Isu Tarif Cukai Minuman Berpemanis, Prediksi Nama Calon Presiden 2024 Semakin Jelas, Badai Ian Di Kuba, PM Jepang Shinzo Abe Resmi Disemayamkan Kenegaraan Selasa Kemarin

77

Hello

Good morning again to you. Today we’re gonna talk about some sweetness that may or may not be… good for your health. More about 2024, Hurricane Ian and NASA. Oh, don’t forget our podcast here. Enjoy!

First stop, we’re gonna start with…

Cukai Minuman Berpemanis.
Kamu suka minuman manis nggak sih, guys? Kalau lagi lunch misalnya, makan nasi padang pake kecap, udah gitu minumnya orange juice kemasan. Apa nggak diabetes tu, gengs? Apa ngga sugar rush tuh? Nah seiring dengan makin aware-nya masyarakat saat ini dengan efek dari pemanis, ditambah isu-isu yang terjadi di kalangan netijen +62, maka belakangan ini muncul isu supaya pemerintah menerapkan cukai minuman berpemanis dalam kemasan.

Hold on, how did we get here?
Actually ini bukan cerita lama, guys. Udah dari 2016. Tapi sekarang rame lagi gara-gara kisruh netizen vs salah satu brand minuman yang ribut di Twitter semingguan ini. Yep, we’re talking about Es Teh Indonesia. Jadi awalnya, beberapa hari lalu ada satu tweet dari @Gandhoyy aka Gandhi yang menyatakan bahwa salah satu varian minuman di Es Teh which is Chizu Red Velvet manisssss banget udah kayak ada 3kg gula di dalem situ. Nggak cuma itu, the way that tweet is written juga dinilai banyak pihak nggak proper, secara pake kata-kata kasar bahkan sampai nyumpahin.

Wow okay….
Nah setelah tweet itu viral, ke-notice lah sama brand yang diomongin yaitu si Es Teh Indonesia ini. Awalnya cuman di-reply begini sama si akun Twitter @esteh_indonesia: “Halo kak, terima kasih support-nya. Sehubungan dengan tweet tersebut, datanya sudah diterima oleh tim legal kami.”  Ternyata they really meant it. Nggak berapa lama kemudian, si Gandhi tadi udah ng-upload lagi yang menyatakan bahwa Es Teh Indonesia udah kasih somasi ke doi.

Pls spill 
Isi somasinya apa?
Well, dari somasi yang udah dikeluarkan Tim Legal-nya Es Teh Indonesia, mereka nggak bisa terima sama tweet si Gandhi itu, gengs. Pertama karena itu udah termasuk dalam penghinaan, bukan lagi kritik. Terus di situ juga dijelasin rasa manis tuh sifatnya subjektif banget dan konsumen harusnya bisa aja request buat less sugar, terus mereka juga nge-highlight statement di minuman Es Teh ada 3 kg gula, “Udah misinformation banget loh ini,” gitu kira-kira. Selain itu, since tweet itu isinya 80% kata-kata kasar, pihak Es Teh nggak bisa terima, guys. Mereka merasa terhina dan hal ini udah masuk ke dalam pencemaran nama baik.  Makanya dikeluarkanlah somasi buat Gandhi selaku pihak yang udah menyebar tweet itu buat melakukan klarifikasi dan menghapus tweet itu dalam waktu 2×24 jam. Makanya tweet itu dihapus dan diganti sama klarifikasi tadi deh.

Terus hubungannya sama cukai?
Jadi a little back story here, kamu pasti udah tahu bahwa gula itu salah satu penyebab penyakit diabetes yang sebenernya bisa banget dicegah dengan gaya hidup sehat. Nah terus, diabetes ini bisa di-cover pake BPJS Kesehatan aka our national healthcare system yang tentunya memberatkan BPJS dong, secara BPJS kan dibayarnya sama you you para taxpayers. Makanya dari tweet yang viral kemaren, reaksi netizen +62  juga fokus ke nge-remind pemerintah yang berencana menerapkan cukai buat minuman atau makanan yang mengandung gula, which rencananya bakal disahkan tahun depan.
 
Go on…
Nah kalau udah ada pajak atau cukainya, jumlah produksi juga bisa dikurangi, dan jumlah konsumsi masyarakat bakal berkurang juga. Jadi resiko diabetes dan penyakit lain bisa dikendalikan deh. Yang harus kamu tahu adalah, wacana penerapan cukai buat makanan dan minuman manis ini emang bukan hal baru lagi, guys. Udah diomongin dari tahun 2016. Lama nggak kedengaran kabarnya terus di tahun 2020, rancangan potensi penerimaan cukai plus perhitungan tarif yang udah dibikin sama Kementerian Keuangan akhirnya rampung dan didiskusikanlah sama Komisi IX DPR RI.

