Ulang Tahun TNI Ke-77

63

Who just celebrated their birthday?

Our soldiers, Tentara Nasional Indonesia aka TNI.
Yep. Di tengah berbagai krisis, konflik, plus gonjang-ganjing politik yang lagi happening di negeri +62 ini, prajurit TNI mulai dari Angkatan Darat, Laut, dan Udara kemarin banget nih merayakan ulang tahun mereka yang ke-77, guys. Nah, dalam HUT mereka tahun ini, nggak cuma kinerja mereka menjaga kedaulatan NKRI aja yang di-highlight, tapi juga kesejahteraan para TNI itu.

Tell me. 
Sure. First of all let’s talk about the history of TNI. Kamu harus tahu nih, guys. Pada awal masa pembentukannya di awal kemerdekaan, tentara yang kita kenal sekarang tuh belum jadi TNI, guys. Ada proses yang panjangggg banget, nggak cuma soal kedudukannya, tapi juga soal nama angkatan bersenjata kita ini. Dari Badan Keamanan Rakyat aka BKR yang dibentuk secara independen dari masyarakat, terus diambil alih pemerintah pada 5 Oktober 1945 dan berubah nama jadi Tentara Keamanan Rakyat aka TKR. Terus, atas perintah Presiden Soekarno pada Juni 1947, nama TKR berubah Tentara Nasional Indonesia aka TNI yang mencakup wilayah darat, laut, dan udara Negara Kesatuan Republik Indonesia dan masih kita pake sampai sekarang.

Naisss…..
Nah, sebagai salah satu elemen penting dalam keberlangsungan negara, peringatan Ulang Tahun TNI of course nggak bisa dilewatkan gitu aja dong. Setiap tahunnya, ada selebrasi dan perayaan gede-gedean yang diselenggarakan setiap tanggal 5 Oktober. Masing-masing TNI dari tiga angkatan pada atraksi deh tu menunjukkan alutsista mereka. Kendaraan tempur AD pada keluar, pesawat tempur AU pada beterbangan, terus di dermaga kapal AL juga bertengger. Meanwhile, seremonial perayaan HUT TNI ini tetep diadainnya di Istana Merdeka, guys. Termasuk tahun ini, yang digelar yha tanggal 5 kemarin itu.

Gimme all the details….
You got it. Di Peringatan HUT TNI kemarin, upacaranya sendiri dipimpin langsung oleh Presiden Joko Widodo dan dihadiri oleh sejumlah pejabat kayak Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa, Menko Polhukam Mahfud MD, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Ketua MPR Bambang Soesatyo, dan Ketua Umum PDI-Perjuangan Megawati Soekarnoputri. Terus seperti yang tadi kita bahas, yang punya hajat aka TNI juga pada unjuk gigi mamerin alutsista yang dipunya, guys. Ada sekitar 60 alutsista secara total. Mulai dari kendaraan tempur yang konvoi dari Istana Merdeka ke Bundaran HI, terus pertunjukan pesawat tempur yang manuver membentuk angka 77, dsb.

Tell me more about the ceremony…
Nah ada hal menarik dalam upacara kemarin nih. Iya, jadi Jenderal Andika kan kasih laporan kinerja TNI gimana setahun terakhir, kasih laporan juga keadaan Pos Lintas Batas Negara aka PLBN kita sekarang gimana. Sekalian ada chit-chat aka dialog deh tuh Presiden Jokowi sama para prajurit TNI yang lagi bertugas di beberapa PLBN. Kayak dari PLBN Entikong perbatasan Indonesia Malaysia, PLBN Motaain perbatasan Indonesia-Timor Leste, PLBN Talaud perbatasan Indonesia-Filipina, plus PLBN Sota perbatasan Indonesia-Papua Nugini.

Ngomongin apatu?
For context, chit-chat aka dialog-nya itu gantian, guys. Pertanyaan yang diajukan Pak Jokowi ke prajurit di masing-masing PLBN kurang lebih sama. Presiden tanya ada berapa prajurit yang bertugas di sana, terus kalau mereka belanja sehari-hari di mana? Nah, pas giliran dialog bareng prajurit di PLBN Sota, Pak Jokowi nanyain, “Tunjangan TNI cukup nggak?” Dijawab sama komandan sana, “Siap, untuk tunjangan cukup, pak.” Dibalas lagi sama Pak Jokowi, “Bener cukup? Nggak usah takut sama Panglima,” katanya gitu. “Siap, cukup, bapak.”

Kesejahteraan TNI.
Disampaikan oleh Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, pemerintah selalu memperhatikan  dan selalu pengen meningkatkan kesejahteraan TNI, guys. Cuma yha gitu, pengennya pemerintah nggak sejalan sama kondisi yang sekarang terjadi. Yep, we’re talking about kondisi ekonomi negeri kita yang sekarang lagi nggak baik-baik aja, guys. Ancaman resesi, ancaman krisis, inflasi, dll.

Iyasi Terus terus?
Nah, dalam peingatan HUT TNI kali ini pula, di tengah gonjang-ganjing politik yang sekarang lagi happening banget nih (see you soon, 2024), Ketua DPR RI, Puan Maharani menyampaikan kalau TNI tuh nggak boleh ngikut arus ke politik praktis. Nah, Mbak Puan bilangnya TNI tuh harus netral. TNI harus profesional sesuai sama tugas, pokok, dan fungsinya. Hal ini juga yang sebelumnya sempat di-mention juga sama Jokowi di mana TNI kudu berpegang teguh sama jati diri TNI sebagai tentara rakyat, tentara pejuang, tentara nasional, dan tentara profesional.


I see. Anything else?
Btw ngomongin TNI, of course nggak bisa lepas dari bestie-nya which is Polri. Yep, di tengah duka yang terjadi atas Tragedi Kanjuruhan yang melibatkan personel TNI/Polri beberapa waktu lalu, banyak pihak mendesak agar ada evaluasi secara serius dan menyeluruh terkait pimpinan di dua institusi ini, guys. Bahkan, Kapolri Jenderal Listyo senyum di Upacara HUT TNI kemarin dinilai nggak sensitif sama keadaan sekarang. Lebih lanjut, banyak pihak menilai Jenderal Andika dan Jenderal Listyo harusnya sekarang masih ada di Malang dan melakukan investigasi serta evaluasi atas Tragedi Kanjuruhan. Nggak perlu ikutan HUT TNI.