Mellisa Anggraini, dampak yang dialami David dalam penganiayaan ini tuh sangat-sangat berat, guys. Bahkan, otaknya bisa cedera secara permanen. Nggak cuma itu, tim dokter juga bilang David nggak mungkin bisa sekolah selama setahun ke depan, padahal anaknya masih kelas 1 SMA. Makanya, Mellisa juga berharap hakim tunggal Sri Wahyuni bisa terukur dalam memenuhi hak-hak David sebagai korban. Pihak keluarga juga berharap supaya AG bisa dihukum seberat-beratnya atas perannya dalam kasus ini, guys.

Poor David….
We know rite. David didiagnosa mengalami diffuse axonal injury yang merupakan jenis cedera otak traumatis yang mana mengganggu prosesnya berkomunikasi dan mengkoordinasikan fungsi tubuhnya, serta bisa banget menyebabkan kecacatan yang parah. Sampai berita ini ditulis, diketahui David udah mulai bisa merespons perintah-perintah kecil, di mana dia udah bisa kalau diminta buka mulut atau nengok. Cuma ya gitu, David masih belum bisa ngenalin lingkungannya dan orang-orang di sekitarnya, even ayahnya sendiri. Makanya sampai sekarang berbagai terapi masih dilakukan untuk David.

He’s strong. He got this. Now wrap it up pls….
Fyi meskipun rangkaian sidang AG dilaksanakan secara tertutup, tapi Pengadilan Negeri Jakarta Selatan memastikan bahwa sidang pembacaan putusan untuk AG ntar bakal digelar secara terbuka, guys. Masih belum tahu sih kapan, nggak mungkin minggu ini juga kalau kata pejabat Humas PN Jaksel, Djuyamto. Tapi yang pasti ntar bakalan digelar secara terbuka dan bisa banget media buat ngeliput. Just wait and see yah, we’ll definitely keep you updated. Promise.

What is canceled?

Our country, Indonesia. 
Sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20.

Yep
. Kamu nggak salah baca. We’ve arrived at the end of the topic, everybody. War is over. Semalem banget nih, FIFA akhirnya mengumumkan bahwa Indonesia batal menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20.

WHATTTT???
Well well well, kamu pasti udah tahu kan kalau belakangan ini, masyarakat negara +62 tuh ribut banget ngomongin soal Piala Dunia U-20 yang harusnya bakal digelar di Indonesia Mei mendatang. Adapun yang diributin tuh soal salah satu pesertanya, guys. Yep, the one and only, Israel. Keikutsertaan Timnas Israel yang merupakan satu dari 24 peserta timnas di event FIFA kali ini tuh rame banget ditolak berbagai kalangan mulai dari ormas yang melakukan aksi unjuk rasa, sampai partai politik dan pejabat publik mulai dari Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Gubernur Bali I Wayan Koster. Gubernur I Wayan Koster bahkan tegas menolak Timnas Israel datang dan tanding di wilayahnya dan ended up FIFA ngebatalin drawing aka pengundian pembagian grup yang harusnya digelar 31 Maret besok di Stadion I Wayan Dipta di Gianyar, Bali.

Okay…..
Saking ramenya penolakan ini sampai FIFA ngebatalin agenda begitu, pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga barengan sama Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia aka PSSI pun langsung gercep mencoba mengatasi masalah ini kan. Jadi, Kemenpora tuh langsung melakukan komunikasi sama FIFA dan coba kasih alternatif kayak waktu penyelenggaraannya dimundurin, dll. Ketua PSSI Mas Erick Thohir juga bahkan sampai terbang langsung ketemu sama Presiden FIFA, Gianni Infantino supaya ada solusi terbaik. Nah, waktu Mas Erick ketemu sama Gianni Infantino di Doha, Qatar, FIFA came up with the toughest decision: Membatalkan Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20.

WOW…..
Yes. Bukan sekadar satu agenda aja yang dibatalin guys, tapi secara keseluruhan Indonesia batal menjadi tuan rumah dalam event akbar sepakbola ini. And that’s it. That’s the end of the topic. Dalam keterangannya, Mas Erick bilangnya dia udah berusaha semaksimal mungkin. Udah cerita ke Mister Gianni apa yang dititipin Presiden Joko Widodo, fans sepakbola Indonesia, para pemain Timnas Indonesia U-20, dan supporter setia sepakbola. Cuma balik lagi, FIFA sebagai lembaga tertinggi sepakbola dunia dengan 211 anggota termasuk Indonesia yha nggak bisa dibantah. Dan Indonesia harus tunduk sama keputusan itu, kata Mas Erick.

