Partai Buruh Akan Unjuk Rasa Kenaikan Harga BBM, PM Thailand Digantung Dari Jabatannya, Penyakit Pneumonia Misterius di Argentina, Kepercayaan Beragama Yang Kuat Memiliki Kesehatan Jantung Lebih Baik

34

Good morning

Monday morning sun is smiling… yep, rise and shine, people! Over the weekend, we found out that the gas price has increased. We know, such a bummer, right? So, to know the whole story, all you had to do is just scroll down. Go! 

What’s official but not your relationship?

Kenaikan harga BBM.
Ini dia yang rame mengundang pro dan kontra dari masyarakat +62 over the weekend kemarin, guys. Yep, we’re talking about Presiden Jokowi yang hari Sabtu kemarin resmi mengumumkan kenaikan harga BBM. Kalau kata Pakde sih, “Ini pilihan terakhir pemerintah.”

HAH GIMANA?
Ok jadi ceritanya gini, guys. Kamu masih inget nggak sama pembahasan kita tempo hari di mana tanda-tanda pemerintah mau naikin harga BBM tuh udah keliatan banget? Iya, ga mixed signals kayak gebetan kamu, tapi dari berbagai statements pemerintah, harga BBM naik tuh udah tinggal menunggu waktu. Adapun tanda-tandanya tuh datang langsung dari Presiden Jokowi dan Menteri Keuangan Bu Sri Mulyani. Dalam keterangannya, baik Pakde Jokowi dan Bu Ani sama-sama menyebut BBM Subsidi yang sekarang tuh nggak tepat sasaran, karena jadi dinikmati oleh kelompok berada. Padahal, dana subsidi sejatinya untuk orang miskin dan jumlahnya juga ngga main-main.

Oh iya?
Iya. Masih dalam keterangannya, Presiden Jokowi menjelaskan anggaran subsidi pemerintah buat BBM sekarang tuh udah meningkat tiga kali lipat dari sebelumnya. Dari Rp152,5 triliun sekarang jadi Rp502,4 triliun. Selain itu, ada lebih dari 70% masyarakat mampu yang seharusnya mereka nggak dapat subsidi, eh ini malah ikutan dapet. Makanya, Pakde Jokowi mau balikin lagi the essence of subsidi to its core supaya bisa dinikmati cuma sama masyarakat kurang mampu dan menguntungkan mereka, tapi dengan konsekuensi harga BBM harus naik.

Terus, beneran naik?
Iya. Sabtu lalu, dengan didampingi Menteri terkait mulai dari Menkeu Bu Sri Mulyani, Menteri Sosial Bu Tri Rismaharini, dan Menteri ESDM Pak Arifin Tasrif, Presiden akhirnya mengumumkan secara resmi bahwa BBM jenis Pertalite dari yang awalnya Rp7.650 per liter, naik jadi Rp10.000 per liter. Nggak cuma itu, solar yang harganya Rp5.150 per liter, naik jadi Rp6.800 per liternya. Terus, Pertamax nonsubsidi juga naik jadi yang awalnya Rp12.500 per liter, sekarang udah Rp14.500 per liternya. Adapun kenaikan harga ini udah berlaku satu jam sejak diumumkan, which is pada pukul setengah 3 sore hari Sabtu lalu.

Why
 sih pak?

Banyak hal sih, selain karena alokasi subsidi yang ngga sesuai target, saat ini juga dunia lagi bergejolak. Ekonomi di banyak negara lagi lesu, dan pemerintah jadinya harus mengambil kebijakan demi terus meningkatkan ekonomi. Makanya, salah satu kebijakannya adalah  menaikkan harga BBM ini. In his words, Presiden Jokowi bilang, “Saat ini pemerintah harus membuat keputusan dalam situasi yang sulit. Ini adalah pilihan terakhir pemerintah, yaitu mengalihkan subsidi BBM. Sehingga, harga beberapa jenis BBM yang selama ini mendapat subsidi akan mengalami penyesuaian.”

