Bencana di Akhir Pekan Lalu

306

Here’s your A to Z recap on: Bencana on the weekend….

Dari Gempa Garut sampai erupsi Gunung Semeru.
Stay safe everyone. Belum selesai sama duka Gempa Cianjur, weekend kemarin, ada lagi kejadian gempa yang berpusat di Garut, Jawa Barat dan kerasa di wilayah sekitarnya kayak Cimahi, Tasikmalaya, Bandung, bahkan sampai Jakarta. Belum selesai sama Gempa, besokannya, eh  Gunung Semeru erupsi, guys.  

Tell me. 
Sure. Minggu dini hari kemarin, Gunung Semeru tuh udah mulai ada tanda-tanda erupsi, guys. Ditandai dengan Awan Panas Guguran yang udah keluar dan menyebabkan letusan kecil sebanyak 19 kali. Puncaknya, di jam 2.46 ini hari, letusan yang gede akhirnya keluar berupa kolom abu berwarna kelabu dengan intensitas sedang hingga tebal dengan ketinggian 1.500 meter. Lama tuh kondisinya begitu, sampai siang. Akhirnya di jam 12 siang, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana menetapkan status Awas aka level 4, guys. Gunung Semeru pun kudu steril dalam radius 8 kilometer dari puncak.

Ya ampun….
Kondisi ini dinilai cukup parah, guys. Bahkan karena peristiwa ini, Badan Meteorologi Jepang menyebut tsunami bisa aja kejadian di negaranya. Secara spesifik, dalam keterangannya tsunami bisa aja sampai dan kejadian di Pulau Miyako dan Yaeyama yang terletak di Okinawa, Jepang. Mereka bahkan sampai menetapkan status alert lo, guys. Tapi nggak lama kemudian, otoritas setempat mencabut status itu karena erupsi yang terjadi dinilai nggak menimbulkan dampak tsunami. Meanwhile, back at home, karena Gunung Semeru kudu bersih nggak ada aktivitas, masyarakat yang tinggalnya di sekitaran situ pun diminta buat meninggalkan tempat dan evakuasi diri. Kalau ngeyel, yha terpaksa diangkut petugas deh.

Haduuu….
Nggak cuman letusan gunung guys. Weekend kemarin juga ada gempa. Tepatnya di hari Sabtu kemarin sekitar pukul 16.49 WIB, terjadi gempa dengan kekuatan 6,4 SR di kedalaman 118 kilometer. Pusat gempanya sendiri ada di 52 km barat daya Garut, Jawa Barat. Kerasa tuh getarannya sampe ke Cianjur, di mana as we all know Cianjur juga belum lama ini diterjang gempa juga kan. Warga yang tadinya ada di dalam rumah pun pada berhamburan ke luar, panik juga. Mereka mikirnya, “Ya ampun ini pasti gempa susulan lagi nih,” gitu kan.

Emang iya??
Bukan, guys. Ini bukan gempa susulan. Disampaikan oleh Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono, sumber gempa yang terjadi di Cianjur sama yang di Garut sekarang ini beda. Kalau yang di Cianjur tuh mostly disebabkan oleh Sesar Cimandiri kan, meanwhile yang terjadi di Garut ini disebabkannya oleh aktivitas lempeng Indo-Australia aka instraslab. That being said, Pak Daryono bilangnya gempa Garut nggak ada hubungannya sama gempa Cianjur, guys.

Tell me about the condition in Garut. 
You got it. Akibat gempa yang terjadi, data yang dihimpun Badan Nasional Penanggulangan Bencana aka BNPB menyebut ada empat rumah dan satu sekolah yang mengalami kerusakan. Bupati Garut Rudy Gunawan juga memastikan nggak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Cuman ada satu orang yang mengalami luka-luka dan udah ditangani di Puskesmas setempat. Tim dari BNPB juga udah turun ke lapangan untuk ngecek langsung dan memberikan pendampingan, supaya penangannya juga bisa lebih gercep.

