Vonis Hakim Untuk Ricky Rizal & Kuat Maruf

241

Now, it’s their turn……

Aka Ricky Rizal dan Kuat Maruf’s turn…
Yang Divonis Hakim.

Yoi. Everybody, now we’re moving to
 komplotannya Ferdy Sambo yang lain, yaitu Bripka Ricky Rizal Wibowo dan Kuat Maruf. Yes, sesuai dugaan kamu, mereka berdua juga dinyatakan bersalah. Adapun rinciannya adalah 15 tahun penjara untuk Kuat, dan 13 tahun untuk Ricky Rizal.

Woahhh tell me. 
Sure. Jadi setelah drama nggak berkesudahan dan penuh plot twist dari Juli tahun lalu, kasus terbunuhnya Brigadir Yosua Nopriansyah Yosua Hutabarat akhirnya sekarang ketemu nih conclusion-nya dan para terdakwa pun udah mendapatkan vonis dari majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Iya, kalau kemarin kan kita bahas Ferdy Sambo, otak dari pembunuhan berencana ini tuh divonis hukuman mati, meanwhile istrinya, yang nggak kalah penting role-nya di sini, dapat hukuman 20 tahun penjara. Nah sekarang, giliran Kuat Maruf dan Bripka Ricky Rizal yang divonis, guys.

Gimana vonisnya? 
Well, sama kayak si suami istri kemaren, Kuat Maruf dan Ricky Rizal juga dapat vonis yang lebih tinggi dari tuntutan jaksa beberapa waktu lalu. Yep, in case you’re puzzled, sebelum sampai ke vonis tuh Jaksa Penuntut Umum sebelumnya udah kasih tuntutan ke Ricky dan Kuat dengan masing-masing delapan tahun penjara. Hukuman dari majelis hakim yang diketuai oleh Hakim Wahyu Iman Santoso ini so far di atas tuntutan jaksa.

Gimme all the details…
You got it. Kita mulai dari Ricky Rizal dulu yah. Dalam putusannya, hakim menilai Ricky terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah turut serta melakukan pembunuhan berencana terhadap Yosua, sama kayak dakwaan jaksa di awal. That being said, dia terbukti bersalah melanggar Pasal 340 KUHP juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP. Adapun putusan ini udah berdasarkan pertimbangan hakim yang dibacakan di sidang kemaren itu.

Pertimbangannya gimana emang? 
Well, kamu pasti udah khatam kan kalau awalnya Sambo tuh minta si Ricky ini yang menembak Yosua. Tapi Ricky-nya nolak dengan alasan “Nggak kuat mental”, lalu dipanggil lah Richard buat melakukan perbuatan keji itu. HOWEVER, Ricky nggak nolak waktu diminta nge-back up Sambo kalau Yosuanya ngelawan, which menurut hakim itu sama aja gitu lo. Menurut hakim, Ricky tuh juga punya kehendak yang sama kayak yang lain untuk membunuh Yosua, guys.

RADA-RADA EMANG. 
Nah dengan jawaban Ricky yang “Nggak kuat mental” tadi itu, menurut majelis hakim ya bukan berarti Ricky nggak menghendaki Yosua meninggal, cuman pure nggak berani aja kalau dia sendiri yang melakukan. Maka dipanggillah Richard Eliezer. Terus, interaksi Richard dan Ricky di sini juga disorot hakim sebagai pertimbangan, gengs. Yep, waktu Ricky keluar manggil Richard, “Eh kamu dipanggil bapak tuh, suruh menghadap,” sebenarnya ya bisa aja Ricky cerita kalau dia barusan disuruh nembak Yosua. Toh dia juga tau Richard bakalan diminta melakukan hal yang sama. Tapi kan ini nggak.  Ricky nggak melakukan tindakan apapun untuk mencegah rencana pembunuhan ini. Malah mendukung dengan meneruskan pesan Sambo ke Richard, dan back up Sambo di lokasi kejadian.

This is interesting…
Wait until you hear about: Majelis hakim menilai Ricky Rizal tuh udah tahu from the very beginning bahwa bakal ada pembunuhan di rumah Duren Tiga. Makanya dia iya-iya aja waktu PC ngajak ke rumah itu dari rumah yang di Jalan Saguling dengan alasan isolasi mandiri. Hakim menilai Ricky tuh tahu isolasi mandiri hanya sebagai ‘Kedok’ untuk melancarkan rencana pembunuhan di TKP. In that sense, kata hakim, “Terdakwa sudah tahu bergeser ke Duren Tiga adalah dengan maksud menghilangkan nyawa Yosua Hutabarat,” katanya gitu.

HUKUMANNYA APA DONG? 
Nah dengan rentetan pertimbangan yang beberapa dijelasin di atas, maka Bripka Ricky Rizal Wibowo dijatuhkan hukuman 13 tahun penjara. Hakim menilai, perbuatan Ricky ini udah mencoreng nama baik institusi Polri, dia juga dianggap berbelit-belit waktu kasih keterangan dan menyulitkan jalannya persidangan. Adapun yang meringankan hukuman ini adalah the fact that Ricky Rizal yang masih punya tanggungan keluarga dan diharapkan masih bisa memperbaiki perilakunya di kemudian hari.


