Banjir Solo & Sukoharjo

227

Now, let’s get you up to speed on: Banjir Solo dan Sukoharjo….

Yang ditetapkan sebagai keadaan darurat.
Sedih banget nggak sih baca berita musibah dan bencana nggak kelar-kelar? Same, everybody. Same.  Dari  Semarang, terus ke Manado, terus Ke Makassar, sekarang balik lagi ke Jawa Tengah di mana ada banjir yang terjadi di Solo dan  Sukoharjo, Jawa Tengah yang bahkan udah ditetapkan sebagai keadaan Darurat sama BNPB, guys.

Tell me. 
Jadi as we all know curah hujan di berbagai wilayah di Indonesia tuh kan masih tinggi banget yah, salah satunya ya di wilayah Jawa Tengah, gengs yang Kamis kemarin dilanda hujan gede. Adapun karena hujan gede ini, salah satu aliran sungai di sana which is Sungai Bengawan Solo pun akhirnya meluap deh. Yep, you know what happened after that, rite? Yak, banjir, gengs. Adapun banjir ini terpusat di Solo dan Sukoharjo dan merendam sejumlah kecamatan di sana.

Ya ampun. Parah?
Mayan. Badan Penanggulangan Bencana Daerah aka BPBD Solo mencatat ketinggian banjir tuh bervariasi, guys. Mulai dari 1 meter sampai 1,5 meter. Akibatnya, karena rumah-rumah warga pada kerendam, mereka pun harus dievakuasi kan. Secara spesifik, ada lebih dari empat  ribu warga yang dievakuasi pakai perahu karet ke posko yang disediakan. Terus, pemerintah setempat juga terus mengerahkan tim BPBD buat bersiaga di titik-titik rawan bencana sambil tetap melakukan pemantauan, plus kasih informasi buat warga supaya tetap waspada. Oh, talking about informasi, yang harus kalian ketahui adalah, banjir di Solo dan Sukoharjo ini udah ditetapkan sebagai Keadaan Darurat, guys.

:((( 
Hal ini dikonfirmasi langsung oleh Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana aka BNPB, Letjen Suharyanto di mana Bupati Sukoharjo, Bu Etik Suryani dan Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka adalah pihak yang mengeluarkan penetapan status ini. Adapun status tanggap keadaan darurat ini sendiri berlaku sampai 14 hari ke depan, guys. Cuman ya balik lagi, harapan kita semua sih banjir bisa ditangani dengan baik dan bisa surut sebelum 14 hari itu gitu.

I see…. 
Nah tapi, seiring dengan banjir dan penetapan status tanggap darurat di Solo, salah seorang pengungsi di Pasar Kliwon tuh Jumat kemarin dinyatakan meninggal duniaguys :(. Hal ini dikonfirmasi oleh Camat Pasar Kliwon atas nama Akhmad Khaironi. Disampaikan oleh Khaironi, pengungsi yang meninggal itu diketahui emang udah sepuh, guys, 85 tahun usianya. Terus dari awal masuk pengungsian emang udah kurang sehat. Sempat mau dirawat di rumah sakit, tapi emang dia dan keluarga maunya di posko aja. Pengungsi atas nama Mbah Tamrin itu udah dimakamkan di TPU Daksinoloyo, Sukoharjo.
Advertisement

Terus yang lain?
Udah pada balik ke rumahguys. Iya, Thank God sekarang banjirnya udah surut per Minggu kemarin. Yep, per Minggu kemarin juga, empat ribuan warga yang stay di posko pengungsian pun pelan-pelan udah pada meninggalkan posko dan balik ke rumah untuk bersihin sisa-sisa material banjir yang masih tertinggal di dalam rumah. Terus, bersamaan dengan warga yang pelan-pelan udah meninggalkan posko, pemerintah dibantu sama sejumlah stakeholders-pun juga mulai mempertimbangkan soal apa yang harus mereka lakukan pascabanjir, guys. Terutama gimana caranya biar banjir nggak kejadian lagi di wilayah mereka.

Gimana caranya tuh? 
Salah satunya, adalah dengan menerapkan Teknologi Modifikasi Cuaca aka TMC buat mencegah terjadinya banjir seiring dengan curah hujan yang masih tinggi di wilayah Jawa Tengah. Penerapan TMC ini juga bakal dibantu sama BNPB dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, guys. Lebih jauh, menurut Letjen Suharyanto, penerapan TMC ini lumayan ampuh buat mencegah banjir yang diakibatkan kondisi iklim dan curah hujan yang tinggi dan sebelumnya udah diterapkan di Makassar dan beneran works. Makanya sekarang tinggal nunggu penetapan status tanggap darurat dari Pemprov. Kalau Pemprov udah nge-state keadaan darurat, udah langsung digas deh tuh TMC.

 
Got it. Anything else I should know? 
Btw talking about Pemprov Jawa Tengah, then we have to talk about Gubernur Ganjar Pranowo dan janji-janjinya waktu kampanye dulu related to penanganan banjir. Secara banjir di Jawa Tengah tuh bukan yang pertama kalinya kan. Awal tahun kemarin di Januari, juga ada banjir kayak gini di Semarang. Nah sekarang kejadian lagi di Solo dan Sukoharjo. Makanya, everyone is looking back at 2018 when Pak Ganjar kampanye soal penanganan banjir. Dia nyebutin bakalan ada program berjangka yang strategis, kayak bikin tanggul laut raksasa dll. Jadi ya gitu deh. Ehehehehe.
Advertisement