Dosen UII Hilang di AS, Sampah Masih Jadi PR Bersama, Sepasang Rudal Balistik Diluncurkan Korea Utara, Arab Saudi Akan Membangun Ikon Global Baru : The Mukaab

478

Good morning

Hi, Tuesday is here. To start your day with some positivity, repeat after us: Life is good. Today is a good day. I will be OK. Yep, because in the end, everything will be ok. Take care.

Here’s your A to Z recap on: Dosen UII yang Hilang….

Diduga berada di Boston, Amerika Serikat.
Yep. Berapa hari belakangan ini, netizen +62 tuh rame banget ngomongin salah satu dosen Universitas Islam Indonesia aka UII Yogyakarta yang hilang setelah ngikutin kegiatan di Norwegia. Terus waktu diusut, Pak Dosen atas nama Rafie ini akhirnya kelacak ada di Boston, Amerika Serikat, guys. Yang bikin bingung adalah, dari keterangan Polri, Rafie ternyata nggak sekadar hilang, tapi ‘Menghilangkan diri’.

HAH GIMANA???
Now everybody meet: Ahmad Munasir Rafie Pratama. Dosen Teknik Informatika di Universitas Islam Indonesia aka UII di Yogyakarta dan saat ini menjabat sebagai Sekretaris Departemen. Kayak yang sering dilakukan, Rafie dan sejumlah dosen lainnya termasuk Rektor UII himself, Fathul Wahid tuh ngikutin kegiatan mobilitas global termasuk berbagai konferensi internasional buat mempererat kerjasama antar universitas gitu, gengs. Bahkan, di akhir Januari lalu, Rafie diketahui sempat jadi keynote speaker buat salah satu conference di Jeddah, Saudi Arabia, terus baru ke Istanbul dan ketemu sama rombongan UII di sana baru cus ke Norwegia deh.

Okay….
Nah kegiatan di Norwegia tuh kan started di 5 Februari kemaren kan. Semingguan mereka kegiatan di sana, tepatnya di University of South-Eastern Norway aka USN. Terus di tanggal 12 Februari, Pak Fathul udah pulang duluan tuh ke Indo, dan ada dua orang lainnya yang juga pulang via Turki. Nah Rafie nih beda lagi. Sebelum balik ke Indo via Turki, dia harus transit dulu di Riyadh since tiket pesawatnya juga di-cover sama panitia conference yang di Jeddah tadi itu. Jadi mau nggak mau harus transit di sana. In that sense, maka rutenya tuh gini, guys: Oslo-Istanbul-Riyadh-Istanbul-Jakarta.

Terus masalahnya di…
..
Masalahnya ada di ketika perjalanan dari Istanbul ke Jakarta itu, nama Ahmad Munasir Rafie Pratama nggak ada di manifes penerbangan, guys. That being said, Rafie nggak ada di penerbangan itu. Hal ini dikonfirmasi langsung oleh pihak Angkasa Pura waktu adiknya doi mau jemput. Yep, sesaat sebelumnya tanggal 16 Februari kemarin itu, Rafie sempat ngabarin istrinya mau siap-siap boarding dari Istanbul otw ke Jakarta. Pesawat pun mendarat jam enam sore di Bandara Soetta. Tapi ditunggu-tunggu kok nggak ada. Rafie nggak ada di pesawat. Bikin bertanya-tanya plus panik dong, “Lah jadi kemana ni orang?”

OMG….
Panik banget lah pokoknya pihak keluarga di situ, guys. Coba kontak Rafie nggak bisa-bisa. Lapor ke UII, UII juga ikut nyari. Terus besokannya, pihak keluarga di Jogja pun lapor ke Polda D.I. Yogyakarta terkait laporan orang hilang. Dari situ, Polda D.I. Yogyakarta pun juga langsung gercep share ke media sosial terkait Rafie sebagai orang hilang. Nggak cuman itu, KBRI Oslo, KJRI Istanbul, KJRI New York (Since Rafie ambil Ph.D di sana), semuanya dihubungi. Terus nggak lama, UII yang ikut nyari tadi juga langsung in contact sama Kementerian Luar Negeri dan setelah diusut, akhirnya keberadaan Rafie pun berhasil ditemukan.

