Banjir Ibu Kota Memakan Korban Jiwa, Penembakan Massal Di Tempat Penitipan Anak Thailand, 6 Orang Ditetapkan Tersangka Tragedi Kanjuruhan, Mengelus Hewan Peliharaan Merangsang Rasa Bahagia

88

Good morning

Welcome again, Monday. It’s the day that we start anew, and since 2022 will be over in less than four months, we hope you already hit this year’s resolutions. If not, remember that as long as you’re improving, you’re already doing well. Be kind to yourself.

Here’s your A to Z recap on: Banjir Ibu Kota

Same old story, no?
Yep. Ini dia yang rameee banget diomongin sama netizen +62 over the weekend kemarin, guys. Yep, we’re talking about banjir Jakarta setinggi 80cm (and beyond)  yang bikin jalanan lumpuh dan ratusan masyarakat jadi ngungsi. Nggak cuma itu, karena ternyata banjir yang terjadi juga udah memakan korban jiwa di sebuah sekolah, guys. Hiks.

Jakarta dan Banjir….
Kayak nggak bisa dipisahin satu sama lain ygy. Apalagi di bulan-bulan menjelang akhir tahun sekarang ini, hujannnn mulu. Hampir tiap hari hujan. Tapi yang Minggu lalu itu beneran parah banget, guys. Dari data yang udah dihimpun Badan Penanggulangan Bencana Daerah aka BPBD DKI Jakarta, udah terjadi hujan dengan intensitas sedang sampai tinggi di sebagian besar wilayah ibu kota. Terus, dengan curah hujan yang cukup tinggi plus terjadi tiap hari, yha nggak heran air kali juga jadi meluap dan terjadilah banjir. Bahkan sampai mengakibatkan korban jiwa yang merupakan siswa SMP, guys.

WHAT???
Well, jadi ceritanya tuh kayak gini, di hari Kamis tanggal 6 kemarin, MTs Negeri 19 Jakarta kena luapan air banjir. Namanya sekolah kan pasti ada lapangan, terus di sisi lapangan ada mimbar gitu yang dibatasi sama sebuah tembok di mana ada tiga anak yang masih main di belakang tembok itu. Nah saking derasnya air yang masuk, tembok pembatas mimbar tadi roboh dan menimpa anak-anak yang main di belakang tadi. Tiga anak ini pun dinyatakan tewas.

Oh nooo….
Hal ini langsung mengundang respons dari banyak pihak terutama pemerintah. Disampaikan oleh Walikota Jakarta Selatan, Munjirin, yang udah survei langsung ke lokasi menyampaikan posisi bangunan MTsN 19 itu emang rendah banget, guys. Bahkan lebih rendah dari jalan. Makanya air mudah masuk ke situ. Lebih jauh, terkait tembok yang roboh dan menewaskan tiga siswa ini, Pak Munjirin bilang pihaknya masih akan koordinasi dulu sama Kementerian Agama sambil nunggu prosedur dari kepolisian. Genangan air di sekolah itu juga udah disedot sama Pasukan Damkar dibantu oleh aparat dan sekarang udah surut airnya.

Terus, di mana lagi titik banjirnya?
Balik lagi ke data yang dihimpun BPBD DKI, terdapat 17 ruas jalan dan 41 RT yang tergenang banjir, di mana hampir semua RT itu adanya di Jakarta Selatan, cuma ada satu yang di Jakarta Timur. Adapun salah satu yang paling parah itu ada di Kecamatan Cipete Selatan. Disampaikan oleh Pak Lurah sana namanya Fuad, genangan air mulai terjadi setelah hujan deras dan dan bikin Kali Krukut juga meluap. Airnya pelan-pelan naik, terus masuk rumah, terus naik sedengkul, eh nggak berapa lama terusss naik sampai udah 100 cm tinggi airnya.

Ya ampun….
Dari sini, akhirnya para warga harus mengungsi ke tempat yang lebih aman kan. Diketahui ada 270 warga yang mengungsi di Masjid Al Mustaghfirin di Kalibata, Jakarta Selatan. Terus,nggak cuma di Cipete Selatan aja, di Pancoran juga sama, guys. Banjir yang terjadi di Pancoran gara-gara hujan dan air sungai yang meluap udah hampir setinggi manusia dewasa, which is 110-180 cm. Evakuasi pun dilakukan salah satunya oleh Baznas yang menerjunkan tim penyelamat plus distribusiin kebutuhan-kebutuhan pokok buat para korban tadi.

I heard there was macet…
Of course. Yang namanya genangan air setinggi itu, aktivitas lalu lintas pasti kena dampaknya dong, akses jalan jadi ketutup gara-gara banjir yekan. Kalo akses jalan ketutup, you know the answer. Yep, macet total. Adapun kemacetan paling parah itu terjadi di Jalan TB Simatupang dari arah Cilandak Timur menuju Fatmawati, gengs. Kendaraan baik yang roda dua apalagi roda empat stuck di situ berjam-jam gara-gara banjir setinggi 60cm. Merespon hal ini, Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya pun melakukan pengalihan arus jadi ke Off Ramp Pondok Indah deh.

