Inggris Menghadapi Krisis Ekonomi

64

London Bridge is Falling Down…

So, England right now is experiencing a series of unfortunate events. Iya nih guys, setelah baru aja ditinggal ratunya, warga Inggris kini harus bracing untuk menghadapi: krisis ekonomiOne of the worst in their history. 
 
Realllly? Tell me.
Okay. Where do we start? Kita mulai dari penyebabnya dulu aja ya, guys. Jadi krisis biaya hidup di Inggris sendiri udah terjadi sejak akhir 2021, karena banyak alasan, kayak pandemi Covid-19, Inggris yang baru keluar dari EU, gangguan global supply, dll. Akibatnya, harga barang-barang naik karena tingkat inflasi yang tinggi. Nah, selanjutnya, krisis diperburuk dengan kenaikan pajak dan melonjaknya harga energi. Jadi kayak, makin boncos aja yakan udah harga barang-barang pokok naik, pajak naik, harga energi naik.
 
Gaji naik?
Naik sebenernya guys, tapi itu masih belom bisa ngimbangin inflasi dan kenaikan pajak yang cukup besar. To make it more clear, indeks harga konsumen menurut Kantor Statistik Nasional Inggris naik sebesar 8,6 persen dalam 12 bulan terakhir. Kondisi makin parah akibat kenaikan gas yang makin mahal akibat perang Rusia-Ukraina. Fyi, warga British emang ngandelin gas buat jadi sumber listrik mereka.

Go on.. 
Krisis Inggris kali ini bisa dibilang lumayan parah sih, guys soalnya mata uang mereka alias poundsterling ada di titik terendah sepanjang sejarah terhadap dollar AS. Nah, because of the things that have been mentioned before, harga kebutuhan pokok otomatis ikut naik dan jadi makin mahal dong..

No…
Yep, kondisi yang makin memburuk ini kemudian bikin warga Inggris jadi desperate, hingga cara nyari duitnya pun macem-macem. Hal ini ditandai dengan meningkatnya jumlah PSK. Terus, anak-anak sekolah kelaparan, sehingga menurut laporan kepala sekolah di Inggris, sampe ada anak yang ngunyah karet gara-gara mereka nggak mampu buat beli makan siang. Terus, di sekolah di Lewisham, London Tenggara, ada anak yang pura-pura makan dari kotak makan kosong gara-gara mereka gak bisa menuhin syarat buat dapet makanan gratis dari sekolah.
 
:(((((
And obviously, harga makanan jadi naik. Pendapatan rumah tangga sendiri secara rata-rata turun sebesar 16,5 persen. Gara-gara harga bensin naik, warga jadi jarang bepergian, jarang makan di luar. Terus, pub dan restoran juga naikin harga menu minuman dan makanan sejak tahun 2020. Then, harga rumah di London juga naik sampe 2,1 persen dan rata-ratanya bisa mencapai £682.499 (Rp 11 miliar).

Sounds bad…
Gimana enggak parah? IMF aka International Monetary Fund aja udah ngasih warning alias peringatan keras soal ini. Gara-gara pemerintah Inggris niat buat memangkas pajak dan ngambil hutang, IMF takut kalo masyarakat jadi kena imbasnya. Terus, pas Bank of England rencana buat ngasih kenaikan suku bunga di tengah inflasi dan Menkeu Kwasi Kwarteng niat ngutang sebesar 72 miliar pound atau Rp 117 triliun, IMF bilang kalo rencana itu bisa ningkatin ketidaksetaraan.

Geez… anything else?
Fyi guys, saat ini nilai poundsterling sekarang juga udah makin ambruk. Nilai mata uang pound pada Senin siang kemarin turun 4,37% ke US$ 1.0382/GBP. Ini tuh rekor terlemah dalam sejarah, dan sampe Agustus 2022 kemarin, tingkat inflasi di Inggris ada di level 9,9%.