Pembacaan Tuntutan Jaksa Untuk Kuat Maruf & Ricky Rizal, Kecelakaan Yeti Airlines di Nepal Tewaskan Seluruh Awak Penumpang, Pergantian Pemimpin Baru PSSI, Duduk Seharian Meningkatkan Risiko Penyakit Kronis

30

Good morning

It’s Tuesday everyone. Still just the second day of the week, so if it feels like an ordinary day for you, maybe it is. But you know what’s not ordinary? Our newest update on Sambo drama. Yep, we wrapped everything for you, and as always, just scroll…

Who’s getting really close to the end of the trial?

Kuat Maruf dan Ricky Rizal.
Yep. Kemarin banget nih, Kuat Maruf dan Ricky Rizal, terdakwa kasus pembunuhan Brigadir Yosua Hutabarat akhirnya menjalani sidang dengan agenda yang ditunggu-tunggu nih, guys. Yep, pembacaan tuntutan oleh Jaksa Penuntut Umum. Adapun hasilnya, Kuat dan Ricky dituntut dengan hukuman 8 tahun penjara.

Tell. Me. Everything. 
All right. As we all know dalam kasus pembunuhan Brigadir Yosua Hutabarat yang terjadi 8 Juli 2022 bertempat di Rumah Dinas eks Kadiv Propam Polri, Ferdy Sambo, di Kompleks Polri Duren Tiga Jakarta Selatan kemarin, pihak kepolisian akhirnya menetapkan lima orang tersangka kan. Ada the one and only Ferdy Sambo, istrinya Putri Candrawathi, Bharada Richard Eliezer, dan Kuat Maruf serta Bripka Ricky Rizal. Kasus ini kemudian berproses terus di pengadilan yang sidang perdananya dimulai Oktober tahun lalu hingga sekarang. Mereka berlima didakwa dengan pasal 340 subsider pasal 338 juncto pasal 55 ayat (1) KUHP.

Gimme the updates…
You got it. Jadi setelah menjalani masa persidangan berbulan-bulan itu, akhirnya kemarin banget nih, Jaksa Penuntut Umum yang bertugas bisa menarik kesimpulan untuk dua terdakwa, yaitu Ricky Rizal dan Kuat Maruf. Iya, Jaksa Penuntut Umum akhirnya bisa membacakan tuntutan untuk mereka berdua di sidang lanjutan yang digelar kemarin, guys. Adapun dalam tuntutan tersebut, Kuat Maruf dan Ricky Rizal dinilai secara sah dan meyakinkan udah melakukan pembunuhan berencana terhadap Brigadir Yosua.

I knew it wkwkwkw
We know, rite? Ehehehe. Adapun penilaian ini diliat jaksa dari fakta-fakta persidangan yang udah ada sebelumnya, guys. Kamu masih ingat kan dakwaan jaksa di awal di mana Kuat Maruf berperan ngomporin Putri Candrawathi untuk ngelapor ke Sambo dengan bilang, “Jangan sampai ada duri di dalam rumah tangga ibu.” Nah duri yang dimaksud di sini adalah none other than Brigadir Yosua himselfguys. In that sense, Jaksa menilai Kuat Maruf tuh tahu kalau emang Putri Candrawathi ada hubungan yang lebih dari sekadar hubungan kerja sama Brigadir Yosua. Later on ini kan yang jadi cikal bakal perencanaan pembunuhan Brigadir Yosua.

Wait
. Hubungan PC sama Brigadir Yosua???
Kalau dari kesimpulan jaksa sih gitu, guys. Ada hubungan katanya. Tapi bukan pelecehan atau bahkan pemerkosaan kayak yang selama ini diklaim sama Putri. Dalam tuntutan jaksa, pelecehan yang dialami Putri tuh nggak punya bukti yang cukup. Putri juga nggak bisa menunjukkan bukti visum yang menyatakan bahwa dia mengalami pelecehan seksual. Not to mention ada relasi kuasa kan, Putri tuh istri bosnya Yosua, yang sangat disegani. Logikanya nggak make sense aja kalau Yosua sampai melakukan hal itu. Tapi yang harus kalian tahu adalah, waktu di rumah Duren Tiga itu, Jaksa bilang Putri awalnya pakai sweater coklat plus celana legging hitam waktu pembunuhan terjadi. Cuman akhirnya diganti pake pakaian yang lebih seksi dengan blouse plus celana pendek buat melancarkan skenarionya, “Saya baru aja diperkosa.”