Sampai batal jadi tuan rumah banget?
Emang nggak bisa dilanjut lagi, guys. Adapun dalam keterangan resminya, host country baru untuk Piala Dunia U-20 bakal segera diumumkan as soon as possible di mana date of tournament sampai saat ini still remains unchanged. Masih tetap bakal start di 20 Mei mendatang. Terus, meskipun batal jadi tuan rumah, FIFA commit tetap bakalan bantu assist PSSI terkait transformasi sepakbola Indonesia pasca-Tragedi Kanjuruhan yang terjadi 1 Oktober lalu. FIFA bakalan terus being present lah buat PSSI, dan FIFA sama PSSI juga bakalan terus koordinasi.

Ada sanksi ga tuh?

Nah soal itu juga. Dari kemaren kan emang kita ketar-ketir banget sama sanksi yang bakal dijatuhkan sama FIFA buat Indonesia kan, bahkan worst case

Advertisement
-nya disebut Indonesia bakal dikucilkan di sepakbola dunia. Plus, kemungkinan nggak bisa tanding di SEA Games dan Piala AFF juga ada banget. Nah, dikonfirmasi langsung dalam keterangannya semalam, FIFA menyebut potential sanctions untuk PSSI dan Indonesia bakalan diputuskan nanti. So let’s see deh yah.


I believe anyone has a say?
Yep. Kalau kata Mas Erick Thohir selaku Ketua PSSI, kita kudu tegar, guys. In his words, Mas Erick bilangnya, “Saya minta semua pecinta sepak bola tetap dengan kepala tegak atas keputusan berat FIFA ini. Sebab saya berpendirian. Karena itu, ini saatnya harus membuktikan kepada FIFA untuk bekerja lebih keras dalam transformasi sepakbola, menuju sepakbola bersih dan berprestasi.”

Sip deh. Anything else I should know? 
Guys, we need to talk about this. Marah ya udah marah. Kecewa ya udah kecewa. Tapi kalau diliat di media sosial, banyak banget netizen yang sampai bashing media sosialnya orang-orang yang kemaren obvious menolak keikutsertaan Timnas Israel dan berujung Piala Dunia U-20 jadi batal digelar di Indonesia, terutama Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Gubernur Bali I Wayan Koster.  Always remember kata Mas Erick barusan untuk menghargai keputusan FIFA ini dengan tegar dan kepala tegak. Stay strong, everyone. We got this.

When things are getting worse….

In France.
Let’s give up your dream to become Emily in Paris for a sec, lupain dulu syahdunya ngeliatin Eiffel Tower di malam hari. Soalnya sekarang Prancis lagi chaosguys. Iya, lagi ada aksi unjuk rasa gede banget terkait reformasi pensiun yang di-propose pemerintah sana.

Background please. 
As always, we got everything covered here. Jadi, the whole story began with pemerintah Prancis di bawah pimpinan Presiden Emmanuel Macron yang ngide bikin RUU untuk menaikkan batas usia pensiun dari 62 tahun ke 64 tahun. Adapun perubahan ini dilakukan demi menjaga keseimbangan keuangan negara, guys.

Okay terus?
Dari sini masyarakat sana nggak terima dong. Secara 62 tahun aja tuh udah tua banget menurut mereka buat kerja. Apalagi sampai dinaikin ke 64 tahun. (Remember French culture of Work to Live, not Live to Work ehehehehe). Nah saking nggak terimanya warga, mereka lalu turun ke jalan dan melakukan aksi unjuk rasa, guys. Bahkan, para petugas kebersihan mulai mogok kerja minggu lalu, dan end up jalanan di kota-kota besar Prancis, termasuk Paris tuh penuh banget sama sampah di pinggir jalan. Bahkan, aksi mogok ini menyebabkan 6.600 ton tumpukan sampah di sepanjang trotoar. Miris banget, ya, city of love berubah jadi city of trash gitu.

Hadeh….
Nah, growing from there, demonstrasi buat menentang reformasi pensiun masih terus berlanjut tuh sampe sekarang. Even, ada sekitar 740 ribu demonstran yang tergabung dalam 240 aksi protes di seluruh Prancis. Kalo menurut keterangan dari Kementerian Dalam Negeri Prancis, ada lebih dari 93 ribu demonstrasi yang memenuhi jalanan di Paris. Lebih jauh, serikat pekerja utama di negara itu, Konfederasi Umum Buruh (CGT), memperkirakan bahwa jumlah massanya lima kali lipat dari angka yang disebutkan kementerian, which is around 450 ribu orang. Tapi, angka itu masih lebih kecil dari protes pada 7 Maret lalu, yang jumlahnya mencapai 1,3 juta orang.

Terus? Chaos?
You guys. Demonstrasi yang terjadi belakangan udah makin parah dan makin nggak terkendali. It’s a total chaos. Para pengunjuk rasa melemparkan batu dan botol ke polisi, ada juga yang menyalakan kembang api dan membakar tempat sampah. Mereka juga sampe menghancurkan kaca jendela toko, halte bus, even sampe ngebakar bank dan ngegeledah restoran McDonald’s di Paris. Jadi, kondisinya udah parah banget.
 
