Lebih Dari 50 Juta Orang Di Seluruh Dunia Jadi Korban Kerja & Pernikahan Paksa, Dugaan Penganiayaan Di Pondok Pesantren Gontor, Jokowi Pertimbangkan Untuk Impor Minyak, Tertawa Mengurangi Kolesterol

45

Hello

Rise and shine. A new day, a new spirit, and a new you. Before you get off the door and get ready with your day, remember you always have 5-10 minutes with us to catch up! about what’s going on in the world. Yep, grab your coffee and let’s catch up!

What’s increasing but not your salary?

Poverty rate.
Iya guys sedih deh. Jadi laporan terbaru dari yang di-publish International Labour Organization aka ILO minggu lalu melaporkan bahwa ada lebih dari 50 juta orang di seluruh dunia yang diyakini jadi korban dari kerja paksa dan pernikahan paksa, all thanks to poverty dan ketidakpastian ekonomi yang tengah terjadi saat ini.
 
Nooooo 🙁
We know. It’s sad. Adapun jumlah 50 juta tadi merupakan kenaikan hingga 25% dari jumlah prediksi sebelumnya di tahun 2016. Terus guys, angka ini didapatkan dari hasil survei yang dilakukan ILO di sekitar 180 negara. Penelitian lebih jauh juga menemukan sekitar 22 juta orang mengalami pernikahan paksa, dan angka ini naik sebesar 43% dari tahun 2016. Furthermore, lebih dari 2/3 korban pernikahan paksa ini adalah perempuan, dan bikin mereka jadi lebih berisiko mengalami eksploitasi seksual dan kekerasan. Adapun tempat yang paling banyak melaporkan kasus pernikahan paksa ini adalah Asia dan negara-negara Arab.
 
Tapi emang penyebabnya apa sih?
Well, definitely paling pertama Covid-19, terus juga konflik bersenjata, dan krisis iklim yang menyebabkan “gangguan tak terhindari” pada lapangan kerja dan pendidikan. Hal ini kemudian menyebabkan meningkatnya kemiskinan, migrasi, dan kekerasan berdasarkan jenis kelamin. Semua ini eventually leads to modern slavery tadi.

Now, can we talk about…. home?
Yep. Here in Indonesia, kenaikan harga BBM juga took its toll in so many families, especially the most vulnerables. Menurut Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara, 40 persen rumah tangga paling miskin menanggung beban Rp8,1 triliun akibat kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite, solar bersubsidi, dan Pertamax. Meanwhile, rumah tangga di keluarga menengah ke atas juga bakalan menanggung beban sebesar Rp42,2 triliun karena kenaikan ini.

Kenapa kok banyak banget?
Karena seiring dengan kenaikan harga BBM, berbagai harga barang pokok juga jadi pada naik gengs. Kayak beras misalnya, terus bawang merah, bawang putih, dll. Kalau harga barang-barang pokok udah naik, yha bakalan ada semakin banyak orang yang jatuh miskin dan angka kemiskinan pun jadi semakin tinggi deh, not to mention ancaman inflasi yang secara makro bakalan ngaruh ke Produk Domestik Bruto aka PDB.

Terus gimana dong?
Makanya, pemerintah came up with the idea of menyalurkan berbagai bantuan sosial buat masyarakat Indonesia. As we all know pemerintah juga naikin harga BBM biar dana bansos bisa dialokasiin dari BBM Subsidi ini kan. Adapun anggaran Bansos yang udah ready adalah sebesar Rp24,17 triliun dan siap disalurkan ke berbagai lapisan masyarakat dalam berbagai bentuk dan berbagai tahapan.

I think I’ve heard of it. But remind me again, pls.
Sure, jadi secara umum bantuan sosial pasca naiknya harga BBM Subsidi ini dibagi ke dalam tiga bentuk untuk tiga golongan, guys. Yang pertama, ada Bantuan Langsung Tunai aka BLT buat jutaan Keluarga Penerima Manfaat yang udah terdaftar di Kementerian Sosial sebesar Rp600.000  Lalu untuk para pekerja peserta BPJS Ketenagakerjaan dengan gaji di bawah 3,5 juta per bulan, juga bakalan dapet BLT sebesar Rp600.000. Last but not least, buat para ojol, angkutan umum, nelayan, dan angkutan umum,

I see. Anything else?
Btw bersamaan dengan ancaman inflasi, harga BBM yang naik, dan warga yang masih menolak keputusan ini, kemarin banget nih, Presiden Joko Widodo memanggil para kepala daerah buat diskusi. Di situ Pak Jokowi juga jelasin kenapa akhirnya harga BBM diputuskan harus naik, guys. Lebih jauh, beliau juga bilang ke sejumlah kepala daerah yang hadir buat barengan menahan dampak kenaikan harga BBM di mana pemerintah daerah bisa pakai anggarannya buat mencegah kenaikan harga barang. Meanwhile, pihak istana juga udah menemui para pengunjuk rasa yang dari kemarin penuh di jalanan. Semua aspirasi ditampung deh di situ.

