Kecelakaan Mobil Dinas di Jambi, Para Menlu ASEAN Datang ke Jakarta, Diabetes Menyerang Anak-Anak, Polusi Berbahaya Bagi Kesehatan Mental

336

Hello

Welcome to Monday! It’s the new week again and we will catch you up! with everything from over the weekend. Now, grab your coffee, sit comfortably, and let’s start …

Here’s all you need to know: On Kecelakaan Mobil Dinas….

Di Jambi.
Well well well, nggak ada habisnya yah kasus kecelakaan lalu lintas di negeri ini, guys. Over the weekend kemarin, netizen +62 rame banget ngomongin kecelakaan tunggal yang terjadi di Kota Jambi. Yang bikin heboh adalah, yang kecelakaan tuh mobil plat merah, guys. Dan diduga dibawa sama anak salah satu staf DPRD Provinsi Jambi.

WHAAT???
Iya, jadi gini ceritanya. Kamis malam kemarin sekitar pukul 9 malam, dari arah Bandara Lama Kota Jambi, ada mobil Toyota Camry dengan plat BH 1842 Z melaju dengan kecepatan tinggi ngarah ke Simpang Adipura. Disampaikan oleh Kasatlantas Polresta Jambi, Kompol Aulia Rahman, sedan yang laju itu hilang kendali terus nabrak pohon, bannya pecah, berputar di sekitar situ sampai nabrak papan reklame, tepat di depan RS Siloam. Makanya sampai ringsek bagian depan mobil itu.

Ya ampun….
Terus, the fact that sedan Toyota Camry yang kecelakaan ini adalah mobil plat merah of course jadi highlight tersendiri dong. Nah, setelah ditelusuri, mobil ini asalnya dari Sekretariat DPRD Jambi, guys. Makanya dari sini DPRD Provinsi Jambi langsung buka suara. Ketua DPRD Jambi, Edi Purwanto bilang bahwa mobil ini dulunya tuh mobil dinas buat Pimpinan DPRD di periode 2014-2019 kemarin. Tapi kan itu dulu. Sekarang, mobil ini jadi mobil operasional buat jemput para tamu di DPRD deh.

Terus siapa yang bawa sampai kecelakaan gitu?
Well, Wakil Ketua Badan Kehormatan DPRD Jambi, Raden Fauzi, bilangnya meskipun mobil itu asalnya dari Sekretariat DPRD, tapi yang bawa sampai kecelakaan tuh bukan merupakan anggota DPRD atau anggota keluarga lainnya, guys. Secara anggota dewan tuh nggak bisa punya mobil dinas kan. In that sense, Pak Fauzi bilang dari informasi yang dia dapat, mobil itu lagi dipinjam sama salah satu pegawai di Sekretariat DPRD, gengs. Yang kemungkinan dipakai juga sama anak atau keluarganya sampai kecelakaan gitu.

Ya ampunnn…
Hal ini juga selaras sama keterangan polisi di TKP. Dikonfirmasi oleh Kapolresta Jambi, Kombes Eko Wahyudi, ada dua orang di mobil itu. Satu cowok satu cewek, yang nyetir si cowok. Nah yang jadi highlight di sini adalah, identitas si cowok ini, guys. Berinisial MSA, baru kelas 3 SMA, baru punya SIM, dan diduga merupakan anak dari pejabat di Sekretariat DPRD Jambi tadi. Tepatnya Kasubbag Rumah Tangga dan Aset Sekretariat DPRD Jambi berinisial N.

I see….
Terus, Pak Edi juga bakal langsung kirim surat sama Gubernur Jambi, Al Haris supaya Kasubag itu dinonaktifkan aja. In his words, Pak Edi bilang, “Peristiwa ini sangat memalukan dan saya akan langsung berkirim surat ke gubernur untuk segera nonaktifkan ASN tersebut. Kemudian saya juga akan meminta Sekwan (re: Sekretaris Dewan) sesuai komitmennya untuk segera menertibkan aset-aset di sekretariat DPRD baik mobil, motor, atau yang lainnya,” katanya gitu.

