Kunjungan PM Malaysia Ke Indonesia, Gugatan Agar Mekanisme Pemilu Diubah, Demo Pendukung Mantan Presiden Brazil, Saudi Arabia Longgarkan Aturan Ketat Untuk CR7

31

Good morning

Welcome to Tuesday. It’s yet another gorgeous day, so we hope you start it with high vibes and positivity. If not, try to take a moment for some breathing exercise and writing down your gratitude journal. It reallllly does a game changer. Go!

When your bestie comes to your house…..

Presiden Jokowi can relate.
Yep. Kemarin banget nih, Presiden Joko Widodo menyambut kunjungan Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahimguys. Pak Jokowi seneng, Pakcik Anwar lebih seneng lagi. Beliau bahkan menyebut Indonesia sebagai sahabat sejati. Ciyeee…

Sahabat sejati banget nih??
Yha as we all know hubungan Indonesia dan Malaysia tuh emang sedeket itu, guys. Mulai dari dekat secara geografis, which is the reason why we’re calling  Malaysia as Negeri Jiran. Terus dekat juga secara kultur, kerja sama, hubungan diplomatik, dll. Meskipun ada bumbu-bumbu drama in between, but it’s safe to say Indonesia emang sohiban banget sama Malaysia. Nah sohib-nya dua negara ini punya makna yang lebih dalam lagi buat Perdana Menteri Malaysia yang baru aja kepilih belum lama ini, Dato’ Seri Haji Anwar bin Ibrahim aka Anwar Ibrahim, yang kemarin banget nih melakukan kunjungan internasional pertamanya sebagai PM ke Jakarta.

So, he is here….
Yep. Dalam keterangannya usai disambut Presiden Jokowi di Istana Bogor kemarin, Pak Anwar bilang bahwa dia nggak bisa lupa sama kebaikan pemerintah Indonesia waktu dia lagi ada di masa-masa sulit karena situasi politik di Malaysia saat itu. You know, just a friend standing by your side at your lowest point, nah gitu kira-kira. Makanya Pak Anwar sampai bilang begin, “Semasa kita agak sukar, hidup dalam keadaan terombang-ambing derita itu, Indonesia itu menyambut kita sebagai sahabat sejati. Sebab itu, saya tak mungkin lupakan orang-orang yang sedia membantu kita, menunjukkan rahmat dan menyayangi kita dalam keadan itu tersisih, terbuang, atau terlempar arus perkembangan di Malaysia. Sekali lagi terima kasih bapak dan seluruh rekan yang menerima saya sebagai keluarga besar.”

Terus respon Pak Jokowi gimana dong tuh?
Ya tersentuh dan merasa terhormat juga, guys. Apalagi di sini konteksnya Indonesia tuh jadi negara pertama yang dikunjungi Pakcik Anwar sebagai Perdana Menteri. Pak Jokowi menyebut Malaysia tuh bukan cuma negara tetangga dekat Indonesia, tapi juga bangsa serumpun dan punya hubungan yang sangat kokoh. Lebih jauh, dalam keterangannya kemarin  Presiden Jokowi once again mengucapkan selamat atas dilantiknya Anwar Ibrahim sebagai PM, beliau juga meyakini di bawah kepemimpinan Anwar, kerja sama Indonesia-Malaysia bakalan bisa lebih kuat.

Okay. Terus Pakcik Anwar ke sini ngapain lagi?
Meeting dong membahas hubungan diplomatik dua negara, guys. Salah satunya yaitu soal kerja sama dan investasi Malaysia buat Ibu Kota Negara aka IKN Nusantara. Kenapa Malaysia semangat banget soal investasi ini, ya karena Pak Anwar menilai ada kepentingan Sabah dan Serawak juga di IKN ini. Beliau bahkan bilang masyarakat Sabah dan Serawak tuh  mendukung banget pembangunan IKN, jadi tinggal pake pendekatan yang positif, pertumbuhan IKN juga bisa ada manfaatnya buat Sabah dan Serawak.

