Kenaikan Harga BBM

51

Who’s saying “Nay!”

Us, Indonesians. 
Terkait kenaikan Harga BBM.
Yep, udah denger belum guys isu BBM bersubsidi Pertalite dan Solar yang katanya sih… bakal naik harga? Nah, isu ini bisa jadi beneran kejadian. Karena meskipun belum official, makin banyak aja tanda-tanda yang mengarah ke sana, bahkan dari Mr. President himself. Makanya, berbagai aksi penolakan pun mulai ramai terjadi di berbagai wilayah di Indonesia.

Tell. Me. Everything. 
Sure. Kamu nyadar ga guys kalau sejak awal bulan Agustus kemarin, Pertamina tuh udah menaikkan harga tiga jenis BBM mereka, yaitu Pertamina Dex, Pertamax Turbo, dan Dexlite? Yep, Dexlite dan Pertamina Dex sekarang ada di harga Rp17.800 dan Rp17.900 per liter, sedangkan Pertamina Dex ada di harga Rp18.900 per liternya. Dari sini, muncul lah spekulasi kayak, jangan-jangan Pertalite sama solar juga naik nih?? Well, to answer that question, diketahui pemerintah juga berencana mau naikin harga Pertalite dan Solar per hari ini, guys.

Supaya…
.
Dalam keterangannya, baik Presiden Jokowi maupun Menteri Keuangan Bu Sri Mulyani Indrawati menyebut bahwa harus ada bantuan sosial aka bansos tambahan yang kudu disalurkan ke berbagai kelompok masyarakat di negeri ini. Nah masalahnya nih, banyak dana negara yang justru harus dialokasikan ke BBM subsidi. Belum lagi, kerap kali juga penerima BBM subsidi ngga sesuai dengan market yang dituju. Makanya, bansos tambahan pun diluncurkan tapi dengan konsekuensi BBM subsidi makin dinaikin harganya.

Okay….
Nah, kayak yang terjadi dari waktu ke waktu, kenaikan BBM of course nggak bisa diterima sama masyarakat luas dong. Berbagai penolakan pun terjadi dalam bentuk unjuk rasa yang terjadi di berbagai wilayah di Indonesia, contohnya di Bangkalan, Jawa Timur. Kemarin banget nih, ratusan mahasiswa berunjuk rasa di Kantor DPRD Bangkalan yang mendesak DPRD buat menolak wacana kenaikan harga BBM. Para pengunjuk rasa bahkan mendesak pihak DPRD buat tandatangan bahwa mereka ngga setuju dengan kenaikan ini. Terus, Ketua DPRD Bangkalan, Muhammad Fahad bilangnya bakal menyampaikan aspirasi ini ke pemerintah pusat.

Terus, di mana lagi?
Ada juga di Bengkulu. Mahasiswa juga rame-rame mendatangi Kantor DPRD Bengkulu dan menuntut DPRD sana untuk menyampaikan ke pemerintah pusat bahwa mereka menolak rencana ini. Dalam unjuk rasa ini juga terjadi kericuhan antara polisi dengan mahasiswa, yang menyebabkan dua orang mahasiswa mengalami luka-luka. Dengar kabar ini, Ketua Komisi IV DPRD Bengkulu, Dempo Xier menyebut pihaknya bakalan bertanggung jawab buat pengobatan dua orang itu. Balik lagi ke konteksnya, DPRD Bengkulu setuju sama mahasiswa buat menolak kenaikan BBM.

Got it. Anything else? 
Btw dalam orasi yang digelar itu, para mahasiswa juga mempertanyakan alasan pemerintah yang dinilai nggak make sense untuk menaikkan harga BBM. Di Bangkalan misalnya, mereka bilangnya pemerintah harus menyeleksi secara ketat penyaluran BBM Subsidi ini. Kalaupun nggak sesuai, jangan BBM-nya yang dinaikin. The same way also goes in Bengkulu, di mana para mahasiswa justru menuntut Menteri ESDM, Menteri BUMN, dan Direktur Utama Pertamina yang bertanggung jawab mengatasi masalah ini, bukan justru masyarakat yang kena getahnya.