Booster Kedua Vaksin Covid-19 Resmi Beredar, Wakil Menteri Ukraina Korupsi 5.9 M, Sidang Pembacaan Pledoi Kasus Ferdy Sambo, PHK 12 Ribu Karyawan Google

24

Good morning

Wednesday is here, so we got our podcast for you. Yep, in case you’re more into audio. Now, it’s always good to start the day with positive affirmations, so repeat after us: I am enough, today is my day, and everything will be fine. You got this.

Who’s ready for another shot?

Us, Indonesians.
Yep. Prepare yourself, guys. Karena kemaren banget nih, vaksinasi Covid-19 dosis keempat alias booster kedua udah resmi beredar dan bisa diterima masyarakat. Lengkap, buat seluruh masyarakat di atas usia 18 tahun dan tersedia di berbagai fasilitas kesehatan.

Wait, we still need another booster? 
Ya dong. Meskipun keadaan udah jauh lebih baik lately, angka kasus Covid semakin menurun, rumah sakit udah kondusif, RSDC Wisma Atlet bahkan ditutup secara bertahap, terus beberapa waktu lalu Presiden Joko Widodo juga udah mencabut aturan PPKM, but the war is not over yet, gengs. Kita masih kudu waspada sama Penularan Covid-19 ini. Bahkan, dari keterangan Kementerian Kesehatan, lonjakan kasus masih bisa banget kejadian.

Oh not again….
Disampaikan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat Kemenkes, Siti Nadia Tarmidzi, kasus Covid-19 di Jepang dan di China sekarang ruh lagi gila-gilanya, guys. Nggak ada yang tahu kan kedepannya bakal kayak apa, kata Bu Nadia gitu. Makanya, buat melindungi masyarakat, Kementerian Kesehatan pun gercep ambil tindakan. Di antaranya dengan mengawasi pintu masuk wilayah Indonesia, terus meningkatkan pemeriksaan buat mengidentifikasi varian baru, dan menyediakan protection yang lebih advanced lagi nih buat masyarakat. Salah satunya adalah dengan vaksinasi booster vol.2 alias vaksinasi dosis keempat.

Okayy….
Adapun program vaksinasi Covid-19 dosis keempat ini bukan hal yang baru lagi, guys. Yep, sejak tahun lalu, tenaga kesehatan udah jadi target awal program ini as we all know tenaga kesehatan tuh kan garda terdepan penanganan Covid-19 yah. Jadi tingkat imunitas mereka emang harus tinggi. Selain itu ada juga kelompok lansia, yang diketahui emang rentan terkena berbagai macam penyakit termasuk Covid-19. In that sense, imunitas mereka juga harus ditingkatkan dengan vaksinasi booster kedua ini. Nah sekarang, kelompok masyarakat umum pun menyusul dapat vaksin booster vol.2 ini deh.

I see….
Nah Ditjen Pnecegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes, Maxi Rein Rondonuwu menyebut warga yang udah berusia di atas 18 tahun udah berhak menerima vaksin ini, gengs. Well, terms and conditions berlaku sih. Dokter Maxi bilangnya kalau kamu mau dapat vaksin yang ini, kamu udah harus lebih dari enam bulan yang lalu menerima vaksin booster pertama, meaning minimal di Juli tahun lalu. Terus begitu kamu udah vaksin, datanya bakalan langsung ke-record di aplikasi PeduliLindungi together with sertifikat vaksinnya.

But,
 vaksin ini gratis kan?
Of course. Kementerian Kesehatan udah mengkonfirmasi bahwa vaksin booster kedua ini gratis, guys. Nggak dipungut biaya sama sekali, dan stoknya bakalan terus ada sampai bulan depan, dan bakalan ditambah lagi pada Maret-April. Speaking of stok vaksin, pemerintah udah menyiapkan sebanyak 3,3 juta stok vaksin Pfizer buat booster kedua ini, dan ada juga vaksin buatan dalam negeri called Indovac sebanyak 4,5 juta dosis. Kedua jenis vaksin ini sendiri udah ada izin Emergency Use Authorization aka EUA dari Badan Pengawas Obat dan Makanan, gengs.

