Laksamana Yudo Margono Resmi Dilantik Sebagai Panglima TNI

262

Everybody, give your warmest welcome to the new Panglima TNI….

Laksamana Yudo Margono.
Yep. Kemarin banget nih, Laksamana Yudo Margono resmi dilantik sebagai Panglima TNI yang baru, guys. Sebagai pemimpin TNI yang baru, banyak deh PR-nya Laksamana Yudo ini. Mulai dari masalah Papua, sampai kedaulatan Laut Indonesia.

Tell me. 
Sure. Jadi as we all know, Panglima TNI sebelumnya, Jenderal Andika Perkasa tuh kan bakal memasuki masa pensiun mulai besok yekan. Nah sebagai penerusnya, beberapa waktu lalu Presiden Joko Widodo udah bersurat ke DPR RI dan merekomendasikan Kepala Staf TNI Angkatan Laut aka KSAL Laksamana Yudo Margono untuk naik menjadi Panglima TNI, guys. Berproses tuh di DPR, mulai dari menjalankan fit and proper test, terus disetujui sama DPR. Sebagai tahap akhir, akhirnya kemarin lewat Keputusan Presiden Nomor 91/TNI/2022, Laksamana Yudo dilantik deh sama Presiden Joko Widodo di Istana Negara.

Congrats, Pak…
Bersamaan dengan pelantikan itu, Jenderal Andika Perkasa juga resmi diberhentikan secara hormat. That being said, Jenderal Andika yang udah setahunan ini jadi pemimpin para TNI seluruh Indonesia itu bakalan memasuki masa pensiunnya dengan tenang deh. Nah, selama setahun kebelakang, banyak tuh legacy kebijakan yang udah dibikin Jenderal Andika Perkasa. Adapun yang paling rame dari kebijakannya Jenderal Andika Perkasa adalah mengizinkan keturunan anggota PKI buat daftar jadi prajurit TNI.
 
Apaan tuh?
Well, in case kamu skip, sesuai yang diatur dalam Tap MPR Nomor XXV Tahun 1996, legit mengatur kalau ideologi komunis, marxis, dan leninisme dilarang di Indonesia. Tapi, little did we know ternyata aturan ini juga dijadikan landasan buat keturunan para anggota PKI juga nggak boleh jadi prajurit TNI. (Read the full story here). Ini yang kemudian nge-trigger Jenderal Andika, “Dasar hukumnya dari mana, apa yang dilanggar sama para keturunan beberapa generasi setelah Kejadian 1965 ini?” gitu. Makanya per April kemarin, kebijakan ini pun di-update.

Terus terus, apalagi?
Nggak cuman itu, masih banyak kebijakan lain yang dilakukan, guys. Kayak menghapus tes renang buat seleksi masuk karena dianggap nggak fair, dan mengubah tinggi badan calon prajurit jadi 160 cm buat pria dan 155 cm buat wanita. Masalah Konflik Papua juga dibenahi sama beliau, guys.  Iya, beliau mengubah pendekatan di konflik Papua supaya tupoksi TNI di sana dari yang AD, AU, sama AL-nya balik ke tupoksi organik, plus Satgas nya juga disamain kayak Satgas di wilayah lain. Tujuannya, yha biar masyarakat di Papua bisa berkegiatan secara normal. Walaupun pada kenyataannya konflik emang nggak bisa dihindari, sampai menewaskan beberapa kelompok masyarakat di sana.

Hmmm sungguh berat jadi Panglima TNI….
Indeed. Dan tanggung jawab ini yang bakal diemban Laksamana Yudo Margono selama setahun ke depan, guys. Makanya dalam keterangannya kemarin, Presiden Joko Widodo menyebut TNI tuh harus selalu bersinergi sama Polri buat menjaga stabilitas politik dan keamanan dalam rangka pembangunan negara dan pembangunan ekonomi. Secara, dari sekarang sampai tahun-tahun mendatang Indonesia tuh masih dealing with ketidakpastian global.

Ngomong apa lagi Pakde?
Selain itu, Presiden Jokowi juga ngingetin Laksamana Yudo supaya make sure TNI tetep netral dalam urusan politik dan nggak ketarik dalam siklus politik praktis. Pokoknya Pakde nggak mau tentara malah sibuk ikutan politik (Hello, 2024). Hal ini penting salah satunya biar TNI bisa tetep menjaga kepercayaan rakyat, guys. Since selama ini TNI tuh udah jadi lembaga yang paling dipercaya sama rakyat, yha harusnya trust ini dijaga dengan profesionalisme yang juga makin ditingkatkan. Jangan sampai gara-gara nila setitik, rusak susu sebelanga, eheheheh.