Ouch… Anyone has a say?
Yep. Menteri Dalam Negeri Prancis Gerald Darmanin bilang kalo for the past two weeks, ada ratusan aksi vandalisme terhadap gedung-gedung publik dan kantor politik, dan ada lebih dari dua ribu insiden pembakaran. One of the worst nih, pengunjuk rasa di luar pintu masuk dan area terminal keberangkatan Bandara Biarritz sampe melepas bom asap yang akhirnya memicu pengumuman evakuasi. So far, udah ada 457 orang yang ditahan dan 441 petugas keamanan terluka akibat kerusuhan demonstrasi ini.

No… 🙁
Iya guys, separah itu sampe kunjungan King Charles III dan sang istri Camilla yang awalnya direcanain pada 26-28 Maret kemaren, terpaksa ditunda sampe kondisinya lebih kondusif. Rencana awalnya, Charles sama Camilla harusnya nyampe di Paris hari Minggu kemaren, dan melanjutkan perjalanan ke Bordeaux  pada hari Selasa. Ini tuh harusnya jadi their first overseas trip sejak Raja Charles III naik tahta pada September tahun lalu.
 
Pemerintahnya ada komentar ga?
Well, karena kondisinya udah chaos banget gini, pemerintah bilang bahwa mereka akan menggelar dialog dengan serikat pekerja. Tapi, pemerintah tetep nggak bisa ngebatalin RUU tersebut. Perdana Menteri Elisabeth Borne juga disebut ketemu sama serikat pekerja pada hari Senin dan Selasa kemaren, tapi sampai berita ini ditulis, masih belom ada update soal hasil diskusi kedua pihak. Kalo kata Kepala Serikat Pekerja CFDT Laurent Berger, pihaknya sih mau aja nerima tawaran pemerintah buat berdialog. Tapi, beda lagi kalo kata juru bicara pemerintah Olivier Veran, yang bilang kalo undang-undang masalah pensiun tuh nggak perlu lagi buat dibahas. “Ini sih udah masa lalu,” gitu ceunah katanya.

Anything else?
Gara-gara chaos yang makin nggak terkendali ini, para demonstran sampe menutup the iconic Eiffel Tower dan Museum de Louvre di mana the phenomenal Mona Lisa ada di sana, guys. Makanya, beberapa Kementerian Luar Negeri misalnya Inggris sampe nggak nyaranin buat mengunjungi Prancis pada saat ini eventhough Prancis sih katanya masih menyambut kedatangan wisatawan. Tapi, kalo emang kalian udah punya schedule buat ke sana dalam waktu dekat, jangan kaget kalo your trip won’t go smoothly.

When there’s always + and – in everything…..

Including your coffee. 
Kamu kalau lagi puasa tetep ngopi nggak sih malem-malem? Please take notes karena based on study dari The New England Journal of Medicine, minum kopi tuh bisa kasih positive and negative impacts at the same time, guys. Yep, bener sih bahwa kopi tuh bisa bikin kalian lebih aktif, tapi at the same time juga bikin waktu tidur kita jadi lebih sedikit. And of course, konsekuensi buat mengalami jantung berdebar jadi lebih tinggi.
 
Based on the study, minum lebih dari secangkir kopi per hari bisa ngehasilin insiden kontraksi ventrikel, which is related to our heart. Kalo kata penulis utama studi tersebut, Dr. Gregory Marcus yang merupakan ahli jantung di Universitas California, ketika orang minum kopi, mereka jadi punya lebih banyak motivasi buat bergerak dan berolahraga. Tapi, ya tetep harus memperhatikan jumlahnya juga.

“Kalau makan uang haram kecil-kecil enggak apa-apalah. Ini makan uang haram sampai begitu berlebih, maka Tuhan marah.”

Duhhh gitu guys komentar politisi Golkar yang juga anggota Komisi XI DPR RI Melchias Markus Mekeng pas ngomentarin soal dugaan kepemilikan harta kekayaan yang engga wajar punya mantan Kepala Bagian Umum Dirjen Pajak (DJP) Kanwil Jakarta Selatan II, Rafael Alun Trisambodo (RAT). Hal itu disampaikan Pak Mekeng pas lagi rapat sama Kemenkeu di awal minggu ini. Statement doi kemudian menuai banyak protes guys, karena ya namanya duit haram, mau dikit atau banyak tetep aja haram broooo…
 
When you just can’t understand why…

Announcement


Thanks to Someone for buying us coffee today!

(Mau ikutan nraktir tim Catch Me Up! kopi? Here, here…just click here Dengan mendukung, kamu nggak cuma beliin kopi yang menemani kami nulis, namun kamu juga udah men-support kami untuk terus berkarya dan membuat konten-konten berkualitas yang imparsial dan bebas dari kepentingan. Thank you so much!)

Catch Me Up! recommendations

If you want to live healthier, read this.
Advertisement