I see….
Selain itu, kedua pemimpin negara juga ngebahas soal wilayah perbatasanEither perbatasan laut atau darat. In case you’re puzzled, saat ini ada beberapa wilayah yang masih jadi problem dan diakui dua negara karena letaknya yang ada di perbatasan Indonesia-Malaysia. Di antaranya ada Segmen Pulau Sebatik, Segmen Sungai Sinapad, Laut Sulawesi, sama Selat Melaka. Nah dari pertemuan kemarin, akhirnya disepakati kalau segala problem terkait wilayah perbatasan ini bakalan kelar asap dan MoU-nya bisa ditandatangani tahun ini.

Now let’s talk about our Pahlawan Devisa…. 
Aka Tenaga Kerja Indonesia atau yang sekarang udah ganti istilah jadi Pekerja Migran Indonesia aka PMI yang jumlahnya banyak tersebar di seluruh penjuru Malaysia. Speaking of Pekerja Migran Indonesia, isu ini kan sampai sekarang masih jadi polemik banget yah di negara kita. WNI yang berangkat kerja di sana rawan dieksploitasi, perlindungannya terbatas, bahkan ada yang sampai nggak bisa pulang. Makanya sempat di-stop juga tuh pengiriman PMI ke Malaysia. Nah tapi sekarang, kamu harus tahu nih, gengs. 1 April 2022 lalu, pemerintah Indonesia dan Malaysia tuh udah punya MoU tentang Penempatan dan Perlindungan PMI ini, di mana di MoU itu dijelasin kalau proses penempatan, pemantauan, dan kepulangan pekerja migran asal Indonesia tuh dibikin satu pintu gitu, dengan sistem one channel system.

Implementasinya gimana?
Menteri Luar Negeri RI, Bu Retno Marsudi sih bilangnya emang perlu ada komitmen biar implementasi one channel system ini bisa berjalan dengan baik, guys. Termasuk dengan mempercepat proses integrasi when it comes to sistem informasinya. Nggak cuma itu, Bu Retno dan Presiden Jokowi  juga menekankan penting banget PMI itu dipenuhin hak-haknya selama bekerja. Mulai dari hak finansial, layanan kesehatan, plus pembangunan community learning sebagai layanan pendidikan buat anaknya PMI ini.

I see….
Nah terus move on ke soal penegakkan hukum, Bu Retno juga menegaskan penegakan hukum terkait tindak kriminal dan perlakuan buruk ke Pekerja Migran Indonesia tuh penting banget, guys. Secara udah masuk ranah penyiksaan begitu, kudu ada lah rasa kemanusiaan dan rasa keadilannya yekan. Terus, merespons hal ini, dalam pertemuan kemarin, Perdana Menteri Malaysia itu juga commit bakalan memantau berbagai kasus mengenai hal ini, guys.

Bener ya pakcik….

Bener. Dalam kepemimpinannya sebagai Perdana Menteri, Anwar Ibrahim memastikan bakalan menjamin keamanan buat WNI yang kerja di Malaysia. Berbagai fasilitas juga dijanjikan bakalan didapat oleh mereka, gengs. Selain itu, Pak Anwar juga bilangnya companies di Malaysia tuh nggak boleh nekan pekerjanya for the sake of profit. Dari sini, diharapkan nggak ada lagi masalah terkait Pekerja Migran Indonesia.

 
Got it. Anything else?
Btw, Pak Anwar Ibrahim tuh ke sini nggak barengan sama jajarannya aja, guys. Iya, beliau juga ditemenin istrinya, Wan Azizah Wan Ismail. Wan Azizah beda agendanya sama Pak Anwar, gengs. Kemarin Wan Azizah berkujung ke Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral Jakarta. Khususnya di Istiqlal, Wan Azizah pengen liat program kader ulama perempuan yang sampai sekarang belum ada di tempat lain. Beliau juga sempat ngeliat Terowongan Silaturahami yang menghubungkan Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral, dan beliau keliatan takjub dan terkesima banget. “Sangat puas, sangat terkesan,” katanya gitu.

When one day closer to Pemilu means….

One more drama is happening.
Yoi. Ada ada aja deh drama menuju Pemilu. Setelah kemaren ada partai politik yang ngerasa dicurangin KPU, kali ini dramanya udah bukan soal keikutsertaan partai politik lagi, gengs. Tapi soal mekanisme Pemilu itu sendiri, biar diubah dari Sistem Proporsional Terbuka jadi tertutup.