Tell me more about Indovac thing….
Sure. Jadi vaksin Indovac ini sendiri diproduksi oleh PT BioFarma yang collab sama Baylor College of Medicine, Amerika Serikat. Vaksin ini beberapa waktu lalu udah diluncurkan oleh the one and only Presiden Joko Widodo, Menteri BUMN Erick Thohir, dan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin. Selain udah punya EUA dari BPOM, Indovac juga udah bersertifikat halal dari MUI, guys. Terus yang harus kamu tahu juga adalah, Indovac ini di-design sebagai vaksin multistrain, sebagai salah satu aspek ketahanan kesehatan nasional. Jadi nggak cuman buat vaksin Covid-19 aja, dia juga bisa dijadikan sebagai vaksin penyakit lain, contohnya kayak flu, dan penyakit lainnya. Dan sekarang, pemerintah lagi proses negosiasi ke WHO buat bisa mengekspor vaksin ini ke negara lain, khususnya ke negara berpenghasilan menengah-rendah.

Okay. Bakalan jadi syarat perjalanan or something nggak sih? 
Nah soal itu. As we all know sampai saat ini baksin booster pertama tuh kan dijadikan syarat perjalanan yah di mana orang-orang nggak perlu lagi tes PCR/Rapid test. Nah since sekarang udah ada booster kedua nih, yang jadi pertanyaan pasti apakah vaksin ini juga dijadikan syarat perjalanan sama kayak booster pertama? Well, to answer that question, sampai saat ini Satgas Covid masih me-refer dari aturan sebelumnya, jadi belum ada update kebijakan terkait hal itu. Adapun Satgas Covid dan stakeholders lain masih mengacu pada surat edaran dan peraturan dari Kementerian Perhubungan, guysWe’ll let you know if there are any updates.

Got it. Anything else I should know?
Fyi Dokter Maxi bilangnya vaksinasi booster kedua ini nggak cuma di fasilitas kesehatan doang sih. Yep, saat ini pihaknya emang lagi open banget sama kerja sama dan koordinasi bareng sama pemerintah daerah melalui dinas kesehatan setempat supaya program vaksinasi ini lebih accessible sama masyarakat. Kayak di mal-mal, di kantor, dll. Tujuannya, ya biar vaksin ini sendiri bisa menjangkau sebanyak-banyaknya kelompok masyarakat, guys. Jadi lebih banyak masyarakat juga yang terproteksi.

Who’s looking for some “kesempatan dalam kesempitan”…

Everybody, meet: Wakil Menteri Infrastruktur Ukraina, Vasyl Lozynsky. 
Yang baru aja ketahuan korupsi senilai US$ 400.000 atau setara Rp 5,9 miliar. Iya, padahal negaranya lagi perang gitu.

Whaaaaat? Background please. 
Iya guys, jadi lembaga antikorupsi Ukraina baru aja menemukan dugaan penggelapan dana anggaran yang dilakukan oleh kelompok kriminal terorganisir, yang mana Pak Lozynsky jadi bagian dari mereka. Ceritanya, Pak Lozynsky ini ketauan menerima suap buat membantu kontrak pembelian peralatan dan mesin. Di dalam kontrak itu termasuk pemulihan infrastruktur penting kaya alat penerangan, pemanas dan air selama musim dingin. Sampe sekarang, pihak penyidik masih berupaya mengidentifikasi orang lain yang mungkin terlibat dalam kasus ini. Meanwhile, Lozynsky sendiri udah ditahan oleh pihak berwenang.

Tell me more.
Nah selain Lozynsky, ada nama lain yang juga jadi sorotan, yakni Menteri Pertahanan Ukraina, Oleksii Reznikov. Doi disebut juga terlibat korupsi dalam proyek pengadaan makanan dan katering senilai 326 juta poundsterling. Tapi, untuk kasus ini, Reznikov nggak secara langsung menandatangani kontrak tersebut. Dia juga ngebantah segala tuduhan dan bilang kalo tuduhannya merupakan kampanye kotor untuk merusak reputasinya.