I see…
Adapun masyarakat Garut dan sekitarnya juga tetap diminta waspada atas bencana susulan, guys. Kayak tanah longsor misalnya. Terutama di wilayah Garut Selatan, Kang Rudy bilangnya di situ tuh rawan banget tanah longsor. Selain itu, kerusakan juga tetep ada meskipun masih dalam skala kecil. Hal ini bisa dikonfirmasi setelah pihaknya menyisir seluruh bagian di 42 kecamatan di Garut. Jadi efeknya tuh nggak yang parah banget kayak yang diberitakan di media sosial, kata Kang Rudy. In that sense, it’s safe to say 
Advertisement
gempa kali ini tuh nggak sebesar gempa Cianjur kemarin. Sampai sekarang masih sambil diliat terus sih perkembangannya kayak apa.


Now tell me about Gempa Cianjur. 
Well, here’s the update: Per Sabtu kemarin, jumlah korban meninggal akibat Gempa Cianjur udah sebanyak 334 jiwa, di mana Tim SAR yang bertugas juga udah berhasil menemukan tiga orang out of 11 orang yang hilang. Jadi yang masih dicari adalah delapan orang lainnya.

🙁 Terus yang rumah mau dibenerin itu, jadi?
Jadi dong. In case you missed it, waktu ngunjungin korban terdampak beberapa waktu lalu, Presiden Joko Widodo sempat mention kalau rumah-rumah warga yang rusak akibat gempa bakalan dapat dana dari pemerintah buat benerin rumahnya lagi, guys. Yang rusak parah dapet Rp50 juta, terus Rpada 25 juta buat yang rusak sedang, sama yang rusak ringan dikasih Rp10 juta, guys. Adapun Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono menyebut pembangunan kembali rumah-rumah yang rusak itu bakalan selesai sebelum Lebaran 2023. Nah, pembangunan kembali itu kan butuh waktu yah, di mana ratusan ribu korban di Cianjur tuh masih pada ngungsi. The question is, apakah mereka akan stay di pengungsian sampe rumah mereka ready lagi?

So, will they?
Mereka bakalan ngontrak dengan bantuan Pemkab, gengs. Iya, disampaikan oleh Sekretaris Daerah Cianjur Cecep Alamsyah, Pemerintah Kabupaten Cianjur udah ngajuin bantuan buat para pengungsi ini sebesar Rp500 ribu per KK di mana duitnya bakalan dipake buat nyewa atau ngontrak rumah, guys. Consideration mereka sih dikhawatirkan para pengungsi ini bakal rentan kena penyakit kalau lama-lama tinggal di pengungsian. Lebih lanjut, Kang Cecep juga bilangnya bantuan 500 ribu ini diprioritaskan buat yang rumahnya rusak berat atau udah nggak bisa ditinggali. Jadi mereka tinggal di kontrakan sampai rumahnya udah ready gitu, sementara kalau yang rumahnya cuman rusak ringan atau bahkan nggak rusak sama sekali, udah boleh pulang dan meninggalkan pengungsian.

Got it. Anything else I should know?
Fyi here’s a little geography lesson for you: Kalau kamu masih puzzled why kenapa Gempa Garut getaran dan efeknya nggak sebesar Gempa Cianjur padahal magnitudonya gedean yang di Garut 6,4 SR berbanding 5,6 SR, penjelasannya tuh kayak gini, guys. Secara magnitudo kan emang gedean yang di Garut yah, tapi kedalamannya juga jauh lebih besar yang di Garut tuh, 118 km berbanding 10 km. Yang harus kalian tahu adalah, makin dangkal suatu gempa, makin bahaya, guys. Secara semakin dangkal itu gempa, yha ke permukaan tanah jaraknya makin dekat dong. Itu tuh kayak di bawah kaki gitu. Beda sama gempa dengan kedalaman sampai >100 km, lebih kependam di bawah tanah. But againstay safe everyone. Bencana sekarang lagi nggak main-main.
Advertisement