Di mana si Pak Dosen? 
Di Boston, Amerika Serikat. Yep, temuan ini berhasil dilacak oleh United States Customs and Borders Protection (aka US CBP) di mana Rafie kelacak masuk Amerika Serikat via Boston di tanggal 13 Februari, sehari setelah jadwal penerbangannya dari Istanbul ke Jakarta. Cuma yha gitu, informasinya baru sebatas itu aja, guys. Sampe berita ini ditulis, keberadaan Rafie belum diketahui secara exact dan specific. Terus belum ada yang berhasil ngehubungin dia juga sampai saat ini.

Ya ampun….
Terus terkait hilangnya Rafie ini, Polri akhirnya buka suara, guys. Disampaikan oleh Kadiv Hubinter Polri yang ofc menangani kasus ini, Irjen Krishna Murti, Rafie tuh nggak hilang, guys, tapi menghilangkan diri. Yep, Irjen Krishna menyebut Rafie tuh sengaja ngubah rute perjalanannya tanpa bilang ke siapapun. Lebih jauh, Irjen Krishna juga menyebut pihaknya udah tahu keberadaan Rafie di mana, cuman belum diketahui secara pasti aja sih WHY-nya Rafie kenapa sampai ngubah rute kayak gitu.

But, why Boston?
Nah soal itu juga. Pak Fathul mewakili UII tuh juga nggak tahu Rafie ada agenda apa di Boston, since dia juga nggak pernah ngomong sebelumnya. Lebih jauh, Pak Fathul sih bilangnya whatever agenda Rafie di sana, dia berharapnya Rafie cepat pulang begitu agendanya selesai. Cepat balik ke Indonesia dalam keadaan sehat dan baik lah pokoknya. Pihak UII pun sampai saat ini lagi berusaha buat mulangin Rafie ke Indonesia.

Amen. Anything else I should know?
Btw talking about Boston dan Amerika Serikat, selain the fact that dia kuliah dan berhasil earned his Ph.D di Stony Brook University di Ph.D dalam bidang Teknologi, Kebijakan, dan Inovasi, Rafie tuh ternyata emang diketahui udah sering banget bolak balik luar negeri dan menjalankan berbagai kerja sama internasional, guys. Berbagai jurnal skala internsional juga udah di-publish sama dia.  Terus kalau dipikir lagi, yha make sense aja kalu Rafie ke AS since tahun lalu dia juga baru balik dari sana ngerjain project dan visanya masih aktif. “Dua kali tahun lalu ke Amerika Serikat,” kata Pak Rektor.

When your biggest turn off over people is…..

Kalo doi buang sampah sembarangan.
Yep. Suka turn off plus kzl sendiri nggak sih kalau ngeliat orang buang sampah sembarangan tuh? Apalagi kalau ngeliat mukanya yang innocent kayak nggak berdosa langsung lempar itu sampah ke sembarang arah. Ewww…. Yep, masalah sampah ini adalah masalah yang MASIH SANGAT CONCERNING di Indonesia, guys.

Tell me. 
Everybody, meet: Sampah. Sampai sekarang, sampah tuh masih jadi PR kita bersama nih, guys. Secara manusia kan emang kodratnya nggak bisa lepas dari produksi sampah yah. Sampah plastik, sampah sisa makanan, sampah kering, sampah kertas. Duh banyak deh jenis-jenis sampah yang tiap harinya kita produksi tuh. Nah sekarang pertanyaannya, seiring dengan produksi sampah yang ada terus tiap harinya sampai menggunung berton-ton, “What should we do about it?”