Gimme all the details… 
Dalam keterangannya, Menteri Keuangan Bu Sri Mulyani mengusulkan tarif cukai buat teh kemasan yaitu sebesar Rp 1.500 per liter. Kalau setahunnya ada at least 2 juta liter teh kemasan yang diproduksi, meaning pemerintah berpotensi menerima cukai sebesar Rp 2.7 triliun, guys The same also goes to minuman berkarbonasi dengan usulan tarif cukai sebesar Rp2.500 per liter. Dengan produksi minuman berkarbonasi sebanyak 700 liter per tahunnya, kaliin aja berarti potensi cukainya sebesar Rp1,7 triliun. Itu belum termasuk minuman kemasan lain yang ada gulanya kayak kopi dll, sehingga potensi total cukainya kata Bu Ani bisa senilai Rp6,25 triliun.

Berarti it’s all about the products gitu ya….
Sejauh ini sih gitu, guys. April kemarin, seiring dengan disahkan dan diberlakukannya kenaikan Pajak Pertambahan Nilai aka PPN sebesar 11% buat sembako, petani gula jadi overthinking dong. Secara kalau pajaknya naik, yang susah juga petani harus jualin harga berapa itu gula. Makanya mending dibebaskan aja sembako dari PPN. Apalagi barang-barang kayak gula, beras, kedelai yang merupakan bahan strategis which dibutuhin banget sama masyarakat kita. Merespons hal ini, Dirjen Pajak akhirnya mengklarifikasi kalau gula termasuk dalam barang yang dibebaskan PPN, guys. Jadi sekarang udah tenang deh itu petani gula.

I see. Anything else I should know?
Ok balik lagi ke minuman berpemanis, ternyata di negara-negara lain minuman berpemanis ini emang udah dikenakan pajak atau cukai, gengs. Dari sebuah riset yang di-conduct World Bank, di Saudi Arabia misalnya, mereka udah menerapkan cukai 100%  buat minuman energi dan berhasil menurunkan pembelian masyarakat sebesar 58%, gengs. Terus di Hungaria, Mexico, dan AS, penerapan cukai ini juga berhasil bikin masyarakat aware bahwa, “Oh iya rupanya emang nggak bagus ya guys minuman terlalu banyak gula tuh,” gitu.

Who’s singing “I don’t know about you, but I am feeling 2024…”

Taylor Swift, no?
Nope, tapi bakal Calon Presiden 2024.Yep. Perks-nya Q4 2022 tuh emang gini ygy. Partai politik makin sibuk rapat sana-sini, koalisi sana-sini, dan nentuin siapa calon presiden yang bakalan mereka usung buat Pemilihan Presiden 2024 yaaaang mau gamau emang sebentar lagi banget kalo menurut timing di politik. Nama-nama yang diprediksi bakalan kita lihat di kotak suara nanti juga makin keliatan jelas sekarang, gengs.

Tell. Me. Everything. 
Sure. As we all know menjelang pesta demokrasi yang bakal digelar within less than two years, partai politik tuh makin sibuk bergerilya pepet-pepetan bergandeng tangan satu sama lain. Kayak yang pernah kita bahas yaitu ada Partai Gerindra dan PKB yang udah mengumumkan koalisi mereka. Terus ada PPP, PAN, dan Partai Golkar yang sama-sama berkoalisi dengan nama Koalisi Indonesia Bersatu. Last but not least yang nggak boleh kita miss adalah pertemuan Ketua DPR RI sekaligus Kader PDI-Perjuangan Puan Maharani dengan founding father-nya Partai NasDem, Surya Paloh. Pertemuan itu disebut ngebahas kemungkinan koalisi juga, guys. Saking udah pada siapnya mengusung presiden, Partai  NasDem sampe udah bilang bahwa mereka bakal mengumumkan calonnya pada 10 November mendatang.

Oke terus?
Dengan adanya pepet-pepetan menjelang pilpres ini, meaning we’re gonna find out siapa nih bakal calon presiden yang mereka usung dan bakal jadi pilihan kita di 14 Februari 2024 nanti. Yang udah excited mau nyoblos mana suaranyaaa? Well, saking excited-nya masyarakat menyambut pilpres, berbagai lembaga survei sampe cari tahu “Hayooo kamu maunya siapa nih yang jadi presiden”. Makanya dari situ, beberapa nama yang ada di list-list atas survei tadi diomongin orang terus-terusan dong, dan akhirnya mempengaruhi elektabilitas mereka sebagai tokoh politik, di-notice sama parpol, jadi bakal capres, dan end up jadi calon presiden beneran deh. Skenarionya begitu ya…

OK. Now tell me more about the survey….
Adapun salah satu lembaga yang mengadakan survei related to Calon Presiden tuh survei dari Centre for Strategic and International Studies aka CSIS. Dalam surveinya ini, CSIS melakukan penilaian sebanyak tiga kali dengan jumlah nama yang beda-beda. Mulai dari 14 nama, tujuh nama, dan tiga nama. Nah dari semua survei yang udah diadain, ada tiga nama yang selalu jadi Top Three, guys, yaitu Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, dan Menteri Pertahanan RI, Prabowo Subianto.