Can’t wait 
sih sepak terjangnya Laksamana Yudo bakalan gimana…
Nah iya. Sejauh ini, udah baanyak sih hal-hal yang mau dilakuin sama Laksamana Yudo sebagai Panglima TNI. Salah satunya of course masalah Konflik Papua tadi. Disampaikan langsung oleh beliau, Laksamana Yudo barengan sama Kepala Staf Angkatan Darat, Laut, dan Udara bakalan visit
Advertisement
ke Papua buat evaluasi secara langsung kondisi di lapangan kayak apa. Apa yang sebenarnya terjadi di sana, biar dengar juga masukan dari para prajurit di lapangan kayak apa, termasuk dari pemerintah daerah, dari tokoh masyarakat, dan tokoh agama. Kalau udah, baru deh tahu apa yang kudu dilakukan. Hasilnya ntar baru dilaporkan ke presiden, kata Laksamana Yudo.
 
Sounds nice….
Tapi in a nutshell, Laksamana Yudo maunya penanganan konflik Papua ini dilakukan dengan lebih humanis, gengs. Salah satu milestone-nya adalah dengan menonjolkan operasi teritorial, rather than operasi militer dan nge-consider pengurangan prajurit di Papua. But still, Laksamana Yudo juga meng-highlight pihaknya tetep bakalan tegas sesuai dengan hukum yang ada. Hal ini juga sesuai dengan amanat Presiden Jokowi, “Tetapi harus tegas,” katanya. Ngeliat selama ini Kelompok Kriminal Bersenjata aka KKB masih bergerilya di sana.

Talking about Papua….
Situasi di Papua tuh sampai sekarang dinilai masih jadi masalah keamanan nasional yang paling signifikan yah. Makanya kudu diberesin as soon as possible. In that sense, TNI bakalan dibantu sama Kementerian Koordinator Politik Hukum dan Kemananan. Yep, dikonfirmasi langsung oleh Menkopolhukam Mahfud MD, Kemenko Polhukam barengan sama TNI bakalan segera membahas masalah ini, gengs. Jadi dari langkah-langkah kebijakan yang kemarin udah dijalankan sama Panglima TNI sebelumnya plus Kapolri, pihak terkait bakalan koordinasi lagi what to do and how they do it-nya.

Okay…
.
Terus, Prof Mahfud menyebut PR Laksamana Yudo tuh ada duaguys. Kedaulatan sama Ideologi. Kedaulatan, especially di sektor kelautan since masih banyak kapal asing yang melanggar perbatasan di lautnya Indonesia. Makanya kudu dijaga ketat. Sama soal ideologi. Prof Mahfud menyebut Panglima TNI tuh wajib nge-make sure ideologi negara terjaga dari berbagai gerakan kayak radikalisme dan separatisme. Bagian dari pertahanan negara kan dua poin ini tuh, nanti bakal banyak cabangnya, banyak tugasnya, kata Prof Mahfud.

Banyak dong tuh berarti?
Makanya dibantu sama pihak terkait. Nggak cuman sama Kemenko Polhukam, tapi juga DPR RI, yang menyatakan siap bantu TNI dalam melancarkan tugasnya. Ketua DPR RI, Puan Maharani bilangnya DPR siap bantu visi misi Laksamana Yudo biar prajurit TNI bisa jadi patriot NKRI yang profesional, modern, dan tangguh. Lebih jauh, Mbak Puan minta Laksamana Yudo supaya lanjutin program Panglima terdahulu, termasuk kebijakan strategis unggulannya. In that sense, DPR siap bantu dengan pemenuhan Minimum Essential Force aka MEF atau yang biasa dikenal dengan Standar Kekuatan Pokok Minimum TNI. Mbak Puan sih bilangnya dengan MEF ini diharapkan bisa jadi sumber kekuatan penjaga keutuhan NKRI.

Okey. Anything else I should know?
Well, balik lagi ke pelantikan Laksamana Yudo Margono sebagai Panglima TNI. Laksamana Yudo Margono ini creating the history dengan jadi perwira tinggi Angkatan Laut pertama yang berhasil jadi Panglima TNI di era Presiden Jokowi, guys. Setelah sebelumnya ada Laksamana (Purn.) Agus Suhartono yang dilantik di era Presiden SBY. Abis itu, kursi Panglima jadi ke Angkatan Darat dua kali, Angkatan Udara, terus balik lagi ke Angkatan Darat lewat Jenderal Andika Perkasa. Sekarang baru deh ke Angkatan Laut. Selamat, Laksamana Yudo.
Advertisement