Tewas Kecelakaan Lalu Lintas Diduga Oleh Iringan Polisi

230

Here’s another story of: Korban Tewas Kecelakaan Lalu Lintas….

Yang (Again) penuh sama polemik. 
Yep. Setelah kemarin kita bahas soal Hasya, mahasiswa UI yang tewas karena kecelakaan lalin di Jakarta Selatan dan dijadikan tersangka, now we’re moving to Cianjur, Jawa Barat. Di sana, ada juga kecelakaan lalu lintas sampai korbannya tewas, guys :(. Nah yang bikin rame adalah,  mobil yang diduga nabrak ini berasal dari iring-iringan pejabat polisi, guys.

WHATTT??
Iya. Now everybody meet: Selvi Amalia Nuraeni. Selvi adalah seorang mahasiswa di Universitas Suryakencana, Cianjur. Pada 20 Januari lalu, waktu Selvi lagi bawa motor di Jalan Raya Bandung-Cianjur, Karangtengah, Cianjur, everything was normal sampai angkot di depannya Selvi berhenti secara mendadak. Otomatis Selvi kaget dong, dan nggak bisa menghentikan motornya secara proper. Akhirnya jatuh dia, motornya jatuh ke sisi kiri, Selvinya ke sisi kanan.

Oh noo… Terus terus?
Nah little did they know ternyata saat itu ada iring-iringan pejabat polisi dari arah berlawanan, guys. Terus Selvi yang masih tersungkur di aspal tadi tiba-tiba aja kelindes kepalanya sama sebuah mobil Audi A8 yang diduga dikawal sama polisi ini. Adapun mobil sedan itu emang sempat berhenti di mana banyak warga juga datangin si supir dan minta pertanggungjawaban. Tapi setelah dilihat-lihat lagi, itu Audi masih mulus. Nggak ada lecet, nggak ada penyok, ban aman, dll. Makanya karena merasa dia nggak salah, ditinggalin lah TKP itu. Makanya banyak yang bilang kejadian ini adalah tabrak lari, gengs.

TU ORANG SIAPAAA?
Well well well, masih dari penuturan saksi, sedan Audi A8 itu diisi sama satu orang supir, terus ada perempuan, dan anak kecilnya. Nah perempuannya ini yang diketahui bernama Nur  jadi spotlight tersendiri  di mana dia ngaku merupakan istri seorang polisi berinisial D yang hari itu lagi tugas dalam iring-iringan. “Saya istrinya, iya polisi. Inisial D,” katanya gitu.  Adapun menurut penuturan Nur, dia emang udah janjian sama suaminya di satu tempat makan dan jalan kesananya barengan ngikut iring-iringan atas izin suaminya. Nggak menyela, nggak maksa masuk iring-iringan.

HEMMMM….
Tapi plot twist-nya adalah, setelah dilakukan penelusuran oleh pihak Polres Cianjur, Kapolres Cianjur, AKBP Doni Hermawan, akhirnya mengkonfirmasi kalau Mbak Nur ini bukan istri polisi kayak yang dia sampaikan, guys. Mbak Nur disebut cuman sebatas ‘kenal’ aja sama salah satu anggota polisi, yang mana nggak diketahui apakah ada di iring-iringan itu atau nggak. Lebih jauh, Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigjen Ahmad Ramadhan juga menyebut kendaraan yang nabrak Selvi sampai tewas itu bukan bagian dari iring-iringan polisi. “Mobil itu menyusup,” kata Brigjen Ramadhan gitu.

Ya ampun….
Belum selesai, beb. Nggak berhenti di situ. Pihak keluarga Selvi ternyata nggak terima sama keterangan polisi di atas. Iya, dari bukti berupa CCTV yang udah mereka kumpulkan, pihak keluarga yang diwakili kuasa hukum Yudi Junadi menyebut nggak ada mobil Audi A8 di TKP. Yang ada tuh Toyota Innova warna hitam yang disebut Yudi merupakan bagian dari iring-iringan polisi tadi. Nah si Toyota Innova ini juga yang disebut menabrak Selvi sampai tewas. Yudi bahkan bilang ada goresan bekas gesekan di bumper depan sebelah kanan. Cuman yha gitu, kepolisian kekeuh menyebut yang nabrak itu Audi A8.
Advertisement

Lah….
Iya. Di satu sisi, polisi juga menemukan bukti goresan di bumper depan yang diduga merupakan bekas kecelakaan di Audi A8 yang diisi sama Nur dan dua orang lainnya tadi, gengs. Lebih jauh, Kabid Humas Polda Jabar Kombes Ibrahim Tompo bahkan menyebut bekas kecelakaan itu udah disesuaikan sama keterangan sembilan orang saksi, yang terdiri tujuh orang yang ngeliat langsung, dan dua saksi mahkota, which is Nur dan si anak perempuan itu berinisial DS. Nur bilangnya emang dengar suara benturan ‘Bruk!’ gitu, terus ngak lama dia ngerasa itu mobil kayak ngelindas sesuatu. Terus DS juga bilangnya gitu. Dan waktu dia ngeliat ke belakang, ada perempuan pake jilbab hitam udah kegeletak di jalan, katanya.


I see….. Terus pihak keluarga gimana dong tuh?
Yha Yudi dan pihak keluarga sih tetap kekeuh kalau yang menabrak itu adalah Toyota Innova hitam, berasal dari rombongan iring-iringan.  Dan menyebut emang ada goresan bekas kecelakaan di mobil itu. Nah buat membuktikannya supaya ketahuan jelas siapa yang nabrak, bukti goresan yang ada di Mobil Toyota itu bakal diserahkan ke Pusat Laboratorium Forensik biar dilakukan proses pemeriksaan, gengs. Biar ketahuan juga siapa yang sebenarnya nabrak Selvi.

So any updates now?
Yep, Sugeng Guruh Gautama, supir mobil Audi A8 yang ngebawa Nur dan DS tadi akhirnya ditetapkan polisi sebagai tersangka. Adapun penetapan ini udah berdasarkan pemeriksaan saksi-saksi, olah TKP, scientific investigation, dan pemeriksaan Labfor, semuanya merujuk pada mobil Audi A8 itulah yang udah menabrak Selvi sampai tewas, guys. Nah setelah ditetapkan sebagai tersangka, hari Minggu kemarin tanggal 29 Sugeng pun akhirnya menyerahkan diri ke Polres Cianjur dan dilakukan pemeriksaan ever since. AKBP Donni bilangnya emang belom dilakukan penahanan, guys karena harus nunggu pertimbangan penyidik dulu katanya. Tapi yang pasti, dengan Sugeng menyerahkan diri ke polisi, meaning dia bakalan mengikuti proses hukum secara kooperatif lah.

Got it. Anything else I should know?
Btw kecelakaan lalu lintas bahkan sampai menyebabkan nyawa melayang tuh emang masih jadi salah satu PR yang kita kudu sama-sama beresin yah, guys. Nggak cuman di jalan tol di mana angka kecelakaan tinggi di sana, tapi di jalanan umum juga. Di libur Nataru kemarin aja, tingkat kecelakaan lalu lintas udah meningkat sebesar 11% dibanding Nataru 2019 (before this pandemic happens). Cukup concerning, bukan? Makanya. Hati-hati di jalan ya, guysStay safe!
Advertisement