Hold on. I need some background.
Sure. Well, in case you’re still lost somewhere, sekarang kita udah lewatin minggu pertama di tahun 2023, gengs. Meaning, we’re getting closer to our democratic party alias Pesta Demokrasi yang sakral di tanggal 14 Februari 2024 nanti, yaitu Pemilihan Umum. Nah saking sakralnya Pemilu yang diselenggarain lima tahun sekali ini, segala aturan dan mekanisme Pemilihan Umum pun diatur dalam undang-undang, guys. Di sini inti ceritanya, ketika ada satu partai yang diketahui resmi menggugat Undang-Undang Pemilu ini ke Mahkamah Konstitusi supaya mekanisme Pemilu tahun depan diubah.

Diubah gimana?
Jadi sesuai yang tertuang dalam Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum, dalam Pasal 168 ayat (2) tuh jelas kalau Pemilu untuk memilih anggota DPR, DPRD provinsi, dan DPRD Kabupaten/Kota tuh dilaksanakan dengan sistem proporsional terbuka, kayak yang udah berlangsung sejak 2009 kemarin. Dengan sistem proporsional terbuka, kita tuh milih calon anggota DPR by person, kita coblosnya langsung di nama atau foto dia yang ada di surat suara itu gitu kan. Urusan dia partai apa tuh nomor dua. Nah mekanisme kayak gini yang menurut satu pihak kudu diubah, dari sistem proporsional terbuka jadi tertutup.

Apanya yang tertutup siii?
Kamu jadi nggak bisa lagi milih calon anggota DPR/D by person atau tertuju langsung ke satu orang gitu, guys. Instead, dengan sistem proporsional tertutup, yang bakalan kamu liat dan coblos di surat suara cuman partai politiknya aja. Lebih spesifik, dengan sistem proporsional tertutup, partai politik bakal jadi pihak yang nentuin nomor urut buat setiap calon anggota DPR/D. Nah ntar kalau ternyata itu partai kamu coblos terus menang dapat suara, kayak… Ya udah yang dapet suara partainya. Soal siapa yang duduk di DPR/D dan dapet suara, itu Partai yang nentuin.

Ya ampun….
Makanya sejak kemarin masyarakat +62 rame banget ngomongin soal ini. Ada pro dan kontra lah, di mana masyarakat pada mikirnya “Eh bener lagi mending tertutup aja. Yang penting kan partainya.”  Ada juga yang menolak, “Nggak lah. Kita harus tahu siapa yang kita pilih,” gitu. Nah sini kita kasih gambaran yah, dengan adanya sistem proporsional tertutup, partai politik tuh bakalan kerasa jelas kinerjanya buat masyarakat kayak apa, bakalan lebih mudah juga menilainya. Terus perannya ke Pemilu ini juga lebih gede terutama dalam kaderisasi sistem perwakilan. But at the same time, internal partai politik bakal terancam gontok-gontokan since politik uang dan jual beli nomor urut takutnya kejadian di sini.

Terus terus?

Terus soal kinerja partai politik tadi. Hal ini takutnya nggak dibarengi sama wakil rakyatnya yang aspiratif menampung aspirasi warga. Karena dengan sistem begini, calon yang mau dipilih tuh cenderung nggak kampanye, tapi justru partainya yang kampanye. Hal ini bakal bikin jarak antara pemilih sama calon anggota DPR/D kan. Sementara yang kita tahu wakil rakyat anggota DPR/D tuh berperan besar banget buat setiap kebijakan yang terjadi di negeri ini. Makanya dia kudu bisa mewakili kita, rakyat-rakyatnya.


Now tell me who’s behind this all….
Okay. Now everybody meet, PDI-Perjuangan. Disampaikan langsung oleh Sekretaris Jenderal PDI-Perjuangan, Hasto Kristiyanto, sampai saat ini pihaknya masih kekeuh pengen Pemilu 2024 dengan sistem proporsional tertutup tadi dengan berbagai alasan. Salah satunya adalah karena dengan orang milih calonnya langsung tuh, biaya kampanyenya gede banget. Bahkan bisa sampai puluhan miliar cuman buat jadi anggota dewan. Makanya banyak pengusaha ikutan nyaleg, which kurang representatif aja.