Dialihin ke mana?
Ke Bantuan Sosial aka Bansos tambahan. Yep, karena udah naik harga, meaning anggaran negara buat BBM ini auto turun dong. Nah, duit lebihnya itu dialihin buat bantuan sosial aka bansos sebesar Rp12.4 triliun buat masyarakat kurang mampu, guys. Menteri Sosial Bu Risma menjelaskan, bantuan sosial berupa Bantuan Langsung Tunai (BLT) ini udah siap disalurkan ke 40.65 juta Keluarga Penerima Manfaat seluruh Indonesia. Lebih jauh, Bu Risma menjelaskan bahwa per keluarga bakal dapet BLT dengan total sebesar 600.000 Rupiah yang disalurkan dalam dua tahap. Per tahapnya dapat 300 ribu, terus dua bulan berikutnya baru keluar lagi tahap kedua 300 ribu lagi, gitu.

I see.. 
Terus terus?
Selain itu, ada juga bantuan lain nih, guys. sebanyak 16 juta pekerja dengan gaji di bawah 3,5 juta per bulan juga bakalan dapat bantuan subsidi upah aka BSU sebesar 600 ribu, gengs. Anggaran yang disiapkan buat BSU sendiri ada Rp9.6 triliun. Nggak cuma itu, buat angkutan umum, ojek online, hingga nelayan, juga bakalan dapat bantuan dengan memanfaatkan dua persen dari dana transfer umum sebesar Rp2.17 triliun. Pokoknya, bantuan ini bakalan dialokasikan secara sesuai dan tepat sasaran deh. TAPI tetep kita harus monitor ya gengs, jangan sampai kasus korupsi bansos terulang lagi EHEHEHE

Got it. Anyone saying anything?
Yep, dari hebohnya kenaikan harga BBM ini, banyak banget respons yang timbul di masyarakat, guys. Ada yang kayak.. “Oh, yaudah. Toh semua negara juga begini,” ada juga yang nggak terima sampai melakukan aksi unjuk rasa. Well, kalau diliat dari sisi ekonomi, ekonom Piter Abdillah bilangnya kenaikan harga BBM ini dikhawatirkan bakalan menimbulkan inflasiguys. Secara kalau BBM naik, otomatis harga-harga di sektor lain kan juga pada ikutan naik yah, produsen pada naikin harga semua. Padahal daya beli masyarakat juga nggak sekuat itu kan. (Gaji pun segitu-gitu aja ehehehe).

Now, wrap it up…
Sure. Masih ngomongin respons masyarakat, masyarakat nggak terima kan akhirnya melakukan unjuk rasa kayak yang kemaren terjadi di Bangkalan dan Bengkulu. Nah setelah official kayak gini, amarah masyarakat makin memuncak dong. Akhirnya, besok banget nih, ribuan buruh yang tergabung dalam Partai Buruh bakal menggelar unjuk rasa besar-besaran, guys. Unjuk rasanya ini tersebar di berbagai daerah, dan berpusat di Gedung DPR/MPR RI, Senayan, jakarta. Mereka menuntut pimpinan DPR RI buat manggilin Menteri Keuangan, Menteri ESDM, dan menteri terkait supaya membatalkan kebijakan kenaikan harga BBM ini.

Who’s singing “Kau gantungkan hubungan ini…”

Thai Prime Minister, Prayut Chan-o-cha. 
Yup. You read it right. Di tengah berbagai polemik yang dihadapi negaranya, Perdana Menteri Thailand Prayut Chan-o-cha harus digantung aka di-suspend dari jabatannya, guys. Di-suspend-nya tuh beneran, “Plz berenti dulu menjabat,” tapi gajels statusnya gimana. Makanya hal ini bikin masyarakat Thailand mixed feelings dong: Seneng nggak yah? Is it a good thing? Eh, biasa aja sih. Nggak deng. It is a big deal.

Diskors kenapa?
Jadi gini ceritanya, guys. Dalam sistem pemerintahan Thailand yang baru passed di tahun 2014 lalu, diatur bahwa seorang Perdana Menteri cuma bisa menjabat maksimal banget 8 tahun aja. Nah baru-baru ini, orang-orang di parlemen sana dari pihak oposisi ngide buat ngitungin udah berapa lama Pak Prayut ini serving as the Prime Minister. Akhirnya ke-up lagi lah fakta bahwa beliau ini udah menjabat dari tahun 2014, guys. Sekarang kan udah 2022, meaning udah 8 tahun nih kan menjabatnya, dan kalau diterusin, bakal melanggar konstitusi dan sistem pemerintahan sana dong.

