Ratu Elizabeth II Resmi Dimakamkan Di Windsor, Sumba Jadi Destinasi Favorit Wisatawan, 3.4 Juta Anak Pakistan Butuh Bantuan Mendesak, Hampir 20% Konten Di TikTok Berisi Informasi Yang Salah

34

Good morning

Rise and shine. Another day, another daily routine. But, you can always start it right, for example by doing meditation, have a nutritious breakfast, and catch up! with us. Now, we got you all about the funeral of Queen Elizabeth II, Pakistan, Sumba, to Tiktok. Let’s dig in…

Let’s start the day with the funeral of Queen Elizabeth II

Yup. Queen of England, Ratu Elizabeth II secara resmi telah dimakamkan di Windsor, setelah masa berkabung nasional selama sepuluh hari. Queen Elizabeth II passed away peacefully on 8 September 2022.

Tell me more. 
Jadi guys, Ratu Elizabeth II resmi dimakamkan di Windsor, setelah melakukan ibadah kematian di Westminster Abbey. Kemarin, the guests have had come since 11.00 waktu London atau 17.00 WIB. Acara puncaknya adalah mengheningkan cipta selama dua menit di seluruh Inggris untuk Ratu Elizabeth II dan dinyanyikan lagu “God Save the King” yang diubah setelah 70 tahun “God Save the Queen.” Nah, prosesi pemakamannya sendiri tuh ngelewatin jalan-jalan di London, terus ke kediaman kerajaan di Windsor hingga akhirnya Ratu Elizabeth II dimakamkan di Kapel St.George, halaman Kastil Windsor.

Go on. 
Jadi, di hari pemakaman Ratu Elizabeth II kemarin itu sekaligus jadi hari libur nasional di Inggris. Otomatis, banyak bisnis, toko-toko dan sekolah tutup jadi mereka semua bisa nonton siaran langsung dari the funeral. Anyway, this is the first funeral for English Monarch yang diadakan di Westminster Abbey sejak abad ke-18. Kali ini juga pertama kalinya kamera diizinkan selama upacara pemakaman pemimpin monarki Inggris.

Who’s coming? 
Selain keluarga Kerajaan Inggris (for sureeee..), sejumlah pemimpin dunia ikut hadir dalam acara pemakaman Ratu Elizabeth II. Presiden AS Joe Biden, PM Kanada Justin Trudeau, Presiden Prancis Emmanuel Macron, Raja Belgia Philippe dan Ratu Mathilde, Raja Willem-Alexander dan Ratu Maxima dan so on. 
 
But, guess who’s not invited? 
OfcPresident Putin yang nggak diundang gara-gara masalah invasi Rusia ke Ukraina, terus juga Presiden China Xi Jinping yang nggak diundang gara-gara masalah komunitas Uyghur di Xinjiang. Terus, Afghanistan dan Suriah juga nggak diundang gara-gara situasi politik di negara mereka sekarang. Indonesia sendiri sih diundang kok di acara pemakaman Ratu Elizabeth II.

What else? 
Berhubung ini adalah pemakaman Ratu Elizabeth II, the longest-reigning monarch in the monarchy, makanya seluruh negara harus pay attention to details. Maka dari itu, sekitar 125 bioskop nayangin pemakaman kenegaraan Ratu Elizabeth II. Nggak cuma itu, taman, alun-alun, dan gereja-gereja juga masang layar buat nayangin acara pemakaman. Terus, hampir semua stasiun televisi kaya BBC, ITV dan Sky juga nayangin the funeral secara live. Pemakaman ini juga diperkirakan ditonton sama penonton yang jumlahnya lebih besar dari pemakaman Putri Diana di tahun 1997, Olimpiade London 2012 dan pernikahan kerajaan lainnya.
 
Fun Fact.. 
Guys, tau nggak sih kalo dateng ke pemakaman Ratu Elizabeth II juga ada aturan fashionnya? Ya pasti dong ya, secara ini kan acara kenegaraan besar juga. Di acara pemakaman, mereka harus pake busana berwarna hitam dan tidak ada warna cerah sedikit pun. Buat anggota keluarga kerajaan wanita, mereka harus pake busana formal dengan panjang selutut berwarna hitam. Yang khas juga, mereka biasanya pakai topi dan veil dengan warna yang senada.

When your favorite destination for holiday is….

Sumba, East Nusa Tenggara.
Yep. Udah nggak diraguin lagi lah yha. Selain Bali, Sumba, Nusa Tenggara Timur tuh sekarang diincer banget sama wisatawan karena mereka literally punya semuanya, guys. Kamu mau apa? Culture? Masyarakat adat? Bukit? Pantai? Sunset? Sunrise? Di sana semuanya jempolan. Bahkan, hutan pun ada. Hutannya beda lagi sama hutan yang kamu tahu.

