Lukas Enabe 2 Kali Tidak Memenuhi Panggilan KPK, Hutan Mangrove Harapan Untuk Dampak Krisis Iklim, Presiden Xi Jinping Dikudeta Pihak Militer, Kesehatan Perempuan Secara Global Memburuk

77

Good morning

Welcome to Tuesday. Today we’ll want to remind you to take a reallllly good care of your health, drink enough water, get enough sleep, take your meds… and listen to what your doctor said. Otherwise…. Here’s the curious case of a sick governor…

And as you know, we are talking about…

Lukas Enembe.
Yoi. Lukas Enembe, Gubernur Papua yang juga tersangka Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atas kasus dugaan korupsi kemarin nggak memenuhi panggilan KPK di Jakarta, guys. Alasannya, karena Pak Lukas lagi sakit. Tapi kinda sus juga kan, secara udah dua kali nih Pak Lukas nggak dateng. Makanya banyak yang questioning, “Beneran sakit kan pak?” gitu.

Background pls. 
You got it. Jadi gini ceritanya, guys. Everything started from laporannya Pusat Pelaporan dan Analis Transaksi Keuangan aka PPATK yang mengungkap selama lima tahun terakhir, ada sebanyak 12 dugaan pengelolaan keuangan nggak wajar yang mengarah ke dugaan tindak pidana korupsi yang dilakukan sama Pak Lukas, guys. Dari situ, laporan itu kemudian diteruskan ke KPK dan berproseslah di KPK sampai akhirnya Pak Lukas ditetapkan sebagai tersangka. (Read the full story here).

Terus terus?
Terus, sama kayak kasus yang udah-udah, KPK manggil Pak Lukas buat dimintai keterangan lebih lanjut terkait kasus ini kan. Adapun surat pemanggilan itu udah keluar dari tanggal 12 September kemarin guys, tapi beliau nggak dateng karena lagi sakit ceunah. Terus ada lagi dong pemanggilan yang kedua, which is kemarin banget nih. Nah Pak Lukas tetep nggak datang, gengs.

Waduh….
Makanya ini jadi spotlight banget secara udah jadi tersangka, terus dipanggil KPK pertama kali nggak dateng, eh kok yang kedua juga nggak datang gitu lo. Presiden Joko Widodo bahkan sampai angkat suara. Pakde bilangnya semuanya harus menghormati proses hukum yang ada di KPK. Termasuk kalau dipanggil, ya harus menghormati. Dengan cara yang dipanggil harus datang. In his words, Pakde bilang, “Semua warga negara sama di mata hukum,” katanya gitu.

Pihak Pak Lukasnya ada tanggapan?
Ada dong. Melalui kuasa hukumnya, Stefanus Roy Rening, pihak Pak Lukas menyebut mereka sangat menghormati concern-nya Jokowi atas kasus ini. Lebih jauh, Pak Roy juga menyebut itu kliennya emang beneran nggak bisa memenuhi panggilan KPK karena lagi sakit, guys dan sekarang masih dalam proses penyembuhan. Jadi maksudnya tuh yha biarin Pak Lukas recovery dulu, biarin sembuh dulu dari penyakitnya. Kalau udah sehat, baru deh tuh bisa mengikuti proses hukum yang lagi berjalan di KPK related to kasus ini, guys.

Beliau sakit apaan emang?
Well, masih dari pernyataan Pak Roy, Lukas Enembe emang ada penyakit, guys. Adapun penyakit yang diidapnya antara lain kebocoran jantung, diabetes, tekanan darah tinggi, sampai gejala gangguan ginjal. Jadi for now Pak Lukas harus menstabilkan kondisinya dulu dan nggak boleh stres berlebihan. Kalau dipaksain datang, takutnya bakalan makin parah penyakitnya gitu. Lebih lanjut, dia bilang begini: “Salah satu syarat untuk dimintai keterangan kan harus sehat. Kalau sakit gimana mau datang,” katanya gitu.

Terus diperiksa lagi kapan?
Kalau kata kuasa hukumnya sih dua minggu lagi, guys. Well, publik kan banyak yang nggak percaya yah kalau Pak Lukas beneran sakit, masyarakat ngiranya itu akal-akalan doang biar mengelak panggilan KPK. Dari sini langsung di-ulti dong sama sang kuasa hukum yang bilang pihaknya lagi berdiskusi supaya Lukas Enembe bisa diperiksa langsung oleh tim dokter KPK, gengs. Biar benar-benar bisa membuktikan, “Nih yah. Beneran sakit beliau, guys,” gitu.

