Banjir Ibu Kota Memakan Korban Jiwa

42

Here’s your A to Z recap on: Banjir Ibu Kota

Same old story, no?
Yep. Ini dia yang rameee banget diomongin sama netizen +62 over the weekend kemarin, guys. Yep, we’re talking about banjir Jakarta setinggi 80cm (and beyond)  yang bikin jalanan lumpuh dan ratusan masyarakat jadi ngungsi. Nggak cuma itu, karena ternyata banjir yang terjadi juga udah memakan korban jiwa di sebuah sekolah, guys. Hiks.

Jakarta dan Banjir….
Kayak nggak bisa dipisahin satu sama lain ygy. Apalagi di bulan-bulan menjelang akhir tahun sekarang ini, hujannnn mulu. Hampir tiap hari hujan. Tapi yang Minggu lalu itu beneran parah banget, guys. Dari data yang udah dihimpun Badan Penanggulangan Bencana Daerah aka BPBD DKI Jakarta, udah terjadi hujan dengan intensitas sedang sampai tinggi di sebagian besar wilayah ibu kota. Terus, dengan curah hujan yang cukup tinggi plus terjadi tiap hari, yha nggak heran air kali juga jadi meluap dan terjadilah banjir. Bahkan sampai mengakibatkan korban jiwa yang merupakan siswa SMP, guys.

WHAT???
Well, jadi ceritanya tuh kayak gini, di hari Kamis tanggal 6 kemarin, MTs Negeri 19 Jakarta kena luapan air banjir. Namanya sekolah kan pasti ada lapangan, terus di sisi lapangan ada mimbar gitu yang dibatasi sama sebuah tembok di mana ada tiga anak yang masih main di belakang tembok itu. Nah saking derasnya air yang masuk, tembok pembatas mimbar tadi roboh dan menimpa anak-anak yang main di belakang tadi. Tiga anak ini pun dinyatakan tewas.

Oh nooo….
Hal ini langsung mengundang respons dari banyak pihak terutama pemerintah. Disampaikan oleh Walikota Jakarta Selatan, Munjirin, yang udah survei langsung ke lokasi menyampaikan posisi bangunan MTsN 19 itu emang rendah banget, guys. Bahkan lebih rendah dari jalan. Makanya air mudah masuk ke situ. Lebih jauh, terkait tembok yang roboh dan menewaskan tiga siswa ini, Pak Munjirin bilang pihaknya masih akan koordinasi dulu sama Kementerian Agama sambil nunggu prosedur dari kepolisian. Genangan air di sekolah itu juga udah disedot sama Pasukan Damkar dibantu oleh aparat dan sekarang udah surut airnya.

Terus, di mana lagi titik banjirnya?
Balik lagi ke data yang dihimpun BPBD DKI, terdapat 17 ruas jalan dan 41 RT yang tergenang banjir, di mana hampir semua RT itu adanya di Jakarta Selatan, cuma ada satu yang di Jakarta Timur. Adapun salah satu yang paling parah itu ada di Kecamatan Cipete Selatan. Disampaikan oleh Pak Lurah sana namanya Fuad, genangan air mulai terjadi setelah hujan deras dan dan bikin Kali Krukut juga meluap. Airnya pelan-pelan naik, terus masuk rumah, terus naik sedengkul, eh nggak berapa lama terusss naik sampai udah 100 cm tinggi airnya.

Ya ampun….
Dari sini, akhirnya para warga harus mengungsi ke tempat yang lebih aman kan. Diketahui ada 270 warga yang mengungsi di Masjid Al Mustaghfirin di Kalibata, Jakarta Selatan. Terus,nggak cuma di Cipete Selatan aja, di Pancoran juga sama, guys. Banjir yang terjadi di Pancoran gara-gara hujan dan air sungai yang meluap udah hampir setinggi manusia dewasa, which is 110-180 cm. Evakuasi pun dilakukan salah satunya oleh Baznas yang menerjunkan tim penyelamat plus distribusiin kebutuhan-kebutuhan pokok buat para korban tadi.

I heard there was macet…
Of course. Yang namanya genangan air setinggi itu, aktivitas lalu lintas pasti kena dampaknya dong, akses jalan jadi ketutup gara-gara banjir yekan. Kalo akses jalan ketutup, you know the answer. Yep, macet total. Adapun kemacetan paling parah itu terjadi di Jalan TB Simatupang dari arah Cilandak Timur menuju Fatmawati, gengs. Kendaraan baik yang roda dua apalagi roda empat stuck di situ berjam-jam gara-gara banjir setinggi 60cm. Merespon hal ini, Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya pun melakukan pengalihan arus jadi ke Off Ramp Pondok Indah deh.

I see. Did anyone say anything?
Yep. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyampaikan despite of what happened last week, penanganan banjir Jakarta sekarang itu udah meningkat secara signifikan, guys. Dengan motto ‘Siaga. Tanggap, Galang’ yang jadi pegangan pemprov selama ini dinilai Anies bisa bikin genangan air akibat banjir surut lebih cepat dan titik banjir pun jadi jauh lebih berkurang. Lebih jauh, Anies bilangnya hal ini bisa terjadi karena sistem drainase di Ibukota yang jauh lebih memadai, katanya gitu. Makanya, meskipun per 16 Oktober nanti Pak Anies udah nggak lagi menjabat sebagai Gubernur, namun dia berharap banget program yang udah ada selama ini terkait penanganan banjir bisa diteruskan oleh the next Governor dan pemerintahannya nanti.

Okay.. Anything else I should know?
Well again, namanya akhir tahun, emang waktunya hujan membasahi Bumi Pertiwi. But the thing is nggak cuman Indonesia aja yang lagi struggling sama curah hujan tinggi dan banjir ini, guys. Tapi negara lain juga. Yep, Pakistan dari beberapa waktu lalu udah diterjang banjir bandang dan menewaskan setidaknya ribuan orang. Kemarin banget nih, tim medis asal Indonesia pun yang terdiri dari dokter umum, perawat, ahli gizi, dokter spesialis anak, dokter spesialis kulit, dan apoteker udah tiba di Karachi, Pakistan buat memberikan pertolongan medis dan bakal stay di sana selama dua bulan.