Tapi sebatas omongan doang nggak sih?
Nggak, guys. They really mean it. Go big or go home. Beberapa waktu lalu, beberapa orang termasuk di antaranya politisi PDIP bernama Demas Brian Wicaksono udah mengajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi. Nah sekarang masih berproses nih judicial review-nya di MK. Menanggapi hal ini, Ketua DPP PDI Puan Maharani sih bilangnya terserah MK aja mau mutusin gimana. Mereka bakalan ngikut apa pun hasil keputusan MK nanti dan taat sama konstitusi. But here’s the thing, mekanisme pemilu dengan sistem proporsional tertutup ini rupanya ditentang partai lain, guys.

Baru mau tanya reaksi partai lain gimana….
Well, sebanyak delapan partai politik mulai dari Partai Golkar, Partai Demokrat, PPP, PAN, Partai Gerindra, PKB, PKS, dan Partai NasDem tuh udah satu suara mendesak supaya Pemilu besok tetap aja kayak sebelumnya, dengan sistem proporsional terbuka. Mereka juga mendesak Komisi Pemilihan Umum supaya stick to the rules yang sekarang udah berlaku aja. Jangan liat kiri-kanan gitu istilahnya.

Okay….
Meanwhile, si EO-nya Pemilu, Ketua Komisi Pemilihan Umum, Hasyim Asy’ari  bilangnya, “Ya mungkin-mungkin aja sih.” Lebih jauh, Pak Hasyim bilangnya kejadian kayak gini tuh emang karena kondisi kepemiluan sekarang, guys. Bahkan Pak Hasyim juga bilangnya masyarakat siap-siap aja dan update terus sama perkembangannya kalau ntar gugatan ke MK dikabulin. Sementara itu, Wakil Presiden ke-10 dan 12, Jusuf Kalla, yang juga salah satu tokoh di balik sistem proporsional terbuka  menyebut sistem yang ada sekarang tuh udah benar, dan lebih baik dari yang tertutup. Biar setiap calon bisa kampanye secara pribadi dan pemilih juga kenal sama mereka yang dipilih.

Got it. Anything else?
Btw, para pakar dan pengamat politik juga ikutan speak up mengenai isu ini lo, guys. Salah satunya adalah Direktur Eksekutif Inndonesia Political Opinion (IPO), Dedi Kurnia Syah. Bang Dedi bilangnya PDI Perjuangan tuh ngerasa dia udah kuat banget branding-nya sebagai partai, guys, Beda sama partai lain yang masih butuh suara dari caleg-nya langsung kayak ngandalin artis, pemuka agama, tokoh masyarakat, gitu-gitu. Apalagi buat partai baru yang belum dikenal masyarakat. Makanya PDI Perjuangan ngerasa punya peluang dan partai lain bakalan keok kalo pake sistem tertutup gini.

It’s another chaos happening in the world..To be exact, in Brazil. Gara-gara ribuan pendukung mantan Presiden Jair Bolsonaro, nekad menyerbu Gedung Kongres, Mahkamah Agung sampe Istana Kepresidenan.


Background please. 
Jadi, kerumunan massa yang rame-rame itu emang merupakan pendukung dari presiden sebelumnya, Jair Bolsonaro. Nah, para pendukungnya itu menyerukan intervensi militer buat menghentikan presiden terpilih, Luiz Inacio Lula da Silva. Sedikit flashback, dalam pemilu pada akhir Oktober 2022, Lula emang menang dengan skor tipis, 50,9%. Bolsonaro sendiri emang berulang-ulang sih menolak menerima kekalahannya dalam pemilu itu. Bahkan pekan lalu, doi cabut dari Brasil dan nggak mau dateng di acara pelantikannya Lula sebagai presiden Brasil.

Then, what just happened? 
Akhirnya, belum lama ini, para pendukung Bolsonaro rusuh. Mereka mendobrak pintu dan jendela demi masuk ke Gedung Kongres dan akhirnya masuk secara massal. Terus, mereka juga ngotor-ngotorin kantor anggota parlemen, merusak mimbar speaker, pokoknya chaos banget, deh. Nggak cuma Gedung Kongres aja yang dihancurkan, tapi juga mahkamah agung dan istana presiden. Jadi keinget sesuatu nggak, sih? Kejadian ini mirip banget sama insiden penyerbuan Capitol di Washington D.C pada 6 Januari 2021 oleh pendukungnya Donald Trump, who is sohibnya Bolsonaro juga.

