Subvarian Covid-19 XBB Masuk Ke Indonesia

44

Who’s singing “Hello from the other side…”

Adele?
Nope, we’re talking about Covid-19 yang saying “Hello” setelah kita udah mulai lupa dikit-dikit sama doi. Yep, from cacar monyet to gagal ginjal akut, do you still remember Covid-19?? Of course you do. Nah, after thousands of ups and downs, yet the highest highs and the lowest lows, belakangan ini ditemukan lagi subvarian baru dari virus ini, guys. And we’re sorry to inform you, subvarian ini udah masuk ke Indonesia. Everybody, meet: Subvarian XBB
 
XBB itu singkatan dari… Xori baru bales?
Itu mah gebetan kamu gasii? XD Anyway to start it off, let’s kenalan dulu sama subvarian baru ini ygy. Jadi, di saat dunia udah mulai riweuh sama urusan lain other than Covid-19, so Covid be like, “Wah orang udah mulai lupa nih sama w. Udah nggak jadi center of attention lagi nih. Ngapain yha enaknya, ok membelah diri lagi deh. Omicron, let’s do this,” gitu guys kira-kira. Eheheheh. Yep, subvarian baru yang kemudian diberi nama XBB ini asalnya dari Omicron, dan udah menyebar di sejumlah negara. Termasuk Australia, Denmark, AS, Jepang, dan India. Adapun yang paling deket sama kita yha.. Thailand, Filipina, dan Singapore.

Deket banget dong???
Mana parah banget lagi kasusnya. Iya, minggu lalu di SG, Menteri Kesehatan Ong Ye Kung mencatat subvarian XBB ini udah mendominasi sebesar 54% dari keseluruhan total kasus di sana, guys. Sementara kalau di Filipina, masih dari catatan minggu lalu, udah ada 81 kasus baru yang merupakan Omicron subvarian XBB ini. Nah beda lagi ceritanya sama Thailand, karena ketahuannya bukan di Thailand langsung, tapi di Bandara Hong Kong waktu otoritas imigrasi lagi random testing tiga orang warga Thailand yang baru landing. Eh ketemu yang positif, dan setelah ditelusuri, kasus positif itu merupakan subvarian XBB.

I hate to ask this, but what about
 Indonesia?
We hate to say this as well, but dari keterangan Kementerian Kesehatan, subvarian  ini udah terdeteksi di Indonesia, guys. Pertama kali ditemukan September kemarin, di mana itu orang berasal dari Surabaya dan baru pulang dari SG. Nggak cuman itu, ada satu orang dari Jakarta yang juga balik dari Singapura terdeteksi positif Covid subvarian XBB ini. Terus dari situ, kasusnya semakin berkembang dan udah ada lagi tiga orang lainnya merupakan transmisi lokal dari DKI Jakarta. Dr. Mohammad Syahril, Jubir Kemenkes menyebut, keempat orang ini udah menjalani isolasi mandiri dan sekarang udah sembuh.

Hold on.
 Ini orang positif Covid kok tetep bisa traveling si?
Nah itu dia masalahnya. Subvarian XBB ini emang nggak terdeteksi sama antigenguys. Hal ini pertama kali diungkap oleh Departemen Kesehatan Filipina yang bilang deteksi ada nggak-nya virus subvarian ini cuman bisa lewat PCR aja. Makanya di sini suka banyak yang terkecoh gitu. Makanya di Filipina sendiri lagi digalakkan banget nih random testing, biar bisa dapat a whole picture udah sejauh mana subvarian XBB ini meluas di negara mereka.

Kalo di Indonesia gimana?
Kalo di Indonesia sendiri, despite kasus Covid-19 yang emang mengalami peningkatan seminggu terakhir sebesar 27,1 persen, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin emang belum nge-define subvarian XBB ini merupakan the main cause dari kenaikan kasusnya, gengs. Menkes Budi juga menegaskan kalau subvarian ini belum punya efek yang gimana banget related to perkembangan Covid-19 di Indonesia. In his words, Pak Budi bilangnya, “Belum keliatan, ya. Masih baru,” gitu guys. Tapi potensi puncak kayak kenaikan kasus  jaman Delta sama OG Omicron kemaren yha ada banget.

Please don’t….
Amen. Masih dari keterangan Pak Budi, potensi puncak kenaikan kasus karena subvarian XBB ini diprediksi bakal terjadi di Februari tahun depan, guys. Makanya mulai dari sekarang, berbagai langkah preventif pun mulai dilakukan. Contoh, percepatan vaksin booster mulai digenjot lagi start from Desember sama Januari tahun depan. Biar masyarakat Indonesia juga semakin terproteksi dari si virus ini, berikut bersama subvarian yang mengikutinya, termasuk subvarian XBB ini.


I see. Anyone saying anything?
Ada dong. Seiring dengan subvarian XBB yang udah mulai masuk Indonesia, Pakar Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi, Professor Tjandra Yoga Aditama menyebut kalau bisa aja subvarian lain nyusul masuk ke Indonesia, namanya Subvarian XBC. Subvarian XBC ini sendiri udah menjangkit sebanyak 193 orang di Filipina, makanya Indonesia bisa aja kena juga. Dari situ, Prof. Tjandra mengingatkan kalau kita emang kudu fasten the seatbelt lagi in terms of penanganan Covid-19, biar nggak ada gelombang-gelombng berikutnya lagi.

I see. Anything else I should know?
Btwww yang belum vaksin booster di sini cunggg??? Well, dari beberapa waktu lalu sampai sekarang, stok vaksin di berbagai daerah tuh udah mulai menipis bahkan kosong, guys. Termasuk di Jakarta. Padahal angka masyarakat yang udah booster masih relatif rendah, dan booster masih jadi syarat perjalanan. The question is, program vaksinasi nih emang lagi ditunda apa gimana? To answer that question, Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kemenkes, Siti Nadia Tarmidzi bilangnya program vaksinasi nggak pernah ditunda. Lebih jauh soal stok yang udah banyak menipis bahkan kosong, Bu Nadia bilang pihaknya bakal melakukan relokasi dari daerah yang stoknya masih banyak ke yang lebih butuh. Abis itu lanjut lagi di Desember dan Januari di-stok lagi sesuai keterangan Menkes Budi.