Identitas Terduga Hacker Bjorka Terungkap, WHO : Akhir Dari Pandemi Covid-19 Sudah Di Depan Mata, Kirgizstan Mengalami Bentrokan Dengan Tajikistan, Penemuan Site Emas & Tembaga di Madinah

27

Good morning

Welcome back again to Monday. Have you heard that COVID-19 is now nearing its end and things are getting muuuuch better? Yep, we’re finally almost back to the normal life. And really, don’t we all miss those good, old times? Catch up! More on the story here!

When things are still happening….

Between Bjorka VS our government.
Yoi. Makin ke sini makin bikin rame aja ini si Bjorka ygy. Sampai pemerintah pun dibikin penasaran setengah mati siapa sih ni orang. Akhirnya identitas terduga doi pun terungkap, dia ditangkap, dan ditetapkan sebagai tersangka.

Wait, I need some background here. 
You got it. Jadi Bjorka ini emang udah diomongin di mana-mana, guys. Terutama di dunia maya. Bertindak sebagai hacker, Bjorka diketahui udah meretas berbagai berbagai data pribadi masyarakat +62, mulai dari data SIM Card, NIK, data operator selulernya, sampai tanggal registrasi semua Bjorka punya. Terus, doi juga ngerecokin berbagai data yang dikelola sama pemerintah, guys. Mulai dari data di KPU RI, sampai surat-suratan antara Badan Intelejen Negara aka BIN dengan Presiden Joko Widodo juga ke-hack sama si Bjorka ini. Data-datanya kemudian di-publish sama dia di sosial media so everyone could see deh. (Read the full story here)

Ya ampun. Terus terus?
Hal ini of course bikin pemerintah jadi resah dong. Kayak, “Apaan sih ni orang. Siapa sih dia? Cari gih!” gitu kira-kira. Terus minggu lalu, Presiden RI Pak Jokowi menggelar rapat bersama menteri terkait dan dari situ, dibentuklah sebuah tim khusus yang terdiri dari BIN, Badan Siber dan Sandi Negara aka BSSN, Polri, sampai Kominfo buat menangani kasus ini. Nah, setelah dilakukan berbagai penelusuran dan pemeriksaan, ketemu lah salah seorang warga berusia 21 tahun di Madiun, Jawa Timur yang diduga adalah Bjorka, guys.

Wow okay…
Yep. Pria itu bernama Muhammad Agung Hidayatullah aka MAH yang berdomisili di Desa Banjarsari Kulon, Madiun, Jawa Timur. Dia ditangkap oleh kepolisian hari Rabu minggu lalu dan langsung diterbangkan ke Jakarta dan dilakukan pemeriksaan oleh tim Cyber Crime-nya Polri di Mabes Polri dengan pengamanan dari Polres Madiun. Terus, dari hasil pemeriksaan itu, MAH pun ditetapkan sebagai tersangka deh.

Jadi dia beneran Bjorka??
Well, bukan guys. Dari hasil pemeriksaan, MAH diketahui cuma pihak yang membantu Bjorka aja. Iya, jadi waktu diperiksa minggu lalu itu, ada beberapa pengakuan yang diutarakan MAH. Adapun di antaranya adalah, MAH emang terlibat dalam berbagai hal yang dilakukan Bjorka. Speaking of keterlibatan, MAH bilang emang dia yang jualin akun channel Telegram-nya ke Bjorka. Channel Telegram itu dijual seharga US$100. Dari penuturan MAH, dia terpaksa jualin itu channel ke Bjorka karena keluarganya sendiri emang lagi terlilit utang, guys.

Ya ampun. Terus terus?
Masih dari penuturannya, MAH bilang kalau hasil penjualan channel Telegram sebesar US$100 itu dibayar Bjorka dalam bentuk Bitcoin, dan baru bisa di-convert ke Rupiah senilai Rp1,4 juta aja. Terus sebagian dari 1,4 jutanya itu juga dipakai buat bayar cicilan motor sebesar 800 ribu. In his words, MAH bilangnya emang, “Ingin membantu orang tua yang terhimpit ekonomi.” But after all, MAH ngaku salah dan minta maaf sama semua pihak yang dirugikan karena ulahnya ini. Baik itu ke pemerintah atau ke kepolisian. Saat ini, MAH udah dipulangkan ke rumahnya tapi masih berstatus sebagai tersangka.

:(((
Nah since MAH ini cuma penyedia channel aja tempat Bjorka bocorin semua data dan informasi, dia nggak bocorin data apa pun ke siapa pun, katanya. Doi juga nggak bisa nge-hack. Nggak tahu juga kalau channel Telegram yang dia jual urusannya bisa panjang dan berakibat hukum kayak gini. Jadi ya gitu deh, sebelum dipulangkan, pihak Bareskrim Polri titip pesan supaya MAH lebih berhati-hati dalam bertindak.  Terus, MAH juga diwajIbkan buat lapor diri ke Polres Madiun dua kali seminggu setiap hari Senin dan Kamis di Satreskrim Polres Madiun.

