Polri : Tilang Hanya Diselesaikan Secara Online

59

When you get nervous every time you see your…

Gebetan?
Nope, the police. Coba guys, raise your hand kalau kamu lagi naik motor atau mobil terus ngeliat ada polisi di depan, kamu langsung auto puter balik cari jalan lain. Hayooo takut ditilang ya? Well, Senin kemarin, Polri udah mengubah aturan tilang ini loh, guys. kamu cuma bakal ditegur, dan edukasi. Urusan tilangnya bakal diberesin secara online aja aka lewat ETLE.

Seriusss?
Iya. Jadi ceritanya gini, guys. As we all know, kepolisian melalui Korps Lalu Lintas tuh sering banget menggelar operasi ini itu mulai dari Operasi Ketupat kalau lagi Lebaran, Operasi Lilin kalau lagi Natal dan Tahun Baru, dll kan. Nah di operasi itu, lazim banget kita temukan polisi pada bergerilya melakukan razia buat pengendara yang nggak ngikutin aturan, dan end up dikasih bukti pelanggaran aka tilang pake secarik kertas gitu kan. Terus things happened deh di proses tilang ini, guys. Negosiasi, pake embel-embel, “Yaudah pak, biar cepet kelar nih urusannya. Bayar aja sekian.”

W pernah plis…
Same ehehehe. Nah yang harus kamu tahu adalah, akhir tahun ini kan bakalan digelar lagi operasi yang sama yang bakal digelar selama dua-tiga bulan ke depan, adapun namanya Operasi Simpatik dan digelar serentak di seluruh Indonesia. The thing is, diinstruksikan langsung oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, operasi kali ini bakalan beda, guys. Yha most likely kamu tetep bakalan di-stop di pinggir jalan sih, cuma dalam operasi kali ini, pendekatan yang dilakukan polisi waktu nilang kita tuh bakalan beda, which nggak bakalan lagi ada tilang manual gitu.

Terus gimana?
Udah canggih sekarang, gengs. Pake teknologi namanya Electronic Traffic Law Inforcement aka ETLE. Jadi kalau kamu sering liat ada CCTV di perempatan lampu merah, itu adalah salah satu bentuk ELTE bentuk statis, yang sistemnya diem di tempat. Selain bentuk statis, ada juga yang bentuknya mobile alias bergerak yang dibawa petugas kayak ke-install di handphone atau di kendaraan patroli mereka. Tujuannya, yha biar insan Polri tuh bisa menjalankan tugasnya secara profesional, transparan, independen, akuntabel, dan nggak memungut biaya di luar ketentuan alias pungli EHEM.

Bener tuh pak….
Lebih jauh, selain nggak ada lagi tilang manual, pendekatan masyarakat kalau ada yang melakukan pelanggaran ini juga beda, gengs. Disampaikan oleh Direktur Penegakan Hukum Korps Lalu Lintas Polri Brigadir Jenderal Aan Suhanan, pendekatan Operasi Simpatik ini bakalan dilakukan dengan dua metode, yaitu projustitia dan nonjustitia. Projustitia itu yha diadili di pengadilan lewat proses hukum dll, terus kalau nonjustitia tuh lebih ke edukasi dan teguran untuk kasih efek jera. Abis itu udah, pelanggarnya dibolehin jalan lagi. Terus kalau projustitia tuh kalau yang udah parah banget, kayak kalau ada kecelakaan lalu lintas, dll.

Is that it?
Belum selesai, beb. Pak Kapolri juga kasih instruksi sama semua insan Polri khususnya yang kerjanya di Korlantas buat menerapkan 3S: Salam, Senyum, Sapa dalam melayani masyarakat. Lebih jauh, Jenderal Listyo juga bilang ke para anggotanya buat meningkatkan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas biar bisa mencegah terjadinya pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas. Nah, kalau udah begitu, baru deh polisi yang oke dikasih reward, terus polisi yang masih bandel nggak ngikutin aturan dijatuhkan hukuman.

I see. Anything else?
Well well well, balik lagi ngomongin Pungli, Jenderal Listyo tuh emang ambi banget mau menghilangkan budaya ini ke instansi yang beliau pimpin itu, guys. Nggak cuma pungli soal tilang-menilang aja, tapi juga pungli di sektor lain, bahkan sampe yang bawa-bawa nama beliau buat memungut pungli ini tadi. In his words, Jenderal Listyo bilangnya gini: “Termasuk juga kalau ada yang bawa-bawa nama saya, tolong tangkap. Laporkan. Kita sepakat di Mabes Polri tidak ada yang seperti itu.” Hal ini juga berlaku Pungli yang dikenakan kalau mau masuk sekolah Polri. Udah nggak bisa lagi tuh guys.