I heard something about 
Prabowo…..
Yep, Seluruh kader Partai Gerindra tuh masih pengennnn banget ngeliat Pak Prabowo jadi RI 1, gengs. Nggak stuck di Cawapres atau Capres mulu kayak di tahun 2009, 2014, dan 2019. Merespons hal ini, Pak Prabowo sih bilangnya dia mau terus berjuang buat bangsa, negara, dan rakyat Indonesia yang tercinta. Lebih jauh, beliau juga bilang dia udah bersumpah siap kasih jiwa dan raga buat kemajuan RI, selama dikasih kesempatan, gengs. Terus, kalau diliat dari elektabilitiasnya di berbagai lembaga survei salah satunya dikeluarkan oleh CSIS tadi, diketahui elektabilitas Pak Prabowo lumayan tinggi lo, guys. dengan 19,2% di survei 14 nama, 20,1% di 7tujuh nama, dan 27,5% di survei tiga nama.

What about the other two?
Yha kalau dari survei sih sama-sama tinggi. Bahkan di tiga surveinya CSIS yang dijelasin tadi, Pak Ganjar unggul terus di urutan pertama, Pak Anies di nomor dua atau nomor tiganya gitu barengan sama Pak Prabowo. What makes things more interesting is waktu surveinya diduelin nih Ganjar VS Anies, Anies yang menang, gengs. Pak Anies unggul dengan elektabilitas sebesar 47,8% sedangkan Pak Ganjar di 43,9%. Disampaikan oleh Kepala Departemen Politik dan Perubahan Sosial CSIS, Arya Fernandes, Pak Anies bisa unggul gara-gara banyak responden yang sebelumnya milih nama lain di survei sebelumnya, jadi pindah ke beliau waktu duel head to head ini, guys.

Interesting….
Mau tau what’s more interesting nggak? Di Rapat Nasional-nya Partai NasDem beberapa waktu lalu, baik Anies dan Ganjar adalah dua dari tiga nama yang direkomendasikan sebagai bakal calon presiden oleh partai itu, gengs. Dengan adanya duel sengit kayak gini, publik jadi bertanya-tanya kan. kayak, “Hayolo NasDem. Mau majuin siapa nehhh?” Well, politikus Partai NasDem, Zulfan Lindan menyebut Pak Anies tuh lebih potensial maju sebagai capres dari NasDem secara kalau ngeliat Pak Ganjar kan, beliau kader PDI-Perjuangan. Beliau siap keluar dari partainya nggak dan beralih ke NasDem, gitu.

Talking about
 PDI-Perjuangan….
Let’s talk about kader kuat PDI-Perjuangan yang digadang-gadang bakal diusung sebagai calon presiden 2024 mendatang. Yep, you meet them before: Puan Maharani. Menurut peneliti dari Charta Politika Indonesia, Ardha Ranadireksa, Mbak Puan cuma bisa menang pilpres kalau nama-nama dengan elektabilitas tinggi kayak Pak Ganjar, Pak Anies, atau Pak Prabowo nggak maju. Beliau juga disebut cuma bisa menang kalau lawannya nggak terlalu berat kata Bang Ardha. Kalau lawannya Anies, bakal berat buat Mbak Puan.

Ok back to 
Anies ft. NasDem…
.
Well, sebagai politikus yang nggak terikat sama partai apapun ternyata bikin Anies jadi lebih leluasa berkomunikasi sama banyak parpol, termasuk Partai NasDem. Anies pun diketahui siap dicalonkan sebagai presiden kalau ada parpol yang ngusung dia untuk maju. Bersamaan dengan itu, Pak Anies juga meminta supaya proses pemilihan capres di parpol tuh dihormati, karena ngga cuma ngeliat faktor elektabilitas aja.

I see. Anything else?
Btw kamu masih inget soal pemilu yang bakal diundur dan Presiden Jokowi yang diisukan jadi presiden 3 periode? Rupanya isu itu belum abis juga, gengs. Tapi bukan Jokowinya sebagai capres, tapi Prabowo sebagai Capres dan Jokowi sebagai calon wakil presiden WKWKWKW. Merespons hal ini, Pak Prabowo cuma ketawa aja, gengs. “Semua kemungkinan kita hormati. Ada-ada saja,” katanya gitu.