As they should sih….
Nah in case you’re questioning “Kok bisa sih mobil dinas dipakai anaknya? Bareng temen lagi.” Ya itu karena mobil itu dipakai tanpa sepengetahuan orang tuanya, guys. Tapi meskipun begitu, orang tuanya, yang Kasubbag Rumah Tangga dan Aset DPRD Provinsi Jambi tadi yha supposed to tetap diminta pertanggungjawabannya, bahkan ada potensi dijatuhkan sanksi. Since ada dugaan penyalahgunaan aset kan di situ. Tapi sekarang lagi ditelusuri lebih jauh sih sama mereka.

Is that it?
Belom selesai beb. Selain yang bawa masih anak SMA, terus yang dibawa tuh mobil dinas sampai kecelakaan, dan nggak bilang orang tuanya, another plot twist is: Plat BH 1842 Z itu diduga merupakan plat palsu yang sengaja ditempelin, guys. Hal ini ketahuan dari STNK-nya yang tahun 2014 tapi itu mobil keluaran tahun 2010. Jadi ya gitu deh, masih ditelusuri lebih detail biar crystal clear ini perkara sebenarnya gimana, aturannya juga masih dipelajari. Nah kalau udah bisa diputuskan, baru deh bakal ditindak sesuai aturan. Kombes Eko Wahyudi juga bilangnya sekarang mereka fokus di pelanggaran lalu lintasnya dulu aja. Tapi bakalan dicari tahu penyebabnya apa sampai ada kecelakaan nabrak tiang dll. Untuk sekarang, mobil Toyota Camry itu sendiri juga udah diamankan sama kepolisian, gengs.

I see. Anything else? 
Well, speaking of penyebab kecelakaan, setelah dilakukan tes urine, polisi menyatakan dua orang yang ada di mobil itu tuh bebas dari pengaruh alkohol atau obat-obatan, guys. Tapi ya gitu, sampai sekarang, cewek yang jadi penumpang di mobil itu masih belum bisa dimintai keterangan since selain mengalami luka-luka, dia juga mengalami patah kaki dan kemarin baru menjalani proses operasi, guys. Tapi kalau dari pov si cowok alias yang nyetir, dia tuh ngegas mobilnya dengan kecepatan tinggi setelah digerebek warga gara-gara pacaran di mobil. Jadi yha… Gitu deh, eheheheh.

Now everyone please welcome, all of the Foreign Ministers of ASEAN.

Yang baru aja kumpul-kumpul di Jakarta pada 3-4 Februari kemarin.

Where do we start? 
Before we’re going further to the meeting, kamu perlu tau dulu nih kalo Indonesia bakal jadi ketua ASEAN untuk tahun 2023. Presiden Jokowi juga udah meresmikan keketuaan ASEAN ini lewat acara kick off pada Minggu (29/1) lalu. Di keketuaan ASEAN yang dipegang Indonesia tahun ini, Indonesia bertekad mengarahkan kerja sama buat memperkuat relevansi ASEAN dalam merespons tantangan kawasan dan global. Selain itu, Indonesia juga bertekad buat memperkuat posisi ASEAN sebagai pusat pertumbuhan ekonomi kawasan buat kemakmuran masyarakat Asia Tenggara.

Nice… now tell me about the meeting.
Adapun pertemuan KTT ASEAN puncaknya itu bakal diadain pada bulan Mei mendatang. Nah, sebelum pertemuan puncak yang dihadiri sama para pemimpin negara ASEAN, baru-baru ini para Menlu ASEAN rame-rame dateng ke Jakarta buat mempersiapkan pertemuan puncak itu.

