Kematian Anak Akibat Protes Berkepanjangan di Iran

29

When the children become the victims..

Now it’s in Iran. 
Ini gara-gara protes berkepanjangan di Iran yang berakibat banyaknya anak-anak yang terbunuh, terluka, dan ditahan. UNICEF pun akhirnya angkat bicara dan tegas kalo kematian anak-anak harus dihentikan.

Wait wait. Background please?!? 
Okay. To freshen up your mind, Iran tuh sekarang lagi ngalamin kerusuhan dan aksi protes berkepanjangan, ya kira-kira udah sekitar dua bulanan lah. Buat kalian yang lupa, ini tuh gara-gara kematian seorang remaja perempuan usia 22 tahun, yaitu Mahsa Amini yang meninggal sekitar tiga hari setelah pingsan dalam tahanan polisi moral. Waktu itu, dia ditahan di Teheran gara-gara dugaan melanggar aturan hijab yang ketat. Nah, sejak itu situasi di Iran nggak membaik dan bahkan semakin kacau. Makin kesini juga kondisinya makin ngeri. Baru-baru ini, rumah lama dari mantan pemimpin tertinggi Ayatollah Ruholla Khomeini, yang juga pendiri negara Iran, dibakar guys.

Go on. 
Nah, protes dan kekerasan di jalanan makin nggak karuan. Udah puluhan orang jadi korban kematian, baik dari pengunjuk rasa maupun anggota pasukan keamanan. Terus, ratusan demonstran juga udah ditangkap.

And UNICEF finally comments.. 
Akhirnya, UNICEF segera turun tangan dong soal masalah ini, terutama ketika banyak anak-anak ikut jadi korban. Sekitar 50 anak udah dilaporkan meninggal dalam kerusuhan ini. UNICEF sendiri juga sebenernya dapet desakan dari Amnesti Internasional dan organisasi hak manusia lain atas pelanggaran hak asasi manusia dan kejahatan terhadap anak-anak.

Then.. 
Rupanya, nggak cuma aksi protes terang-terangan yang terjadi di Iran, ada juga aksi protes pasif dari para supporter pemain Timnas Iran ketika bermain di ajang World Cup 2022 di Qatar. Supporter menggelar protes di luar stadion Qatar di sana dan pake jersey bernuansa warna bendera Iran. Mereka juga megang poster dan slogan yang tulisannya “Women. Life. Freedom.” Di lapangan sendiri, para pemain Timnas ogah buat nyanyiin lagu kebangsaan mereka sendiri sebelum bertanding.  Bahkan, salah sau pemainnya Bayer Leverkusen, Sardar Azmoun, nulis di IG-nya kalo walaupun dia dapet ancaman, tapi itu bukan masalah buat dia. Bahkan, dia udah bersiap soal kemungkinan terburuk, seandainya dia dikeluarin dari Timnas.

Anything else? 
Ini tuh jadi konflik terbesar yang pernah terjadi di Iran, dan malah bisa dibilang jadi sejarah baru buat Iran, gara-gara ada konflik soal perbedaan pendapat yang berdampak segini gedenya.