PM Inggris Liz Truss Mengundurkan Diri Dari Jabatannya

32

What is the shortest thing in the UK?

Liz Truss’ leadership. 
Yoi guys, as you might have heard, Perdana Menteri baru Inggris alias Liz Truss akhirnya mengundurkan diri dari jabatannya pada Kamis (20/10), setelah baru menjabat selama 45 hari.

Tell me why… 
Ain’t nothin’ but a heartache. Singkatnya, gejolak ekonomi dan politik di Inggris akhirnya bikin Liz Truss nggak kuat dan akhirnya resigned. Truss sendiri bilang kalo ia menjabat di tengah masalah ekonomi dan invasi Rusia, dan itu bikin dia gagal buat menuhin target kebijakannya. Padahal, we can say that part of gejolak ekonomi itu ya disebabin sama kebijakan yang doi bikin sendiri.

Hmm, gimana gimana?
Coba kita bahas satu per satu masalah yang bikin doi puyeng tujuh keliling sampe akhirnya mikir buat resign aja. Pertama, pas awal-awal dia menjabat, dia langsung mutusin buat subsidi energi sebesar 50 miliar poundsterling alias Rp 2.571 triliun. Niatnya sih buat melindungi rumah tangga masyarakat di tengah kelonjakan tagihan energi. But it ends up dengan pinjaman pemerintah yang meningkat, padahal investor udah mulai ketar-ketir soal keuangan Inggris.
 
Go on…
Kedua, soal pemotongan pajak. Truss pernah bilang kalo dia bakal memangkas pajak sebesar 45 miliar poundsterling atau setara USD 48 miliar, yang niatnya bikin ekonomi Inggris kembali pulih. Namun yang terjadi, kebanyakan dari pemotongan pajak ini dinikmatinya sama kelompok ekonomi kaya. Saking blundernya ini kebijakan, International Monetary Fund (IMF) sampe mengkritik kebijakan ini karena ditakutkan bakal bikin nilai tukar poundsterling anjlok ke level terendah. Eventually, kebijakan ini ditarik kembali, tapi tetep jabatan PM-nya juga harus ditinggalkan Truss.
 
Ketiga…
Ketiga adalah krisis gas atau krisis energi akibat perang Rusia-Ukraina. Krisis biaya hidup di Inggris makin nggak karuan, harga-harga makin meroket, ditambah lagi menjelang masuk musim dingin yang bikin kebutuhan atas energi meningkat. Hal ini diperparah dengan adanya pembatasan ekspor gas alam cair yang dilakukan Rusia ke negara-negara Eropa. Akhirnya, biaya hidup dan tagihan listrik jadi naik dan bikin warga di Inggris kalang kabut untuk fulfill their needsAs you guys may remember, belom lama ini juga ada berita soal anak-anak di sana yang sampe makan karet karena udah nggak sanggup buat beli makanan yang harganya kian mahal. Udah seberat itu guize idup di sana.

Hiks…. I see…
Keempat, inflasi tembus ke level tertinggi dalam 40 tahun. Imagine, it hits the highest level in 40 years. Kantor Statistik Nasional Inggris aka ONS mencatat bahwa tingkat inflasi tahunan Inggris naik jadi 10,1 persen pada September, meningkat dari 9,9 persen pada Agustus lalu. Nggak sampe situ aja, there are still many other reasons yang nandain kalo Inggris emang lagi nggak baik-baik aja. Mulai dari banyak warga yang akhirnya terpaksa buat jadi pekerja seks demi bisa bertahan hidup, tingkat upah yang nggak kunjung naik, sampe ancaman PHK terhadap ribuan karyawan. Kebayang kan pusingnya Liz Truss kaya apa? Baru menjabat sebentar, masalahnya udah bertubi-tubi kaya gitu. So, akhirnya doi mutusin buat mundur aja.

Where are we from here?
Well, setelah resign, Liz Truss sebenarnya masih terus menjabat sampe nanti ada penggantinya yang baru. Inggris sendiri sekarang ini masih berupaya untuk menemukan siapa pengganti Liz Truss. Nah, pemilihan buat PM Inggris yang baru akan dilakukan pada pekan depan. Dannn, perdana menteri baru akan diumumkan pada Jumat (28/10). Fyi, perdana menteri yang baru nanti bakal jadi perdana menteri yang ketiga dalam masa jabatan parlementer ini.


Who are the candidates?
Pertama ada Rishi Sunak, kandidat keturunan India yang sebelumnya juga melawan Truss di pemilu. Dia sendiri sebenernya kaya udah tau gitu kalo Truss nggak bakal bertahan lama, terutama gara-gara rencana ekonomi Liz Truss yang “super out of the box”. Kedua, ada nama Penny Mordaunt. Mordaunt sendiri kemungkinan bakal dapet dukungan karena kredensial militernya. Ketiga, Kemi Badenoch. Dia merupakan salah satu anggota parlemen yang lebih muda dari yang lainnya. Keempat, Grant Shapps. Dia sendiri sebelumnya jadi menteri dalam negeri di era Truss, dan jadi menteri transportasi di era Boris Johnson. Last but not least, Boris Johnson. Ini adalah perdana menteri terakhir sebelum Truss menjabat.

For your information… 
Liz Truss jadi Perdana Menteri Inggris dengan masa jabatan paling singkat dalam sejarah. Sebelumnya, ada George Canning yang meninggal pada 1827, setelah menjabat selama 119 hari. Selain itu, ada Sir Alec Douglas-Home yang menjabat jadi perdana menteri dalam kurang dari setahun. Terus, ada juga Sir Anthony Eden yang menjabat hampir dua tahun dan akhirnya berhenti karena masalah kesehatannya.

And the world is responding… 
Terkait mundurnya Liz Truss ini, berbagai pemimpin dunia pun ikut komentar. Kalo Rusia, Juru Bicara Kementerian Luar Negerinya, Maria Zakharova bilang kalo itu tuh jadi aib buat Inggris. Beda dari Rusia, Presiden AS Joe Biden bilang kalo dia berharap terus bisa melanjutkan kerja sama dengan Inggris. Terus, kalo Presiden Prancis Emmanuel Macron bilang kalo dia berharap stabilitas buat negara Inggris.

Anything else? 
Eits, tapi walaupun Liz Truss malu abis di hadapan warga Inggris dan dunia karena menjabat sebentar banget, dia masih berhak buat terima tunjangan tahunan sebesar 115 ribu poundsterling atau sekitar Rp 2 miliar setelah mundur jadi PM Inggris. Jadi, emang kalo menurut undang-undang Inggris, seorang pejabat yang sudah jadi mantan PM berhak mengklaim Tunjangan Biaya Tugas Publik (PDCA). So, she deserved it, at least according to the law..