Ada siapa aja yang dateng? 
Hampir seluruh Menlu dari negara ASEAN dateng ke pertemuan kemarin, termasuk Timor Leste yang baru-baru ini dikasih restu buat masuk ASEAN. Para Menlu yang hadir termasuk Dato Erywan Pehin Yusof (Brunei Darussalam), Prak Sokhonn (Kamboja) Saleumxay Kommasith (Laos), Zambry bin Abd Kadir (Malaysia), Enrique Austria Manalo (Filipina), Vivian Balakrishnan (Singapura), Don Pramudwinai (Thailand), Bui Thanh Son (Vietnam), dan Adaljiza Magno (Timor Leste). Ini merupakan kali pertama kehadiran Timor Leste di pertemuan ASEAN sejak dapet restu buat masuk ASEAN.

Guess who’s not coming? 
AbsolutelyMyanmar. Soalnya, tau sendiri kan kalo Myanmar masih dikuasai junta militer. Selama ini, para pemimpin ASEAN juga udah usaha banget buat membangun komunikasi sama Myanmar buat mengatasi masalah ini, tapi hasilnya masih belum signifikan. Sebenernya, pihak Kementerian Luar Negeri RI bilang kalo sebenernya pihak Myanmar tetep diundang kok ke acara ini. Bahkan, Menlu Retno Marsudi juga bilang kalo Indonesia nggak mau mengucilkan Myanmar dan akan terus memilih untuk komunikasi.

Terus, meeting-nya bahas apa aja sih? 
Dalam pertemuan kemarin, ada tiga kesepakatan utama yang dihasilkan. Pertama, para Menlu ASEAN menyatakan dukungan bersama dalam meningkatkan kapasitas dan efektivitas kelembagaan ASEAN serta kesiapan menghadapi tantangan masa kini dan masa depan, termasuk menyongsong ASEAN 2045.

Kedua…
Kedua, para Menlu ASEAN juga sepakat buat menjadikan kawasan Asia Tenggara sebagai pusat pertumbuhan. Salah satunya caranya ya dengan memperluas penggalangan dana ASEAN COVID-19 Response Fund jadi ASEAN Response Fund, serta mengembangkan kerangka Ekonomi Biru ASEAN (ASEAN Blue Economy Framework). Ketiga, para Menlu juga setuju untuk memetakan proyek konkret Bersama mitra ASEAN sebagai bagian dari implementasi ASEAN Outlook on the Indo-Pacific (AOIP). Selain itu, juga memperkuat kemitraan ASEAN dengan negara Pasifik dan mengembangkan ASEAN Maritime Outlook.

I also heard about Pak Jokowi…
Oh iya. Jadi sebelum pertemuan AMM dimulai, mereka semua udah menghadap ke Presiden Jokowi di Istana Kepresidenan pada Jumat (3/2). Dalam pertemuan tersebut, para Menlu mendapat arahan dari Jokowi soal arah keketuaan Indonesia di ASEAN selama setahun ke depan. Another thing that was highlighted adalah soal konflik di Myanmar akibat kudeta junta militer. Selain itu, Presiden juga menekankan bahwa ASEAN harus jadi pusat pertumbuhan ekonomi di tengah situasi global saat ini.
 
Anything else? 
Isu soal Myanmar emang jadi salah satu poin utama di pertemuan ini, sih. Satu hal yang juga jadi sorotan adalah ketika kursi delegasi Myanmar tetap ada tapi kosong, sementara kursi lain dipenuhi sama para delegasi.
Advertisement

When you think Diabetes is only for auntie-uncle and opa oma….

Wait until you hear about:
Diabetes juga menyerang anak-anak, bun.
 
Iya, makin ngeri deh sama penyakit sekarang tuh yah. Terutama yang menyerang anak-anak di mana tingkat imunitasnya tuh cenderung masih lemah kan. Apalagi, beberapa penyakit tuh emang nggak kenal usia, guys. Mau dewasa, mau anak-anak, semua bisa kena. Bahkan ada penyakit yang biasanya identik sama orang tua, kini banyak terjadi di anak-anak. Bahkan angka penderitanya naik sampe 70 kali lipat. So now, everybody meet: Diabetes.