Terus terus?
Terus, para pihak ini bikin petisi supaya Prayut di-suspend dan melaporkannya ke Mahkamah Konstitusi Thailand. Setelah dilaporkan ke MK, MK pun akhirnya Rabu lalu memutuskan untuk menskors Pak Prayut dari jabatannya karena kalo lewat 8 tahun yha udah melanggar konstitusi. In the meantime, Wakil Perdana Menteri Prawit Wongsuwan bakalan in charge menggantikan posisinya. Nah, bersamaan dengan itu, pihak MK juga kasih waktu ke Pak Prayut selama 15 hari buat kasih alasan kenapa dia harus mempertahankan jabatannya.

Okay…
Well talking about the reason to stay,  Sebenernya, Pak Prayut ini lumayan “like you” “like you not” among Thailand people, guys, aka banyak yang suka tapi lebih banyak ngga sukanya. Hal ini karena kan pemerintahan Pak Prayut udah dimulai sejak kudeta militer tahun 2014 lalu. Nah, sejak menjabat sebagai PM, beliau jadi orang yang semakin otoriter dan dinilai banyak pihak merusak sistem demokrasi di Thailand. Mulai dari semua kampanye politik yang dilarang, ratusan aktivis ditangkap dan didakwa, banyak lah. Belum lagi secara ekonomi, kemiskinan dan inequality yang makin ketara juga bikin Prayut jadi ngga populer.

I see…
Nah Puncaknya, di tahun 2020, banyak anak muda di Thailand melakukkan unjuk rasa besar-besaran dan menentang semua aturan yang diterbitkan sama Pak Prayut, bahkan menuntut supaya Pak Prayut mundur aja. Secara unjuk rasa yang terjadi ini juga kayak klimaks dari segala konfik dan polemik yang terjadi di Thailand sejak lama, guys. Jadi pas unjuk rasa, semuanya numpukkkk gitu. Mulai dari Prayut yang gagal mulihin demokrasi, adanya tekanan terhadap hak warga sipil dan kebebasan, economic mismanagement, dll.

What about
 penanganan Covid?
Nah soal itu. Masyarakat Thailand yang udah marah, makin dibikin panas lagi karena menilai adanya kesalahan urus dalam pemerintahan militer, plus penanganan pandemi COVID-19 yang dianggap gagal, terus banyak nepotisme sampe kurangnya transparansi juga bikin desakan supaya Pak Prayut mundur tuh semakin kuat. Nggak sampe di situ aja, kemarahan publik sama pihak militer dan monarki kerajaan juga masih terus berlanjut sampe tahun 2021. Waktu itu, ketika Raja Maha Vajilongkorn naik tahta di tahun 2016 dan dinobatin di tahun 2019, dia malah kebanyakan spend time dan uang di luar negeri, bahkan ketika Thailand lagi bergulat sama pandemi virus corona. Bahkan, aset sebanyak miliaran dolar juga masuk ke akun pribadinya yang bikin dia makin tajir abis.

So… where are we going from there?

Polemik soal penentuan masa jabatan Pak Prayut masih belum jelas. Pihak pengadilan juga masih belum pasti kapan bakal ngasih keputusan soal peninjauan tersebut. Tapi yang jelas, pemilihan umum baru masih on schedule, which is tetep di bulan Mei 2023. Prayut sendiri saat ini masih dalam temporary step down status, dan menjabat sebagai menteri pertahanan.

When there’s another mystery disease…

Pneuomonia.
Yep. Hari Jumat kemarin, 3 orang dilaporkan meninggal akibat penyakit Pneumonia misterius di Argentina, guys. Tapi, secara total ada sembilan orang yang udah terkena penyakit ini. Yang bikin deg-degan adalah, Menteri Kesehatan di Tucuman, Luis Medina Ruiz bilang kalo pasiennya muncul dengan gejala yang mirip banget sama COVID-19.

Geeez… not anymore 🙁
Iya. Sampe sekarang sih, gejala pneumonia yang dialami para pasien masih bisa dibilang misterius. Soalnya, setelah dites sama para ahli buat seluruh virus pernapasan, hasilnya negatif. Tapi, menurut hasil sampel yang dikirim ke Administrasi Laboratorium dan Institut Kesehatan Nasional Argentina, ahli penyakit menular Dr Michael Osterholm, salah satu kemungkinannya adalah sesuatu yang dihirup pasien.
 