HEM….Terus terus? 
Balik lagi ke Kuat Maruf, Jaksa bilang dia berperan dalam pembunuhan yang udah direncanakan ini dengan menutup semua akses pintu, jendela, dan jalan keluar lainnya padahal hari masih terang benderang. Kenapa gitu, ya buat meredam suara dan jaga-jaga jangan sampai Yosua yang mau dibunuh itu kabur, guys. Hal ini ia lakukan of course atas perintah Ferdy Sambo. Nggak cuman itu, Kuat Maruf juga terindikasi berbohong waktu dia bilang dia nggak ngeliat Sambo nembak Yosua. Indikasi bohong ini juga sesuai sama hasil tes poligraf yang menyatakan -13 alias Kuat Maruf berbohong. Dari sini, Jaksa kemudian menuntut Kuat Maruf dihukum 8 tahun penjara dikurangi masa penahanan.

8 TAHUN????
Adapun tuntutan 8 tahun penjara ini berdasarkan berbagai pertimbangan, guys. Ada yang memberatkan, ada yang meringankan. Yang memberatkan, ofc Kuat Maruf udah berperan atas hilangnya nyawa Yosua Hutabarat. Doi juga selama masa persidangan dinilai terlalu berbelit-belit dan nggak menunjukkan rasa bersalah sama sekali. Terus yang meringankan dia, Kuat Maruf dinilai bersikap sopan selama persidangan dan nggak punya motivasi pribadi other than diperintah FS, dan belum pernah punya riwayat pidana sebelumnya.

Terus Ricky Rizal?
Sama. Ricky Rizal juga dituntut 8 tahun penjara sama Jaksa Penuntut Umum, guys. Terus, sama kayak Kuat Maruf, ada juga faktor yang memberatkan dan meringankan. Yang meringankan, yha karena Ricky Rizal usianya masih relatif muda dan masih punya kesempatan buat berubah. Terus the fact that dia tulang punggung keluarga dan anak-anaknya masih kecil tuh juga jadi salah satu faktor yang meringankan sih. Tapi faktor ini juga diiringi sama faktor yang  memberatkan tuntutan. Jaksa menilai Ricky Rizal tuh punya kekuatan yang cukup buat menghentikan rencana ini, dan nggak sepantasnya dia berbuat begini sebagai seorang aparat penegak hukum. Terus dia juga dinilai berbelit-belit dan nggak pernah ngaku selama persidangan kemaren.

So, where are we going from here?
Both Kuat Maruf dan Ricky Rizal masih dikasih kesempatan sama Hakim Wahyu Iman Santoso untuk kasih pembelaan di sidang berikutnya minggu depan, guys. Secara mereka pun kecewa banget sama tuntutan jaksa ini. Nah, talking about pembelaan, Ricky Rizal dan Kuat Maruf sih berharapnya mereka bebas aja. Kuat Maruf yang nge-klaim dari fakta persidangan nggak pernah ada yang nunjukkin keterlibatan dia sama peristiwa ini, dan Ricky Rizal juga nge-klaimnya dia menolak membunuh Yosua dan menolak juga melindungi Ferdy Sambo. Dia bahkan nggak tahu obrolan FS sama Bharada Richard terkait Yosua. Terus di case-nya Kuat Maruf juga, tim kuasa hukumnya bilang tuntutan yang udah dibacakan jaksa kemarin tuh nggak semuanya berasal dari fakta persidangan. Jadi ya, gitu deh.

Okay. Anything else?
Btw ada satu hal lagi yang menarik dari persidangan kemarin, guys. Yep, waktu jaksa selesai membacakan tuntutannya, di closing-nya dia bacain salah satu quote buat jadi refleksi kita semua. Quote dari Martin Luther King Jr, yang begini bunyinya, “Kebohongan sanggup berlari cepat, sedangkan kebenaran hanya bisa berlari maraton. Namun di pengadilan, kebenaran itu akan memenangkan maraton.”

So no matter what happens, truth always triumphs. Always.

When people are mourning…

In Nepal. 

Yep, kabar dukacita datang dari Nepal guys, di mana telah terjadi kecelakaan pesawat yang menyebabkan 68 orang tewas. Kecelakaan Yeti Airlines ini terjadi di Pokhara, Nepal, and this has become the worst air crash in the last 30 years.