Aaaa my bucketlist
Same. Well today, let’s talk about Sumba. Jadi dalam beberapa tahun terakhir, keindahan alam di Sumba tuh kan emang terkenal banget ygy. Apalagi kalau kamu liat di Explore IG tuh, orang-orang pada foto pre-wedding di sana bagusssss banget. Hamparan bukit Savanna, pake tenun khas NTT, fotonya pagi-pagi waktu sunrise, udah deh. Kayak mau di-like 1000x itu foto yekan. Terus, kalau kamu datang langsung ke sana dan masuk lebih dalam lagi, kamu bakalan kenalan sama masyarakat adat di sana yang menyenangkan banget, guysNow everybody, meet: Marapu.

Tell me. 
Sure. Jadi Marapu merupakan kepercayaan asli penduduk Sumba yang hidup di empat Kabupaten yaitu di Sumba Barat, Sumba Barat Daya, Sumba Tengah, dan Sumba Timur. Praktik budaya megalitikum Marapu ini sama sekali nggak tergerus globalisasi lo, guys. Dan sampai saat ini, kepercayaan itu masih dianut dan dipegang teguh sama penduduk di sana. Adapun salah satu praktik dari Marapu ini adalah ritual adat yang diselenggarakan kalau ada orang meninggal, guys. Jadi waktu mereka menguburkan jenazah anggota keluarga, orang Marapu akan menggelar upacara adat termasuk menyembelih hewan kayak kerbau, gitu-gitu. The same also goes kalau ada warga ingin masuk ke hutan buat mengambil kayu, warga sana juga harus mengadakan ritual di malam hari memohon izin kepada leluhur dengan motongin ayam, guys. Nah, dari ritual adat itulah warga setempat meyakini mereka dapat izin masuk hutan atau nggak untuk mengambil kayu. Jadi, gak bisa tuh asal nyelonong bae ngambil kayu sembarangan.

I see. The forest….
Yep. Namanya juga hutan, sumber kehidupan masyarakat kan pasti dari situ yah, termasuk buat masyarakat adat di Sumba, guys. Mereka bisa bikin macem-macem dari bahan yang ada di hutan. Mulai dari the iconic rumah panggung, sampai kain tenun Sumba khas NTT (which pasti kamu semua pernah liat).  But the thing is, thanks to deforestation as well as climate crisis, hutan yang ada di Sumba dan daerah-daerah lain di Indonesia in general tuh pada abis, guys. Not to mention berbagai kebijakan kayak UU Ciptaker dan iklim investasi di sana yang bikin hutan pada abis dibabat dan things got more complicated ever since.

Oh no…
Nah makanya masyarakat adat di sana pun pada vokal banget menentang alih fungsi hutan untuk kepentingan industrialisasi. Adapun salah satu yang jadi Key Opinion Leader-nya adalah Rambu Dai Mami sama Rambu Ana Maeri. Dengan segala effort-nya, Rambu berdua ini terus mengadvokasi warga setempat untuk nggak gampang terpengaruh iming-iming korporasi yang mau ambil lahan warga buat kepentingan industri. Oya, for context, Rambu adalah panggilan untuk perempuan keturunan bangsawan di Sumba, guys. Tapi seiring waktu panggilan Rambu mulai jamak digunakan. Sekarang semua perempuan di Sumba bisa dipanggil rambu kayak panggilan “mbak” gitu.

God bless their souls…
In their words, Rambu Ana sama Rambu Dai Mami bilangnya begini, guys: “Saya dan masyarakat adat berjuang pertahankan hutan karena prinsip saya hutan bukan milik kita, tapi generasi kita. Kalau bukan kita siapa lagi? Saya takutnya generasi kita selanjutnya melihat hutan hanya dari gambar, tapi tidak tahu hutan itu sendiri seperti apa.” Tapi ya gitu, tantangan terbesar mereka most likely ada di akses informasi dan komunikasi yang super terbatas. Makanya PR banget buat mengedukasi dan mengadvokasi masyarakat sana. Apalagi kaum perempuan, secara as we all know kaum perempuan tuh deket banget kan sama hutan buat berbagai kebutuhan di dapur.

Got it. Anything else?
Btw, did you know guys, Indonesia adalah negara dengan hutan tropis terbesar ketiga di dunia? Yes, setelah Brazil dan Republik Demokratik Kongo. Inilah alasan kenapa kita harus menjaga hutan, sesimpel dengan nggak buang sampah di hutan dan nanam pohon sebisanya, karena selain paru-paru dunia, banyak masyarakat yang hidupnya bergantung pada hutan. Hal inilah yang kemudian melahirkan gerakan Hutan Itu Indonesia untuk mendokumentasikan praktik penjagaan hutan dan menyampaikannya kepada anak muda. Sumba itu kan hutannya kecil, sumber airnya pun terbatas, karenanya hutan harus dijaga sebaik mungkin karena menjadi benteng krisis iklim. Sip?