Here’s your A to Z recap on: Dugaan Penganiayaan di Gontor

Sampai korban meninggal.
Yoi. Satu lagi berita menyedihkan datang dari lingkungan pendidikan kita guys, di mana instansi pendidikan yang harusnya jadi lingkungan yang suportif, sehat, dan membangun itu justru menghasilkan korban. Lebih parahnya lagi, korban aniaya ini sampai meninggalguys. So everybody, ini dia cerita penganiayaan yang terjadi di Pondok Pesantren Modern Darussalam Gontor, Jawa Timur yang terjadi akhir Agustus lalu.

Tell. Me. Everything.
Sure. Jadi cerita ini bermula ketika di Gontor lagi ada Perkemahan Kamis Jumat gitu, guys. Perkemahannya ini sendiri berlangsung dari tanggal 18 sampai 19 Agustus lalu. Nah korban berinisial AM ini kebetulan ketua panitianya, which is harus bertanggung jawab buat keseluruhan kegiatan dong. Termasuk balikin semua barang yang udah digunakan. Nah hari itu, ketika AM dan dua temennya lagi balikin barang dan dicek lagi sama senior mereka, rupanya ada pasak tenda yang hilang guys. Disuruh cari lah mereka sampai dapat itu pasak tenda.

Terus, ketemu?
Nggak. Jadi mereka balikin barang tuh tanggal 19, pasak tendanya nggak ada, dan disuruh cari sampai maksimal banget tanggal 22 Agustus. Nah tanggal 22 Agustus pagi mereka datang lagi ke senior itu dan bilang, “Sorry banget nih, bang. Pasak tendanya beneran nggak ada,” kira-kira begitu. Nah murka lah itu senior dua orang, AM dan dua temennya didorong sampai tersungkur terus dianiaya. Dua temennya ini dinyatakan sehat dan langsung bisa kembali mengikuti kegiatan belajar mengajar. Sementara AM, keadaannya parah dan ngga lama kemudian dinyatakan meninggal dunia.

Oh nooo….
Dari sini, Polres Ponorogo langsung turun tangan dong. Disampaikan oleh Kapolres Ponorogo, AKBP Catur Cahyono, pihaknya udah memeriksa sebanyak 25 orang saksi, dan mengamankan berbagai barang bukti mulai dari becak, botol air kemasan, tongkat pramuka yang patah jadi dua, minyak kayu putih, sampai rekaman CCTV. Nah dari barang bukti dan pemeriksaan saksi, pihak kepolisian pun akhirnya menetapkan dua senior tadi, dengan inisial MFA dan IH sebagai tersangka tewasnya santri di Gontor ini. Fyi keduanya juga udah dikeluarkan dari Ponpes Gontor, guys.

Terus korban tadi?
Begitu selesai disalatkan dan dimandikan, korban langsung dibawa pulang ke kampung halamannya di Palembang, Sumatera Selatan. Karena korban diantar pakai perjalanan darat, jadi sampai di Palembang tuh udah besokannya di tanggal 23 Agustus. AM diantar oleh seorang perwakilan ponpes atas nama Ustaz Agus yang bilang AM meninggal karena kelelahan karena jadi ketua panitia acara kemah. Tapi begitu peti jenazahnya dibuka, yha kan keliatan jelas yah kalau kondisinya meninggal nggak cuman karena kelelahan, tapi dianiaya (kayak cerita apaaaa gitu). Nah barulah ketika didesak, pihak Gontor mengakui kalau AM ini emang korban penganiayaan, guys.
 
Hiks…
Nah terkait kejadian ini, Juru Bicara Pesantren Gontor, Noor Syahid menyampaikan permohonan maaf sekaligus dukacita mendalam atas wafatnya AM, khususnya kepada orangtua dan keluarga almarhum di Sumatera Selatan. Pesantren itu juga meminta maaf kepada orangtua dan keluarga korban bila dalam proses pengantaran jenazah dianggap enggak jelas dan terbuka. Terus, Noor juga menjelaskan bahwa para pelaku udah dikeluarkan dan Gontor sendiri siap mengikuti segala bentuk upaya penegakan hukum terkait wafatnya AM.