How did the president react to all of this?
Well, Presiden Volodymyr Zelenskyy dengan gercep memecat si Wamen Infrastruktur Vasyl Lozynsky. Dia juga bilang kalo ini jadi pesan tegas buat semua pejabat yang berani melanggar prinsip keadilan. Zelenskyy juga menegaskan bahwa salah satu fokus utama pemerintahannya adalah untuk memberantas korupsi. Jadi, walaupun sekarang Ukraina lagi dilanda perang besar-besaran, pengawasan terhadap kasus korupsi nggak akan kendor.

Sad 🙁 Anything else?
Well, sama aja sama negara lain, korupsi juga merupakan salah satu masalah pelik di Ukraina, bahkan jauh sebelum invasi Rusia. Sebelum perang, korupsi di Ukraina menduduki peringkat 122 dari 180 negara menurut Transparency International pada tahun 2021. Posisi ini tentunya bikin Ukraina menjadi salah satu negara paling korup di dunia. Saking parahnya korupsi di sana, Uni Eropa sampe menjadikan reformasi anti-korupsi sebagai salah satu persyaratan utama bagi Ukraina untuk mendapatkan keanggotaan UE. Terus sejak perang dimulai, kasus korupsi mulai berkurang nih. Tapi belakangan, wartawan mulai menemukan banyak elit yang mulai korupsi lagi. Makanya, Zelenskyy berkomitmen supaya upaya pemberantasan korupsi tetep nggak boleh kendor, terutama terkait masuknya senjata dan bantuan senilai ratusan juta dolar selama perang.

When Ferdy Sambo creates another drama…..

Di Sidang Pembacaan Pledoi
Kayak yang ada di pikiran kamu, dramanya Ferdy Sambo ini belum kelar juga, guys. Nah kemarin banget nih, di sidang pembacaan nota pembelaannya, FS bilang bahwa dia udah mengalami tekanan, dicaci maki, di-bully, dituduh yang nggak-nggak, seolah jadi penjahat terbesar dalam sejarah manusia.

I’m sorry
… Whatttt????
Jadi ceritanya tuh gini, guys. Kayak yang udah kita bahas tempo hari, minggu lalu kan Jaksa Penuntut Umum dalam kasus ini udah menuntut terdakwa Ferdy Sambo atas kasus pembunuhan berencana Brigadir Yoshua Hutabarat yang terjadi di rumah dinas eks Kadiv Propam Polri itu, di jalan Duren Tiga, Jakarta Selatan. Adapun dalam tuntutan itu, Ferdy Sambo dinilai terbukti secara sah dan meyakinkan udah melakukan pembunuhan berencana dan dituntut hukuman penjara seumur hidup kan. (Read the full story here).

Okay, terus terus?
Tapi pihak FS dan tim kuasa hukumnya nggak terima sama tuntutan ini. Nggak terima dalam artian “Harus seumur hidup banget nih?” gitu. Apalagi Jaksa Penuntut Umum kemaren bilangnya nggak ada faktor lain untuk meringankan tuntutan penjara seumur hidup. Makanya, Ferdy Sambo dan tim kuasa hukum pun akhirnya mengajukan nota pembelaan aka pledoi. Ini jadi upaya terakhir mereka mempertahankan hak-hak hukum yang mereka punya, sebelum akhirnya sampai pada putusan majelis hakim. Nota pembelaan atau pledoi nya pun kemarin banget dibacakan dalam sidang, guys.

