Presiden Jokowi Resmi Melarang Penjualan Rokok Ecer

180

When you looovveeee beli rokok eceran….

Asal tetap nyebat. 
Wait until you hear about:

Per 2023 nanti, Presiden Joko Widodo resmi melarang penjualan rokok secara ecer, guys. Aturan ini pun mengundang banyak pro dan kontra dari masyarakat.

Hold on, I need some background. 
Sure. Jadi ceritanya tuh gini, guys. Sebelumnya kan produk tembakau kayak rokok dan bahan yang mengandung zat adiktif ini udah diatur dalam Peraturan Pemerintah nomor 109 Tahun 2012 yah. Segala ketentuan soal rokok udah diatur legit deh dalam PP ini. Nah belakangan ini, rame lagi soal isu Presiden Joko Widodo yang bakal meng-update peraturan pemerintah buat 2023 nanti, termasuk soal si rokok ini.

Di-update gimana?
Yep, jadi dalam Keputusan Presiden Nomor 25 Tahun 2022, ada satu pasal yaitu di pasal 6 yang menjelaskan soal masyarakat yang masih bisa beli rokok secara ecer. Wellin case kalau kamu nggak tahu, selama ini masyarakat kita tuh emang biasa beli rokok ecer. Kayak kalau satu bungkus tuh harganya 30 ribu 16 batang, itu rokok juga bisa dibeli seharga 10 ribu aja cuman dapetnya 5-6 batang. Atau beli setengah bungkus tapi harganya lebih murah. Nah ini yang sekarang coba dihindari sama Pak Jokowi lewat peraturan ini, gengs.

Alasannya?
Yha biar menjaga kesehatan masyarakat. In his words, Presiden Joko Widodo bilangnya kebijakan Indonesia tuh kali ini baru sebatas larangan beli rokok batangan aja, meanwhile di negara lain tuh udah fully prohibited tuh jualan rokok. Lebih jauh soal rokok batangan, beberapa waktu lalu pemerintah kan juga udah coba puter otak dengan naikin cukai tembakau dengan tujuan supaya harga rokok jadi meningkat dan masyarakat jadi nggak beli lagi kan, nah tapi ternyata hal itu nggak mempan, guys, karena warga masih bisa beli rokok eceran dengan harga yang lebih murah. Apalagi disampaikan oleh Wakil Presiden KH. Maruf Amin, rokok eceran ini banyak banget dibeli sama anak-anak :((. Makanya untuk menjaga kesehatan mereka, terbitlah aturan ini.

Pls save our children…
.
Yep. Keputusan Pak Jokowi ini juga disetujui oleh para pakar kesehatan, termasuk Guru besar FKUI dan dokter spesialis paru Prof. dr. Tjadra Yoga Aditama. Menurut Prof. Yoga, kebijakan ini tepat banget buat mengurangi angka perokok, khususnya perokok remaja. Selaras dengan Prof. Tjandra, Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia juga menyampaikan larangan rokok ecer ini juga bakal bikin tarif kenaikan cukai rokok beneran works, karena kalau beli satu bungkus kan terasa tuh mahalnya. Meanwhile kalau belinya eceran, masyarakat miskin dan anak-anak tetep bisa beli.

Are we talking about rokok only or…?
Nggak cuma soal rokok dan aturan larangan dijual dalam bentuk ecer, balik lagi ke keputusan presiden tadi, keputusan ini juga mengatur soal ketentuan lainnya, guys. Kayak persentase gambar dan tulisan peringatan di bungkus rokok tuh bakalan ditingkatkan, nggak cuman di bagian atas itu aja. Terus buat kamu yang prefer rokok elektronik aka vape, juga ada ketentuan soal itu.

Tell me what it is. 

Untuk rokok elektronik, bakalan ada pelarangan iklan, promosi, dan sponsorship segala produk tembakau termasuk si vape ini di media teknologi informasi. Larangan ini bakalan disertai dengan pengawasan baik di media online maupun offline, dan bakalan ada penegakan dan penindakan terkait hal ini nantinya, gengs. Adapun pihak yang ditunjuk buat melakukan penegakan dan penindakan adalah Kementerian Kesehatan, yang kemudian diiyain sama Kemenkes.


I see. Anything else I should know?
Fun fact perokok di usia muda di Indonesia tuh beneran banyak dan mengkhawatirkan, guys. Yang lebih memprihatinkan lagi, dari data yang dihimpun Kementerian Kesehatan, rokok banyak dijual di sekitaran sekolah dan 78 persen penjualannya emang lebih terjangkau, dan dijual eceran. Makanya negara kita emang kudu take actions, contohnya kayak New Zealand yang resmi melarang penjualan rokok ke anak-anak kelahiran setelah 2008. Biar generasi bangsa juga bisa terselamatkan.