Berarti Pak Lukas sekarang di mana?
Masih di rumahnya di Papua. Kamu harus tahu nih guys, buat kelancaran proses penyidikan, terhitung sejak tanggal 7 September kemarin sampai tanggal 7 Maret 2023 mendatang, Lukas Enembe udah dilarang berpergian ke luar negeri untuk alasan apapun. Makanya kemarin beliau mau ke SG buat berobat juga nggak bisa karena imigrasi juga ngga nge-approve rencana perjalanan beliau atas permintaan KPK.

Ok. Anything else I should know?
Fyi apart from dugaan korupsi yang dilakukan, kuasa hukum Lukas Enembe menyebut ada utusan Jokowi yang disebut pernah ketemu Pak Lukas di Jayapura Desember tahun lalu. Dalam kunjungan itu, mereka memaksa Pak Lukas menjadikan Komjen Paul Waterpauw sebagai Wakil Gubernur Papua menggantikan wagub sebelumnya yang meninggal dunia, dan hal ini jatohnya intervensi kan. Dibantah mentah-mentah lah sama Kemendagri. “Bukan itu bukan utusan Jokowi atau Kemendagri. Itu utusan dari partai, bapak-ibu,” gitu guys.

When climate crisis gets worse…..

But mangroves save everything.
Finally banget we have some good news soal lingkungan ygy. Yep, dari kemaren udah dibombardir sama berita karhutla sampai dampak climate crisis yang bikin panik dikit yekan. Kamu tau nggak sih kalau kita masih punya satu harapan lo, guys. Yep, everybody meet: Mangrove.

Tell me. 
Sure. As we’ve all realized (or not), 2022 udah tinggal tiga bulan lagi and we’re currently in Ber gang. Meaning, udah masuk rainy season nih, guys. But thanks to climate crisis, cuaca sekarang susahhhhh banget ditebak. Siang panasnya ampun-ampunan, eh malamnya hujan deres bahkan kadang awet sampe pagi, pas mau berangkat kuliah atau ngantor genangan dan banjir di mana-mana  Nah, kalau udah gini kondisinya, masyarakat yang tinggalnya di kawasan pesisir tuh jadi kelompok yang paling beresiko, guys. Secara mereka deket air kan. Apalagi kalau di situ nggak ada ekosistem mangrove. Double kill deh itu.

Mangrove tuh yang mana, ya? 
Itu looo tanaman ijo-ijo yang sering kamu liat ada di pesisir sungai/laut.  Dari catatan Badan Pusat Statistik aka BPS, ekosistem mangrove di Indonesia tuh ada sekitar 3,63 juta hektar. Adapun persebarannya itu terbesar ada di Papua dengan luas 1,63 juta hektar. Terus Sumatera dengan luas sekitar 892 ribu hektar, ada juga di  Kalimantan, Maluku, Jawa, Sulawesi, dan Nusa Tenggara. Dengan data ini, nggak diragukan lagi, Indonesia Timur merupakan wilayah dengan ekosistem mangrove terbesar. Termasuk di Sumba, Nusa Tenggara Timur.

Okay…..
Well, kamu harus tahu nih. Selain ada bukit sabana yang biasa dijadiin background rang-orang foto prewedding, di Sumba juga ada hutan mangrove dan bakau, guys. Tepatnya di kawasan pesisir Sumba Timur. Terus di April 2021 kemarin, terjadi badai Siklon Tropis Seroja yang menyebabkan sekitar 5.000 ribu rumah warga rusak. Nggak cukup di situ, ada lagi banjir rob yang terjadi beberapa waktu setelahnya. But the thing is, dari bencana yang terjadi, ada satu desa namanya Desa Matawai Atu yang aman-aman aja, gengs. Sekitar 1.822 masyarakat di sana selamat dan nggak kena dampak dari bencana ini.