Tell me. 
The trial was SUPER INTENSE, gengs. Dari awal, Ferdy Sambo bilangnya nota pembelaan itu bakalan dia kasih judul “Pembelaan yang Sia-Sia”, tapi nggak jadi. Judulnya diubah jadi “Setitik Harapan dalam Ruang Sesak Pengadilan”. FS sih bilangnya selama kasus ini berjalan, dia udah mengalami tekanan, dihina, dicaci maki, diolok-olok sampai bikin dia frustasi dan putus asa. Sambo juga bilang selama 28 tahun kariernya di Polri dan nanganin banyak kasus termasuk kasus pembunuhan, belum pernah ada tekanan sebesar ini buat terdakwa kayak yang dia alami, Kayak nggak bisa banget kasih pembelaan, mau ngomong juga kayak nggak pantas didengar dan dipertimbangkan. “Seolah saya adalah penjahat terbesar dalam sejarah manusia,” katanya gitu.

Oh pls, did he have to say that?
We know rite? Intinya dia bilang hidupnya selama di tahanan dalam proses pemeriksaan yang udah masuk 165 harian tuh udah sucks banget deh. Jadi sepi, suram, dan gelap, katanya. Belum lagi media framing dan pemberitaan hoax yang berkembang pesat di masyarakat terhadap dia dan keluarga, yang nggak cuman memengaruhi persepsi publik, tapi juga memengaruhi arah persidangan ngikutin kemauan sebagian pihak. In his words, FS bilangnya gini: “Saya telah dituduh secara sadis melakukan penyiksaan terhadap almarhum Yosua sejak dari Magelang, begitu juga tudingan sebagai bandar narkoba dan judi, melakukan perselingkuhan, dan menikah siri dengan banyak perempuan, melakukan LGBT.”

The big question is: “Why did you do that to Yosua??”
Ferdy Sambo menyebut dia udah kehilangan kesabaran dan akal ngeliat Brigadir Yosua yang dinilai lancang melakukan pelecehan seksual terhadap istrinya, Putri Candrawathi. Makanya diperintahkanlah Bripka Ricky Rizal buat menghajar sampai menembak Yosua. Ricky nggak mau, lalu diperintahkanlah Bharada Richard Eliezer buat melakukannya. Nggak sampai di situ, Sambo juga ngeklaim kejadian di hari itu tuh cepat banget, dan dia aware kalau tindakan Richard itu bisa bikin Yoshua kehilangan nyawanya. Makanya setelah penembakan, dia langsung buru-buru keluar dan nyuruh orang buat manggil ambulans deh.

Terus skenarionya?
Nah soal skenarionya, FS bilang itu sebenernya dibuat dalam keadaan panik, guys. Adapun cerita itu dibikin berdasarkan pemahaman dia terkait Peraturan Kapolri No.01 Tahun 2009 di mana anggota Polri tuh bisa melakukan hal itu kalau ada ancaman pada diri sendiri dan orang lain. In that sense, alasan istrinya yang diduga dilecehkan oleh Yosua tuh bisa dia pake sebagai alasan yang masuk akal karena pengen melindungi istrinya, juga melindungi Richard dari pertanggungjawaban pidana.

Terus ngomong apa lagi FS?
Terus, dia juga ngomong bahwa dia menyesal banget udah menyeret orang-orang yang nggak tahu apa-apa dalam kasus ini. Terutama ke Ricky Rizal dan Kuat Maruf, yang jadi terdakwa padahal nggak tahu salahnya apa, kata Ferdy Sambo. Nggak terkecuali sama Richard Eliezer, yang juga ikut-ikutan harus masuk di kasus ini. Dia nyesel, marah dan emosinya dia udah bikin dia nggak bisa berpikir secara logis lagi. Apalagi dengan jabatannya yang dulu seorang Irjen dan pejabat Utama Polri, yha nggak pantes ngelakuin itu. Last but not least, sama keluarga Brigadir Yosua juga dia minta maaf, sama Kapolri, Presiden RI, masyarakat, semuanya deh dia minta maaf, yang udah terganggu sama kejadian ini.

