Lukas Enabe 2 Kali Tidak Memenuhi Panggilan KPK

40

And as you know, we are talking about…

Lukas Enembe.
Yoi. Lukas Enembe, Gubernur Papua yang juga tersangka Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atas kasus dugaan korupsi kemarin nggak memenuhi panggilan KPK di Jakarta, guys. Alasannya, karena Pak Lukas lagi sakit. Tapi kinda sus juga kan, secara udah dua kali nih Pak Lukas nggak dateng. Makanya banyak yang questioning, “Beneran sakit kan pak?” gitu.

Background pls. 
You got it. Jadi gini ceritanya, guys. Everything started from laporannya Pusat Pelaporan dan Analis Transaksi Keuangan aka PPATK yang mengungkap selama lima tahun terakhir, ada sebanyak 12 dugaan pengelolaan keuangan nggak wajar yang mengarah ke dugaan tindak pidana korupsi yang dilakukan sama Pak Lukas, guys. Dari situ, laporan itu kemudian diteruskan ke KPK dan berproseslah di KPK sampai akhirnya Pak Lukas ditetapkan sebagai tersangka. (Read the full story here).

Terus terus?
Terus, sama kayak kasus yang udah-udah, KPK manggil Pak Lukas buat dimintai keterangan lebih lanjut terkait kasus ini kan. Adapun surat pemanggilan itu udah keluar dari tanggal 12 September kemarin guys, tapi beliau nggak dateng karena lagi sakit ceunah. Terus ada lagi dong pemanggilan yang kedua, which is kemarin banget nih. Nah Pak Lukas tetep nggak datang, gengs.

Waduh….
Makanya ini jadi spotlight banget secara udah jadi tersangka, terus dipanggil KPK pertama kali nggak dateng, eh kok yang kedua juga nggak datang gitu lo. Presiden Joko Widodo bahkan sampai angkat suara. Pakde bilangnya semuanya harus menghormati proses hukum yang ada di KPK. Termasuk kalau dipanggil, ya harus menghormati. Dengan cara yang dipanggil harus datang. In his words, Pakde bilang, “Semua warga negara sama di mata hukum,” katanya gitu.

Pihak Pak Lukasnya ada tanggapan?
Ada dong. Melalui kuasa hukumnya, Stefanus Roy Rening, pihak Pak Lukas menyebut mereka sangat menghormati concern-nya Jokowi atas kasus ini. Lebih jauh, Pak Roy juga menyebut itu kliennya emang beneran nggak bisa memenuhi panggilan KPK karena lagi sakit, guys dan sekarang masih dalam proses penyembuhan. Jadi maksudnya tuh yha biarin Pak Lukas recovery dulu, biarin sembuh dulu dari penyakitnya. Kalau udah sehat, baru deh tuh bisa mengikuti proses hukum yang lagi berjalan di KPK related to kasus ini, guys.

Beliau sakit apaan emang?
Well, masih dari pernyataan Pak Roy, Lukas Enembe emang ada penyakit, guys. Adapun penyakit yang diidapnya antara lain kebocoran jantung, diabetes, tekanan darah tinggi, sampai gejala gangguan ginjal. Jadi for now Pak Lukas harus menstabilkan kondisinya dulu dan nggak boleh stres berlebihan. Kalau dipaksain datang, takutnya bakalan makin parah penyakitnya gitu. Lebih lanjut, dia bilang begini: “Salah satu syarat untuk dimintai keterangan kan harus sehat. Kalau sakit gimana mau datang,” katanya gitu.

Terus diperiksa lagi kapan?
Kalau kata kuasa hukumnya sih dua minggu lagi, guys. Well, publik kan banyak yang nggak percaya yah kalau Pak Lukas beneran sakit, masyarakat ngiranya itu akal-akalan doang biar mengelak panggilan KPK. Dari sini langsung di-ulti dong sama sang kuasa hukum yang bilang pihaknya lagi berdiskusi supaya Lukas Enembe bisa diperiksa langsung oleh tim dokter KPK, gengs. Biar benar-benar bisa membuktikan, “Nih yah. Beneran sakit beliau, guys,” gitu.

Berarti Pak Lukas sekarang di mana?
Masih di rumahnya di Papua. Kamu harus tahu nih guys, buat kelancaran proses penyidikan, terhitung sejak tanggal 7 September kemarin sampai tanggal 7 Maret 2023 mendatang, Lukas Enembe udah dilarang berpergian ke luar negeri untuk alasan apapun. Makanya kemarin beliau mau ke SG buat berobat juga nggak bisa karena imigrasi juga ngga nge-approve rencana perjalanan beliau atas permintaan KPK.

Ok. Anything else I should know?
Fyi apart from dugaan korupsi yang dilakukan, kuasa hukum Lukas Enembe menyebut ada utusan Jokowi yang disebut pernah ketemu Pak Lukas di Jayapura Desember tahun lalu. Dalam kunjungan itu, mereka memaksa Pak Lukas menjadikan Komjen Paul Waterpauw sebagai Wakil Gubernur Papua menggantikan wagub sebelumnya yang meninggal dunia, dan hal ini jatohnya intervensi kan. Dibantah mentah-mentah lah sama Kemendagri. “Bukan itu bukan utusan Jokowi atau Kemendagri. Itu utusan dari partai, bapak-ibu,” gitu guys.