Badai PHK Indonesia, Kasus Covid-19 di Indonesia Naik Lagi, Wabah Ebola di Uganda, Afrika, Anak Perempuan Kim Jong Un Muncul Ke Publik

48

Good morning

Monday is here again, everyone. Let’s take it slow by starting your day with meditation and if you’re into it: Try filling in your gratitude list. It is really a life changer. Now, we’re gonna catch you up! with some tech updates to Kim Jong Un. Let’s go!

Here’s your full recap on: Badai PHK Indonesia…

Nggak cuman satu dua, tapi belasan perusahaan.
You must have heard the news, rite? Over the weekend kemarin, para budak korporat dan budak startup Ibukota tuh heboh ngomongin PHK massal yang berlangsung di berbagai perusahaan sepanjang tahun ini. Perusahaan yang nge-PHK banyak, terus yang di-PHK juga nggak cuman 100-200 karyawan, tapi sampai ribuan, guys.

WHAT??? 
Iya. Well, kalau kamu inget, beberapa waktu lalu tuh sempat heboh di media sosial ada satu company yang melakukan mass layoff terhadap 3% karyawannya. Itu loo, yang rame juga di LinkedIn ehehehe. Nah ternyata, mass layoff aka PHK massal ini tuh nggak berhenti sampai di situ, guys. Banyak perusahaan gede di berbagai bidang dan didominasi oleh startup ini juga melakukan hal yang sama terhadap karyawannya. Hal ini of course jadi pertanyaan dong. “WHYYYY????”

Same question here. 
To answer the question, PHK massal ini rupanya nggak terlepas dari kondisi ekonomi global yang sekarang lagi ambyar ini, guys. Termasuk ancaman resesi global tahun depan, suku bunga yang naik, perlambatan pertumbuhan ekonomi di sektor tertentu, sampai demand masyarakat yang makin ke sini makin lemah. Not to mention iklim investasi yang makin buruk. Faktor-faktor ini kemudian berdampak secara luas kan, termasuk pada para pelaku industri. Dan industri pun kudu muter otak biar operasional tetep jalan, dan jalan yang dipilih yha.. Rasionalisasi jumlah karyawan.

Sad….
Adapun yang dari kemaren heboh banget sama berita PHK Massal ini adalah PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. Dalam keterangan tertulis, pihak GoTo bilang mereka emang harus mengambil keputusan sulit merampingkan karyawan aka PHK massal biar perusahaan bisa tetep dinavigasi di tengah kondisi ekonomi global yang penuh tantangan ceunah. Lebih lanjut, GoTo juga bilangnya mereka harus fokus ke hal lain yang ada dalam kendali perusahaan. GoTo pun memutuskan buat melakukan PHK ke sebanyak 1.300 orang atau sekitar 12% dari total karyawan mereka.

:((((
The same also goes to PT Ruang Raya Indonesia alias Ruangguru. CEO Ruangguru, Adamas Belva Devara menyebut pihaknya udah gagal dalam memprediksi dan mengantisipasi situasi ekonomi yang berkembang pesat. In his words, Belva bilangnya gini: “Kami mengerti bahwa banyak perasaan marah, sedih, dan kecewa atas hal ini maupun kepada kami secara personal. Untuk itu, kami terima dan kami minta maaf,” katanya gitu. Nggak cuma GoTo dan Ruangguru, sepanjang tahun ini, udah ada belasan company yang memilih melakukan PHK massal. Mulai dari e-commerce, ekspedisi, fintech, edutech, dll.

Tapi karyawan ini tetep dapat haknya kan?
Of course. Para karyawan yang terdampak tetep dapat haknya sebagaimana yang diatur dalam Undang-Undang kok, guys. Yaitu berupa pesangon, gaji bulan terakhir tetep penuh, perpanjangan asuransi, dll. Kalau case-nya Ruangguru sama GoTo, para karyawan terdampak ini bakal tetep dapat support buat cari kerjaan baru, konsultasi psikologis, keuangan, dan akses buat pelatihan kerja dan pengembangan karier sampai Mei 2023 nanti. Malah GoTo juga bilangnya mereka bakalan merekomendasikan orang-orang ini buat kerja di company rekan bisnisnya GoTo, guys.

I see. Did anyone say anything?
Ada dong. Pakar bisnis Rhenald Kasali bilangnya resesi global yang belakangan ini terus diomongin tuh belum tentu kejadian, guys. Tapi seolah udah di depan mataa banget sampai harus PHK massal dan publik jadi ‘dipaksa’ buat memercayai itu dan ikut ngerasain efeknya. In that sensekeparnoan orang-orang inilah yang bisa bikin resesi itu ntar bisa beneran kejadian, guys. Makanya Pak Rhenald bilangnya ini tuh ‘trust recession bukan economic recession’. Lebih jauh, Pak Rhenald juga menyampaikan yang harusnya diwaspadain sekarang tuh bukan dampak resesi, tapi dampak disrupsi yang sukses ngilangin 40% lapangan kerja dan digantikan dengan robot.

