Gas Air Mata Di Tragedi Kanjuruhan, Resesi Global Di Tahun 2023, Korban Salah Tembak Di Texas, Konsentrasi Penuh Jadi Musuh Kreativitas

83

Good morning

Hello. It’s Wednesday, so as always, we got you some podcast here. Yep, in case you’re more into listening. Now, grab your coffee, sit straight, and let’s catch up! with everything you need to know to start your day. Begin with…

Gas air mata at Tragedi Kanjuruhan

Which everyone keeps talking about.
Yoi. Tragedi paling paling mematikan nomor dua sepanjang sejarah sepak bola dunia ini emang udah 11 harian, guys. But the grief, the pain, and everything are still here. Termasuk berbagai question marks yang dari kemaren udah kita bahas juga still here and there. Nah, pelan-pelan, seiring berjalannya waktu, akar masalah from A to Z-nya kasus ini juga mulai kebongkar, guys. Termasuk tentang penggunaan gas air mata yang menyebabkan banyak korban meninggal dunia.

Tell me.
Sure. As we all know, match Arema FC VS Persebaya dalam Liga 1 yang berlangsung di Stadion Kanjuruhan itu kan berujung jatuhnya korban jiwa. Hal ini karena, kalau menurut aparat sih, mereka yang bertugas perlu segera meredam emosi supporters itu as fast as they can, salah satu caranya adalah dengan penggunaan gas air mata yang kemudian dipertanyakan banyak pihak. Yep, kalau kamu invested ngikutin tragedi ini, kamu pasti khatam bahwa gas air mata ini kena spotlight yang begitu gede. Nggak hanya karena penggunaannya yang dilarang FIFA, tapi juga karena gas air mata yang digunakan malam itu udah kadaluarsa.

WHATTT???
Iya. Adapun yang pertama kali speak up tentang masalah ini tuh Komisioner Komnas HAM, Choirul Anam. Disampaikan langsung oleh Cak Anam, pihaknya dapat informasi kalau gas air mata yang digunakan di Stadion Kanjuruhan tuh diproduksi tahun 2016 dan seharusnya udah kadaluarsa tahun 2019 lalu. Makanya Komnas HAM pun beranggapan gas air mata ini punya peran yang cukup signifikan dalam tragedi ini, since udah kadaluarsa tadi.

Terus terus?
Tapi belum bia dipastikan legit kan. Masih berupa kecurigaan aja awalnya. Adapun kecurigaan ini terus berlanjut sampai diperiksa sama tim gabungan bentukan Jokowi, Tim Gabungan Independen Pencari Fakta. Salah satu anggota mereka, Rhenald Kasali mengungkap gas air mata yang supposed to meredam agresivitas massa, tapi kali ini kok… Mematikan? Gas air mata yang dipake di sana tuh beda gitu kalau kata Pak Rhenald, guys. Awalnya korban nggak ngerasa apa-apa, eh sehari dua hari setelahnya mata mereka langsung menghitam dan memerah. Makanya kecurigaan kadaluarsa pun jadi makin kuat dan sampel gas air mata itu pun dibawa ke lab buat diperiksa, gengs.

I believe Polri has a say….
You know what? Jeng jeng… Dalam keterangannya, pihak Polri mengaku kalau gas air mata yang digunakan emang udah kadaluarsa, guys. Hal ini dikonfirmasi langsung oleh Kadiv Humas Polri, Irjen Dedi Prasetyo dalam konfereni pers hari Senin kemarin. HOWEVER, Irjen Dedi bilangnya justru kalau udah kadaluarsa, kandungan zat kimia yang ada di dalam situ jadi berkurang, kemampuannya juga menurun. Jangan disamain sama makanan yang kalo kadaluarsa jadi ngerusak kesehatan, gas air mata konsepnya nggak gitu. In that sense, Irjen Dedi bilangnya even udah kadaluarsa, ga air mata ini nggak berbahaya, guys.