I see. Did anyone say anything?
Yep. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyampaikan despite of what happened last week, penanganan banjir Jakarta sekarang itu udah meningkat secara signifikan, guys. Dengan motto ‘Siaga. Tanggap, Galang’ yang jadi pegangan pemprov selama ini dinilai Anies bisa bikin genangan air akibat banjir surut lebih cepat dan titik banjir pun jadi jauh lebih berkurang. Lebih jauh, Anies bilangnya hal ini bisa terjadi karena sistem drainase di Ibukota yang jauh lebih memadai, katanya gitu. Makanya, meskipun per 16 Oktober nanti Pak Anies udah nggak lagi menjabat sebagai Gubernur, namun dia berharap banget program yang udah ada selama ini terkait penanganan banjir bisa diteruskan oleh the next Governor dan pemerintahannya nanti.

Okay.. Anything else I should know?
Well again, namanya akhir tahun, emang waktunya hujan membasahi Bumi Pertiwi. But the thing is nggak cuman Indonesia aja yang lagi struggling sama curah hujan tinggi dan banjir ini, guys. Tapi negara lain juga. Yep, Pakistan dari beberapa waktu lalu udah diterjang banjir bandang dan menewaskan setidaknya ribuan orang. Kemarin banget nih, tim medis asal Indonesia pun yang terdiri dari dokter umum, perawat, ahli gizi, dokter spesialis anak, dokter spesialis kulit, dan apoteker udah tiba di Karachi, Pakistan buat memberikan pertolongan medis dan bakal stay di sana selama dua bulan.

Something terrible just happened:(

In Thailand.
Jadi, belum lama ini telah terjadi penembakan massal di sebuah pusat penitipan anak di Utahi Sawan, Provinsi Nong Bua Lam Phu, Thailand, pada Kamis (6/10).  Akibatnya 37 korban meninggal dunia, dan mayoritasnya adalah anak-anak.

What just happened? 
Iya, jadi di hari Kamis itu, seorang pejabat di distrik Uthai Sawan bilang kalo serangan terjadi sekitar tengah hari, atau kira-kira jam makan siang. Pelaku, yang diidentifikasi polisi bernama Panya Khamrab (34) menembak empat atau lima petugas di pusat penitipan anak lebih dulu. Nah gara-gara itu, penghuni penitipan pada heboh dong karena ada suara ledakan, tapi guru-guru di sana mengira kalo itu cuma suara petasan.

Terus….
Terus pelaku memaksa masuk ke ruangan yang lagi dikunci, di mana anak-anak lagi tidur siang. Bahkan, seorang guru yang lagi hamil 8 bulan pun tewas ditikam karena menghalangi pelaku. Juru bicara polisi yang namanya Paisal Luesomboon bilang kalo pelaku awalnya berniat menjemput anaknya di sana, tapi dia nggak bisa nemuin anaknya itu. Nah, abis itu baru dia mulai nyerang orang-orang di sekitar. Akibatnya 22 anak-anak dan dua orang dewasa tewas di pusat penitipan itu.

Go on.. 
Terus, si pelaku juga terus aja nembakin orang-orang di sana sambil nyetir mobilnya. Bahkan, anak dan orang dewasa yang posisinya di luar gedung pun ikut jadi korban. Akhirnya pelaku pun pulang ke rumahnya, dan nggak cuma itu aja, dia akhirnya nembak istri, anaknya dan akhirnya dirinya sendiri.

OMG….
Jadi, as it was already mentioned before, nama pelakunya adalah Panya Khamrab. Dan yang bikin kaget adalah ternyata dia itu mantan anggota kepolisian, dengan pangkat terakhirnya adalah letnan kolonel. Tapi, dia dipecat karena tersangkut kasus narkoba. Waktu itu, dia ketahuan punya amfetamin dan bikin dia digerebek. Setelah ditelusuri lagi, ternyata si Khamrab ini kelakuannya makin nggak jelas sejak kecanduan narkoba, dan bikin dia sering ngelakuin kekerasan. Dia juga ketauan berulang kali pake narkoba sampe bikin pangkatnya diturunin, terus dia juga sering nggak patuh sama perintah atasannya buat bertugas, terus parahnya lagi dia suka bawa senjata buat ngancem orang lain pas dia lagi mabuk. Terus, pernah juga waktu dia mabuk, dia nembakin anjing-anjing milik orang lain secara brutal juga.