Okay….
Nah, di saat banyak orang yang seneng, of course Ricky Rizal dan kuasa hukumnya nggak terima sama vonis ini, guys. Secara menurut kuasa hukumnya, Erman Umar, banyak banget fakta-fakta penting di persidangan yang ke-skip sama hakim, yang mana fakta itu bisa menguntungkan buat Ricky. Bahkan, Ricky bilang sendiri
Advertisement
, “Saya tidak pernah mempunyai niat dan kehendak membunuh Yosua.” Makanya, dengan vonis 13 tahun penjara ini, fix mereka bakalan mengajukan banding, guys. Banding itu bakalan mereka sampaikan tujuh hari dari sekarang, di mana sekarang lagi disiapin surat kuasa dan bahan-bahannya sama mereka.

Terus, kalau Kuat Maruf? 
Kuat juga dinyatakan bersalah dan terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan pembunuhan berencana dan melanggar Pasal 340 KUHP juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. Sama kayak Ricky Rizal tadi, juga ada pertimbangan hakim yang akhirnya menetapkan kalau Kuat terbukti bersalah. Di antaranya, Kuat disebut menutup akses supaya Yosua nggak bisa keluar dari rumah dengan cara menutup pintu depan dan pintu balkon atas. Terus doi ikut isolasi juga bareng Ricky dan Putri (Which led to the murder), padahal dia juga nggak PCR. Terus dia juga disebut ikut membawa Yosua ke lokasi penembakan sampai akhirnya Richard dan Sambo menembak Yosua sampai tewas. Kuat pun dijatuhi hukuman 15 tahun penjara, hampir dua kali lipat tuntutan jaksa delapan tahun penjara.

15 tahun ya?
Iya. Adapun yang memberatkan vonis ini adalah menurut penilaian majelis hakim, Kuat Maruf tuh nggak sopan selama persidangan. Dia juga berbelit-belit selama kasih keterangan, nggak pernah mau ngaku, dan selalu memposisikan dirinya tuh jadi yang ‘Si Paling Nggak Tahu Apa-Apa’ gitu loh. Dia juga nggak menyesali perbuatannya. Hakim juga bilang nggak ada alasan pembenar dan pemaaf dari perbuatan dia.

Terus respons-nya Kuat gimana dong tuh?
Sama kayak Ricky tadi, dia juga nggak terima sama vonis ini, gengs. Makanya, dia dan tim kuasa hukumnya juga fix bakalan mengajukan banding. In his words, Kuat bilangnya, “Saya tidak membunuh dan saya tidak berencana.” Lebih jauh, terkait hakim yang menilai Kuat nggak sopan, hal ini jadi concern tersendiri buat kuasa hukumnya. Kuasa hukum Kuat Maruf, Irwan Irawan, menjelaskan nggak ada satu perilakupun dari kliennya itu di persidangan yang bisa disebut perilaku nggak sopan. Kuat selalu patuh dan memegang etika yang ada. Makanya Irwan bilangnya ini mengada-ngada dan nggak berdasar, guys. Irwan bilangnya gini, “Kalau hal sederhana gini aja udah nggak punya dasar dibilang nggak sopan, apalagi hal-hal terkait pembuktian.”

Okay. I believe Keluarga Brigadir Yosua has a say…
.
Of course. Talking about Keluarga Yosua, kalian harus tahu nih, guys kalau mereka tuh udah percaya banget sama majelis hakim dan nge-consider hakim adalah perpanjangan tangan Tuhan. Nah once vonis hakim memutuskan Ricky Rizal dihukum 13 tahun penjara, ya ibunya Yosua, Rosti Simanjuntak, cuma bilang “Ini yang terbaik buat Ricky Rizal”, katanya gitu. Meskipun kuasa hukum mereka, Kamaruddin menilai vonis untuk Ricky tuh harusnya lebih tinggi dari Kuat since Ricky ini aparat penegak hukum. Meanwhile soal Kuat, Bu Rosti juga lega banget dengan vonis 15 tahun ini. “Mukjizat Tuhan” kalau kata Bu Rosti.

So happy for them. Anything else?
Btw, balik lagi soal pernyataan majelis hakim yang menilai Kuat Maruf tuh nggak sopan selama persidangan, ternyata hal semacam ini tuh udah pernah terjadi sebelumnya, guys. Disampaikan oleh kuasa hukumnya, Irwan Irawan tadi, dalam sejumlah sidang, Hakim Wahyu tuh beberapa kali bersikap tendensius dan sering menilai saksi bohong, bahkan sampai pernah menyebut Kuat tuh buta dan tuli waktu itu, yang mana dinilai sebagai pelanggaran kode etik majelis hakim dalam memimpin persidangan. Hal ini pun udah dilaporkan ke Komisi Yudisial dan sampai sekarang masih di-review sama pihak KY apakah layak dilanjut atau nggak. Jubir KY, Miko Ginting sendiri menyebut proses di KY nggak akan mengganggu jalannya persidangan.
Advertisement