Berarti resesi atau nggak nih?
Well banyak pakar dan ahli sih memprediksi di 2023 nanti bakalan ada resesi, tapi Ekonom INDEF, Eko Listiyanto, menyebut bahwa kemungkinan Indonesia jatuh ke resesi tuh masih kecil banget, guys. Konsumsi domestik masih bisa dijaga, pertumbuhan ekonomi juga masih oke. Dan dengan belanja sosial pake anggaran yang ada, Indonesia bisa terhindar sih dari resesi. Balik lagi soal PHK massal, pakar ekonomi Bhima Yudhistira bilangnya salah satu faktornya adalah overstaffing aka rekrutmen gila-gilaan di awal terus since investor pada cabs dari itu company, perusahaan nggak bisa cover lagi biaya operasionalnya, terus PHK deh.

Got it. Anything else?
Btw adanya PHK massal yang udah berlangsung sepanjang tahun ini kan akhirnya juga di-notice sama Kementerian Ketenagakerjaan yah. Dalam keterangannya, Dirjen Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja menyampaikan supaya masyarakat tuh nggak panik. Karena bakal ada upaya dari Kemnaker buat mengatasi hal ini, guys. In that sense, banyak pihak menilai perlu ada paket kebijakan yang lengkap from A to Z yang disedian sama Kemnaker. Mulai dari urusan perpajakan, sampai bantuan sosial buat mereka yang rentan miskin.

What’s rising other than the sun?

Covid-19 case.
Yep. Covid-19 yang sekarang kita kira udah mau lewat masanya ini justru menunjukkan peningkatanguys. Banyak subvarian baru, banyak juga yang kena. Kemarin banget nih, Kementerian Kesehatan mencatat kasus Covid naik lagi, guys. Bahkan sampai ratusan.

Tell me.
Sure. Anyways, kamu tahu dong ya kalau meskipun nggak separah circa 2020-2021, Covid di Indonesia tuh masih belum tertangani 100%, guys. Masih banyak masyarakat seluruh Indonesia yang terpapar virus ini, virus ini pun masih terus berkembang jadi berbagai varian bahkan subvarian, seiring dengan tingkat vaksinasi yang masih dikebut sama pemerintah. Yang terbaru, dari varian Omicron, diketahui udah ada tiga subvarian di bawahnya, guys. Ada namanya XBB, ada XBB 1, sama subvarian BQ1. We’re sorry to inform you tiga subvarian ini udah masuk ke Indonesia, guys :(((.

Oh noooo….
Subvarian ini juga yang sekarang mulai mendominasi kasus Covid-19 di Indonesia. Malah, pattern yang kemaren waktu jamannya BA.4 dan BA.5 mendominasi tuh bisa banget keulang lagi seiring berjalannya waktu. Hal ini disampaikan langsung oleh Jubirnya Kementerian Kesehatan, dr. Mohammad Syahril. Dalam keterangannya, dr. Syahril bilang subvarian BQ1 sama XBB tuh udah 25% dari total kasus yang ada sekarang. Makanya, supaya nggak meningkat lagi, dr. Syahril beneran meng-encourage orang-orang biar vaksin, khususnya booster. Cus deh, guys!

Wait. 25%???
Iya. Disampaikan oleh Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat Kemenkes, Siti Nadia Tarmidzi, Jumat kemarin, pihaknya udah menemukan sebanyak 171 kasus positif Covid subvarian BQ1, guys. Agar angka 171 ini jangan sampai naik lagi, makanya harus dilakukan langkah kewaspadaan dong, yaitu dengan cara mengawasi pintu-pintu masuk wilayah Indonesia. Terus, pemeriksaan pake whole genome sequencing aka WGS juga diperkuat. Jadi kalau ada varian/subvarian baru lagi, bisa lebih mudah diidentifikasi (Amit-amit sik). Lebih lanjut, Bu Nadia juga menyebut Kemenkes udah ngeluarin aturan baru di mana pasien Covid di rumah sakit rujukan Covid, supaya meriksa pasien pake WGS tadi kalau itu pasien CT-nya di bawah 30, gengs.

