Kunjungan Presiden FIFA Ke Indonesia

49

Who’s enjoying his time in Indonesia?

Presiden FIFA, Gianni Infantino.
Well, sejak terjadinya Tragedi Kanjuruhan yang menyebabkan 133 orang meninggal dunia dan ratusan lainnya luka-luka, sepak bola Indonesia tuh belakangan ini emang got the spotlight banget ygy. Sampai Presiden FIFA pun datang berkunjung ke Indonesia dan bertemu sejumlah tokoh di sini mulai dari Pak Jokowi sampai para korban Kanjuruhan. Eh, maksudnya Ketua PSSI. So everybody, meetGianni Infantino.

Tell me.
Sure. Sejak Tragedi Kanjuruhan yang terjadi di Malang 1 Oktober kemarin itu, Presiden Joko Widodo kan langsung bertindak yah. Adapun salah satu tindakan yang dilakukan beliau adalah in contact dan telfonan sama pihak Federation Internationale de Football Association aka FIFA, organisasi internasional yang menaungi urusan persepakbolaan seluruh dunia. Terus, sebagai presiden, yha Pak Jokowi in contact langsung sama presidennya juga dong, which is Pak Gianni Infantino ini. Adapun hasil dalam obrolan mereka di telfon waktu itu adalah Pak Gianni bakalan datang berkunjung ke Indonesia, guys.

Terus, udah datang doi?
Udah, hari Selasa kemarin. Begitu tiba di Jakarta dengan dijemput Menteri BUMN Erick Thohir, Pak Gianni langsung otw ke Istana Merdeka dan ketemu sama Pak Jokowi. Ada banyak lah yang mereka omongin. Terutama soal transformasi sepak bola Indonesia pasca-Tragedi Kanjuruhan ini, ini juga yang jadi alasan kenapa Pak Gianni sampai bela-belain terbang ke sini, guys. Yakni ditegaskan bahwa harus ada reformasi dan transformasi dalam sistem sepak bola Indonesia karena sepakbola itu tentang kebahagiaan. Selain itu, kita juga harus make sure standar keamanan match sepak bola kita tuh emang berjalan sesuai standar FIFA.

I see… 
Talking about standar, jadi emang urusan keamanan di kita tuh bercabang banget yah. Nah, dalam obrolannya bareng Pak Gianni, Presiden Joko Widodo nge-break down sistem itu jadi beberapa aspek, gengs. Mulai dari manajemen stadion, fasilitas-fasilitas di stadion, manajemen pertandingan especially pengaturan waktu, sampai manajemen suporter. Adapun sebagai langkah awal, Stadion Kanjuruhan bakal dirubuhin dulu dan dibangun baru sesuai standarnya FIFA, plus bakalan ada teknologi di stadion yang bakal bantu mitigasi potensi apapun yang bisa membahayakan supporters atau pemain. Terus, Pak Jokowi juga menyebut pihaknya dan FIFA bakal mengkaji ulang para decision makers dan pemangku kebijakan di persepakbolaan Indonesia, gengs.

Are they talking about PSSI?
Not sure. Talking about PSSI, dalam pertemuan kemarin itu, emang cuma antara pihak pemerintah Indonesia sama FIFA aja, guys. Makanya Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan nggak keliatan. Kang Iwan Bule baru keliatan malemnya, di Stadion Madya GBK dan ketemuan sama Pak Gianni di sana. Since itu ketemuannya di GBK, berarti bukan meeting biasa dong nih. Yep, selain meeting, ada juga friendly match aka pertandingan persahabatan antara kedua pihak ini, guys. Sekjen PSSI, Yunus Nusi bilangnya, friendly match ini emang di-initiate sama Pak Gianni dengan harapan antusiasme sepak bola Indonesia nggak surut akibat Tragedi Kanjuruhan kemarin itu.

Hah gimana???
“Di tengah duka dan air mata yang belum kering gara-gara ratusan orang meninggal dan ratusan lainnya luka-luka abis nonton sepak bola, kok bisa-bisanya orang yang kerjanya di industri sepak bola ketawa sambil friendly match begitu??” ini yang jadi pertanyaan banyak pihak, guys. Nggak terkecuali pihak yang kemaren abis mengusut tuntas kasus ini, aka Tim Gabungan Independen Pencari Fakta aka TGIPF.

 
Jujur, setuju…
Iya kan… Bahkan salah satu anggota TGIPF, Laode Syarif menyebut hal itu sangat disayangkan karena kuburan korban meninggal pun belum kering :(. Lebih jauh, Laode juga bilang yang harus dikedepankan sekarang itu adalah empati. Empati ke korban meninggal, keluarga korban meninggal, dan korban yang sekarang masih dirawat di rumah sakit. Fyi, Kang Iwan Bule tuh sebenarnya Selasa kemarin memenuhi undangan polisi atas kasus ini, guys. Tapi jadwalnya harus digeser gara-gara kedatangan Pak Gianni ini.

HEMM Ok back to the meeting. 
Back to the meeting, selain main bola, PSSI dan FIFA juga meeting dong. Nah dalam meeting itu, pihak FIFA merekomendasikan PSSI buat mulai invest di Video Assistant Referee aka VAR buat pertandingan top tier kayak Liga 1. Dengan adanya VAR ini, integritas pertandingan juga bakalan upgrade karena bisa bantu wasit membuat keputusan. As we all know wasit di Indonesia tuh kan masih sering diragukan kan, makanya VAR ini dianggap bisa jadi jalan keluar, guys. The thing is, VAR tuh nggak murah. Sekitar Rp85 miliar biayanya, makanya FIFA berharap investasi ini nggak cuman dari PSSI aja, tapi juga dari pemerintah.

Pemerintah lagi nih?
Yep, PSSI tuh berharap besar sama pemerintah Indonesia, guys. Makanya waktu ketemu Pak Jokowi kemarin, Pak Gianni menyampaikan pihaknya commit bakal jor-joran bantu Indonesia dalam reformasi dan transformasi sepak bola Indonesia, bahkan mereka sampe mau buka kantor di sini.

Got it. Anything else?
Remember yang menjemput Gianni Infantino dari bandara otw ke Istana Merdeka itu Menteri BUMN, Erick ThohirWell, Pak Jokowi emang sengaja mengutus ET buat jemput Pak Gianni karena faktor kedekatan keduanya yang udah terjalin lamaaa banget sejak ET masih menjabat sebagai Presiden Klub Inter Milan. Fun fact, ET tuh emang sempat beli sahamnya Klub Inter Milan di tahun 2013 lalu dan mengambil alih klub itu, guys. Mas Erick kemudian menjual sebagian sahamnya di tahun 2016 dan kursi presiden pun udah beralih ke Steven Zhang di tahun 2018.