Terus dari keluarga gimana?
Well, awalnya keluarga meminta supaya ada otopsi ulang atas jenazah AM. Namun mengingat perjalanan yang memakan waktu satu hari, Ibu dari AM yang bernama Soimah memutuskan untuk menguburkan aja jasad AM. Terus sejauh ini, pihak keluarga korban juga masih mau melanjutkan proses hukum yang ada. Dalam keterangannya, Soimah, Ibu AM bilangnya begini, “Saya menuntut keadilan yang sesungguhnya untuk anak saya.” Lebih jauh, Bu Soimah juga bilang beliau pengen banget ketemu sama dua tersangka. Mau dipeluk erat, nggak ngomong, mungkin bakalan nangis aja katanya.

:((. Where are we going from here?
Nah, since ini kasusnya udah bergulir di kepolisian, tersangkanya pun udah ditetapkan, jadi tinggal menunggu berbagai prosedur dan langkah dari pihak kepolisian aja, guys. Mereka berdua dijerat pasal 80 ayat 3 juncto pasal 76c Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman penjara maksimal 15 tahun penjara dan denda Rp3 Miliar.

Got it. Did anyone say anything?
YepKetua KPAI, Susanto menyebut pihaknya udah melakukan koordinasi dan evaluasi dengan berbagai pihak mulai dari Kementerian PPPA, Kementerian Agama, Komisi VIII DPR RI, sanpai Bupati Ponorogo terkait tewasnya siswa di Ponpes Gontor ini. Adapun salah satu hasil dari koordinasi dan evaluasi yang mereka lakukan adalah supaya pihak Ponpes Gontor berbenah terkait dengan pengawasan pengasuhan dan sistem pengasuhan santri dan ngikutin Keputusan Dirjen Pendidikan Islam Kementerian Agama RI Nomor 4836 Tahun 2022 tentang Panduan Pendidikan Pesantren Ramah Anak. Selain itu, KPAI juga minta supaya kasus ini dibuka setransparan mungkin either dari pihak pondok dan pihak polres supaya bisa objektif.

Got it. Anything else?
Remember bahwa pihak Gontor awalnya bilang korban meninggal karena kelelahan dan nggak mau mengakui penganiayaannya? Nah pihak Gontor tuh bilang begitu datang ke keluarga korban dengan surat kematian yang dikeluarkan dari RS Gontor, guysOf course surat itu suspicious dong, beruntung waktu Hotman Paris Hutapea datang ke Palembang, Bu Soimah sempat minta bantuan beliau buat mengusut kasus ini karena beneran nggak beres gitu kan. Hotman Paris pun sampai ngepost surat itu di IG beliau dan mempertanyakan keasliannya.

Who’s got his last option?

Presiden Jokowi.
Yup, President Jokowi (might be) having his last option, even if it means kalau Indonesia harus impor minyak dari berbagai negara, termasuk Rusia. Hal ini tentu jadi pertimbangannya di tengah lonjakan harga minyak global.
 
Go on…
As you guys know, harga minyak dunia kan sekarang lagi gila-gilanya ya. Itu juga yang berdampak ke naiknya berbagai bahan pangan, naiknya harga BBM belum lama ini, sampe harga tarif ojol hiks 🙁 (sobat Ojol mana suaranya??). Nah, Presiden Jokowi bilang kalo dia lagi pertimbangin buat impor minyak dari negara yang punya minyak dengan harga yang lebih murah. Dalam keterangannya, Pak Jokowi bilang bahwa dirinya lagi memantau semua opsi, termasuk mengimpor minyak dari negara yang menjualnya dengan harga yang lebih murah. Jeng jeeeeng….
 
Tell me more!
Sebenernya, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif alias Menparekraf Sandiaga Uno sih udah bilang kalo Rusia udah nawarin Indonesia buat beli minyak dengan harga yang lebih murah 30 persen dari harga pasar internasional. Who doesn’t love cheap stuff? Eits, maksudnya bukan barang murahan kok.. Maksudnya ya kan kalo bisa dapet harga murah, pasti berdampak juga ke harga pangan dan lainnya. But then, pertimbangan utamanya ya tetep negeri Paman Sam alias Amerika Serikat yang sensi abis sama Rusia. Whether you like it or not, setiap pengiriman dolar AS kan harus dikontrol sama AS, jadi beberapa pihak masih ragu karena takut diembargo sama AS.
 
