Sidang Pembacaan Pledoi Kasus Ferdy Sambo

33

When Ferdy Sambo creates another drama…..

Di Sidang Pembacaan Pledoi
Kayak yang ada di pikiran kamu, dramanya Ferdy Sambo ini belum kelar juga, guys. Nah kemarin banget nih, di sidang pembacaan nota pembelaannya, FS bilang bahwa dia udah mengalami tekanan, dicaci maki, di-bully, dituduh yang nggak-nggak, seolah jadi penjahat terbesar dalam sejarah manusia.

I’m sorry
… Whatttt????
Jadi ceritanya tuh gini, guys. Kayak yang udah kita bahas tempo hari, minggu lalu kan Jaksa Penuntut Umum dalam kasus ini udah menuntut terdakwa Ferdy Sambo atas kasus pembunuhan berencana Brigadir Yoshua Hutabarat yang terjadi di rumah dinas eks Kadiv Propam Polri itu, di jalan Duren Tiga, Jakarta Selatan. Adapun dalam tuntutan itu, Ferdy Sambo dinilai terbukti secara sah dan meyakinkan udah melakukan pembunuhan berencana dan dituntut hukuman penjara seumur hidup kan. (Read the full story here).

Okay, terus terus?
Tapi pihak FS dan tim kuasa hukumnya nggak terima sama tuntutan ini. Nggak terima dalam artian “Harus seumur hidup banget nih?” gitu. Apalagi Jaksa Penuntut Umum kemaren bilangnya nggak ada faktor lain untuk meringankan tuntutan penjara seumur hidup. Makanya, Ferdy Sambo dan tim kuasa hukum pun akhirnya mengajukan nota pembelaan aka pledoi. Ini jadi upaya terakhir mereka mempertahankan hak-hak hukum yang mereka punya, sebelum akhirnya sampai pada putusan majelis hakim. Nota pembelaan atau pledoi nya pun kemarin banget dibacakan dalam sidang, guys.

Tell me. 
The trial was SUPER INTENSE, gengs. Dari awal, Ferdy Sambo bilangnya nota pembelaan itu bakalan dia kasih judul “Pembelaan yang Sia-Sia”, tapi nggak jadi. Judulnya diubah jadi “Setitik Harapan dalam Ruang Sesak Pengadilan”. FS sih bilangnya selama kasus ini berjalan, dia udah mengalami tekanan, dihina, dicaci maki, diolok-olok sampai bikin dia frustasi dan putus asa. Sambo juga bilang selama 28 tahun kariernya di Polri dan nanganin banyak kasus termasuk kasus pembunuhan, belum pernah ada tekanan sebesar ini buat terdakwa kayak yang dia alami, Kayak nggak bisa banget kasih pembelaan, mau ngomong juga kayak nggak pantas didengar dan dipertimbangkan. “Seolah saya adalah penjahat terbesar dalam sejarah manusia,” katanya gitu.

Oh pls, did he have to say that?
We know rite? Intinya dia bilang hidupnya selama di tahanan dalam proses pemeriksaan yang udah masuk 165 harian tuh udah sucks banget deh. Jadi sepi, suram, dan gelap, katanya. Belum lagi media framing dan pemberitaan hoax yang berkembang pesat di masyarakat terhadap dia dan keluarga, yang nggak cuman memengaruhi persepsi publik, tapi juga memengaruhi arah persidangan ngikutin kemauan sebagian pihak. In his words, FS bilangnya gini: “Saya telah dituduh secara sadis melakukan penyiksaan terhadap almarhum Yosua sejak dari Magelang, begitu juga tudingan sebagai bandar narkoba dan judi, melakukan perselingkuhan, dan menikah siri dengan banyak perempuan, melakukan LGBT.”

The big question is: “Why did you do that to Yosua??”
Ferdy Sambo menyebut dia udah kehilangan kesabaran dan akal ngeliat Brigadir Yosua yang dinilai lancang melakukan pelecehan seksual terhadap istrinya, Putri Candrawathi. Makanya diperintahkanlah Bripka Ricky Rizal buat menghajar sampai menembak Yosua. Ricky nggak mau, lalu diperintahkanlah Bharada Richard Eliezer buat melakukannya. Nggak sampai di situ, Sambo juga ngeklaim kejadian di hari itu tuh cepat banget, dan dia aware kalau tindakan Richard itu bisa bikin Yoshua kehilangan nyawanya. Makanya setelah penembakan, dia langsung buru-buru keluar dan nyuruh orang buat manggil ambulans deh.

Terus skenarionya?
Nah soal skenarionya, FS bilang itu sebenernya dibuat dalam keadaan panik, guys. Adapun cerita itu dibikin berdasarkan pemahaman dia terkait Peraturan Kapolri No.01 Tahun 2009 di mana anggota Polri tuh bisa melakukan hal itu kalau ada ancaman pada diri sendiri dan orang lain. In that sense, alasan istrinya yang diduga dilecehkan oleh Yosua tuh bisa dia pake sebagai alasan yang masuk akal karena pengen melindungi istrinya, juga melindungi Richard dari pertanggungjawaban pidana.


Terus ngomong apa lagi FS?
Terus, dia juga ngomong bahwa dia menyesal banget udah menyeret orang-orang yang nggak tahu apa-apa dalam kasus ini. Terutama ke Ricky Rizal dan Kuat Maruf, yang jadi terdakwa padahal nggak tahu salahnya apa, kata Ferdy Sambo. Nggak terkecuali sama Richard Eliezer, yang juga ikut-ikutan harus masuk di kasus ini. Dia nyesel, marah dan emosinya dia udah bikin dia nggak bisa berpikir secara logis lagi. Apalagi dengan jabatannya yang dulu seorang Irjen dan pejabat Utama Polri, yha nggak pantes ngelakuin itu. Last but not least, sama keluarga Brigadir Yosua juga dia minta maaf, sama Kapolri, Presiden RI, masyarakat, semuanya deh dia minta maaf, yang udah terganggu sama kejadian ini.

How about the others?
Well, selain sidang pembacaan nota pembelaan Ferdy Sambo, kemarin itu juga digelar sidang dengan agenda yang sama untuk terdakwa yang lain yaitu Bripka Ricky Rizal dan Kuat Maruf. Nggak kalah intense-nya sidang mereka, guys. Kuat Maruf bilang, “Saya akui saya memang bodoh dan mudah dimanfaatkan sama penyidik untuk mengikuti sebagian BAP dari Richard tapi saya bukan orang yang sadis, tega, dan tak punya hati sampai mau membunuh orang yang saya  kenal baik dan pernah menolong saya. “Sementara Ricky Rizal kemaren tuh nangis kejer dan meminta maaf sama keluarga Yosua, juga minta maaf sama ibu, istri, dan anaknya karena udah bikin cemas dan sedih. Huft….

Got it. Anything else?
Sampai sekarang, pro dan kontra tuntutan jaksa terkait penjara seumur hidup ini kan masih terus bermunculan yah, di mana banyak banget yang bilang harusnya Ferdy Sambo tuh dihukum mati aja. Nah menyikapi hal itu, Ketua Indonesian Police Watch, Sugeng Teguh Santoso bilangnya perlawanan bakalan lebih keras kalau sampai FS divonis hukuman mati. In that sense, dia bisa aja nge-spill semua pelanggaran yang pernah dilakukan anggota Polri, termausk para perwira tingginya. Secara Ferdy Sambo kan emang mantan Kadiv Propam yah, di mana nanganin semua pelanggaran anggota Polri. Jadi most likely dia tahu semua dong. Eheheheh….

Spill aja ga sih….