I see….
Nah terus, kalau kamu inget, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin kan beberapa waktu lalu pernah ngomong puncak peningkatan varian XBB ini bakal terjadi di Maret tahun depan kan. Nah tapi setelah ngeliat perkembangan situasi dan kondisi di mana positivity rate udah tinggi banget di atas 60%, Pak Budi bilangnya puncak laju kenaikan subvarian XBB dan BQ1 tuh bakalan terjadi di akhir bulan ini, guys. So we’re that close to the climax 🙁.  Lebih lanjut, Pak Budi juga bilang dengan monitor yang dilakukan rutin tiap minggu, kita bisa kok ngelewatin titik puncak itu. Secara kalau ngeliat negara lain, XBB dan BQ1 ini naiknya cepet, turunnya juga cepet, katanya.

Tell me more about this BQ1 thing…
Olrait. In a nutshell, subvarian BQ1 ini udah ditemukan di 65 negara, termasuk Indonesia dan Amerika Serikat. Kasus BQ1 ini disebut paling parah terjadi di AS di mana hampir 60% kasus aktif di sana yha dari subvarian ini. Dari situ akhirnya para ahli menduga subvarian ini bisa menyebar lebih cepat kan. Bahaya? Well, sejauh ini belum ada kasus BQ1 yang menyebabkan sakit parah sih, guys. Tapi hal ini juga masih sambil dipantau sama WHO.

Kalau gejalanya?

Most likely sama aja kayak varian dan subvarian yang udah-udah, guys. Subvarian XBB juga gitu: Demam. batuk terus-terusan, pilek, mual, nyeri tenggorokan, gitu-gitu. Cuman yha gitu, dari keterangan Ketua Satgas Covid dari Ikatan Dokter Indonesia, dr. Erlina Burhan, kedua subvarian ini, khsusnya subvarian XBB rentan banget menginfeksi orang-orang yang belum pernah kena Covid sama sekali, guys kayak yang terjadi di Singapura waktu mereka lagi ada gelombang Covid kemaren.


I see. Anything else I should know?
Well well well, di tengah kenaikan angka kasus Covid kayak sekarang together with subvarian baru yang bermunculan, kita tuh emang kudu ekstra hati-hati sama informasi yang beredar di luaran sana. Kudu pinter-pinter nge-filter informasi hoax juga. Adapun salah satu informasi hoax yang bikin heboh tuh soal “Vaksin bikin kamu terinfeksi Covid”. Yang harus kamu tahu adalah, meskipun di beberapa case emang ada pasien yang terpapar dengan kondisi dia udah divaksin, tapi vaksin tuh beneran bisa provide perlindungan yang signifikan dari virus ini, gengs. Satu dosis aja udah means a lot, apalagi kalau sampai dosis ketiga aka booster ygy.

When COVID-19 is no longer a problem, but…

Now it’s Ebola in Uganda. 
Yup, jadi belakangan ini, negara Uganda di Afrika lagi bergulat sama wabah Ebola paling mematikan selama lebih dari satu dekade.

Oh no… 
Wabah Ebola sendiri pertama kali terdeteksi di distrik Mubende pada akhir September lalu. Actually, this is not the first time, sih.. Di tahun 2012, lebih tepatnya di distrik Kibaale, wabah ini tuh udah menyebabkan 24 kasus yang dikonfirmasi. Tapi wabah itu kemudian dinyatakan berakhir dalam waktu kurang dari 3 bulan.
 
Tell me more.. 
Terkait outbreak kali ini, pejabat pemerintahan setempat udah meluncurkan kontak yang agresif buat ngelacak kerabat dan teman-teman dari mereka yang hadir atau menangani jenazah korban pertama. Tapi yang bikin ngeri, since penyakit ini harus diisolasi kaya Covid-19, beberapa pasien melarikan diri dari fasilitas karantina, bahkan beberapa ada yang melakukan perjalanan ke ibu kota Kampala. What’s even worse is banyak yang mengunjungi dukun gitu deh buat pengobatan. TBL TBL TBL…

Emang nular banget?
Yep, ebola basically bisa menyebar lewat kontak langsung dengan darah atau cairan tubuh lainnya kaya air liur, keringat, air mani, atau feses atau lewat benda yang terkontaminasi kaya selimut atau jarum. Tapi Ebola juga not necessarily kayak Covid-19 atau bahkan HIV/AIDS, karena ebola nggak nyebar kaya Covid-19 lewat udara atau baru ketahuan berbulan-bulan kaya AIDS.

Seberapa parah sih kondisinya? 
Sampe sekarang, Uganda udah nemuin 55 kematian akibat Ebola. Totalnya ada 141 kasus yang dikonfirmasi dan 73 akhirnya berhasil pulih. Sedangkan puluhan kasus lainnya tengah diisolasi supaya wabahnya ngga menyebar ke warga lain.
 