Terus korbannya gimana? 
Yup, since ini kejadian di sebuah penitipan anak jadi ya mostly korbannya anak-anak. Di antara 36 orang yang tewas, 24 di antaranya adalah anak-anak. Salah satu inspektur kepolisian bilang kalo korban termudanya masih berusia dua tahun. Fyi, ada salah satu korban selamat yang bernama Emmy. Dia jadi satu-satunya anak yang selamat dari kasus penembakan itu. Dia sendiri berhasil selamat, tanpa tau apa yang terjadi sama temen-temennya. Bahkan, setelah kejadian dia masih terus nanyain temen-temennya itu di mana.

Any Indonesians? 
Thank God, Direktur Perlindungan WNI dan BHI Kementerian Luar Negeri Judha Nugraha bilang kalo nggak ada WNI yang jadi korban dari peristiwa penembakan tersebut.

Anything else? 
Kasus ini sebenernya bukan jadi satu-satunya kasus penembakan di Thailand, but it has become the worst gara-gara mayoritas korbannya anak-anak. Di tahun 2020 sendiri, penembakan massal juga pernah terjadi di sebuah mall di Thailand yang menewaskan 29 orang. Tapi emang sih guys, tingkat kepemilikan senjata api di Thailand tuh lebih tinggi dibandingkan negara lain di kawasan Asia Tenggara.

What’s making some progress?

Tragedi Kanjuruhan.
Yoi. Weekend kemarin, akhirnya kita tahu bahwa Tragedi Kanjuruhan yang menewaskan ratusan nyawa  ini akhirnya udah menetapkan enam orang tersangka, FIFA yang nggak jatuhin sanski apapun buat Indonesia, dan ada temuan-temuan lain seiring dengan makin berkembangnya kasus ini.

Tell. Me. Everything.
Sure. We’ll get you through this. Jadi, as we all know, merespons tragedi ini, banyak pihak kan udah bergerak mengusut kasus ini piece by piece biar ketahuan juga akarnya plus segala keraguan masyarakat “Why this? and why that?” juga kejawab. Adapun salah satu yang bergerak ini adalah Polri, guys. For context, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo tuh minggu lalu udah visit langung ke Kanjuruhan buat melakukan investigasi dan evaluasi langsung di lapangan. Sepulangnya dari sana, weekend kemarin, Polri langsung mengumumkan enam tersangka atas kejadian ini.

Siapa aja tu?
Read this carefully. Dalam konferensi pers yang digelar hari Sabtu kemarin, Jenderal Listyo mengumumkan enam tersangka dengan peran mereka sendiri-sendiri, guys (mirip-mirip kayak kasus Sambo deh). Enam tersangka itu antara lain: Kepala Satuan Samapta Polres Malang, AKP Bambang Sidik Achmadi, Komandan Kompi Brimob Polda Jatim, AKP Hasdarman, yang berperan memerintahkan personel menembakkan gas air mata. Terus, Kabag Operasional Polres Malang, yang tahu kalau ada larangan FIFA soal gas air mata, atas nama Kompol Wahyu Setyo Pranoto. Udah berapa tuh?

Baru tiga. Lanjut…
Oke lanjut, petugas keamanan aka security officer, namanya Suko Sutrisno juga ikut jadi tersangka gara-gara nggak bikin dokumen penilaian keamanan, dan memerintahkan steward (yang harusnya stand by di pintu gerbang) buat meninggalkan pintu gerbang. Panitia? Well, Abdul Harris, Ketua Panitia Pelaksana juga karena nggak bikin dokumen keselamatan dan keamanan bagi para penonton yang hadir di stadion plus nggak mengindahkan kapasitas stadion. Last but not least, event organizer match Liga 1 Arema FC VS Persebaya, PT. LIB, direktur utamanya, yaitu Akhmad Hadian Lukito yang bertanggung jawab memastikan stadion punya sertifikasi layak fungsi juga ikut jadi tersangka. Keenam tersangka ini dikenakan pasal 359, 360 KUHP.

Wait
. Stadion Kanjuruhan tuh nggak layak fungsi???
Nggak layak fungsi buat high risk match aka pertandingan dengan risiko tinggi, guys. Hal ini yang jadi kesimpulan sementara Tim Gabungan Independen Pencari fakta aka TGIPF bentukan Presiden Jokowi yang diketuai langsung oleh Menko Polhukam Mahfud MD. Anggota TGIPF, Nugroho Setiawan menyebut kalau mau ngadain pertandingan high risk, kalkulasi yang konkret tuh diperlukan banget, guys. Terutama soal gimana caranya mengevakuasi puluhan ribu penonton kalau ada keadaan darurat. Makanya perlu ada perubahan struktur terutama di bagian tangga biar bisa deh itu stadion menggelar high risk match.