Hah serius???
Iya. Well, in case kamu belum tahu, diabetes sendiri tuh adalah kondisi di mana tubuh nggak bisa memproduksi insulin atau di mana tubuh nggak bisa pake si insulin ini secara efektif. Adapun insulin merupakan hormon yang dihasilkan oleh pankreas buat ngatur kadar gula aka glukosa yang ngalir di dalam tubuh. That being said, kalau udah ada terlalu banyak gula dalam tubuhmu, kamu berpotensi banget untuk terserang diabetes, gengs.

I see…..
Nah dari keterangan Federasi Diabetes Internasional, at least udah ada 537 juta penderita diabetes yang tersebar di seluruh dunia, di mana diketahui penderitanya tuh ada dari range usia 20 sampai 79 tahun. Iya, dari yang muda sampai lansia bisa banget menderita diabetes ini, guysBut the thing is, belakangan diketahui bahwa diabetes udah nggak menyerang orang-orang di usia 20 tahunan aja, tapi juga anak-anak. Bahkan di case-nya anak-anak, angka penyakit ini udah meningkat tinggi di Indonesia.

WHAT???
Iya. Dari data Ikatan Dokter Anak Indonesia, kasus diabetes pada anak udah melonjak drastis di tahun 2023 ini, gengs. Dan melonjaknya tuh nggak tanggung-tanggung, sampai 70 kali lipat. Yes, we repeat: 70 kali lipat dibanding tahun 2010 lalu di mana prevalensi kasusnya tuh mencapai 2 per 100.000 jiwa. Terus secara umum, dari datanya Kementerian Kesehatan, 13 persen dari total penduduk negeri ini tuh udah pada menderita penyakit ini. Makanya, concerning banget kan, apalagi mengingat diabetes tuh mother of all diseases yah. Kalau nggak di-treat dengan baik, bisa banget led to gagal ginjal, penyakit jantung kronis, kebutaan, bahkan sampai kematian.

Ok but, anak-anak????
Iya. Masih dari data IDAI, udah ada sebanyak 1.645 anak Indonesia yang terserang diabetes, guys, di mana angka paling banyak ada di Jakarta dan Surabaya. Lebih jauh, dari data itu juga dijelasin anak-anak dari range berapa aja yang terserang, dan apakah laki-laki atau perempuan. Nah diabetes ini ternyata lebih banyak menyerang ke anak perempuan, dengan persentase sebesar 59%, terus lebih banyak tuh di usia 10-14 tahun dengan total persentase 46% dari angka 1.600an tadi. Tapi anak usia 5-9 tahun juga tinggi, di 31.5%, dan sisanya yha balita dengan kisaran 19%.

Kasian bangettt. :((((
Nah diabetes tuh kan jenisnya macem-macem banget yah. Dan dari keterangan IDAI, rata-rata dari anak-anak ini tuh kebanyakan terserangnya yang Diabetes Tipe 2guys. Gejalanya sendiri tuh kayak: Bawaannya buang air kecil mulu, terus sering ngerasa haus/lapar padahal udah makan dan minum, berat badan nggak terkontrol, mudah capek, penglihatannya kabur, dll.

Penyebabnya apa sih? 
Banyak faktor, guys. Mulai dari kebanyakan screen time alias yang diliat gadget mulu dan berakhir kurang gerak, terus konsumsi junk food yang berlebihan (which anak-anak pada suka), konsumsi makanan manis (yang again, anak-anak pada suka) secara berlebihan mulai dari cokelat, es krim, permen, dsb. Apalagi kalau anaknya jarang olah raga, sampai konsumsi susu formula yang berlebihan.