Kok bisa?
Yha karena di sana ada ekosistem mangrove, guys. Dari cerita Kepala Dusun Pak Zadrack Yohanes dan Kepala Desa Matawai Atu, Pak Herman Wadu, bilangnya wilayah mereka nggak terdampak sama sekali saat dilanda badai seroja dan banjir, karena dilindungi hutan mangrove. Sejak itulah warga desa menyadari banget pentingnya konservasi dan rehabilitasi tanaman mangrove di pesisir laut yang udah melindungi mereka dari terpaan badai seroja gengs. Terus, dari situ, kalau ada nelayan yang otw melaut, pasti mereka sempetin buat nanam mangrove dari buah mangrove yang jatuh.

Oh bisa ditanam sendiri ya?
Bisa dong. Nanemin mangrove tuh nggak susah sama sekali tau, guys. Secara buah mangrove banyak yang jatuh, jadi sebenernya yha mereka bisa banget tumbuh sendiri. Terus kalau mau efforts dikit, tinggal tancap, sekitar dua minggu pohonnya udah tumbuh. Within 3 months, pohonnya udah gede deh. Tapi ya gitu, ekosistem mangrove ternyata juga rentan rusak, guys. Penyebabnya bisa macem-macem, most likely sih karena ulah manusia yang sering mengalihfungsikan lahan mangrove jadi lahan tambak.

Nooooo
Ini dia yang juga jadi concern-nya masyarakat sana, guys. Jadi warga setempat tuh menerapkan sanksi adat gitu buat siapapun yang kedapatan merusak ekosistem mangrove. Adapun sanksi adat yang diterapkan tergantung dari kesepakatan warga desa dari hasil rembugan sama kepala dusun dan kepala desa. Speaking of kepala desa, pemerintah setempat juga nggak henti-hentinya kasih imbauan buat masyarakat nggak usah nebangin tanaman mangrove. Makanya sampai saat ini nggak ada tuh warga yang berani nebangin mangrove itu. .

Sayang banget kalo ditebangin….
We know rite. Lagipula, selain buat menjaga dari bencana, mangrove ini bisa diolah jadi garam, guys. Yep, jadi waktu bapak-bapaknya pada melaut, si Ibu-ibu di desa tuh juga sibuk  mengumpulkan pasir terus dimasak kan sampe jadi garam. Nah pas garamnya udah jadi, ditempatkan di sebuah wadah, dan dijemur. Nah, garamnya dikonsumsi bahkan dijual deh sama warga. Makanya sayang banget kan kalau sampai nggak ada lagi itu mangrove.

Got it. Anything else?
Fyi nggak jauh dari hutan mangrove dan bakau, terdapat tempat budidaya tanaman kelor yang dikelola oleh seorang anggota babinsa yang dikelola oleh Pak Efodius Selain membuat garam, sebagian ibu-ibu di Desa Matawai Atu sehari-harinya memetik daun kelor untuk kemudian dijual ke tempat pengolahan daun kelor punya Pak Babinsa. Per kilonya mereka dapat lima ribu rupiah. Daun kelor itu kemudian diolah jadi tepung dan dikirim ke kota bahkan diimpor ke luar negeri kaya Jepang untuk dijadikan obat herbal, kosmetik, dan bahan pangan.

Who just got arrested but everyone is doubtful?

President of China, Xi Jinping. Katanya sih, katanya lho ya, you should underline the word KATANYA, Presiden Xi Jinping dikudeta sama pihak militer dan ditahan oleh Tentara Pembebasan Rakyat (PLA).

What?!? 
Jadi, guys, baru banget nih beredar rumor di sejumlah sosial media kalo Xi Jinping lagi mengalami kudeta dan jadi tahanan rumah. Tapi, pihak Pemerintah China sendiri belom ngeluarin statement apapun secara resmi. But on the other side, rumor soal Xi Jinping yang jadi tahanan rumah ini semakin mencuat di berbagai platform termasuk Twitter.

Go on.
 
Di Twitter sendiri, udah tersebar beberapa video yang nunjukkin mobilitas kendaraan militer yang lagi OTW ke Beijing. Terus, kabarnya juga sekitar 59% penerbangan di China dibatalkan. Terus, akun Twitter yang punya ribuan followers juga nge-share soal kudeta terhadap Xi, bahkan kandidat yang berpotensi bakal gantiin Xi. But then again, ngga ada satu pun dari informasi itu yang terbukti secara resmi atau terverifikasi. Bahkan, banyak akun-akun itu profilnya anonim.