When things are getting worse in Pakistan…

It’s still about the floods…
Karena as you guys know, banjir di Pakistan is getting worse. Yep, sejak beberapa bulan terakhir ini, Pakistan emang lagi bergulat menghadapi banjir terburuk sepanjang sejarahnya yang bikin hampir 1/3 dari wilayah Pakistan terendam air. Kebanyang ga guys, 1/3? Saking parahnya, pemerintah sana udah secara terbuka meminta bantuan internasional dan kini, data terbaru menunjukkan bahwa sekitar 3,4 juta anak Pakistan butuh bantuan mendesak. Hal ini disampaikan langsung oleh UNICEF.

Wait, tell me more about the banjir first.
OK. Jadi banjir bandangnya tuh disebabkan oleh rekor hujan monsoon yang ngga kunjung berhenti. Adapun total dari warga Pakistan yang terdampak mencapai lebih dari 33 juta orang, dan sampe sekarang ada sekitar 1.500 korban tewas dan lebih dari 90 ribu orang yang dirawat karena penyakit menular.

Back to the kids..
Oke, balik lagi masalah anak-anak tadi, perwakilan UNICEF untuk Pakistan Abdullah Fadil menyampaikan minggu lalu bahwa banjir ini merupakan bencana kemanusiaan terburuk dalam satu dekade. Katanya, banyak anak-anak yang menderita kekurangan gizi, diare, malaria, demam berdarah sama penyakit kulit lainnya. Terus, mayoritas anak-anak yang hidup di pengungsian juga harus hidup tanpa air, tanpa makanan dan berbagai fasilitas kesehatan juga udah pada rusak.

🙁
Selain itu, berbagai penyakit juga udah makin nggak karuan menyerang anak-anak di sana. Menurut pemerintah provinsi Sindh sendiri, ada 588 kasus malaria dan 17.977 kasus diare, sampe 20.064 kasus penyakit kulit yang dilaporkan. Terus, sebanyak 2,3 juta pasien juga menjalani perawatan karena berbagai masalah kesehatan setelah banjir kemarin.

Anything else? 
It’s been two months since the flood, banyak warga Pakistan udah mengungsi. Rumah mereka udah tenggelam, jadi they don’t have any choices either. Terus, masih banyak jalan yang terendam air hingga menyulitkan proses evakuasi dan pemberian bantuan untuk korban banjir.

When you keep up with things on TikTok....

Be careful of misinformation.

Raise your hand kalau ada yang lagi trending, kamu cari tahunya di media sosial instead of Google? Now, hands down. 
Well, yang harus kamu tahu adalah, ada sebuah laporan yang di-publish The NewsGuard dari Amerika Serikat yang coba nge-compare search engine aka alat pencarian di Google sama salah satu media sosial, yaitu TikTok. Adapun alat pencarian yang diteliti tuh related to isu-isu yang belakangan ini lagi rame diomongin orang, guys. Kayak invasi Rusia-Ukraine, Covid-19, vaksin Covid, US election, sampai aborsi Roe vs Wade.
 
Hasilnya, jeng jeng… Hampir 20% hasil yang ditampilkan di TikTok tuh isinya adalah informasi yang salah aka misinformasi guys. Hal ini miris banget considering TikTok tuh penggunanya adalah anak-anak muda dan orang-orang usia dewasa muda. Kalau generasi mudanya aja udah terekspos sama hoax, gimana kondisi mereka di masa depan ya? Hiks.
 
Terus, imagine this, di TikTok, bahkan ada konten yang nunjukin gimana caranya melakukan aborsi sendiri. Ofc kesalahan informasi medis semacam ini bisa bahaya banget yakan. Makanya merespons hal ini, beberapa konten sekarang udah dihapus sama TikTok, guys. Pihak TikTok pun bilangnya mereka udah kerjasama sama lembaga fact checker gitu buat make sure infomrasi yang ada di konten mereka nggak hoax dan membahayakan lagi buat para penggunanya.

“Memang beliau-beliau tampak sangat akrab dan sangat nyaman berada di sekeliling satu sama lain.”

Gitu guys penjelasan dari politisi DPP Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra soal pertemuan ketua umumnya Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dengan Ketum NasDem Surya Paloh, Presiden PKS Ahmad Syaikhu, Wapres RI ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla (JK), hingga Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di acara pernikahan anak politikus NasDem Sugeng Suparwoto. Kata Herzaky, emang mereka-mereka ini tampak nyaman berkomunikasi dan berinteraksi, tapi kalo soal koalisi? Ya ditunggu aja. Gitu ceunah.

Now you know who decided to have a second date…

Announcement


No one bought us coffee today 🙁

(Mau ikutan nraktir tim Catch Me Up! kopi? Here, here…just click here Dengan mendukung, kamu nggak cuma beliin kopi yang menemani kami nulis, namun kamu juga udah men-support kami untuk terus berkarya dan membuat konten-konten berkualitas yang imparsial dan bebas dari kepentingan. Thank you so much!)

Catch Me Up! recommendations

Saving, check. Emergency saving, check. Now let’s start investing.