What else? 
Ternyata pertimbangannya nggak sampe disitu aja sih.. It’s not as easy as it looks.. Masih banyak risiko lain yang bikin Indonesia harus pertimbangin bener-bener soal impor minyak dari Rusia ini. Adapun risiko-risiko ini kalo menurut Direktur Center of Economics and Law Studies (CELIOS) Bhima Yudhistira adalah: Pertama, perang Rusia-Ukraina yang masih berlangsung tantunya dikhawatirkan bisa bikin Eropa dan AS ngurangin impornya dari Indonesia. Maklum lah, udah keburu sensi tsaaaay, kan Eropa dan AS udah jatohin banyak banget sanksi ekonomi ke Rusia setelah invasi ke Ukraina. Apalagi, kalo negara-negara itu nemuin kalo bahan baku dari barang-barang yang mereka beli dari Indonesia mengandung minyak Rusia, misalnya. Hmmm, langsung deh dapet cap dilarang..
 
Terus…
Kedua, penurunan investasi. Nggak cuma impor, Eropa dan AS bisa aja ngurangin investasinya di Indonesia, lho. Soalnya kan dua negara ini yang paling banyak jatohin sanksi buat Rusia. Jadi bisa aja siapapun yang temenan sama Rusia dimusuhin juga, including Indonesia. Terus ketiga, dampak dari kedua risiko tersebut pastinya ya bakal menyebabkan gangguan pertumbuhan ekonomi. Kalo ekspor dan investasi udah keganggu, udah pasti bakal ngefek juga ke pertumbuhan ekonomi nasional.
 
Anything Else? 
Sebenernya, masalah import or not to import oil from Russia ini pasti punya pro-kontra, sih. Ada yang bilang juga kalo saat ini tuh situasinya udah mendesak, jadi ya keputusan beli minyak dari Rusia udah paling bener deh. Di sisi lain, Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Abra Talattov bilang kalo itu sih tinggal gimana pinter-pinternya Indonesia aja buat ngomong sama Amerika soal masalah ini.
 
So, we’ll see…

Laughter is the best medicine and the best form of therapy…

Somehow, it’s not just a saying lho guys… 
Salah satu buktinya adalah kita bisa nurunin kadar kolesterol ke tingkat normal dengan cara paling simple, which is KETAWA.
 
How come you may ask? Nih, jadi menurut peneliti jantung di Lenox Hill Hospital, Amerika Serikat, ditemukan bahwa  cara paling baik buat nurunin kolestrol adalah dengan memulai kebiasaan baru yang lebih sehat. Nah, banyak tuh yang bisa kita lakuin buat mulainya. Pertama, bergerak. Jalan santai aja atau olahraga kecil-kecilan selama 30 menit udah bisa banget loh ngebantu kita buat nurunin kolesterol. Terus, makan makanan sehat. Obviously, makanan tinggi serat juga bisa bikin kolesterol kalian perlahan normal. Another thing, stop smoking. Dampak merokok ternyata banyak banget ya buat kesehatan, salah satunya ya buat nurunin kadar kolesterol.
 
Last but not least, ketawa. What?!!? Iya, ketawa bisa ningkatin kolesterol baik atau HDL. Mungkin kalian bisa liat video video lucu, video panda ngejungkel di YouTube atau bacain jokes-jokes receh di Twitter.
 
So, guys, let’s laugh more. Asal jangan ketawa sendiri aja HEHEHE..

“Data pribadiku wes kesebar kabeh”

Gitu guys kata Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka yang bilang bahwa dirinya enggak khawatir soal data pribadi miliknya diumbar ke publik, terkait ramenya aksi pembocoran data pribadi oleh hacker Bjorka belakangan ini. Kata Gibran, dia ngga khawatir soalnya data pribadinya kayak nomor hp dan alamat rumah tuh udah lama kesebar, jadi enggak perlu dirahasiakan lagi.
 
Same, Mas Gibran, same….

Announcement


Thanks to Someone for buying us coffee today!

(Mau ikutan nraktir tim Catch Me Up! kopi? Here, here…just click here Dengan mendukung, kamu nggak cuma beliin kopi yang menemani kami nulis, namun kamu juga udah men-support kami untuk terus berkarya dan membuat konten-konten berkualitas yang imparsial dan bebas dari kepentingan. Thank you so much!)

Catch Me Up! recommendations

Trying to resolve a conflict in your relationship? Read this.