Is there any vaccine? 
Menurut WHO, sekarang ini udah ada dua vaksin Ebola yang berlisensi. Tapi, keduanya itu juga masih dikembangin lagi biar aman dan bisa melindungi dari virus Ebola jenis Zaire.  Fyi, Zaire ini beda sama strain yang sebelumnya dan masih belom ada pengobatan yang efektif atau vaksin yang disetujui.

There’s another problem.. 
Selain belom ada vaksin, masalah lainnya adalah soal tradisi dan agama yang menghambat kemajuan dari penyakit. Satu komunitas di distrik Kassanda, ngegali jenazah yang udah dikuburkan sama petugas kesehatan buat ngelakuin ritual keagamaan. Akibatnya ada ledakan lebih dari 41 kasus dalam 5 hari dan 10 kematian.

….
Parahnya lagi, beberapa nggak tau kalo mereka kena Ebola dan masih ngelakuin aktivitas kaya biasa. Menurut Dr. Jackson Amone, dokter kesehatan masyarakat yang emang udah pernah nanganin Ebola sebelumnya, bilang bahwa emang perlu ditingkatjan nih investigasi, pelacakan kontak dan pengujian secara acak.

How did the government respond? 
Kalo kata Presiden Uganda Yoweri Museveni, dia bilang kalo Ebola ini masih jauh lebih mudah ditangani kalo dibandingin sama Covid-19 dan AIDS. Jadi, masalahnya tuh emang tinggal perubahan perilaku aja sebenernya. Pak Yoweri juga bilang kalo masyarakat perlu mengikuti prosedur kesehatan dari pemerintah terkait penularan penyakit ini. Adapun salah satu upaya lain yang juga dilakukan pemerintah untuk meng-contain virusnya adalah dengan menutup sekolah. Hal ini karena emang kan pengendalian anak-anak di sekolah juga susah dihindari.
 
Anything else?
Uganda sendiri dapet kritik dari beberapa pakar kesehatan global soal tanggapan Uganda yang dinilai lambat dan nggak kompeten. Mitra di komunitas donor dan diplomatik juga marah soal sedikitnya informasi yang dikasih sama otoritas Uganda terkait outbreak ini.

Who’s making her first public appearance?

Anak ceweknya Kim Jong-un.
 
Iya guys, kalo kita-kita punya anak, terus first public appearance-nya lewat update lucu di feed IG atau story, maka ngga gitu ceritanya sama anaknya Kim Jong un. Dia justru pertama kali muncul ke publik saat… ikut bokapnya ngawasin peluncuran jenis baru rudal balistik antarbenua. Yep, anti mainstream emang. Dalam foto itu, tampak Kim Jong un dan anaknya yang ngga diketahui namanya siapa itu bergandengan tangan ngebelakangin rudal balistik yang dimaksud. Dalam keterangan resmi dari kantor berita Korut KCNA, disebutkan bahwa misil baru yang bakal dilaunch itu bernama Hwasong-17 dan akan terbang dalam jarak sekitar 999,2 kilometer dan kalo menurut itung-itungannya Jepang sebagai negara tetangga sih, misil itu bisa mencapai daratan AS.
 
Balik lagi ke keluarga Jong Un, info soal kehidupan pribadi Kim Jong-un tuh emang superrrr private. Selain nama, jumlah siblings dari anak itu juga ngga diketahui. Tapi, di 2013, mantan pemain basket Dennis Rodman bilang ke kantor berita The Guardian bahwa Mr Kim punya bayi yang namanya Ju Ae. Jadi ya kira-kira istrinya Mr Kim tuh hamil di tahun 2012. Bahkan, berita soal pernikahan Mr Kim aja baru diumumin tiga tahun setelahnya.

“Pada ngga jelas,”
 
Gitu guys kata Wakil Ketua Umum Partai Gelora yang juga mantan politisi PKS Fahri Hamzah saat nanggapin soal kisruh antara Partai Demokrat dan Partai NasDem terkait kans Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka mendampingi Anies Baswedan sebagai cawapres. Kata Fahri Hamzah, ribut-ributnya gajels banget karena jadwal Pemilu yang masih lama, tapi capres cawapres potensial sudah mulai bermunculan.
 
When you zoned out during meetings….

Announcement

Thanks to Alodita, someone, Alif, Jasmine, & Hana for buying us coffee today!
 
(Mau ikutan nraktir tim Catch Me Up! kopi? Here, here…just click here Dengan mendukung, kamu nggak cuma beliin kopi yang menemani kami nulis, namun kamu juga udah men-support kami untuk terus berkarya dan membuat konten-konten berkualitas yang imparsial dan bebas dari kepentingan. Thank you so much!)

Catch Me Up! recommendations
Since it’s Monday, here are some small things you can do everyday to be healthier.