Gempa di Cianjur Memakan Korban

39

The Cianjur earthquake.

Yep, buat kamu yang tinggal di Jakarta, Cianjur dan sekitarnya, kemarin kamu pasti ngerasain yang namanya gempa. Dan ternyata guys, pusat gempanya terjadi di Cianjur, Jawa Barat.
 
Tell me.
Adapun gempanya itu berkekuatan magnitudo 5,6 dengan kedalaman 10 kilometer. Terus koordinat gempanya berada pada 6.84 Lintang Selatan -107.05 Bujur Timur dan emang kerasa hingga Jakarta dan Banten. Menurut Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), ngga ada potensi tsunami dari gempa tersebut, namun ada potensi gempa susulan.
 
OK…
Nah di pusat gempanya sendiri alias di Cianjur, gempanya menyebabkan longsor yang bikin jalur Cianjur-Cipanas terputus. Lalu menurut Bupati Cianjur Herman Suherman, sejauh ini jumlah korban tewas yang tercatat telah mencapai 56 orang, di mana mayoritas adalah anak-anak. Anak-anak ini meninggal karena tertimpa bangunan yang ambruk. Sedangkan untuk korban luka udah mencapai 700 orang, dengan mayoritasnya mengalami patah tulang.
 
🙁
Selain korban meninggal dan luka-luka, pihak Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) juga mencatat bahwa ada 1.362 rumah yang rusak akibat gempa. Adapun bangunan rusak ini terdiri dari dari gedung pemerintah, fasilitas pendidikan, toko, dan rumah warga. Selain itu, bangunan rusak juga terdiri dari pondok pesantren, satu RSUD, empat gedung pemerintah, tiga fasilitas pendidikan, satu unit sarana ibadah, satu unit toko dan satu unit kafe. FYI guys, saat ini proses penghitungan kerugian dan korban masih berlangsung, jadi mungkin banget jumlah-jumlah ini bertambah.
 
Hiks…
Gempa ini juga bikin sejumlah infrastruktur telekomunikasi mengalami gangguan. Menurut Dirjen Informasi dan Komunikasi Publik Kemenkominfo Usman Kansong, data sementara menunjukkan bahwa layanan Telkomsel, XL Axiata dan Indosat Ooredo Hutchison ikut terkena imbas. Di Cianjur sendiri, ada 1.957 gardu distribusi listrik yang padam karena gempa. Akibatnya, total 366.675 orang jadi terdampak ngga mendapatkan akses listrik.
 
Sedih banget 🙁
Nah tapi, pihak pemerintah Cianjur udah menjamin bahwa mereka bakal membangun kembali bangunan yang rusak akibat gempa. Kepala BNPB Suharyanto bilang bahwa rumah-rumah yang hancur baik rusak berat, ringan, dan sedang, bakal dibangun lagi oleh pemerintah. Ga tanggung-tanggung, BNPB bakal mengucurkan dana sebesar satu miliar rupiah buat pembangunan kembali ini.
 
So, everything is safe now?
Well, kita masih harus hati-hati gengs. Menurut Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), masyarakat harus mewaspadai kemungkinan terjadinya longsor dan banjir bandang kalo terjadi hujan di wilayah Cianjur. Hal ini karena adanya lereng-lereng rapuh usai gempa yang dikhawatirkan bisa memicu banjir dan longsor itu tadi. Di Cianjur sendiri, terhitung ada 15 gempa susulan yang getarannya terasa sampai Jakarta dan Banten.
 
Tapi emang gempanya karena apa sih?
Menurut BMKG, penyebabnya bisa jadi adalah patahan sesar Cimandiri yang bergeser. Nah, sesar Cimandiri tuh apa? Jadi menurut penelitian Teknik Geologi Universitas Padjadjaran pada 2017, sesar Cimandiri merupakan sesar tua yang terbentuk selama berlangsungnya orogenesa tahap II, yaitu pada waktu Akhir Eosen Tengah. Sesar ini terus aktif hingga menyebabkan terbentuknya tinggian purba (paleo hight) antara Lembah Ciletuh dan Lembah Cimandiri, gitu guys tulisan dari Iyan Haryanto salah satu penulis jurnal.
 
Hiks 🙁 Anything else?
Saat ini, selain masih mendata jumlah korban BNPB juga bilang bahwa saat ini, Kabupaten Cianjur membutuhkan para dokter spesialis tulang buat menangani para korban yang mengalami patah tulang. Ikatan Dokter Indonesia (IDI) sendiri bilang bahwa saat ini udah ada 200 orang dokter umum dan spesialis yang turut membantu para korban gempa.