2 Pejabat Yang Harus Meninggalkan Jabatannya

250

Who’s leaving the office?

Zainuddin Amali dan Lucky Hakim.
Yep. Kalau kata Gen-Z sekarang mah, “People come and go”, gengs. Ada yang dateng, ada juga yang pergi. Yep, minggu ini, ada lagi pejabat yang harus pergi ninggalin jabatannya. Nggak cuman satu, tapi dua. Ada Menteri Pemuda dan Olahraga, Zainuddin Amali dan Wakil Bupati Indramayu, Jawa Barat, Lucky Hakim.

Wait, what???
Iya. Masing-masing dari mereka fix bakal meninggalkan jabatannya sebagai Menpora dan Wakil Bupati, guys. Ada alasannya sih. Kita mulai dari Lucky Hakim dulu yah. Nama Lucky Hakim sendiri pasti nggak asing di telinga kamu since sebelumnya emang terkenal sebagai aktor dan model tanah air. Adapun sejak tahun 2012 lalu, Lucky udah mulai interested sama dunia politik dan mencalonkan diri sebagai Calon Wakil Wali Kota Bekasi barengan sama Dadang Mulyani. Gagal tuh. Terus maju lagi di Pemilu 2014 sebagai kader PAN dan akhirnya terpilih sebagai anggota DPR RI.

Terus terus? 
Lucky kerja di Senayan nggak sampai masa jabatannya kelar, guys. Karena di tahun 2018, dia memilih mundur dari keanggotaan DPR dan partainya dan beralih jadi kadernya Partai NasDem. Terus, lewat Partai NasDem inilah di tahun 2020 lalu dia maju lagi di Pilkada Pemilihan Wali Kota -Wakil Bupati Indramayu, Jawa Barat barengan sama Nina Agustina dan menang. Lucky Hakim kemudian dilantik sebagai Wakil Bupati Indramayu di tahun 2021 yang masa jabatannya harusnya berakhir di 2026 nanti, gengs.

Harusnya yha….
Iya harusnya. Karena hari Senin kemarin nih, Lucky dan rombongannya datang ke Kantor DPRD Indramayu dan menyerahkan surat pengunduran dirinya sebagai Wakil Bupati. Dikonfirmasi langsung oleh yang bersangkutan, alasan pengunduran dirinya tuh karena ngerasa nggak sanggup mengemban amanah masyarakat Indramayu. In that sense, dia udah ngerasa membohongi masyarakat Indramayu dengan janji-janji kampanyenya yang sampai sekarang nggak terwujud, guys.

HAH????
Yep, kamu nggak salah baca, gengs. Dalam keterangannya, Lucky menyebut dia nggak mampu lagi mengemban amanah sebagai wakil bupati. Dia bahkan malu sama masyarakat Indramayu. Jalan pun sampai nunduk, katanya. Tapi kan nggak mungkin datengin rumah warga satu-satu. Makanya langsung ngundurin diri aja ke Kantor DPRD. In his words, Lucky bilangnya gini, “Mending saya malu saat ini. Berharap Allah memaafkan dan masyarakat Indramayu memaafkan. Ketimbang pertimbangan saya di dunia akhirat.”

Sampai mundur dong…..
Lebih jauh, alasan Lucky Hakim mundur sebagai Wakil Bupati Indramayu tuh karena somehow dia ngerasa tertekan selama jalanin jabatannya.  Apalagi dengan segala kemewahan yang dia dapat. Yep, uang makan 170 juta per bulan, belum lagi fasilitas mewah lainnya, dan gaji lima puluh juta. Pokoknya lebih dari 200 juta Rupiah-lah diterimanya sebulan. Nah menurut Lucky itu terlalu mewah. Meanwhile ada 99 janji kampanye yang sampai sekarang belum bisa dia wujudin. Makanya Lucky ngerasa makan gaji buta. Fyi dia bahkan udah nggak mau terima lagi tunjangan makan 170 juta Rupiah itu sejak tahun lalu lo, gengs. Dan end up memilih untuk mundur deh.