Iya. Gimana tuh? 
Jawabannya ya simpel aja. Sampah itu harus dikelola, plus harus dikurangi. Yep, hats off to you yang say no kalau ditawarin sedotan plastik. Hats off to you yang bawa kantong belanjaan sendiri. Karena dengan begitu, kamu udah membantu mengurangi sampah, guys. Hal ini juga sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 97 Tahun 2017, di mana penanganan sampah bisa sampai 70%, dan pengurangan sampah bisa sampai 20%.

Tell me more.
 Adapun dari Peraturan Presiden ini, diteruskan lagi di Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan aka KLHK di mana KLHK ambi bakal menuntaskan permasalahan related to sampah ini, guys. Kayak biasa, ada targetnya tuh. Disampaikan oleh Ditjen Pengelolaan Sampah, Limbah, dan B3 KLHK, Rosa Vivien Ratnawati, pihaknya lagi mengupayakan supaya permasalahan sampah ini bakal selesai di tahun 2025, guys, dua tahun dari sekarang.

Okay….
Nah karena udah bentar lagi nih, maka ada dong berbagai action steps yang KLHK lakukan untuk menuntaskan permasalahan sampah ini di tahun 2025. Salah satunya, yang rutin mereka lakukan adalah dengan ceremony Hari Peduli Sampah Nasional alias HPSN setiap tanggal 21 Februari. Nah tahun ini, HPSN punya tema “Tuntas Kelola Sampah untuk Kesejahteraan Masyarakat”.

Kesejahteraan Masyarakat?
Iya. Remember selain dikurangi, kita tuh juga kudu bisa mengelola sampah, rite? Nah dengan adanya pengelolaan sampah yang bener ini, maka kesejahteraan masyarakat pun bisa ke-elevate gitu, guys. Secara sampah tuh masih gede banget potensi nilai ekonominya kan. Terus, seiring sampah yang udah bisa dikelola dan dikurangi, dampak yang lebih besar which is climate crisis gara-gara sampah yang menggunung ini pun bisa diminimalisir kan. Nah, kalau udah kayak gitu, kesejahteraan masyarakat pun jadi bisa terwujud deh.

Gimme all the details….
Lebih jauh, climate crisis ini sendiri emang udah jadi perhatian pemerintah dan udah diseriusin sama pemerintah Indonesia sejak lama, gengs. In that sense, pemerintah udah commit bakal ngikutin ketentuan Paris Agreement 2015, terus berdasarkan Nationally Determined Contribution (NDC) terbaru, Indonesia menargetkan penurunan emisi 31,89 % dengan usaha sendiri, sebelumnya 29%. Lalu dengan dukungan internasional 43,20 %, sebelumnya 41%. Nah dari sini, kemudian ada beberapa deh tuh berbagai program dan kebijakan buat mewujudkan hal itu, gengs.

Reuse, Reduce, Recycle
 itu bukan si? 
Correct. Salah satunya yha Reuse, Reduce, Recycle di mana bakal mengoptimalkan rantai pengelolaan sampah dengan pemanfaatan teknologi plus peningkatan fasilitas pengolahan sampah yang di-maintain secara profesional dan integrated
Advertisement
. Nggak cuman itu, KLHK dan pemerintah juga sebisa mungkin ningkatin pengelolaan Tempat Pembuangan Akhir aka TPA di Indonesia biar ada sumber energi alternatif gitu deh di sana. Terus pembakaran liar sampah juga udah nggak dibolehin lagi start from tahun 2031 mendatang. Pokoknya semuanya dioptimalin biar pengelolaan sampah di negeri ini juga bisa maksimal.