Ya ampun terus gimana dong?
Makanya, menyikapi hal ini, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin bilangnya masyarakat, khususnya para orang tua tuh kudu aware sama masalah ini, guys. Biar angka diabetes, khususnya pada anak, nggak semakin meningkat. In that sense, harus ada yang dilakuin dong. In his words, Menkes Budi bilangnya gini nih: “Makannya dijaga jangan yang manis-manis. Olah raga fisiknya yang banyak. Bisa jalan, bisa lari. Naik sepeda. 30 menit sehari 5 kali seminggu,” katanya gitu.

Noted deh pak…
Selain itu, masyarakat juga diimbau buat melakukan pemeriksaan hemoglobin A1c secara rutin. Supaya ketahuan tuh jumlah sel darah merah yang berikatan sama si gula darah ini rata-ratanya seberapa. Gula darah tuh disebut normal kalau angkanya ada di bawah 5.7 persen. Disebut prediabetes kalau udah 5.7-6.4%, dan dinyatakan diabetes kalau angkanya udah di atas 6.5%. Hubungi fasilitas kesehatan terdekat buat dapat pemeriksaan ini yah, gengs!

I see. Anything else?
Fyi masih belum telat buat mendetoks tubuh kamu dan si kecil dari bahaya diabetes, guys. Salah satunya adalah konsumsi buah. Well, emang sih, beberapa buah emang punya kandungan gula yang tinggi dan bikin kadar gula jadi nggak terkontrol. Tapi ada juga buah yang justru bisa menurunkan kadar gula dalam tubuhmu, gengs. Kayak buah alpukat, apel, pepaya, berries, sitrus, sampai buah lontar. Pokoknya yang mengandung serat, mineral, dan antioksidan buat mengelola si kadar gula tadi deh.

Now let’s go grocery shopping, everybody!

Who needs to breathe fresh air?

All of us.
Yep guys, literally all of us karena ternyata, polusi tuh ngga cuma berbahaya bagi paru-paru kita, tapi juga mental health kita. Hal ini diketahui dari sebuah studi yang dilakukan di Inggris baru-baru ini. Jadi dalam hasil penelitian yang di-publish oleh American Medical Association Psychiatry minggu lalu, ditemukan bahwa kalo kita terekspos pada polusi dalam waktu yang lama, maka hal itu bakal meningkatkan resiko kita terkena depresi dan gangguan kecemasan. Adapun studi ini melibatkan 390.000 orang dewasa di Inggris yang udah terekspos pada polusi selama sekitar 11 tahun maupun lebih. Hasilnya, mereka memiliki resiko kena anxiety dan depresi tadi.
 
Penemuan ini tentunya menambah daftar panjang efek negatif dari polusi. Sebelumnya diketahui bahwa polusi bisa meningkatkan resiko sakit paru-paru hingga gangguan jantung, tapi ternyata, udara kotor juga bisa mengganggu mental health kita, guys. Lebih jauh, kamu juga harus tahu bahwa global warming maupun climate change dan berbagai efeknya juga terbukti bisa membawa efek negatif pada kesehatan mental kita.

“Bisa bulan ini, bisa bulan depan.”

Gitu guys kata Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno pas ditanya soal kemungkinan Pak Presiden Joko Widodo melakukan reshuffle beberapa menteri dalam waktu dekat. Pak Tik bilang, reshuffle itu hak prerogatifnya presiden dan sampai saat ini Pak Jokowi belum ada keputusan apa-apa soal hal itu.
 
When your aunties ask you when you’ll get married this upcoming Lebaran…

Announcement


Thanks to Hwang Yunseong for buying us coffee today!

(Mau ikutan nraktir tim Catch Me Up! kopi? Here, here…just click here Dengan mendukung, kamu nggak cuma beliin kopi yang menemani kami nulis, namun kamu juga udah men-support kami untuk terus berkarya dan membuat konten-konten berkualitas yang imparsial dan bebas dari kepentingan. Thank you so much!)

Catch Me Up! recommendations

Repeat after us: Read more books. And here is why.
Advertisement