 
Tell me what happened. 
Pesawat jenis ATR 72 itu masuk jurang ketika hendak mendarat. Pesawat tersebut membawa 72 orang penumpang, dengan empat awak dan 68 penumpang di dalamnya. To be more specific, penumpangnya ada 37 laki-laki, 25 perempuan, tiga anak-anak dan tiga bayi. Sebanyak 53 penumpang dan keempat awak adalah warga Nepal, sementara lainnya terdapat 5 warga negara India, 4 warga negara Rusia, 2 warga Korea dan masing-masing satu dari Australia, Argentina, Prancis dan Irlandia.

🙁
Jadi, kejadiannya tuh pada hari Minggu waktu setempat, di mana rute penerbangan pesawat adalah dari ibu kota Kathmandu ke Pokhara. Terus, pesawat itu diketahui terakhir melakukan kontak dengan bandara Pokhara sekitar pukul 10.50 waktu setempat, atau sekitar 18 menit setelah lepas landas. Pesawat kemudian terjatuh di Ngarai Sungai Seti dan menewaskan seluruh penumpang on board. Pasca insiden, Angkatan Darat Nepal dan departemen kepolisian pun dikerahkan buat melakukan operasi penyelamatan.
 
I heard this also went viral…
Iyaa, jadi di sosial media, banyak beredar video-video terkait jatuhnya pesawat ini. Di salah satu video terlihat pesawat tersebut terbang sangat rendah di atas daerah berpenduduk, dan kemudian berguling ke samping sampe akhirnya nggak kelihatan lagi dan kemudian terdengar ledakan keras. 🙁

Penyebab jatuhnya pesawat apa?
Sampe saat ini, penyelidikan masih berlangsung dan penyebab pasti dari kecelakaan tersebut belum ditemukan. Komite yang beranggotakan lima orang pun telah dibentuk untuk menyelidiki penyebabnya. Tapi, banyak pihak yang udah mulai berspekulasi soal kejadian ini. Menurut Neil Hansford, konsultan penerbangan dari Strategic Aviation Solutions, bisa jadi kecelakaannya karena pilotnya terlambat mengambil tindakan. Yep, beliau yakin banget kalo kecelakaan itu murni karena human error. Katanya, kalo pesawat ada di kecepatan rendah, harusnya pilot nggak berbelok secara tajam. Beda sama James Nixon, pensiunan kapten A380 yang bilang kalo semuanya bakal lebih jelas seandainya kotak hitam udah ditemukan.

How about the black box? 
Aparat berwenang sih udah nemuin kotak hitam dari pesawat yang jatuh tersebut. Tapi, kalo menurut info dari petugas Bandara Kathmandu, Sher Bahadur Thakur, dia belum kasih detailnya soal kapan dan gimana kotak hitam itu bisa ditemukan. FYI guys, kotak hitam atau black box itu berisikan rekaman dari seluruh informasi dan data penerbangan pesawat yang tertulis dengan algoritma khusus. Nah, dengan adanya kotak hitam, akan sangat membantu petugas buat mengetahui penyebab insiden kecelakaan pesawat.

Nepal is mourning…
Pasca kejadian, pemerintah Nepal menetapkan pada Senin (16/1/2023) jadi hari berkabung pasca jatuhnya pesawat tersebut. Selain itu, pihak Yeti Airlines juga mengumumkan bahwa pihaknya membatalkan semua penerbangan pada hari Senin, untuk mengenang para korban kecelakaan.

Anything else? 
Fyi, waktu detik-detik sebelum pesawat jatuh, empat warga India yang juga jadi korban, sempet live Facebook di dalem pesawat. Dalam video itu, mereka keliatan bersemangat banget dan keliatan seneng banget. Sayangnya, video itu berubah jadi tragis karena momen pesawat jatuh juga terekam dalam video tersebut.

Who’s looking for a new leader?

Our National Football org.
Aka Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia aka PSSI. Yep, PSSI yang heboh banget diomongin netizen +62 sejak Tragedi Kanjuruhan beberapa waktu lalu sekarang lagi sibuk cari pemimpin baruguys. Dan sampai tahap pendaftaran ditutup, akhirnya diketahui dua nama calon Ketua Umum PSSI. La Nyalla Mattalitti dan Erick Thohir.