Sounds so legit.
We know, rite. balik lagi ke peringatan Hari Peduli Sampah Nasional, tahun ini, banyak banget agenda yang dilakukan, gengs. Mulai dari Tour Sepeda Jelajah Negeri Bersih, terus Zero Waste Adventure Camp, Less Waste barengan sama anak motor dari Ikatan Motor Indonesia, sampai berbagai talk, dialog, dan campaign ngomongin sampah dan zero waste. Kegiatan-kegiatan  ini sih diharapkan bisa jadi trigger masyarakat buat hidup jadi nggak ‘nyampah’ lagi, guys. Biar sejahtera juga hidup kita yekan.

That’s what I need the most. Anything else?
Btw dari tadi ngomongin sampah, kamu pasti nggak asing dong kalau sampah tuh bisa banget diolah untuk kebutuhan lain yang bermanfaat, gengs. Nah salah satunya, sampah organik dan sampah rumah tangga tuh bisa banget diolah jadi kompos, guys. Iya, buat mengurangi food waste yang most likely ada di setiap rumah, yang ending-nya jadi emisi gas metan dan berdampak ke atmosfer, food waste tuh bisa banget diolah jadi kompos, gengs. Nah, yang harus kamu tahu adalah, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan ngajak kamu bareng-bareng mengolah sampah jadi kompos di tanggal 26 Februari besok, guys. Lewat gerakan #KomposSatuNegeri. Kamu bisa kepoin lebih lanjut infonya di sini ya!

Who’s making another fuss?

North Korea.
Yep. Kemarin banget nih, sepasang rudal balistik diluncurkan Korea Utara, guys. Hal ini ofc bikin negara tetangganya kayak Korsel dan Jepang senewen dong.

Gimana ceritanya?

Korea Utara lagi-lagi meluncurkan rudal balistik jarak jauh antarbenua (ICBM) Hwasong-15 ke laut lepas pantai barat Jepang. Kalo menurut laporan militer Korea Selatan, penembakan rudal ini terjadi di utara ibu kota Korea Utara. Kalo menurut media pemerintah Korea Utara, disebutkan bahwa ada dua proyektil yang ditembakkan dari beberapa peluncur roket dan mengarah ke target sejauh 395 km dan 337 km. Sebenernya, ini jadi peluncuran rudal kedua yang dilakuin sama Korut dalam 48 jam terakhir. Pada 18 Februari kemaren, Pyongyang juga udah ngadain latihan kejutan buat nembakin rudal balistik antarbenua juga.

Ya ampun….
Adapun rudal yang diluncurkan ini kan kemudian langsung ke-detect sama negara tetangganya Korut yah, which is Korea Selatan dan juga Jepang. Nah kalo menurut keterangan dari pihak Jepang, dua rudal balistik itu ditembakkan sekitar pukul 7 pagi waktu setempat. Rudalnya mencapai ketinggian sekitar 100 km dan 50 km, dan menempuh jarak antara 350 km dan 400 km sebelum jatuh di luar zona ekonomi eksklusif Jepang. Kalo menurut keterangan Menhan Jepang Yasukazu Hamada, rudal ini punya jangkauan lebih dari 14 ribu km, which bisa cukup mencapai daratan AS. Tapi sejauh ini, nggak ada laporan kerusakan kapal atau pesawat dari kejadian itu.

But, why 
sampai harus ada rudal sih….

Well, kalo menurut Korea Utara, peluncuran ini dilakukan sebagai bukti bahwa pasukannya bisa melancarkan serangan balik yang kuat ke musuh mereka, guys. Hwasong-15 sendiri tuh diluncurkan sebagai respons atas rencana latihan militer antara Korsel sama AS. Dan kalo ditelusuri lebih dalem lagi, AS sama Korsel juga emang lagi siap-siap buat melakukan latihan militer tahunan sebagai upaya menangkis ancaman nuklir dan rudal yang meningkat di Korut.