HAH GIMANA??
Masih dari pernyataan Irjen Dedi, berdasarkan hasil penelusuran penyidik, ratusan korban yang tewas dan luka-luka dalam Tragedi Kanjuruhan itu bukan karena gas air mata, tapi karena kekurangan oksigen (?????): Mereka yang desak-desakan, berusaha keluar dari stadion itu at one time, bahkan ada yang terinjak, makanya sampai mengakibatkan kekurangan oksigen dan meninggal. Lebih jauh, Irjen Dedi juga menyebut keterangan para ahli di mana gas air mata tuh nggak ada yang sampe menyebabkan kematian. Hal ini juga selaras sama keterangan dokter spesialis yang menangani korban Kanjuruhan, nggak ada satu pun korban meninggal akibat gas air mata. Semuanya pure karena kekurangan oksigen.

Tapi tuh… Gimana ya jelasinnya?
Easy, we got you. Balik lagi ke keterangan TGIPF tadi, Pak Rhenald bilangnya Polri tuh udah melakukan penyimpangan dan pelanggaran karena udah nembakin gas air mata yang udah kadaluarsa. Terus, Polri tuh harus inget kalau mereka tuh bukan polisi yang basisnya militer. In fact, mereka adalah civilian police aka polisi rakyat yang harusnya patuh sama Hak Asasi Manusia.

HEM. Anything else?
Well, balik lagi ngomongin korban meninggal. Kemaren tuh kan Presiden Joko Widodo sempat terbang langsung ke Malang buat ngeliat kondisi lapangan secara langsung. Selain visit ke Stadion Kanjuruhan dan melakukan evaluasi di sana, beliau juga menjenguk korban luka-luka Tragedi Kanjuruhan yang dirawat di rumah sakit. Nah, salah satu korban yang dijenguk Pak Jokowi tuh namanya Helen, perempuan berusia 25 tahun yang dari keterangan dokter, terdiagnosa punya banyak trauma di luar kepala, perdarahan dalam perut, dan sepsis aka infeksi luas. Kemarin banget nih, Helen dinyatakan meninggal, guys. Korban meninggal Kanjuruhan pun bertambah menjadi sebanyak 132 orang.

What is about to come?

Gear up, everyone. because global recession is coming.
Yup, sinyal resesi global di tahun 2023 udah makin kuat banget. Bahkan, Bank Dunia dan Dana Moneter Internasional (IMF) udah kasih warning soal ini.

Tell me more. 
Presiden Bank Dunia, David Malpass dan Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional Kristalina Georgieva kasih peringatan soal meningkatnya risiko resesi global dan bilang kalo inflasi masih jadi masalah berkelanjutan gara-gara perang Rusia-Ukraina.
 
Hubungannya apa?
Well, karena perang itulah, kemudian muncul perlambatan pertumbuhan di negara maju dan depresiasi mata uang di banyak negara berkembang, termasuk kekhawatiran soal inflasi. Sebenernya ini nggak cuma disebabkan sama perang Rusia-Ukraina aja sih, tapi juga efek dari pandemi COVID-19 dan bencana iklim di semua benua. Terus, Georgieva bilang bahwa aktivitas ekonomi melambat di tiga wilayah ekonomi utama yaitu Eropa, China dan Amerika Serikat, Eropa sendiri kena dampak gara-gara harga gas alam yang tinggi, China gara-gara kena pandemi COVID-19, dan AS gara-gara kenaikan suku bunga.
 
Go on. 
Ancaman resesi sendiri udah makin deket juga sama Indonesia. Semua pihak udah diminta mulai siap-siap, soalnya resesi ini nggak cuma berdampak ke ekspor aja tapi juga bisa ke masyarakat biasa. Terutama kaya warga Indonesia di Kalimantan sampe Sumatera, mereka yang biasanya menggantungkan hidupnya di komoditas pasti kena dampak langsung dari resesi.
 
Okay.. 
Resesi global sendiri udah nunjukkin tanda-tanda mulai dari pertumbuhan ekonomi dunia yang melemah, melandainya permintaan dari negara maju, melemahnya harga komoditas dan adanya arus pembalikan modal. Sebenernya, tanda-tanda itu udah muncul sejak kuartal kedua di 2022. Technically speaking, Amerika Serikat udah masuk resesi pada April-Juni di tahun ini.
 