I see. Tell me more about
 enam tersangka tadi…
Well, kamu harus tahu nih guys. Meskipun statusnya udah ditetapkan sebagai tersangka, Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo menyebut enam orang tadi belum ditahan, guys. In fact, mereka baru akan dimintai keterangan dan diperiksa  minggu-minggu ini, katanya. Selain itu, Polri juga mengungkap ada sekitar 20 anggota mereka yang diduga melakukan pelanggaran kode etik, termasuk Kapolres Malang non-aktif AKBP Ferli Hidayat dan tiga anggota Polres Malang yang udah ditetapkan sebagai tersangka di atas. Dari sini, Irjen Dedi bilangnya proses pelanggaran etik terhadap anggota Polri sisanya itu bakalan segera bergulir.

Orang PSSI?
Nah soal itu juga. Dari kemaren kan banyak banget yang mendesak orang-orang PSSI, khususnya Ketua PSSI Mochamad Iriawan buat mundur dari jabatannya dan harus bertanggung jawab atas Tragedi Kanjuruhan ini kan. But, sesuai yang tertuang dalam Regulasi Keselamatan dan Keamanan PSSI Tahun 2021, segala bentuk kerusakan, kecelakaan, dan kerugian lain adalah sepenuhnya tanggung jawab panitia pelaksana, guys. Bukan PSSI. Makanya sampai sekarang Bang Iwan Bule juga nggak mau mundur. In his words, Bang Iwan bilang, “Salam buat netizen, ya.”

Terus sanksi gimana?
Nggak ada, gengs. Udah legit dikonfirmasi Presiden Jokowi di mana Pakde bilang beliau udah terima surat dari FIFA atas hasil telponannya sama Presiden FIFA Gianni Infantino beberapa waktu lalu. Dalam surat itu, tertulis nggak ada sanksi yang dijatuhkan FIFA untuk sepak bola Indonesia. In fact, bakalan ada kolaborasi gitu antara Indonesia, FIFA, dan Asian Football Confederation aka AFC biar mencegah nggak ada lagi tragedi kayak Kanjuruhan ini lagi. Lebih jauh, Pak Gianni Infantino juga fix bakalan datang ke Indonesia tanggal 18 nanti buat ketemu langsung sama Jokowi dan  mengawal transformasi sepak bola Indonesia.

I see. Anything else I should know?
Btw, di tengah proses investigasi dan evaluasi yang sampai saat ini masih terus dilakukan, barang bukti pun yang ada juga terus dikumpulkan sebagai bahan pemeriksaan. Adapun salah satu barang bukti yang berhasil dikumpulkan Polri adalah terdapat 46 botol masing-masing berukuran 550 ml yang diduga merupakan miras oplosan. Nggak cuma di dalam stadion, di luar juga sama. Banyak banget ditemukan botol-botol yang diduga ya itu tadi.. miras oplosan. Botol itu kemudian dibawa ke Pusat Laboratorium Forensik Polri untuk diperiksa lebih lanjut.

When you loooove petting animals…
It will be good for your brain.

Iya guys, dalam penelitian terbaru yang dirilis oleh jurnal PLOS ONE, ditemukan bahwa mengelus atau petting hewan peliharaan seperti anjing terbukti bisa merangsang munculnya rasa bahagia, lebih baik daripada mengelus boneka. Dalam penelitian yang dilakukan para researcher di University of Basel, Swiss itu, para peneliti menaruh boneka lucu dan anjing hidup di ruangan, dan ternyata, yang merangsang pergerakan pada area otak manusia bernama frontal cortex adalah hewan hidup. FYI, frontal cortex adalah area otak yang berfungsi untuk memunculkan perhatian, ingatan, dan penyelesaian masalah. Selain itu, area ini juga berguna dalam memproses perasaan terkait sosial dan emosional.
 
Dengan adanya penemuan ini, para peneliti bilang bahwa udah terbukti memang memiliki hewan peliharaan itu bisa menjadi semacam terapi buat manusia, untuk meningkatkan aktivitas kognitif dan emosional di dalam otak mereka.

“‘Sabar aja, tunggu momentumnya.”
 
Gitu ternyata guys kata Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) pas ditanya soal kandidat capres 2024 dari partainya yang belum muncul juga. Padahal, partai lain udah pada mengumumkan calonnya tuh. Nah kata Sekjen PDIP Hasto Kristianto, dirinya emang sempet nanya ke Bu Mega soal calonnya ini, tapi kata Bu Mega ya sabar aja…
 
When you’re already looking forward for weekends…

Announcement


No one bought us coffee today 🙁

(Mau ikutan nraktir tim Catch Me Up! kopi? Here, here…just click here Dengan mendukung, kamu nggak cuma beliin kopi yang menemani kami nulis, namun kamu juga udah men-support kami untuk terus berkarya dan membuat konten-konten berkualitas yang imparsial dan bebas dari kepentingan. Thank you so much!)

Catch Me Up! recommendations

Thinking about doing a trail running? Read this first.