Pemerintah Harus Lakukan Antisipasi & Mitigasi Untuk Covid-19

37

When you’ve been very excited to go to crowded places…

Covid-19 be like, “Hello, baby.” 
Yep. Akhir tahun sekarang udah makin banyak banget yah event rame-ramean digelar. Tapi di waktu yang bersamaan, angka kasus Covid-19 juga semakin melonjak, guys. Makanya banyak pihak menilai kudu ada evaluasi dari event rame-ramean ini. In that sense, apakah kita akan bikin ngegabut bikin Dalgona Coffee lagi? Eheheheh.

Hold on, I need some background here. 
You got it. Jadi after everything we’ve been through, after the highest highs and the lowest lows during the pandemic, banyak banget lah milestones yang akhirnya tercapai di tahun 2022 ini buat membuktikan bahwa negara Indonesia beneran recovered dari Covid-19: Angka vaksinasi yang semakin tinggi, Lebaran kemaren bahkan dibolehin mudik, PPKM dilonggarkan, bepergian nggak wajib Antigen/PCR lagi, sampai event-event offline dengan massa dalam jumlah besar yang akhirnya dibolehin lagi.

Akhir tahun ini parah sih event-nya….
We know rite. Dari konser musik sampai acara pemerintahan semuanya ada ygy di mana di acara itu most likely nggak ada social distancing, orang-orangnya nggak pake masker, pokoknya penerapan prokes di event sekarang minim banget lah. Padahal, Covid-19 juga masih jadi ancaman. Ditambah subvarian yang sekarang udah macem-macem banget, dikhawatirkan angka kasus Covid bakalan naik lagi, guys. Contohnya kayak yang terjadi weekend kemarin.

Oh noooo :(((
Well, weekend kemarin tepatnya di hari Jumat, terdapat 5.303 kasus baru, gengs. Terus di hari sebelumnya, kasus kematian karena Covid juga bertambah sebanyak 42 orang, angka kematian tertinggi sejak April kemarin. Oya, speaking of subvarian Covid, kamu udah tahu kan kalau sekarang ini udah ditemukan subvarian terbaru dari Omicron yang dikasih nama subvarian XBB di mana sekarang udah masuk Indonesia, guys dan dari laporan Kementerian Kesehatan, subvarian XBB udah berkembang jadi 12 kasus di mana sepuluh di antaranya adalah transmisi lokal, gengs.

So, Covid-19 is still… dangerous for us?
Yep. Tempo hari Menteri Gunadi Sadikin juga sempat bilang kan, subvarian terbaru aka si XBB ini punya potensi banget buat menyebabkan puncak kenaikan kasus Covid di Februari tahun depan, guys. Ditambah lagi, kalau kata Ketua Satgas Covid-19 dari Pengurus Besar-nya IDI, Erlina Burhan, bilangnya orang yang belum pernah terpapar Covid-19 bakalan lebih beresiko tertular lewat subvarian XBB ini, gengs. Bahkan di sejumlah negara, pasien Covid-19 subvarian ini mostly anak-anak muda. Makanya dari sini banyak pihak akhirnya mendesak pemerintah buat melakukan langkah antisipasi dan mitigasi asap, biar keadaan Covid-19 di Indonesia nggak makin parah.

Caranya?
Pertama, dengan evaluasi kegiatan yang melibatkan warga rame-ramean. Yep, hal ini disampaikan langsung oleh Wakil Ketua Komisi IX DPR, Charles Honoris. Menurut Pak Charles, event-event akhir tahun ini kan banyak banget yah, satu acara yang dateng ribuan, udah gitu orang-orangnya juga nggak taat prokes. Makanya kudu ada evaluasi biar nggak ada kecolongan kasus lagi dari kerumunan massa, guys. Selain itu, vaksinasi booster juga kudu digenjot kalau kata Pak Charles, biar imunitas warga +62 juga semakin oke. Hal yang sama juga disampaikan Bu Erlina dari IDI. In that sense, Bu Erlina menyebut vaksin dosis booster tuh terbukti bisa meningkatkan kemampuan antibodi buat menetralisir subvarian XBB. Makanya kudu dipercepat.

Kalau PPKM?
Nah soal itu juga. Balik lagi ke keterangan Pak Charles Honoris. The worst scenario is, kalau Covid-19 emang bakal mencapai titik buruknya (again) dan angka kasus Covid-19 together with angka kematiannya semakin meningkat, meaning pembatasan sosial yha kudu dijalankan. In his words, Pak Charles bilangnya gini, “Karena alam penanggulangan wabah kesehatan, keselamatan warga adalah di atas segalanya.” Tapi yha dengan catatan, kalau mau pembatasan sosial tuh, segala perintilannya harus dipersiapkan dengan matang, either teknis di lapangan atau komunikasinya ke publik, kata Pak Charles.


I see. Anything else?
Fyi bukan cuman Indonesia yang lagi concern sama kenaikan kasus Covid, guys. Negeri Jiran alias Malaysia juga. Yep, mereka juga lagi struggling sama kenaikan kasus Covid-19 sebesar 16,5% dan diduga kuat gara-gara si subvarian XBB ini, guys. Di rumah sakit juga pasiennya makin hari makin nambah meskipun gejalanya ringan. Makanya Menteri Kesehatan Malaysia Khairy Jamaluddin bilang ke warganya supaya pake masker aja dalam keadaan indoor atau lagi rame gitu. Terus, since Malaysia bentar lagi mau pemilu, Menkes Khairy juga lagi koordinasi sama KPU sana gimana caranya biar orang yang positif Covid-19 bisa tetep pake hak suaranya lewat prosedur yang disiapkan.