6 Orang Ditetapkan Tersangka Tragedi Kanjuruhan

65

What’s making some progress?

Tragedi Kanjuruhan.
Yoi. Weekend kemarin, akhirnya kita tahu bahwa Tragedi Kanjuruhan yang menewaskan ratusan nyawa  ini akhirnya udah menetapkan enam orang tersangka, FIFA yang nggak jatuhin sanski apapun buat Indonesia, dan ada temuan-temuan lain seiring dengan makin berkembangnya kasus ini.

Tell. Me. Everything.
Sure. We’ll get you through this. Jadi, as we all know, merespons tragedi ini, banyak pihak kan udah bergerak mengusut kasus ini piece by piece biar ketahuan juga akarnya plus segala keraguan masyarakat “Why this? and why that?” juga kejawab. Adapun salah satu yang bergerak ini adalah Polri, guys. For context, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo tuh minggu lalu udah visit langung ke Kanjuruhan buat melakukan investigasi dan evaluasi langsung di lapangan. Sepulangnya dari sana, weekend kemarin, Polri langsung mengumumkan enam tersangka atas kejadian ini.

Siapa aja tu?
Read this carefully. Dalam konferensi pers yang digelar hari Sabtu kemarin, Jenderal Listyo mengumumkan enam tersangka dengan peran mereka sendiri-sendiri, guys (mirip-mirip kayak kasus Sambo deh). Enam tersangka itu antara lain: Kepala Satuan Samapta Polres Malang, AKP Bambang Sidik Achmadi, Komandan Kompi Brimob Polda Jatim, AKP Hasdarman, yang berperan memerintahkan personel menembakkan gas air mata. Terus, Kabag Operasional Polres Malang, yang tahu kalau ada larangan FIFA soal gas air mata, atas nama Kompol Wahyu Setyo Pranoto. Udah berapa tuh?

Baru tiga. Lanjut…
Oke lanjut, petugas keamanan aka security officer, namanya Suko Sutrisno juga ikut jadi tersangka gara-gara nggak bikin dokumen penilaian keamanan, dan memerintahkan steward (yang harusnya stand by di pintu gerbang) buat meninggalkan pintu gerbang. Panitia? Well, Abdul Harris, Ketua Panitia Pelaksana juga karena nggak bikin dokumen keselamatan dan keamanan bagi para penonton yang hadir di stadion plus nggak mengindahkan kapasitas stadion. Last but not least, event organizer match Liga 1 Arema FC VS Persebaya, PT. LIB, direktur utamanya, yaitu Akhmad Hadian Lukito yang bertanggung jawab memastikan stadion punya sertifikasi layak fungsi juga ikut jadi tersangka. Keenam tersangka ini dikenakan pasal 359, 360 KUHP.

Wait
. Stadion Kanjuruhan tuh nggak layak fungsi???
Nggak layak fungsi buat high risk match aka pertandingan dengan risiko tinggi, guys. Hal ini yang jadi kesimpulan sementara Tim Gabungan Independen Pencari fakta aka TGIPF bentukan Presiden Jokowi yang diketuai langsung oleh Menko Polhukam Mahfud MD. Anggota TGIPF, Nugroho Setiawan menyebut kalau mau ngadain pertandingan high risk, kalkulasi yang konkret tuh diperlukan banget, guys. Terutama soal gimana caranya mengevakuasi puluhan ribu penonton kalau ada keadaan darurat. Makanya perlu ada perubahan struktur terutama di bagian tangga biar bisa deh itu stadion menggelar high risk match.

I see. Tell me more about
 enam tersangka tadi…
Well, kamu harus tahu nih guys. Meskipun statusnya udah ditetapkan sebagai tersangka, Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo menyebut enam orang tadi belum ditahan, guys. In fact, mereka baru akan dimintai keterangan dan diperiksa  minggu-minggu ini, katanya. Selain itu, Polri juga mengungkap ada sekitar 20 anggota mereka yang diduga melakukan pelanggaran kode etik, termasuk Kapolres Malang non-aktif AKBP Ferli Hidayat dan tiga anggota Polres Malang yang udah ditetapkan sebagai tersangka di atas. Dari sini, Irjen Dedi bilangnya proses pelanggaran etik terhadap anggota Polri sisanya itu bakalan segera bergulir.

Orang PSSI?
Nah soal itu juga. Dari kemaren kan banyak banget yang mendesak orang-orang PSSI, khususnya Ketua PSSI Mochamad Iriawan buat mundur dari jabatannya dan harus bertanggung jawab atas Tragedi Kanjuruhan ini kan. But, sesuai yang tertuang dalam Regulasi Keselamatan dan Keamanan PSSI Tahun 2021, segala bentuk kerusakan, kecelakaan, dan kerugian lain adalah sepenuhnya tanggung jawab panitia pelaksana, guys. Bukan PSSI. Makanya sampai sekarang Bang Iwan Bule juga nggak mau mundur. In his words, Bang Iwan bilang, “Salam buat netizen, ya.”

Terus sanksi gimana?
Nggak ada, gengs. Udah legit dikonfirmasi Presiden Jokowi di mana Pakde bilang beliau udah terima surat dari FIFA atas hasil telponannya sama Presiden FIFA Gianni Infantino beberapa waktu lalu. Dalam surat itu, tertulis nggak ada sanksi yang dijatuhkan FIFA untuk sepak bola Indonesia. In fact, bakalan ada kolaborasi gitu antara Indonesia, FIFA, dan Asian Football Confederation aka AFC biar mencegah nggak ada lagi tragedi kayak Kanjuruhan ini lagi. Lebih jauh, Pak Gianni Infantino juga fix bakalan datang ke Indonesia tanggal 18 nanti buat ketemu langsung sama Jokowi dan  mengawal transformasi sepak bola Indonesia.


I see. Anything else I should know?
Btw, di tengah proses investigasi dan evaluasi yang sampai saat ini masih terus dilakukan, barang bukti pun yang ada juga terus dikumpulkan sebagai bahan pemeriksaan. Adapun salah satu barang bukti yang berhasil dikumpulkan Polri adalah terdapat 46 botol masing-masing berukuran 550 ml yang diduga merupakan miras oplosan. Nggak cuma di dalam stadion, di luar juga sama. Banyak banget ditemukan botol-botol yang diduga ya itu tadi.. miras oplosan. Botol itu kemudian dibawa ke Pusat Laboratorium Forensik Polri untuk diperiksa lebih lanjut.