Kontroversi World Cup Qatar 2022

93

When the football szn has started…

It is full of controversies.
Yep guys, if you are into football, kamu pasti ngeh bahwa Piala Dunia Qatar 2022 saat ini lagi bergulir. Nah, despite rame-rame maskot yang lucu, pertandingan seru, dan stadion yang super megah, kamu harus tahu nih bahwa sebenernya banyak banget kontroversi atas penyelenggaraan World Cup Qatar tahun ini.

Really?
Yep, dimulai dari dipilihnya Qatar sebagai tuan rumah sejak 12 tahun lalu yang menuai pro dan kontra. Waktu itu, di tahun 2010, FIFA menganugerahkan turnamen tersebut untuk digelar di Timur Tengah, which is kalo sesual jadwal maka turnamennya akan diselenggarain pas musim panas. Namanya musim panas apalagi di gurun gitu, tentu suhunya bisa panas banget, yakni melebihi 40 derajat celcius. Hal ini kemudian menuai pro dan kontra khususnya dari negara-negara Eropa.
 
Go on…
Terus di tahun 2015, FIFA ngerekomendasiin agar Qatar jadi tuan rumah Piala Dunia untuk waktu yang lebih singkat, dan di bulan-bulan yang lebih dingin around November dan Desember. Tapi, yang jadi pertimbangan adalah bentrok sama liga-liga utama Eropa. In the end, ini jadi pertama kalinya buat Piala Dunia dipindahin dari slot regulernya which is Juni-Juli, ke bulan November. Jadi dari mulai timingnya aja udah huru-hara gitu guys.
 
Tell me more. 
Persoalan lainnya adalah masalah dugaan korupsi. Penyelenggara Piala Dunia 2022 udah ngebantah tuduhan dari Departemen Kehakiman AS soal dugaan suap yang dibayarkan buat penentuan tuan rumah, 12 tahun lalu. Namun tetap muncul kecurigaan dan desas-desus sejak pemungutan suara di tahun 2010, ketika eksekutif FIFA memberikan slot Piala Dunia dari Rusia ke Qatar. Terkait dugaan ini, CEO Qatar 2022 Nasser Al Khater sampe bilang ke media kalo negaranya diperlakukan dan diawasi secara nggak adil selama beberapa tahun.
 
Terus soal kesejahteraan buruh migran…
Masalah lainnya adalah soal kritik dari kelompok hak asasi manusia atas perlakuan Qatar terhadap pekerja migran yang merupakan salah satu kelompok populasi terbesar di sana. Jadi kalo menurut laporan Amnesty International, hak-hak pekerja yang membangun berbagai infrastruktur pildun itu ngga cuma terpinggirkan, tapi juga udah dilanggar. Mulai dari ditahannya gaji mereka, sampe sikon kerja yang ngga aman aka berbahaya. Atas dugaan ini, pemerintah Qatar menjelaskan bahwa sistem perburuhannya masih dalam proses. Mereka juga membantah tuduhan yang bilang kalo ribuan pekerja migran di sana terjebak dan dieksploitasi.
 
Now on: LGBT dan Hak Perempuan.. 
Isu LGBT udah pasti illegal di negara Muslim yang masih konservatif itu. Makanya, sejumlah pemain sepak bola agak khawatir soal supporter mereka yang bakal dateng ke acara tersebut, apalagi mereka yang merupakan kaum LGBT. Tapi, penyelenggara Piala Dunia sih berulang kali bilang kalo everyone could come. Terlepas dari orientasi dan latar belakang seksual mereka, siapa aja boleh dateng ke turnamen tersebut. Eh tapi tiba-tiba, dua minggu banget sebelum putaran final digelar, Khalid Salman, duta Piala Dunia Qatar bilang kalo homoseksualitas itu merupakan kerusakan pikiran. Bahkan, dia bilang kalo siapa pun yang dateng ke Qatar harus bisa terima aturan di sana.
 
Terus soal alkohol.. .
Piala Dunia Qatar ini akan menjadi yang pertama kalinya digelar di negara mayoritas Muslim dengan kontrol ketat soal alkohol. Buat turnamen kali ini, Qatar bahkan melarang penjualan bir di stadion. Hal ini kemudian jadi tantangan tersendiri buat pihak sponsor dan penyelenggara, khususnya yang didukung sama produsen bir.
 
Anything else? 
David Beckham, yang jadi Duta Piala Dunia Qatar ternyata juga dikritik sama banyak pihak. Menurut kelompok hak asasi, perannya jadi Duta tuh nggak fair dan kurang sportif, gara-gara dapet bayaran yang gede.