Fenomena La Nina Di Indonesia Sampai Awal Tahun

55

Again, welcome to akhir tahun…..

Where banjir is all over the country.
Yoi. Banjir nggak cuma terjadi di Jakarta aja, guys. Dan nggak cuma di Pulau Jawa aja. Di Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Bali, Maluku, Nusa Tenggara, sampai Papua semuanya kebanjiranguys.

Tell. Me. Everything.
Sure. Kamu pasti udah paham kan yha kalau sekarang itu, hujan emang turunnya nggak kira-kira, guys. Tiap hari ujannn mulu, terus kalau pagi udah hujan terus reda, eh siangan dikit ujan lagi. Dan fenomena kayak gini nggak cuma berlaku di Jakarta aja. Dari Aceh sampai Papua semuanya kayak gitu. Well, disampaikan langsung oleh Kepala Badan Meteorologi dan Klimatologi aka BMKG, Dwikorita Karnawati, curah hujan di hampir seluruh wilayah Indonesia emang lagi tinggi-tingginya. Nggak cuman curah hujan aja, selama seminggu ke depan diperkirakan hujannya disertai sama angin kencang plus petir.

Kenapa bisa gitu ya?
Nah soal ini, masih dari pernyataan Bu Rita, saat ini suhu muka air laut di perairan Indonesia tuh masih anomali aka nggak normal. Meanwhile, suhu muka air laut di perairan Samudera Hindia juga lebih dingin dari biasanya. Kondisi ini lalu mengakibatkan uap air yang terbentuk dari perairan Samudera Hindia ke perairannya Indonesia. Yha kayak yang kamu pelajari waktu SD aja tentang proses terbentuknya hujan, ada uap air yang udah nggak bisa ketampung lagi, yha bisa turun lewat hujan tadi ini, gengs. Fenomena ini juga disebut sebagai La Nina dan dari perkiraan BMKG, ini bakalan berlangsung sampe awal tahun depan.

I see….
Terus selain itu, fenomena La Nina ini juga geraknya merata ke seluruh wilayah Indonesia, guys.  As we all know Samudera Hindia tuh kan letaknya di bagian barat negara kita yah, nah jadi diawali di bagian barat, gerak terus ke tengah, lanjut lagi ke Timur, dan end up merata deh. Makanya nggak heran curah hujan yang terjadi sekarang ini juga hampir merata di seluruh wilayah all over the country. Nggak cuma di Jakarta, tapi juga di daerah-daerah lain. Let’s dive into it, shall we?

Yes, Catch Me Up!
Leggo. Kita mulai dari Ibu Kota aka DKI Jakarta yang dari weekend kemarin udah merendam puluhan RT dan sejumlah ruas jalan. Kemarin banget nih, hujan deras ada lagi dan sebanyak 50 RT seantero Jakarta balik banjir lagi. Adapun yang paling parah itu terjadi di Cawang, Jakarta Timur, dengan ketinggian mencapai 2,2 meter. Menyikapi hal ini, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyebut air yang masuk ke Jakarta itu melebihi daya tampungnya, guys. Makanya bisa sampe banjir. Lebih lanjut, Pak Anies menganalogikannya gini: Ada gelas daya tampungnya 250 cc, dituangkan air ke situ 1 liter. Nggak mungkin nggak tumpah, pasti tumpah. Kira-kira begitu gengs kalo kata Pak Anies.

HEMMM….
Masih dari pernyataan Pak Anies, namanya hujan ya nggak bisa kita kendalikan dong. Yang bisa kita kendalikan adalah manajemennya. In that sense, dari curah hujan yang nggak ketampung tadi, gimana cara bikin airnya cepat surut dan kering. Nah kamu harus tahu nih guys, pemerintah Provinsi DKI Jakarta tuh dari 2018 lalu punya KPI di mana kalau ada banjir, kudu surut dalam waktu enam jam. Nah ketika diliat kenyataannya kemaren ada sih kayak TB Simatupang yang bisa surut dalam kurun waktu 4 jam, nah tapi ada juga yang bahkan sampe 12 jam baru surut. Dari sini Wakil Gubernur DKI, Ahmad Riza Patria bilangnya pemerintah tetep berusaha buat nyurutin airnya pake pompa air dll kok, gitu.

Terus, di mana lagi titik banjirnya?
Now geser dikit to where it is known for its rain. Yep, Bogor. Di Bogor, hujannya juga gede-gedean dan menyebabkan banjir, bahkan sampai bikin 1 orang terseret banjir dan sampai sekarang belum ditemukan. Iya, kejadiannya itu terjadi kemaren hari Selasa kemarin, guys. Di Jalan Dadali, ada satu perempuan pake motor jalan di situ. Kan banjir tuh yah, saking derasnya air banjir, dia terseret masuk ke sebuah gorong-gorong bareng sama motor-motornya. Petugas pun udah melakukan pencarian namun sampai sekarang belum ditemukan. Selain itu, kejadian keseret banjir juga terjadi di Bali: Tiga di Bangli, satu di Gianyar, dan satu di Denpasar. Kelima korban terseret udah dinyatakan tewas Senin kemarin.

:(((((
Curah hujan tinggi juga terjadi di Aceh, dan menyebabkan wilayah Aceh Timur terendam banjir dengan ketinggian macem-macem, sampai 150 cm dan udah terjadi dari weekend kemarin. Makanya sebanyak 2.500an warga jadi mengungsi ke tempat yang lebih aman kayak kantor desa, masjid, yang gitu-gitu. Dan nggak cuman di Aceh aja, di Mamuju, Sulawesi Barat, masyarakat juga ngungsi gara-gara banjir. Tim SAR pun udah dikerahkan but membantu proses evakuasi warga. Thank God sekarang banjirnya udah mulai surut.


Literally everywhere….
Indeed. Nggak di Jawa, di Sumatera, di Sulawesi, the same also goes to Kalimantan. Di salah satu kota namanya Ketapang, tepatnya di Kalimantan Barat, udah ada 18 out of 22 desa yang kerendam banjir dan tercatat udah ada 1.000 orang yang kena dampak dari banjir ini. Parahnya lagi, banjir di sana itu juga terjadi di jalan penghubung antardesa gitu yang bikin aktivitas perekonomian masyarakat jadi lumpuh. Air bersih susah didapat, dan stok makanan juga terbatas. Well, ada yang udah banjir, ada juga yang bersiap dan waspada. Kayak yang terjadi di Nusa Tenggara Barat dan Papua di mana musim hujan di sana tuh bakalan start by pertengahan bulan ini. Ngeliat kondisi wilayah lain yang udah pada kebanjiran, Papua dan NTB pun waspada banget sampai bikin posko gitu supaya penanganan banjir mereka bisa lebih cepet dan efektif.

I see. Wrap it up…
Well well well, di cuaca ektrem nan sering hujan kayak gini, penyakit tuh jadi rentan banget datang ke kita nggak sih, guys. Mulai dari flu, batuk, demam berdarah, diare, semuanya deh. Makanya penting banget buat nge-build up protection diri yang cakep biar kita terhindar nih dari segala penyakit tadi. Makanan dijaga, konsumsi air putih jangan lupa, vitamin jangan ketinggalan, mental diperhatiin, sama cuci tangan yang rutin. Sehat-sehat ya guys, meskipun cuaca sekarang lagi nggak baik-baik aja.