Anything else?
Menkeu Sri Mulyani sendiri sih udah ngasih peringatan ke seluruh pihak dan pemangku kepentingan buat bersiap-siap, dan nggak boleh goyah dalam menghadapi kondisi dunia yang makin enggak jelas. Terus, OJK  juga udah kasih peringatan soal ini dan bilang kalo resesi bisa aja terjadi lebih cepat dari perkiraan. Tapi, OJK masih belom bisa prediksi soal seberapa serius dan berapa lama resesi global itu berlangsung.

Now, let’s get you up to speed on: Novita Kurnia Putri

Korban salah tembak di Texas, AS.
Yep, gun violence di AS makin mengkhawatirkan yah, guys. Makin ke sini makin banyak orang yang harus jadi korban. Nggak cuman anak-anak kayak yang beberapa waktu lalu terjadi di Uvalde, Texas, karena minggu lalu, masih di Texas, ada lagi seorang perempuan bernama Novita Kurnia Putri yang tewas akibat ditembak 100 peluru. The thing is, Vita diyakini merupakan korban salah tembak, guys.
 
Hold on. Her name is very Indonesian….
Karena beliau emang WNI yang dari tahun 2020 lalu udah moved for good ke Amerika Serikat, guys. A little background about her, Vita ini adalah perempuan asal Semarang, Jawa Tengah, yang selalu mau belajar, punya high spirit, resilient, dan pekerja keras. Menempuh pendidikan S1 di Perancis dan S2 di Jerman pake beasiswa, Novita dikenal nggak pernah merepotkan keluarganya di sini. Sampai akhirnya dia menikah dengan seorang prajurit AU-nya AS bernama Robert Brazil dan tinggal di sebuah kota di Texas namanya San Antonio.

Terus dia ditembak gimana ceritanya?
Well, peristiwa itu terjadi di hari Selasa minggu lalu sekitar jam setengah 1 malem waktu setempat, guys. Waktu itu, ada sebuah mobil lagi jalan dengan kecepatan tinggi di kawasan rumah Vita dan suaminya. Vita yang masih sibuk ngurusin kerjaan tiba-tiba kaget ada banyak banget peluru yang dilontarkan ke arah rumah mereka dan asalnya dari mobil tadi, guys. Terus, peluru itu kemudian tembus sampai ke hadapan Vita, tepatnya di kepala, dan bikin perempuan berusia 25 tahun itu tewas di tempat. Lalu, setelah diselidiki lebih dalam sama polisi, terdapat sekitar 100 peluru yang ada di lokasi kejadian. Lebiih jauh, polisi juga meyakini itu para pelaku nembakin rumah yang salah, guysIn that sense, Novita dan suaminya bukan target pelaku yang sebenarnya.
 
Nooo…. Pelakunya emang siapa?
Inhale, exhale. Pelaku penembakan ini adalah dua orang REMAJA berusia 14 DAN 15 TAHUN. Remember mereka jalan di kawasan rumahnya Vita pake mobil dengan kecepatan tinggi? Yep, mobil itu adalah mobil curian dan of course si anak 15 tahun yang nyetir nggak punya driver’s license. Mereka berdua pun ditangkap right after kejadian itu bersama dengan tiga remaja lainnya yang berusia 14, 15, dan 17 tahun yang diduga juga terlibat dalam peristiwa ini. Proses hukum pun mulai berjalan buat lima orang ini. Mereka semua dituntut atas dua dakwaan, pembunuhan dan penyerangan berat, dan terancam hukuman mati atau penjara seumur hidup.

Terus Novita tadi gimana?
Setelah kejadian ini, suami Vita, Robert Brazil pun segera menghubungi keluarga di Indonesia kan. Yha namanya keluarga pasti histeris denger kabar kayak gini, guys. Terutama ibunya, Nani Muldiani. Bu Nani pun meminta supaya jenazah anaknya bisa dibawa pulang ke Indonesia dan dimakamkan di kampung halamannya, di Banyumanik, Semarang.
 
