Unjuk Rasa Kenaikan BBM Masih Terjadi di Berbagai Wilayah

24

When the rejection is still going on….

Due to Kenaikan Harga BBM.
Yep. Fire is still here and there, anger is still in top of mind, and rejection is still happening di berbagai lapisan masyarakat menyusul harga BBM Subsidi yang baru aja naik over the weekend kemarin, guys. Jadi the day after sampe after-nya lagi, aksi unjuk rasa pun masih berlanjut di berbagai wilayah di Indonesia.

Tell me.
Sure. Kamu udah mulai kerasa belum, guys efek dari naiknya harga BBM sekarang? Iya,  BBM Subsidi jenis Pertalite dan Solar sekarang udah naik harga ygy. Nggak cuma itu, Pertamax nonsubsidi pun ikutan naik harga per liternya. Terus kalau udah kayak gini, you know what happened, rite? Yep, the same pattern replayed. Berbagai penolakan pun terjadi di kalangan masyarakat, guys. Nggak cuma dari kalangan masyarakat umum, orang-orang di Senayan yang jadi wakil kita juga menolak keputusan ini.

WOW. Go on. 
Partai Demokrat, misalnya. Anggota Komisi V dari Fraksi Demokrat, Irwan, menyebut kenaikan harga BBM ini adalah bentuk abai dan ignorant-nya pemerintah terhadap masyarakat yang udah menderita, kesusahan, dan sengsara. Terus dengan adanya keputusan ini, pemerintah malah bikin nambah masalah, padahal kan harusnya jadi jembatan buat kesejahteraan masyarakat gitu. Secara kalau harga BBM naik, semua aspek kehidupan masyarakat di berbagai background bakalan terdampak, mulai dari UMKM, buruh, petani, nelayan, karyawan swasta, ASN, dll.

Gaji nggak naik juga gitu?
Now let’s talk about gaji. Well, buat ASN, sampai sekarang belum ada kepastian, guys. Dirjen Anggaran Kementerian Keuangan, Isa Rachmatawarta menyampaikan pemerintah bakal nge-review lebih jauh lagi terkait rancangan kas keuangan negara dan RAPBN barengan sama DPR. Tapi kalau untuk swasta, terutama kalau yang kerjanya di BUMN, Menteri BUMN Erick Thohir bilangnya beliau udah nge-sense bakalan ada penyesuaian terkait gaji di perusahaan regarding kenaikan harga BBM ini, sambil ngitung-ngitung perkiraan inflasi juga katanya.

Kalau yang non-BUMN?
Nah kalau yang non-BUMN, penyesuaian gaji atau upah bakalan ngikutin formula dari Peraturan Presiden aka Perpres Nomor 36 Tahun 2021 tentang Pengupahan. Di sini ngebahas soal UMP, UMR, gitu-gitu. Nah, disampaikan oleh Menteri Tenaga Kerja Ida Fauziyah, karena ngikutin dari Perpres 36 ini, bisa dipastikan rumusan UMP  buat tahun ini bakalan sama kayak tahun lalu, dan tahun depan sama kayak tahun ini. That being said, upah buruh sampai tahun depan nggak bakalan naik, guys.

Hadeuuuu….
Makanya ngeliat fakta harga BBM yang naik dan upah aka gaji yag nggak mengalami kenaikan, banyak yang merasa dirugikan dong di sini. Nah, kerugian itu kemudian dilampiaskan ke berbagai aksi unjuk rasa yang digelar belakangan ini. Kayak yang kita bahas kemarin, aksi unjuk rasa ini emang udah digelar bahkan sebelum harga BBM officially naik, tapi begitu udah resmi, boom! Makin memuncak deh emosi warga, guys.

Ya ampun….
Contohnya yang terjadi kemarin banget nih di Jakarta. Nggak cuma satu atau dua, aksi unjuk rasa ini terjadi di 9 titik di Jakarta Pusat dan melibatkan 19 elemen masyarakat. Meskipun nggak diketahui secara detail dan spesifik titik-titiknya di mana aja, tapi yang jelas, unjuk rasa ini berpusat di Gedung DPR dan Patung Kuda. Selain itu, ada juga rombongandari gabungan Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia  yang sama-sama unjuk rasa di DPR. Disampaikan oleh Ketua GMNI, namanya Arjuna, merek datang ke DPR sekadar unjuk rasa menyampaikan aspirasi aja, guys. Mereka nggak berniat buat masuk dan berdiskusi sama orang-orang di DPR situ katanya.

Tapi aman-aman aja kan?
Nggak bisa dibilang aman juga sih, guys. In fact, di berbagai daerah, demonya berujung ricuh, hiks. Kayak yang terjadi di Polewali Mandar, Sulawesi Barat. Kemarin banget nih, pengunjuk rasa yang mencapai ribuan orang itu udah stand by di depan Kantor Bupati sana. Terus siangan, mereka maksa ketemu sama Bupati terus masuk ke dalam gedung yang dijaga sama barikade pengamanan petugas. Saling dorong lah di situ, terus ricuh. The same also happened in Mataram, Nusa Tenggara Barat. Pengunjuk rasa di sana juga sama-sama maksa masuk buat ketemu Ketua DPRD NTB, tapi yha dihalang sama petugas, dan ricuh juga.

:(((( Anything else?
Eh, ngomong-ngomong soal bentrok petugas keamanan yang mostly isinya polisi VS pengunjuk rasa, of course ada kejadian menarik dong di situ. Di Gedung DPR kemarin,  Waktu lagi adu argumen di mana polisi mengamankan dan masyarakat yang berorasi, mereka nanggepin polisinya begini, guys: “Bapak lebih baik ngurusin kasus Ferdy Sambo aja, pak.” WKWKWKW. Tapi omongan itu nggak digubris sama polisi. Diketahui pengunjuk rasa di berbagai wilayah masih belum bergerak dari posisi, guys. Hari ini, ribuan buruh bakalan kembali unjuk rasa di DPR dan menuntut supaya kenaikan harga BBM ini dibatalkan aja.