Background pls.
Sure, Jadi gini ceritanya, guys. Sejak terjadinya Tragedi Kanjuruhan yang menewaskan 135 orang dan ratusan lainnya luka-luka itu, semua mata kan tertuju ke PSSI yah. In that sense, publik menilai PSSI kudu bertanggung jawab atas apa yang terjadi kan. Puncaknya, Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan aka Iwan Bule dituntut untuk mundur sebagai bentuk tanggung jawab moral atas Tragedi Kanjuruhan ini, gengs.

Okay terus terus….
Meanwhile PSSI juga ngerasa Tragedi Kanjuruhan itu udah jadi pukulan tersendiri buat sepak bola Indonesia, jadi nggak boleh ada lagi tragedi yang sampai memakan korban jiwa gini. Iwan Bule bahkan bilangnya sepak bola tuh harusnya jadi pemersatu bangsa dan menyenangkan, bukan malah jadi mengerikan. That being said, PSSI sepakat deh tuh buat memperbaiki dunia sepak bola di Indonesia. Kesepakatan ini akhirnya mereka wujudkan dalam Kongres Biasa PSSI yang digelar kemarin lusa tanggal 15.

Kongres Biasa?
Iya, namanya Kongres Biasa, yang dihadiri oleh Menteri Pemuda dan Olahraga Zainuddin Amali dan Ketua Komisi Olahraga Nasional Indonesia aka KONI, Marciano Norman, plus delegasi dari FIFA dan AFC serta 87 delegates lainnya. Di Kongres ini, PSSI melaporkan hasil kinerja mereka termasuk pencapaiannya apa-apa aja, termasuk laporan keuangannya juga disampaikan di Kongres ini. Nah, adapun agenda yang nggak ketinggalan kemaren adalah pembentukan Komite Pemilihan yang diketuai Amir Burhanuddin dan Komite Banding Pemilihan dengan ketua Gusti Nanda buat memilih pemimpin barunya PSSI periode 2023-2027 mendatang yang akan ditentukan lewat Kongres Luar Biasa, gengs.

Oke ada yang biasa, ada yang luar biasa yha….
Exactly. Kongres Luar Biasa ini diadain buat menentukan siapa yang bakal jadi Ketua Umumnya PSSI Terus setelah Komite Pemilihannya dibentuk kemarin, mereka akhirnya udah kerja dan membuka pendaftaran buat untuk jabatan Ketua Umum. Selang beberapa lama dibuka, akhirnya Senin kemarin pukul 6 sore, pendaftarannya ditutup, guys. Dan menghasilkan dua nama yang udah mendaftar. Yaitu Ketua DPD RI, La Nyalla Mattalitti dan Menteri BUMN, Erick Thohir.

Wait, where is Iwan Bule?
Nggak mau maju lagi beliau, guys. Disampaikan langsung oleh Kang Iwan yang udah mengabdi dari tahun 2019 itu, doi ngerasanya udah cukup aja pengabdiannya di PSSI. In his words, Kang Iwan bilangnya, “Setelah saya melakukan salat istikharah, saya merasa pengabdian saya untuk PSSI sudah cukup maksimal. Tenaga, waktu, dan pikiran serta materi sudah saya kerahkan. Saya putuskan tidak akan maju lagi dalam pencalonan Ketua Umum PSSI dalam Kongres Luar Biasa mendatang.” Lebih jauh, meskipun nggak nyalonin diri lagi, Kang Iwan menyebut dia bakalan menyelesaikan tugasnya mengawal KLB biar terlaksana aman dan nyaman.

Ok now tell me about the candidates…
Sure. Kita mulai dari Ketua DPD RI, La Nyalla Mattalitti. Pak La Nyalla sebenarnya bukan orang baru di PSSI, guys. Bahkan di tahun 2015 lalu, beliau dapat 94 votes out of 107 yang ended up menjadikannya sebagai Ketua PSSI. Cuman ya gitu, jabatannya nggak lama karena kemudian PSSI dibekukan dan dia dikriminalisasi sampai masuk penjara karena korupsi dana hibah (yang disebut nggak terbukti dan dinyatakan bebas murni). Nah dari situ, Pak La Nyalla jadi ngerasa masih punya ‘utang’ sama yang udah milih dia jadi ketua umum pada saat itu buat menyelesaikan tugas-tugasnya. Beliau kemudian sempat nyalonin diri di 2019 cuman kalah dari Bang Iwan Bule, guys. Nah sekarang, dia nyoba lagi deh buat jadi Calon Ketua Umum PSSI.