I see…..
Lebih jauh, peluncuran rudal ini juga jadi semacam balas dendam gitu, gengs buat para musuh-musuhnya Korut. In that sense, adiknya Presiden Kim Jong-un,  Kim Yo-jong, menyebut pihaknya bakalan tetap kasih peringatan kalo Pyongyang dan pemerintah Korea Utara bakal terus melakukan bales dendam yang pantas, buat setiap ancaman yang dirasakan. Bahkan ngerinya lagi, Korut bisa-bisa jadiin Pasifik sebagai lapangan tembak.

Serem amat…..
Makanya hal ini dikecam abis-abisan sama dunia internasional, guys. Juru Bicara PBB Stephane Dujarric bilang kalo Sekjen PBB Antonio Guterres sangat mengutuk peluncuran rudal tersebut dan mendesak Pyongyang buat segera berhenti melakukan tindakan provokatif, dan melanjutkan dialog denuklirisasi. Terus kalo PM Jepang Fumio Kishida, as a victim in this case, jelas mengutuk keras peluncuran dan bilang kalo ini jadi ancaman buat komunitas internasional. Selain itu, of course Korsel juga mengecam peluncuran rudal itu, dan menyebutnya sebagai pelanggaran nyata terhadap resolusi Dewan Keamanan PBB.

Anything else? 

Eh anywaylately Kim Jong Un tuh sering banget ngajak anak perempuannya, Kim Ju-ae di acara militer maupun non-militer negara. Bahkan, Mr. Kim nggak cuma ngajak anaknya tapi juga istrinya Ri Sol-ju. Sebenernya, masih nggak diketahui pasti sih kenapa Kim sering bawa anaknya ke hadapan publik. Makanya, jadi banyak banget spekulasi yang bermunculan dari para analis soal ini.

When someone says “Something big is coming”, Saudi Arabia really really mean it…

Everybody, meet: The Mukaab.
 
Yep, Pemerintah Arab Saudi baru aja ni guys ngumumin kalo mereka bakal membangun proyek yang super super gigantic, The Mukaab, yang bakal dibangun di Riyadh. You know how big it is? Size-nya tuh sekitar 20 kali dari Empire State Building, guys. Tujuannya sih, ini bisa jadi ikon global baru, sebagai bentuk salah satu inovasi Saudi. Nantinya, project ini bakal diisi oleh museum, universitas teknologi dan desain, teater dan lebih dari 80 tempat hiburan serta budaya. Kalo menurut rencana, proyek ini diharapkan selesai pada 2030 mendatang.
 
Sebenernya, karena The Mukaab ini rencananya punya struktur yang sama kaya Ka’bah, pembangunan ini menuai kritik dari pengguna di Twitter. Soalnya, banyak yang nggak setuju kalo ada replika dari Ka’bah. Saudi Arabia is kinda futuristic, sih. Baru aja setahun sebelumnya, Saudi Arabia tuh ngumumin bahwa mereka bakal bikin gedung pencakar langit sepanjang 100 mil, yang bisa jadi rumah masa depan bagi sembilan juta penduduknya. Gileee

“Biasa anak muda, rame dikit.”
Gitu guys kata Pak Jokowi pas ngomentarin soal ricuh Munas Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) di Solo yang berlangsung pada November lalu. Jadi waktu itu emang sempet terjadi ricuh pas lagi pemilihan guys, tapi kata Pak Jokowi, ya wajar aja secara anak muda. Hal ini disampaikan beliau pas menyampaikan sambutan di acara pelantikan BPP Hipmi 2022-2025 di Kempinski Hotel Jakarta kemarin.
 
When you put the volume up…

Announcement


Thanks to Tosca for buying us coffee today!

(Mau ikutan nraktir tim Catch Me Up! kopi? Here, here…just click here Dengan mendukung, kamu nggak cuma beliin kopi yang menemani kami nulis, namun kamu juga udah men-support kami untuk terus berkarya dan membuat konten-konten berkualitas yang imparsial dan bebas dari kepentingan. Thank you so much!)

Catch Me Up! recommendations

Want to lead a happy, healthier life? Try these.
Advertisement