PM Belanda Minta Maaf Atas Perbudakan di Masa Lalu

251

Who’s saying sorry?

The Netherlands. 
Baru-baru ini, PM Belanda Mark Rutte minta maaf atas perbudakan di masa lalu yang dilakukan oleh Belanda. He said that it has “negative effects” even until today. 
 
Tell me. NOW. 
Jadi, permintaan maaf dari Rutte ini tuh merupakan bagian dari pengakuan pemerintah Belanda atas masa lalu kolonial dari negara itu. Bahkan dia bilang, “Selama berabad-abad di bawah otoritas Belanda, martabat manusia dilanggar dengan cara paling mengerikan.” Makanya, dia nyampein permintaan maaf buat hal itu. Terus, menurutnya semua bentuk perbudakan tadi punya dampak negatif sampe sekarang. Mr Rutte juga bilang bahwa perbudakan itu merupakan kejahatan terhadap kemanusiaan. He also admits that Belanda yang paling bertanggung jawab atas penderitaan mengerikan yang terjadi akibat perbudakan, bahkan buat keturunan mereka.
 
Is he talking to Indonesia? 
Not only to Indonesia, actually. Jadi sejarahnya, selama berabad-abad, Belanda tuh memperjualbelikan dan mengirim sekitar 600 ribu orang dari Afrika dalam perdagangan budak trans-Atlanik. Sekitar 5% dari jumlah seluruh korban, mereka dibawa ke koloni di Karibia kaya Suriname dan Curacao. Mereka diperbudak secara paksa, dipindahin ke koloni di Samudra Hindia. Ya, kaya Indonesia saat ini. Bahkan, banyak orang Bali atau Jawa juga diperbudak dan diangkut ke Kawasan Afrika Selatan. Terus, banyak dari mereka yang tewas dalam perjalanan.
Advertisement
 
I heard this is not the first sorry…
Yep. Sebenernya, permintaan maaf gini udah lumayan sering disampaikan sama Belanda. Misalnya yang secara khusus ke Indonesia, PM Mark Rutte juga pernah minta maaf atas kekerasan yang pernah dilakukan selama masa perang kemerdekaan Indonesia pada tahun 1945-1949. Katanya, itu terjadi karena kesalahan sistem.
 
There’s another one.. 
Sebelumnya, ada lagi permintaan maaf dari Belanda. Raja Belanda Willem-Alexander juga pernah minta maaf atas kekerasan yang menimpa Indonesia selama masa pemerintahan kolonial Belanda. Hal ini disampaikan dalam kunjungannya ke Indonesia pada tahun 2020. Selain itu, di tahun 2011, Tjeerd de Zwaan, duta besar Belanda saat itu juga pernah minta maaf atas pembunuhan pada tahun 1947 di sebuah desa di Jawa Barat.
 
Anything else? 
Sebenernya, masih banyak lagi pernyataan maaf dari pihak Belanda ke Indonesia. Mulai dari Wali Kota Amsterdam dan juga Duta Besar Jonkheer Tjeerd de Swan yang berkali-kali mengucapkan permintaan maaf atas kolonialisme negaranya di tanah air.
Advertisement