I see.. 
Terus kalau Mas Menteri? 
Nah surprisingly Mas Menteri BUMN Erick Thohir juga ikutan daftar nih, gengs. Dalam keterangannya, beliau ngerasa terpanggil buat membenahi segala drama dan carut marutnya dunia sepak bola Indonesia. In his words, Mas Menteri ngomongnya gini: “Sebagai anak bangsa, saya terpanggil untuk mengubah keadaan. Membuat yang bengkok menjadi lurus,” katanya gitu. Lebih jauh, Mas Erick bilangnya yang dibutuhkan PSSI buat maju tuh cuman nyali, guys. Nyali buat menerobos keterbatasan dan berani bikin eksositem yang nge-support pertumbuhan industri sepak bola nasional biar bisa bersaing di internasional, ceunah. Kongres Luar Biasa yang bakal jadi penentuannya itu sendiri bakalan digelar 16 Februari 2023 nanti, guys. Fingers crossed buat Pak La Nyalla dan Mas Erick!

Ok anything else I should know?
Anyway, dari tadi ngomongin jabatan calon ketua umum yang diisi laki-laki, ada sosok perempuan juga loh di sini, guys. Yep, ada nama Ratu Tisha, Sekjen PSSI yang mendaftarkan dirinya jadi Calon Wakil Ketua Umum PSSI. Hal ini ofc jadi pertanyaan dong. Kok ‘cuman’ wakil sii? Nah menjawab hal itu, Ratu Tisha bilangnya dia sadar masih punya banyak kekurangan. Apalagi, semua hal tuh butuh jenjang dan proses kan. Makanya diputuskanlah dia mencalonkan diri jadi calon wakil ketua. Soal mendampingi siapa ntar, “Kita lihat nanti,” kata Ratu Tisha gitu.

When you gotta sit all day long at the office…

It’s not good for your health at all, guys. 
Iya nih, calling kamu-kamu yang suka duduk seharian pas lagi kerja, kamu tentunya udah tahu bahwa hal tersebut tuh ngga sehat banget. Terus, penelitian di Columbia University Medical Center juga menyebutkan bahwa duduk seharian tuh bisa meningkatkan risiko penyakit kronis mulai dari diabetes, penyakit jantung, hingga kanker. Nah, kenapa sih duduk mulu tuh bisa bahaya buat kesehatan? Yang jelas sih, karena kerja otot tuh sangat penting dalam mengatur hal-hal kaya gula darah dan kadar kolesterol. And when you sit too long, otot jadi nggak punya kesempatan buat berkontraksi dan bekerja secara optimal. Untuk menghindari hal ini, para peneliti kemudian come up with a solution. Yep, menurut jurnal American College of Sports Medicine, kamu bisa menyelingi duduk seharian dengan berjalan ringan selama lima menit setiap setengah jam duduk. Dengan begini, kamu jadi bisa mengurangi risiko kesehatan dari duduk seharian. Yep, get up, get up!

“Meminta tidak foya-foya, tidak hura-hura.”

 
Gitu guys kata Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Gerindra Ahmad Muzani pas cerita soal rencana peringatan Hari Ulang Tahun Gerindra ke-15 yang bakal berlangsung pada Februari mendatang. Nah kata Pak Muzani, ketumnya aka Pak Prabowo Subianto tuh berpesan supaya acara ultahnya sederhana aja, karena Gerindra masih prihatin sama bencana yang melanda kayak gempa di Jawa Barat serta banjir di Jawa Tengah.
 
Always remember pesan Pak Prabowo, especially after getting your paycheck…

Announcement

Thanks to Someone for buying us coffee today!

(Mau ikutan nraktir tim Catch Me Up! kopi? Here, here…just click here Dengan mendukung, kamu nggak cuma beliin kopi yang menemani kami nulis, namun kamu juga udah men-support kami untuk terus berkarya dan membuat konten-konten berkualitas yang imparsial dan bebas dari kepentingan. Thank you so much!)

Catch Me Up! recommendations
If you want to kick off the day to a great start, try these breakfast options.