How about the others?
Well, selain sidang pembacaan nota pembelaan Ferdy Sambo, kemarin itu juga digelar sidang dengan agenda yang sama untuk terdakwa yang lain yaitu Bripka Ricky Rizal dan Kuat Maruf. Nggak kalah intense-nya sidang mereka, guys. Kuat Maruf bilang, “Saya akui saya memang bodoh dan mudah dimanfaatkan sama penyidik untuk mengikuti sebagian BAP dari Richard tapi saya bukan orang yang sadis, tega, dan tak punya hati sampai mau membunuh orang yang saya  kenal baik dan pernah menolong saya. “Sementara Ricky Rizal kemaren tuh nangis kejer dan meminta maaf sama keluarga Yosua, juga minta maaf sama ibu, istri, dan anaknya karena udah bikin cemas dan sedih. Huft….

Got it. Anything else?
Sampai sekarang, pro dan kontra tuntutan jaksa terkait penjara seumur hidup ini kan masih terus bermunculan yah, di mana banyak banget yang bilang harusnya Ferdy Sambo tuh dihukum mati aja. Nah menyikapi hal itu, Ketua Indonesian Police Watch, Sugeng Teguh Santoso bilangnya perlawanan bakalan lebih keras kalau sampai FS divonis hukuman mati. In that sense, dia bisa aja nge-spill semua pelanggaran yang pernah dilakukan anggota Polri, termausk para perwira tingginya. Secara Ferdy Sambo kan emang mantan Kadiv Propam yah, di mana nanganin semua pelanggaran anggota Polri. Jadi most likely dia tahu semua dong. Eheheheh….

Spill aja ga sih….

Another day, another layoff..

Kali ini giliran Google yang nge-PHK 12 ribu karyawannya. 
 
Yep, you read it right, guys. Dua belas ribu karyawan. Ga tanggung-tanggung kan. Hal ini diketahui dari memo perusahaan kepada karyawan Google yang muncul ke publik sekitar minggu lalu. Dalam keterangannya, CEO Google, Sundar Pichai menyebut bahwa alasan utama dari layoff besar-besaran ini adalah karena manajemen harus memangkas 12 persen dari total karyawannya, atau 6 persen dari total karyawan Google di seluruh dunia. Pichai sendiri bilang bahwa ini sama sekali bukan keputusan yang mudah. And again, keputusan berat ini jadi harus diambil  karena kondisi ekonomi global yang nggak menentu dan nggak bisa diprediksi.
 
Sayangnya, banyak yang menyebut bahwa PHK ini nggak pandang bulu, guys. Mereka yang kinerjanya bagus, atau bahkan yang baru naik jabatan, sampe manajer dengan gaji satu juta dollar AS juga kena dampak layoff. Meanwhile, Google tetap menyediakan pesangon buat mantan karyawannya, termasuk gaji sebanyak 18 minggu sampe saham yang dicairkan sama pihak perusahaan.

“Misteri reshuffle ini yang tahu hanya Allah dan Pak Jokowi.” 
 
Gitu guys kata politisi Partai Amanat Nasional (PAN) Yandri Susanto pas cerita soal isu reshuffle kabinet yang belakangan ini rame menyita perhatian publik. Kata Bang Yandri, kalo berkaca dari pengalaman Ketum PAN Zulkifli Hasan yang baru aja bergabung sama Kabinet Indonesia Maju sih, beliau aja bahkan baru dihubungi istana dua hari sebelum reshuffle terjadi. Jadi ya emang soal reshuffle ini yang tahu hanya Allah SWT dan Pak Jokowinya aja…
 
When this reshuffle issue has been long overdue…

Announcement

No one bought us coffee today 🙁

(Mau ikutan nraktir tim Catch Me Up! kopi? Here, here…just click here Dengan mendukung, kamu nggak cuma beliin kopi yang menemani kami nulis, namun kamu juga udah men-support kami untuk terus berkarya dan membuat konten-konten berkualitas yang imparsial dan bebas dari kepentingan. Thank you so much!)

Catch Me Up! recommendations
If you are trying to lose weight, do this little thing everyday.