Tell me more.
Tapi ya emang bisa dibilang penyakit ini mirip banget sama COVID-19 guys. Karena selain menyerang pernapasan, mereka yang meninggal juga adalah orang berusia tua, yakni 70 dan punya penyakit bawaan. Saat ini, otoritas di Argentina juga lagi terus memantau “close contact”-nya para pasien untuk mencari tahu lebih jauh soal penyakitnya. Mereka juga memeriksa tempat tinggal, saluran air hingga udara untuk mencari tahu penyebab utamanya apaaa

Ya ampun…

Nah terkait penyakit misterius ini, ahli Epidemiologi dari Griffith University Australia, Dicky Budiman bilang kalo risiko kematian akibat pneumonia ini lebih tinggi dari COVID-19. Soalnya, dari 9 kasus yang ditemukan di Argentina, 3 di antaranya udah meninggal. Nggak cuma itu, pneumonia juga bisa menular lebih cepat daripada COVID-19.

Terus, What can we do? 
Nah, Selagi para ahli masih meneliti penyebab penyakit misterius ini, yang kita bisa lakuin sekarang ya tetap menjaga 5 M which means memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan dan mengurangi mobilitas. Apalagi, di situasi yang makin nggak jelas kaya sekarang, yang paling maksimal bisa kita lakuin ya buat menjaga diri buat tetap bersih.

When you’re a religious person…

Chances are you’ll live healthier.
 
Tapi religious-nya bukan yang judgy sana-sini nyeramahin orang ya guys... jujurrr. Jadi gini, penelitian terbaru di Amerika Serikat baru aja menemukan bahwa orang dewasa kulit hitam yang sering melakukan kegiatan keagamaan (again, bukan grebek sana-grebek sini ygy) atau yang punya kepercayaan beragama yang kuat ditemukan memiliki kesehatan jantung yang lebih baik dibanding mereka yang ngga relijius. Selain itu, mereka yang lebih relijius juga diketahui punya tekanan darah, kolestrol, dan matrik kesehatan jantung lainnya yang lebih baik. Nah menurut penelitian yang dilakukan oleh American Heart Association ini, diketahui bahwa orang yang sering menghadiri kegiatan keagamaan juga memiliki kemungkinan 15% lebih tinggi untuk mencapai kondisi jantung sehat yang ideal. Ga main-main, matriks ini ditemukan setelah mengukur dari delapan tolak ukur, di antaranya makanan, kegiatan fisik, kebiasaan tidur, hingga exposure terhadap nikotin.
 
Ada beberapa alasan yang diduga jadi penyebab atas kondisi ini. Menurut Epidemiologist Mercedes R. Carnethon, hal ini bisa jadi karena emang kan mengikuti aturan agama tuh membutuhkan komitmen dan disiplin, dan bisa jadi kedisiplinan tersebut jadi diaplikasikan juga dalam menjalankan hidup yang lebih sehat oleh penganutnya. Selain itu, biasanya para pemimpin agama di AS juga mempromosikan gaya hidup yang lebih sehat, kayak jangan ngerokok atau konsumsi alkohol kebanyakan, jadi bisa jadi, hal ini juga bikin jemaatnya nurut dan less likely kena penyakit cardiovaskular tadi.
 
Silakan dipraktekkan ya guys, sekedar mengingatkan 🙏🏻🙏🏻

“Tak bisa sendirian di 2024…”

Gitu guys kata Sekjen Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Hasto Kristianto pas menjelaskan potensi partainya yang akan berkoalisi menjelang pemilu 2014. Kata Bang Hasto, sebagai partai yang selalu mengedepankan Pancasila, PDIP ngga bisa sendirian di tahun 2024, aka harus koalisi. Nah dalam melakukan pendekatan ke partai lain ini, PDIP selalu berjuang untuk mewujudkan keadilan, adil, dan ngga suka nyalip di tikungan. Jadi pokoknya selalu ikut tahapan dan fair, lah…
 
When politics sound a lot like your relationship…

Announcement


Thanks to Ketukterus, Keluarga Emeng, TripleS, and Someone for buying us coffee today!

(Mau ikutan nraktir tim Catch Me Up! kopi? Here, here…just click here Dengan mendukung, kamu nggak cuma beliin kopi yang menemani kami nulis, namun kamu juga udah men-support kami untuk terus berkarya dan membuat konten-konten berkualitas yang imparsial dan bebas dari kepentingan. Thank you so much!)

Catch Me Up! recommendations

Been walking a lot? Congrats! You’ve just unlocked these benefits.