Lonjakan Kasus Campak Anak Indonesia

206

Dear Parents, please watch out!!

Campak rame lagi, bun!
Iya,  Bunda-bunda musti extra hati-hati karena lonjakan kasus campak pada anak di Indonesia belakangan ini.
 
Tell me. Please.
Soalnya, lonjakan kasus campak pada anak di Indonesia meningkat sampe 25 kali lipat dalam setahun terakhir. GOSH. Buat perbandingan, di tahun 2021 ada 132 kasus, sementara di tahun 2022 ada 3.341 kasus baru. Kebayang, kan lonjakan kasusnya sebanyak apa? Makanya, para orangtua mesti lebih ekstra perhatian nih.

Apa sih penyebabnya?
Campak sendiri itu penyakit menular yang disebabkan oleh virus dari famili Paramyxovirus, seperti rubella. Dan satu-satunya cara pencegahannya adalah dengan vaksin. Kalo berdasarkan data dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), sampe tahun 2018 lalu, vaksinasi campak berhasil mencegah sekitar 23,2 juta kematian. Campak ini jadi salah satu penyakit paling menular di dunia. Biasanya, campak ini menular lewat batuk dan bersin, dan kontak langsung dengan cairan hidung atau tenggorokan orang yang terinfeksi.
 
Go on…
Nah, possibilities lainnya juga kalo anak suka diajak bepergian ke luar negeri terlalu sering. Secara kan kondisi anak masih nggak stabil, belom kuat-kuat amat lah, eh diajak kesana kemari dimana kondisi tiap negara kan mungkin beda-beda. Apalagi kondisi anak juga lagi capek, dan makin gampang kena virus deh. Terus, satu penyebab lainnya lagi itu ketika anak kekurangan vitamin A.
 
Gejalanya apa aja?
Bunda-bunda juga mesti aware nih sama kondisi anaknya yang biasanya gejalanya muncul 14 hari setelah paparan virus. Beberapa gejala yang muncul biasanya demam, batuk kering, pilek, sakit tenggorokan, mata merah hingga ruam.
 
How far this could be?
Penyakit campak ini bisa makin parah kalo kena ke anak dengan gizi buruk. Biasanya, mereka bakal sampe diare, kena penyakit kuning, radang paru-paru bahkan sampe radang otak infeksi selaput.
 
Kalo di Indonesia sendiri, penyebabnya apa?
Kalo kata Direktur Pengelolaan Imunisasi Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI Prima Yosephine, salah satu alasannya adalah karena munculnya pandemi COVID-19. Sejak itu, orang jadi lebih fokus sama COVID-19 dan nggak aware sama pentingnya vaksin yang lain. Kebukti juga dari angka imunisasi yang menurun secara signifikan. Soalnya kan waktu itu semua orang bener-bener diminta buat stay at home, jadilah para orangtua pada takut buat bawa anak mereka ke luar. Apalagi waktu varian Delta lagi tinggi-tingginya, makin takutlah buat bawa anak-anak ke fasilitas kesehatan.
 
Anything else?
Pokoknya, the only way to solve this is just by getting vaccinated. Pihak Kemenkes RI sendiri juga lagi menggencarkan vaksinasi campak buat anak. So parents, please get your children vaccinated!
Advertisement