Makassar Dilanda Hujan Deras & Banjir

170

When flood is still being the issue…..

In Makassar.
Yep, banjir tuh masih jadi isu yang concerning di negeri ini, guys. Kalau kemarin ada banjir di Manado, Sulawesi Utara, nah Senin kemarin, giliran wilayah di selatannya Sulawesi aka Makassar yang dilanda hujan gede banget, sampai menyebabkan banjir. Banjirnya pun parah, sampai setinggi leher orang dewasa.

Background pls. 
Sure. Well, udah masuk pertengahan Februari, sebagian wilayah di Indonesia udah mulai berkurang kan intensitas curah hujannya. Kalaupun hujan, ya calming dan menenangkan aja gitu guys, nggak sampai menyebabkan banjir dan bencana lainnya kayak beberapa waktu terakhir. Nah tapi sayangnya ada juga beberapa wilayah yang masih dealing with masalah tingginya curah hujan ini. Salah satunya adalah beberapa wilayah di Sulawesi, kayak yang terakhir kita bahas, ada di Manado, Sulawesi Utara.

Tell me the updates…
Nah setelah dilanda banjir akhir bulan lalu, banjir di Manado akhirnya udah surut per tanggal 29 Januari kemarin, gengs. Adapun dalam bencana banjir yang ditetapkan statusnya sebagai Keadaan Darurat dari tanggal 27 Januari sampai 2 Februari kemarin, diketahui ada lima orang yang tewas, puluhan lainnya luka-luka, dan ribuan lainnya dievakuasi. Terus kemarin, since banjirnya juga udah surut, warga setempat juga udah gotong royong bahu membahu membersihkan sisa-sisa bencana. Kayak sisa puing-puing material yang rusak kena tanah longsor, sisa-sisa lumpur, dll.

Okay….
Nggak berhenti di Manado, dari Utara ke Selatan, Senin kemarin nih, banjir juga terjadi di Sulawesi Selatan, tepatnya di Makassar. Sama kayak di Manado dan wilayah lain, banjir Makassar ini awalnya dari hujan yang gede banget terjadi di sana, guys. Terus, yang bikin lebih parah, banjir kali ini juga dibarengi sama air laut yang pasang. Yep, hal ini pun udah dikonfirmasi langsung oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah aka BPBD Makassar.

Air laut pasang? 
Iya. Disampaikan oleh Kepala Pelaksana BPBD Makassar, Ahmad Hendra Hakamuddin, jelasinnya gini. Kan hujan gede nih, terus menggenang di pemukiman kan. Nah aliran pemukiman itu in a way juga ketemu sama air laut yang kebetulan lagi pasang, makanya jadi banjir. In his words, Pak Hendra bilangnya gini: “Karena aliran air yang harusnya dibuang di laut, air lautnya juga lagi pasang Sehingga terjadi seperti ini (Re- banjir).”

Ya ampun… Parah? 
Banget. Wali Kota Makassar, Moh. Ramdhan ‘Danny’ Pomanto menyebut banjir nggak cuma terjadi di pinggiran kota doang, tapi juga sampai ke tengah kota. Jadi nggak cuman di titik-titik tertentu doang gitu. That being said, hampir seluruh kota Makassar sekarang udah tergenang banjir. Ketinggiannya pun beragam, ada yang sampai 1 meter, bahkan yang paling parah, di sekitaran aliran kanal Jalan Kerung-Kerung, banjirnya sampai setinggi leher orang dewasa, guys.
 
WHAT???
Makanya, ngeliat kondisi banjir yang udah separah ini, para petugas dari Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan aka Basarnas Sulawesi Selatan pun turun tangan buat mengevakuasi wargaIn that sense, ada sebanyak tiga tim penyelamat yang dikerahkan buat mengevakuasi warga yang terdampak banjir ini, gengs. Kepala Kantor Basarnas Sulawesi Selatan, Djunaidi, menjelaskan evakuasi yang dilakukan timnya tuh memfokuskan pada lansia, anak-anak, ibu hamil, ibu yang baru melahirkan, atau warga yang sedang sakit.

I see….
Nggak cuma itu, BPBD Sulawesi Selatan juga ikut mengerahkan timnya dengan mengerahkan 10 perahu yang disebar di berbagai kecamatan. Mulai dari tiga perahu di Manggala, terus dua perahu di Tamalate, terus dua lagi di Biringkanaya, satu di Jalan Nuri, sama dua di Tamalalang. Pas 10. Pokoknya BPBD, Basarnas, dan segenap pemerintah daerah tuh hand in hand kerja buat menyelamatkan warga. Setelah dievakuasi baru deh dikasih bantuan para korban terdampak ini.


Talking about bantuan untuk korban….
Selama banjir berlangsung berapa hari ini, mulai dari Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, Wali Kota Makassar, sampai sejumlah kelompok dan organisasi tuh udah turut keliling kasih bantuan logistik untuk para korban. Pihak Pemerintah Provinsi bahkan juga membantu bikin dapur umum di posko pengungsian dengan dibantu sama Kementerian Sosial. Pak Gubernur bilangnya, “Kita siap membantu semoga masyarakat yang terdampak banjir tidak merasa sedih. Semoga banjir ini cepat surut lah,” katanya gitu.

Sampai saat ini belum ada korban jiwa? 
Sadly, ada. Seorang perempuan berusia 35 tahun dinyatakan meninggal dunia karena terpeleset di rumahnya, di Tallo, Makassar, guys :((. Perempuan itu diduga terpeleset di tangga waktu mau naik ke lantai atas rumahnya. Ia mengalami benturan di kepala sampai nggak sadarkan diri dan ditemukan tergeletak di rumahnya oleh pihak keluarga. Udah sempat dievakuasi ke puskesmas, tapi ya gitu, nyawanya nggak tertolong lagi. Saat ini, jasad perempuan itu udah diserahkan kembali ke keluarga, guys.

I see. Anything else I should know?
Btw talking about hujan, cuaca ekstrem, bahkan sampai banjir,  Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika aka BMKG tuh emang udah mengeluarkan peringatan dini terkait cuaca ekstrem di sejumlah wilayah di Sulawesi Selatan. Peringatan ini dimulai dari tanggal 12 kemarin sampai besok di tanggal 16 di mana bakal ada hujan dengan intensitas lebat dan sangat lebat.
 
Pokoknya, stay safe everyone!
Advertisement