Tapi Indramayu so far gimana kondisinya emang?
Nah dikonfirmasi oleh Bupati Indramayu, Nina Agustina, Kabupaten Indramayu selama masa jabatan mereka dua tahunan ini tuh udah menunjukkan banyak prestasi, guys. Salah satu yang di-highlight ya masalah stunting yang turun dari 29,9% sekarang jadi 14,4%. Terus waktu masa pandemi, Bu Nina dan Lucky juga turun ke lapangan. That being said, Bu Nina ngerasanya selama ini dia kompak-kompak aja sama Lucky. Nggak ada masalah. Tapi ya balik lagi, Bu Nina bilangnya kalau emang ada sesuatu yang bikin Lucky nggak nyaman, ya beliau minta maaf. Bu Nina juga siap cari jalan keluar buat masalah ini, katanya gitu.

Jalan keluar gimana maksudnya?
Ya dengan rekonsiliasi antara Bu Nina dan Lucky, guys
Advertisement
. Adapun rekonsiliasi ini akan dipimpin oleh Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil.  Yep, begitu dengar resignation-nya Lucky, Kang Emil tuh langsung diberi mandat sama Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian untuk mendamaikan mereka. Kang Emil pun langsung gercep memanggil Lucky Hakim dan akhirnya terjadilah pertemuan antara Ridwan Kamil dan Lucky Hakim di Jakarta. Nah setelah ketemuan, dalam video yang di-upload di media sosial, Kang Emil sih bilangnya beliau bakal cari solusi terkait masalahnya Lucky. Juga bakalan manggil Bu Nina supaya berimbang aja gitu, guys.


Jadi Lucky is leaving the office dong?
So far, belumguys. Masih ada lagi berbagai proses dan tahapan terkait birokrasi  pengunduran diri pejabat negara tuh. Adapun dari surat yang ditujukan ke DPRD Indramayu tadi, kemudian didisposisi ke Ketua DPRD kan. Terus baru deh mereka rapat membahas masalah ini. Nah hasil rapatnya kemudian diteruskan lagi ke Gubernur Jawa Barat dan Kementerian Dalam Negeri. Sampai sekarang sih nggak bisa ditentuin juga berapa lama proses itu dan kapan Pak Lucky nggak menjabat lagi. Nunggu keputusan dari pimpinan lah pokoknya kata orang-orang di DPRD mah.

I see….
Well, yang harus kamu tahu adalah, Lucky Hakim is not the only one yang bakal meninggalkan posisi dan jabatannya sebagai pejabat, gengs. Yep, we’re talking about Menteri Pemuda dan Olahraga, Zainuddin Amali yang disebut udah mengundurkan diri secara informal ke Presiden Joko Widodo. Well, in case you’re puzzled, Zainuddin Amali tuh beberapa waktu lalu ditetapkan sebagai Waketum 1 Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia aka PSSI barengan sama Mas Menteri BUMN, Erick Thohir sebagai ketuanya, guys.

Okay….
Nah nggak berapa lama, kemudian Zainuddin Amali pun menghadap ke Presiden Joko Widodo kan. Di situlah beliau ngomong bahwa beliau mau fokus aja di PSSI ngurusin sepakbola. Pernyataan itu kemudian di-approve alias disetujui sama Pakde, gengs. Tapi ya itu tadi, baru secara informal aja pengunduran itu, belum secara resmi dan belum fix juga. Presiden Jokowi sih bilangnya orang yang akan menggantikan sebagai Menpora tuh bakalan diurus kalau Zainuddin Amali udah resmi mundur, gengs.

Hmmm kira-kira siapa ya penggantinya?
Well, since Zainuddin Amali ini adalah kader Partai Golkar, maka most likely penggantinya juga bakal berasal dari Partai Golkar, gengs. In that sense, Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto bilang bahwa partainya punya banyak stok yang sesuai sama portfolio yang Kemenpora butuhkan. Salah satunya, Ace Hasan Syadzily. Tapi yha bakal balik lagi ke Presiden since reshuffle kabinet juga merupakan hak prerogatif presiden. Jadi just wait and see aja deh.

Got it. Anything else I should know?
Btw, ngomongin soal pejabat yang mundur dari jabatannya, hal ini sebenarnya emang udah sering banget terjadi di berbagai negara, guys. Contohnya yang belum lama ini kejadian, ya eks Perdana Menteri Inggris, Liz Truss yang cuman menjabat sebagai PM selama 45 hari dan memilih mengundurkan diri karena desakan berbagai pihak di tengah Inggris yang lagi krisis saat itu. Terus eks Menteri Dalam Negeri Jepang, Minoru Terada November tahun lalu juga menyatakan mundur gara-gara skandal pendanaan yang menjeratnya. Jadi yaa.. gitu deh.
Advertisement