Who would replace him?
 
Salah satu kandidat yang digosipin bakal gantiin Xi Jinping adalah Li Qiaoming.  Dia sendiri seorang jenderal dari militer China alias PLA. Info ini disebarin sama salah satu akun Twitter India, termasuk salah satu politikusnya, Subramanian Swamy. Selama ini sih, Li emang dianggap jadi pesaing Xi Jinping.

So, is it a hoax? 
Menurut sejumlah pengamat China sih, sejauh ini emang nggak ada tanda-tanda kudeta. Mereka bilang kalo semua yang ada di media social itu cuma sekedar rumor aja. Misalnya aja akun Twitter Aadil Bar, yang mengaku sebagai pakar China. Dia bilang kalo Xi kemungkinan lagi karantina setelah Kembali dari pertemuan Organisasi Kerja Sama Shanghai (SCO).
 
Anything else? 
Walaupun berita ini masih belum bisa dikonfirmasi secara benar, rumor ini beredar di tengah kondisi ekonomi China yang lagi kurang baik. Menurut data CNN, di kuartal kedua tahun ini, ekonomi China tumbuh 0,4%. Terus, menurut Biro Statistik Nasional China bilang angkanya lebih rendah dari kuartal sebelumnya yang bisa mencapai 4,8%. Kalo soal ekonomi ini sih, mostly karena China nerapin lockdown super ketat since the beginning of the pandemic, bahkan sampe sekarang.

What’s getting worse globally?

Women’s health.
Iya guys, mengkhawatirkan deh. Jadi menurut penelitian yang dilakukan oleh perusahaan teknologi kesehatan Halogic, ditemukan bahwa kondisi kesehatan perempuan secara global di tahun kedua Covid-19 ini memburuk dan menghadapi banyak tantangan. Hal ini kalo dibandingin sama tahun sebelumnya di tahun 2021 di mana skor Global Women’s Health Index ada di angka 53, menurun juga dari tahun sebelumnya di 2020.
 
Untuk melakukan penelitiannya ini, Halogic bekerjasama dengan lembaga survei Gallup dan meng-assess kesehatan perempuan dari lima kategori: kesehatan umum, pencegahan, mental health, keamanan, dan kebutuhan dasar kayak makanan dan tempat tinggal. Hasilnya, negara yang mencetak angka layanan paling tinggi adalah Taiwan, Latvia, Austria dan Denmark dengan skor 70 aja. Meanwhile, negara paling rendah pelayanannya adalah Afghanistan, Kongo dan Venezuela di angka 40. Jadi guys, emang kondisi pandemi ini memberikan efek terhadap kesehatan yang lebih berat pada perempuan daripada laki-laki. Dalam survei ini ditemukan bahwa perempuan lebih stres, anxious, dan worry atas efek Covid-19 dibanding laki-laki. Mereka juga lebih banyak jawab “ga punya duit” dibandingkan laki-laki dari segi ekonomi.
 

Hiks…


“Rakyat harus punya banyak pilihan,”
 
Gitu guys kata Ketua Departemen Politik DPP PKS Nabil Ahmad Fauzi yang menegaskan bahwa sejak awal partainya konsisten memperjuangkan Pilpres supaya diikuti lebih dari dua paslon. Hal ini disampaikan politisi PKS itu kemarin, pas ditanya soal skenario pilpres 2024 yang hanya bakal diikuti dua pasangan calon yang belakangan ini rame dibahas di masyarakat. Nah kata Nabil, wacananya sih engga setuju ya, karena dinilai bakal membatasi tokoh nasional berkualitas yang pengin maju pencalonan presiden.

Punya banyak gebetan aja enak ygy, apalagi banyak pilihan presiden…

Announcement


Thanks to Dani and Someone for buying us coffee today!

(Mau ikutan nraktir tim Catch Me Up! kopi? Here, here…just click here Dengan mendukung, kamu nggak cuma beliin kopi yang menemani kami nulis, namun kamu juga udah men-support kami untuk terus berkarya dan membuat konten-konten berkualitas yang imparsial dan bebas dari kepentingan. Thank you so much!)

Catch Me Up! recommendations

Want to be healthier? Try to eat more vitamin E.