I see. Any words?
Yep. Permintaan Bu Nani ini kemudian dibantu oleh Konsulat Jenderal RI di Houston, Texas. Dalam keterangannya, Pihak KJRI Houston yang dipimpin Konjen Andre Omar Siregar, menyampaikan Pak Andre udah berkoordinasi dengan Pemerintah Texas buat mempercepat proses administrasi, kayak certificate of death dan hal-hal lainnya biar proses pemulangan jenazah Novita ke Indonesia segera dilakukan. Nggak cuma itu, pihak KJRI Houston juga menyebut pihaknya udah berkoordinasi dengan Direktorat Perlindungan WNI-nya Kemlu RI buat penanganan jenazah setibanya di Indonesia. Soal biaya, seluruh biaya pemulangan jenazah Novita ditanggung oleh Pemerintah Indonesia.
 
Got it. Anything else I should know?
Well, ngomongin kepemilikan senjata di US, sampai saat ini udah banyak banget pihak yang menuntut pemerintah negara bagian, dan pemerintah federal secara nasional buat menerbitkan aturan baru terkait kepemilikan senjata di AS, gengs (for God’s sake, anak 15 tahun megang senjata dan nembakin 100 peluru tuh gimana ceritanya). Bersamaan dengan itu, negara tetangga AS, Mexico, sekarang juga lagi menggugat at least lima pengedar senjata based in the US atas kontribusi mereka yang bikin ketersediaan senjata di Mexico jadi lebih luas plus bikin kasus pembunuhan jadi meningkat di sana. Duh…

When a best place to think is in….

The bathroom. 
Waktu lagi mandi.
 
Suka kepikiran nggak sih, guys. Kenapa kalau di kantor/kampus disuruh mikir susaahhhhh banget? Eh sekalinya ke toilet, apalagi waktu mandi, jreng??!! Udah kayak ada bohlam ajatu di atas kepala. Ide-ide muncul semua. Yang tadinya nggak bisa dipikirin di meja kerja, eh pas mandi langsung kayak, “Oh iya. Bisa tuh dibikin blablabla.” Same. 
 
Well, hal ini sebenernya bisa dibuktikan secara ilmiah lo, guys. Yep, shoutout to para dedicated scientists yang udah berhasil menjawab rasa penasaran kita-kita yekan. Jadi dalam eksperimen terbaru yang dipimpin Zac Irving dari University of Virginia, kalau lagi dalam kondisi konsentrasi penuh kayak yang biasa kamu lakuin di ruang meeting tuh, kreativitas emang jarang muncul, guys. Malahan, konsentrasi penuh bisa jadi musuh kreativitas. Makanya kita kudu lebih relaks, take a break,  dan memulihkan pikiran salah satunya dengan jalan-jalan atau mandi. Kalau kamu lebih rileks, otak pun jadi lebih bisa diajak mikir, rite? Sesimpel itu ternyata jawabannya. Eehehehehe.

“Sehingga total jumlah libur cuti bersama itu sebanyak 24 hari. Jadi untuk sekali lagi, libur bersama itu 24 hari, libur dan cuti maksudnya.” 
 
Gitu guys baru aja diumumin sama Menko PMK Muhadjir Effendy soal libur bersama di tahun depan yang totalnya bakal ada 24 hari. Pak Muhadjir menjelaskan, tahun depan nih pemerintah udah memutuskan semua agama di Indonesia mendapat cuti bersama dan libur nasional, termasuk juga umat Hindu yang dapet jatah cuti bersama pada Hari Raya Nyepi.
 
Not you: Immediately planning some holiday trip…

Announcement


Thanks to Someone for buying us coffee today!

(Mau ikutan nraktir tim Catch Me Up! kopi? Here, here…just click here Dengan mendukung, kamu nggak cuma beliin kopi yang menemani kami nulis, namun kamu juga udah men-support kami untuk terus berkarya dan membuat konten-konten berkualitas yang imparsial dan bebas dari kepentingan. Thank you so much!)

Catch Me Up! recommendations

If you’ve been dreaming of healthier skin, eat these.