Another hurricane is happening..

Setelah Badai Fiona yang baru-baru ini terjadi di Puerto Rico, another hurricane is happening, guysBadai Ian namanya, dan kali ini Kuba yang jadi korbannya. Hiks 🙁

Go on. 
Jadi, Badai Ian yang terjadi karena angin kencang dan hujan, menghantam wilayah pantai selatan Kuba pada Senin malam (26/9). Akibatnya pasti aja banyak rumah-rumah yang hancur. Badai ini sendiri intensitasnya terus meningkat sampe ke 155 kilometer per jam. Fyi, wilayah Tampa dan St Petersburg kemungkinan jadi salah satu target yang kena terjangan langsung pertama dari badai besar sejak 1921.

Tell me more. 
So far, Pemerintah Kuba sendiri sih udah evakuasi sekitar 50 ribu orang di Provinsi Pinar del Rio. Bantuan-bantuan kemanusiaan mulai dari tenaga medis, bahan pangan dan komoditas lainnya udah mulai dikirim buat warga di sana.

Things are getting worse… 
When the hurricane happened, ternyata Kuba saat ini juga lagi ngalamin krisis ekonomi. Banyak antrean panjang buat beli makanan, bahan bakar sampe obat-obatan. Terus, barang-barang pokok juga menghilang dari supermarket yang bikin kondisi makin rumit. Ini juga bikin masyarakat semakin sulit buat mempersiapkan diri menghadapi badai.

🙁
Badai Ian sendiri sih diperkirakan bakal membesar dan menghantam ke wilayah pantai Florida di Amerika Serikat. Karena udah tau soal prediksi ini, penduduk di wilayah itu udah mulai siap-siap dan menimbun persediaan.  Bahkan, Gubernur Florida Ron DeSantis udah announced soal keadaan darurat gara-gara badai besar diprediksi terjadi pekan depan.

Anything else? 
Ternyata, Badai Ian ini nggak kasih impact ke masyarakat aja, tapi juga NASA yang ngumumin kalo mereka bakal batalin peluncuran misi tanpa awak ke Bulan pada pekan depan. Nggak cuma itu aja, Badai Ian ternyata juga ganggu persiapan misi Kru-5 SpaceX ke stasiun luar angkasa. Sampe sekarang sih, NASA masih belom ngumumin tanggal baru dari rencana mereka.

Who’s just had a state funeral?

Japan.
 
Yang setelah berbulan-bulan diwarnai pro dan kontra, akhirnya mantan perdana menteri Jepang Shinzo Abe yang meninggal gara-gara ditembak disemayamkan secara resmi kenegaraan pada Hari Selasa kemarin. Abe sendiri ditembak bulan Juli lalu ketika tengah berkampanye di kota Nara menjelang pemilu. Diketahui kemudian, pelaku penembakan Abe ternyata ngga suka sama kelompok keagamaan yang Abe ikuti.
 
Dalam upacara pemakaman kenegaraan ini, ada sekitar 4.300 tamu yang hadir di lokasi acara yang bertempat di Nippon Budokan Arena di Tokyo. Nampak di antaranya Wakil Presiden AS Kamala Harris, Perdana Menteri India Narendra Modi, Perdana Menteri Australia Anthony Albanese, dan Indonesia sendiri diwakili oleh Wapres Maruf Amin. Acara tersebut diisi dengan dibawanya abu dari jasad Abe ke lokasi acara, dan diputar juga video penghormatan yang berisi karier dan pencapaian Abe. Lalu ada juga upacara resmi kenegaraan, tembakan perhormatan, hingga penampilan musik.
 
Nah gengs, meski jadi perdana menteri yang paling lama menjabat di Jepang, namun upacara resmi ini juga menerima banyak penolakan dari masyarakat Jepang, khususnya terkait biaya dan kebijakan Abe yang dinilai kontroversial ketika masih menjabat. Nonetheless, the show still went on…

Announcement


Thanks to Gilang, Namjoon, & Someone for buying us coffee today!

(Mau ikutan nraktir tim Catch Me Up! kopi? Here, here…just click here Dengan mendukung, kamu nggak cuma beliin kopi yang menemani kami nulis, namun kamu juga udah men-support kami untuk terus berkarya dan membuat konten-konten berkualitas yang imparsial dan bebas dari kepentingan. Thank you so much!)

Catch Me Up! recommendations

If you’ve been feeling the weather’s too hot lately, try these tricks.