Pertemuan Pemimpin Rusia & China, AS Akan Dukung Penuh Taiwan

25

When there’s a drama: Between US, Russia, China and Taiwan…Boy, do we love drama. Kali ini dramanya ga lain ga bukan soal Amerika Serikat, China dan Rusia yang emang seriiiing banget ngotot-ngotoan pake urat. Nah kali ini, baru aja Senin lalu, US President aka Joe Biden bilang kalo AS bakal kasih dukungan penuh ke Taiwan kalo seandainya mereka diserang sama China. (WHATTTTT?!?) 


Uhmmm emang kenapa?
Jadi kamu harus tahu ni guys, bahwa pernyataan ini tentunya bakal berbahaya buat hubungan AS dan China, secara China tuh posesif banget sama Taiwan. Hal ini karena kayak kamu kamu tahu, China sejauh ini  masih beranggapan Taiwan itu cuma wilayah di bawah kuasanya, sedangkan Taiwan melihat diri sendiri pokoknya pengen merdeka plz. Karena mereka punya sistem pemerintahan yang beda sama China (Taiwan demokratis, China komunis). Nah secara Taiwan nih demokratis, makanya mereka didukung banget sama Amerika Serikat dong, hence the statement.

I see…
Nah terkait pernyataan Biden yang so controversial itu, Chinese government sendiri melalui Juru bicara Kementerian Luar Negerinya, Mao Ning, bilang bahwa pernyataan AS itu “severely violate” US policy aka melanggar komitmen penting AS buat enggak ngedukung kemerdekaan Taiwan dan bikin sinyal yang salah ke pasukan kemerdekaan separatis Taiwan.

Let us go back for a while.. 
Actually, the relationship between US and China has been quite tense lately. Masih inget kan soal kunjungan  Ketua DPR AS Nancy Pelosi ke Taiwan belom lama ini? Heboh banget tuh, sampe-sampe China udah mulai ngerahin pasukan militernya di perbatasan. Dunia juga udah mulai ketar-ketir, takut kalo China marah, they can do everything. Yah, urusan Rusia-Ukraina aja belom kelar, ini udah ditambah masalah baru. While US and China are getting tense….. Okay, di tengah tegangan panas antara China dan AS, someone is getting closer to Xi Jinping. 

Guess who? 
Russian President, Vladimir Putin. Yup. Their relationship is getting closer and closer. Apalagi, belum lama ini keduanya melakukan pertemuan di Uzbekistan. Pertemuan keduanya ini memiliki banyak arti, secara sejauh ini keduanya emang deket. Terbukti sampe sekarang, Jinping juga belum mengecam serangan Rusia ke Ukraina. Makanya pertemuan ini juga jadi most anticipated banget gengs.
 
Emang isi pertemuannya apa?
Basically, isi diskusi mereka sih ya standar pertemuan antar pemimpin negara aja, tapiiii because it was Putin and Xi Jinping so it wasn’t a basic discussion. Putin bilang kalo Rusia kasih dukungan penuh ke China soal “One China Policy”, dan sepenuhnya menentang provokasi AS di Selat Taiwan. Although it was their first direct meeting since the invasion, tapi jelas isi perbincangan mereka tuh punya impact secara global. Nggak sampe situ aja, kedua negara ini jelas cari dukungan dari satu sama lain. In one side, Xi Jinping lagi ngincer masa jabatan ketiganya. Tapi, reputasinya lagi buruk gara-gara isu komunitas Uyghur di Xinjiang yang nggak kunjung selesai. On the other side, Vladimir Putin juga lagi cari dukungan atas invasinya ke Ukraina yang bikin negara-negara Barat sampe menjatuhkan berbagai sanksi ke Rusia.
 
What else? 
Oh ya, soal hubungan China dan Rusia yang makin deket, Taiwan ikut komentar dong soal ini. Taiwan bilang kalo relasi China dan Rusia itu bisa mengecam perdamaian internasional. Pihak Kemlu Taiwan sampai secara resmi mengecam keras Rusia yang ngedukung China karena merendahkan kedaulatan negaranya. Meanwhile, atas komitmen dukungan dari AS, Taiwan bilang: Thanks beb….
 
Last but not least..
Imagine, what would happen if China and Russia become one? Kedua negara ini udah bilang kalo siap kerja sama buat jadi negara adikuasa.
 

“In the face of the colossal changes of our time on a global scale, unprecedented in recent history, we are ready to team up with our Russian colleagues to set an example of a responsible world power and to play a leading role in putting a rapidly changing world on the track of sustainable and positive development,” kata Xi ke Putin.

 
Makin seru….