Sulastri Irwan Akhirnya Lulus Jadi Polwan

29

We’ll start with the story of resilience from Sulastri Irwan…..

Calon Polwan yang dibatalkan kelulusannya, akhirnya lulus.
Iya guys. Beberapa hari terakhir tuh publik lagi rame banget ngomongin Sulastri Irwan, cewek asal Maluku Utara yang juga calon polwan di kepolisian sana. Ceritanya mulai rame ketika dia speak up bahwa ada yang nggak bener dari proses seleksi ini, sampai kelulusannya dinyatakan batal gara-gara dugaan hubungan kekerabatan di Polda sana.

Tell. Me. Everything. 
As always, you got everything covered here. Jadi gini ceritanya, guys. Kamu tahu kan over the past few months kepolisian di seluruh wilayah Indonesia tuh lagi ngadain seleksi buat Calon Siswa mereka kan, both for boys and girls yang nantinya akan jadi polisi wanita aka polwan, termasuk di Kepolisian Daerah Maluku Utara. Seleksi di Polda Maluku Utara ini mulai rame diomongin netizen karena salah satu calon siswa mereka atas nama Sulastri Irwan speak up bahwa ada yang janggal dalam seleksi ini.

WHAT???
Iya. Jadi Sulastri udah ngikutin segala rangkaian Pendidikan Pembentukan Bintara Polri Gelombang II kan. Dalam rangkaian pendidikan itu, dia masuk di peringkat ketiga gengs, dan penetapan kelulusannya pun udah diumumkan per 2 Juli lalu. Rangkaiannya pun berlanjut ke apel yang dia jalankan selama satu bulan penuh selama bulan Agustus kemarin. Dari sini everything went well, rite? Wait until Sulastri tiba-tiba dipanggil bagian SDM yang menyatakan dia gagal lulus seleksi. Terus puncaknya beberapa hari lalu dia harus melewati persidangan sampai posisinya harus digantikan oleh Bintara lain :(.

Kok bisa???
Well, Kabid Humas Polda Maluku Utara, Kombes Michael Irwan Thamsil sih bilangnya umur Sulastri udah melebihi batas, guys. Sesuai dengan yang diatur dalam ketentuan Polri, batas maksimal usia calon bintara polisi untuk lulusan D1-D3 tuh adalah 23 tahun pada saat pembukaan pendidikan which is di Juli lalu, meanwhile Sulastri ini lahirnya 4 Juni 1999 yang artinya usianya dianggap kelebihan 1 bulan 21 hari.

Is that it?
Hal yang paling bikin sus dan janggal dari kejadian ini adalah waktu persidangan kemaren itu, Sulastri sempat ditanya pekerjaan bapaknya apa. Dijawab lah sama dia, “Papa saya petani serabutan pak. Ada kerja ya kerja. Kalau nggak ya udah.” Nah later on posisinya ternyata digantikan sama casis lain berinisial RMH, yang diketahui merupakan keponakan dari polisi situ dengan pangkat AKBP. Dari sini, Sulastri pun langsung ke-trigger dan menganggap dia sengaja dibatalkan kelulusannya supaya si keponakan AKBP tadi bisa masuk. Hal ini kemudian buru-buru ditepis sama Polda Maluku Utara dengan menyatakan Sulastri emang melebihi batas umur dan nggak ada titipan dalam seleksi ini. “Kami pastikan tidak ada titipan,” kata mereka gitu. Hal ini murni emang kesalahan input data aja jadinya dari awal pun nggak ke-notice kalau Sulastri umurnya udah lewat batas.

Okay….
But still, Sulastri tetep nggak bisa terima kan. Dia ngerasanya ini janggal banget. Kejanggalan inilah yang kemudian disampaikan dia lewat sebuah video yang dia up di media sosial. Lengkap semuanya diceritain sama dia. Video itupun viral dan mengundang banyak reaksi dari netizen. Ada yang support, ada juga yang kontra, bahkan sampai mengancam pake akun fake. Katanya, “Hati hati kamu punya argumen. Bisa dilaporkan dengan tuduhan pencemaran nama baik. Yang tadinya ingin lulus malah nanti gagal lagi.” Ada juga yang ngomong, “Tinggal menunggu waktu saja maka situasi akan berbalik.” Selain itu, serangan netizen juga mengarah ke RMH yang menggantikan posisi Sulastri tadi. Dirujak abis-abisan lah dia. Padahal kalau kata kakaknya, RMH pure ngikutin prosedur yang ada. “Jadi pls stop bully adek gw ya, guys,” kata kakaknya.


Terus terus?
Kapolda Maluku Utara pun akhirnya mengeluarkan statementguys. Kapolda Maluku Utara, Irjen Midi Siswoko menyebut hal kayak gini tuh bukan salah anggota, bukan juga salah panitia seleksi, tapi emang salah beliau selaku pimpinan. In his words, Pak Kapolda bilang, “Kapolri sering mengingatkan ikan busuk itu dari kepalanya, bukan dari ekornya. Untuk itu sekali lagi dengan tulus dan ikhlas saya minta maaf kepada Sulastri dan keluarga.”

Jadi gimana dong nasib dia?
Tetep lulusguys. RMH juga lulus. Hal ini dikonfirmasi langsung oleh Kepala Biro Jianstra SSDM Polri Brigjen Sandi Nugroho. Mabes Polri akhirnya tetap memberikan kesempatan buat dua bintara ini tetap lulus dengan nambahin satu kuota lagi buat calon siswa di Polda Maluku Utara. Seneng dong mereka. Seneng banget malah. Sulastri nggak henti-hentinya bilang terima kasih sama Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan Kapolda Maluku Utara Irjen Midi karena udah kasi kesempatan. The same also goes to RMH. Terus, di konferensi pers kelulusan mereka, Irjen Midi juga ngingetin jangan lupa jaga kesehatan. Kalau perlu setiap hari dicek. “Selamat ya kalian berdua,” gitu.

Bagus deh. Anything else I should know?
Btw Polri di bawah pimpinan Jenderal Listyo tuh emang lagi reformasi Polri besar-besaran, guys terutama di bidang pungli supaya orang bisa masuk Sekolah Polisi dan jadi Casis-nya. Lebih jauh, Jenderal Listyo bilang semua proses seleksi termasuk penilaiannya dilakukan secara objektif dan transparan. “Kalau ada yang bawa-bawa nama saya, tangkap!” kata beliau gitu. Di sisi lain, insiden ini tetep bikin banyak pihak ke-trigger. Salah satunya Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni yang bilang bahwa kalo sampe kejadian begini keulang lagi, maka Kapoldanya harus ditindak karena merugikan nama baik Polri. Hmmmm….