Virus Pernapasan Menyerang Anak Di AS

40

What’s making headlines in the US?

Respiratory Syncytial Virus alias virus pernapasan yang udah makin menyebar di tengah anak-anak sana.

WHAT?? 
Yep, jadi minggu lalu, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) di Amerika Serikat mengumumkan bahwa angka penderita RSV meningkat tinggi, dan kebanyakan anak yang terkena RSV masih berusia 2 tahun.
 
Waduh…
Nah gejalanya sih sebenernya nggak begitu mengkhawatirkan, kaya pilek, nafsu makan berkurang, batuk, bersin dan demam. Biasanya, gejala itu bertahan satu sampe dua minggu dan biasanya sembuh dengan obat-obatan dengan istirahat yang cukup. Tapi buat beberapa anak, terutama yang masih bayi, RSV bisa berbahaya. Mereka bisa aja dehidrasi, sulit bernapas atau berpotensi ke penyakit yang lebih serius kaya bronkiolitis atau pneumonia.
 
Ok. Tell me more.
Jadi, walaupun sampe sekarang masih belum ada kasus rawat inap atau kematian yang dilaporkan untuk penyakit ini, tapi emang para dokter di AS bilang kalo terjadi peningkatan kasus yang belom pernah terjadi sebelumnya. Kenaikan ini sangat signifikan, sampe bikin RS buat anak-anak di sana kewalahan.
 
Should we be worried? 
Sebenernya yang bikin khawatir itu kalo yang terinfeksi adalah anak-anak di bawah usia dua tahun atau lansia, atau mereka yang punya penyakit bawaan kaya jantung atau paru-paru kronis. So far juga masih belom ada pengobatan khusus untuk RSV, atau pun vaksin khusus. Satu-satunya cara ya dengan obat-obatan, dan istirahat yang cukup.

Anything else?
But parents still should be careful karena RSV ini bisa menular lewat batuk atau bersin. Jadi, cairan yang menyebar lewat gagang pintu atau tangan orang lain itu berpotensi banget menularkan virus. Adapun langkah pencegahannya sih sama kayak Covid-19, kayak jaga kebersihan, menutup hidung ketika lagi batuk, and keep sanitized aja, ygy.