Satu Keluarga Tewas di Kalideres

73

When The Burari Death happened in Kalideres…

Karena Kelaparan.
Yep. Sedih banget deh, guys. Over the weekend kemarin, netizen +62 dibikin heboh atas berita satu keluarga yang tewas mengenaskan di rumah mereka di Kalideres, Jakarta Barat. Setelah dilakukan berbagai pemeriksaan, polisi menyebut keluarga ini tewas karena kelaparan.

WHAT????
Iya. Jadi di sebuah rumah di Kalideres itu, ada satu keluarga yang terdiri dari suami inisial RG, istri inisial RM, terus anak berinisial DF, dan om (Adik si suami berinisial BG). Hari Jumat kemarin, para tetangga yang ada di sekitar situ mencium bau busuk di mana asalnya dari rumah itu, guys. Tapi karena keadaannya itu rumah kekunci dari dalam, jadi warga lewat RT setempat pun inisiatif manggil polisi kan. Tim dari Polsek Kalideres pun datang dan membuka paksa pintu rumah itu, Nah ketika masuk, mereka kaget banget sama apa yang dilihat, guys.

What did they see?
Pihak kepolisian menemukan empat orang tadi udah tewas secara mengenaskan. Si om usianya 68 tahun ditemukan di ruang tamu, terus si anak usianya 42 tahun ditemukan di kamar depan, si ibu usianya 66 tahun juga ditemukan di kamar depan, sedangkan suaminya berusia 71 tahun ditemukan di kamar belakang. The thing is, ketika ditemukan polisi, pasangan suami istri ini ditemukan udah dalam keadaan tubuh yang mengering.

Oh noo.
 Tubuh mengering tuh gimana? 🙁
Well, setelah ditemukan, keempat jasad ini kan langsung dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk dilakukan proses autopsi yah. Nah dari hasil autopsi, Kapolres Metro Jakarta Barat, Kombes Pasma Royce bilangnya nggak ditemukan sisa makanan di lambung keempat jenazah ini, guys. Jadi besar dugaan mereka udah nggak makan dan minum cukup lama. Makanya tubuhnya sampai mengering plus otot-ototnya pun udah mengecil.

Beneran nggak makan?
Dari keterangan polisi sih gitu. Balik lagi ke hasil autopsi, dokter forensik juga menyebut nggak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan di tubuh keempat jenazah ini. Terus, Kapolsek Kalideres AKP Syafri Wasdar juga menyebut mereka ini udah tewas dari seminggu yang lalu, guys. Makanya sampai membusuk gitu meskipun tewasnya nggak di waktu yang bersamaan kalau diliat dari pembusukan jasadnya. Terus, para tetangga sekitar juga bilangnya itu keluarga keliatan beli makanan online terakhir kali itu di bulan lalu. Not to mention ada bon katering yang ditemukan di rumah itu. Hal inilah yang kemudian bikin banyak pihak ragu mereka berempat mati kelaparan. “Impossible,” kalau kata Ketua RT setempat.

HMMM.
Belum lagi kalau kamu dengar keterangan saksi. Iya, jadi dalam rangka proses penyidikan, kayak biasa polisi kan manggil sejumlah saksi untuk dimintai keterangan kan. Salah satunya adalah Ria Astuti, adiknya si ibu tadi. Dalam keterangannya, Mbak Ria tuh nggak percaya kalau kakak dan keluarganya yang lain itu tewas karena kelaparan. Apalagi ekonomi keluarga kakaknya tuh bukan yang susah banget. Kakaknya jualan kue, meanwhile suaminya kerja kantoran. Hal ini yang janggal banget buat Mbak Ria, guysIn her words, Mbak Ria bilangnya gini: “Rada aneh juga sih. Misalkan kalau dia laper, nggak ada makanan atau kurang buat makan, kan bisa kontak ke kita.” Dia juga nggak tahu apakah kakaknya kelilit utang apa gimana sampai ekonominya keganggu nggak bisa makan.

HMMM. Anything else?
Sampai sekarang, pihak kepolisian mulai dari Polsek Kalideres sampai Polres Metro Jakarta Barat masih mendalami kasus ini, gengs. Termasuk mengumpulkan barang bukti, salah satunya adalah handphone punyanya korban. Meanwhile, di sekitaran rumah korban, para warga yang udah kecium bau busuk dari kemaren juga udah mensterilkan lingkungan dengan melakukan penyemprotan, guys. Yha sekarang sih baunya udah nggak semenyengat kemarin. In case you’re wondering, keempat jenazah ini sendiri rencananya akan dikremasi Senin ini.