And this is the reason.. 
Ternyata, mereka sampe senekat itu karena udah melihat Jair Bolsonaro sebagai penyelamat yang dipandang membela nilai-nilai yang mereka junjung tinggi, which is “Tuhan, tanah air dan keluarga.” Nah, mereka juga menaruh harapan sama Bolsonaro sebagai orang yang bisa mengalahkan Lula, karena dianggap sebagai ancaman terhadap nilai-nilai itu.
 
Then, what’s next? 
Presiden Lula bilang kalo dia bakal menghukum para pendukungnya si Bolsonaro ini, sih.. Soalnya, so far, Kepolisian Sipil Brasilia bilang kalo kurang lebih 300 orang telah ditangkap. Bahkan Gubernur Rio de Janeiro, Ibaneis Rocha dicopot dari jabatan selama 90 hari sama Mahkamah Agung. Hakim Alexandre de Moraes bilang bahwa dia gagal dalam mencegah kerusuhan tersebut. Presiden Lula, yang tadinya lagi berada di wilayah terdampak banjir, langsung menandatangani dekrit. Dia mengumumkan bahwa ada intervensi federal di Brasilia, dan ngasih kekuasaan khusus ke pemerintahnya untuk memulihkan hukum dan ketertiban di ibu kota. Terus, pasukan keamanan Brasil juga melakukan operasi besar-besaran.

Anything else? 
Insiden kekacauan ini pun akhirnya dapet kecaman internasional. Even, Presiden AS Joe Biden bilang kalo serangan itu keterlaluan banget. Terus, Presiden Dewan Eropa Charles Michel juga mengecam insiden tersebut secara mutlak.

When Saudi Arabia hits another breakthrough….

For tourists.
Including Cristiano Ronaldo.
 
Yep, Our G.O.A.T., Cristiano Ronaldo sekarang lagi heboh banget diomongin orang-orang, guys. Bukan gara-gara World Cup, tapi gara-gara dia dan pacarnya, Georgina Rodriguez, tinggal satu rumah di Saudi Arabia, yang mana menyalahi aturan di sana karena dianggap kumpul kebo. Well, Bang CR7 tuh diketahui emang nggak pernah menikah kan sama Georgina. Mereka cuman punya tiga anak di mana satu anaknya meninggal waktu jamannya doi masih di Manchester United. Long story short, CR7 lalu pindah ke klub Al-Nassr based on Saudi Arabia, bawa anaknya, bawa istrinya dan tinggal satu rumah. As we all know Saudi Arabia tuh kan ketat banget yah soal aturan kumpul kebo dan hubungan lawan jenis begini. Cuman untuk di case ini, otoritas setempat bilangnya mereka nggak akan kasih sanksi apapun since mereka udah nggak ikut campur lagi kalau itu WNA. Well, diketahui sejak Pangeran Mohammed bin Salman berkuasa, aturan-aturan buat turis  begini emang cenderung dilonggarkan, guys. Kayak laki laki dan perempuan WNA yang bisa sekamar bareng di hotel tanpa harus kasih bukti mereka pasangan menikah, dan perempuan yang bisa nginep sendirian kayak biasa, tanpa harus ditemenin mahramnya.

“Sombong dan dengki memuncak.”
Gitu guys kata Ketua DPP Partai NasDem Effendy Choirie aka Gus Choi saat ngasih tanggapan atas pernyataan dari Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto yang bilang bahwa kalo bekerja sama enggak pernah menusuk dari belakang. Menurut Gus Choi, pernyataan itu hanya  bentuk kekhawatiran yang berlebihan dan ya iri dengki aja. Gus Choi juga bilang bahwa bisa aja suatu partai yang disebut menusuk itu sebenernya karena beda pandangan, which is wajar banget.
 
When the 2024 drama is crazier than your office drama…

Announcement

Thanks to Odi, Cantik, Indah, Fara, Someone, Nindi and Bubu for buying us coffee today!

(Mau ikutan nraktir tim Catch Me Up! kopi? Here, here…just click here Dengan mendukung, kamu nggak cuma beliin kopi yang menemani kami nulis, namun kamu juga udah men-support kami untuk terus berkarya dan membuat konten-konten berkualitas yang imparsial dan bebas dari kepentingan. Thank you so much!)

Catch Me Up! recommendations
Want to live longer? Try this.