Terus Bjorka yang asli di mana?
Nah ini dia yang masih diburu sama tim khusus guys. Setelah diketahui yang di Madiun itu bukan Bjorka, ada lagi cerita kalau Bjorka yang asli itu adanya di Cirebon, Jawa Barat dan merupakan seorang cowok berusia 17 tahun berinisial MSF. Diketahui banyak orang yang udah nge-reach dia di Instagram, kolom comment-nya juga penuh sama berbagai kata kasar. Siapa yang nggak worry diserbu netizen begitu ya kan? Dari situ, MSF pun buru-buru mengklarifikasi kalau dia bukan Bjorka. Dia bahkan minta perlindungan polisi. Hal ini dikonfirmasi oleh Kasat Reskrim Cirebon, AKP Perida Apriani Panjaitan. Disampaikan oleh AKP Perida, pihak MSF dan keluarga merasa ketakutan, makanya sampai minta perlindungan, yang kemudian di-approve sama Satreskim Polres Cirebon Kota.

Ok. Did anyone say anything?
Ada dong. Ketua Harian Komisi Kepolisian Nasional aka Kompolnas, Beny Jozua Mamoto menyampaikan langkah penangkapan yang dilakukan terhadap MAH ini penting dilakukan biar nggak ada lagi masyarakat yang ikut-ikutan ngebantu Bjorka. Apalagi di kasus yang menyangkut UU ITE kayak gini, kalau bukti permulaan dinilai udah cukup, penyidik kudu segera menangkap pelaku, guys. Biar barang bukti juga tetap aman, nggak dihilangin, plus ada efek jera juga buat pelaku.

I see. Anything else I should know?
Btw MAH ini kan ditangkap hari Rabu yah. Nah, besokannya yaitu di hari Kamis, Bjorka tuh masih koar-koar di Telegram, guys. Dari akun Telegram itu, Bjorka juga mengkonfirmasi kalau yang ditangkap di Madiun itu alias MAH emang bukan dia. Dia bahkan bilang kalau MAH sekarang bisa aja diinterogasi dan dipukulin dan disiksa sama polisi. Merespons hal ini, MAH pun membantah kalau ada tindakan kekerasan yang dia alami selama diperiksa sama polisi. In his words, MAH bilang, “Baik semua polisi. Saya diperlakukan dengan baik, nggak ada penyiksaan.”

Now here comes the good news: COVID-19 is about to end.

Hah? Beneran nih? Pandemi COVID-19 udah berakhir?

Remember the keyword guys, IT IS ABOUT TO END. Jadi, belom berakhir banget sih secara teknis, tapi World Health Organization aka WHO udah mengeluarkan pernyataan bahwa akhir dari pandemi COVID-19 udah di depan mata. (Uh, hello again worlddddd!!) 


Whooa tell me more!
Sure. Jadi, Dirjen WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus udah menyatakan minggu lalu bahwa dunia saat ini tuh ada di posisi yang sangat baik untuk segera mengakhiri pandemi COVID-19. Menurut Pak Tedros sih, ini adalah prediksi paling optimis dari WHO sejak status darurat internasional diumumin dari Januari 2020 lalu dan status pandemi tiga bulan kemudian.

Go on… 
Beliau juga menyebut bahwa pengobatan COVID-19 sama vaksinasi yang dilakukan di banyak negara sejauh ini udah berhasil banget mencegah lebih banyak kematian dan tingkat pasien rawat inap di dunia. Terus juga katanya, varian Omicron yang muncul terakhir itu nggak terlalu parah kalo dibandingin dari varian-varian yang muncul sebelumnya. The good news is kematian akibat COVID-19 pekan lalu dilaporkan ada di level terendah sejak Maret 2020 oleh WHO. So far sih, ada 606 juta orang di seluruh dunia yang udah terinfeksi Virus Corona dan 6,5 juta orang yang meninggal karenanya.

Then? 
Nah, another good news is……ahli panel WHO terkait COVID-19, Dicky Budiman bilang kalo mungkin banget bahwa status pandemi dicabut di akhir tahun 2022 atau selambat-lambatnya, di awal tahun 2023. Dia sih bilang kalo optimis banget status pandemi bisa segera dicabut karena dampak dan manfaat vaksin yang udah bisa dirasain banget sekarang ini. The other thing is dia bilang bahwa kondisi COVID-19 tuh nggak membaik di Tanah Air aja, tapi juga secara global udah nunjukin penurunan. Ini disebabkan oleh imunitas yang udah kebentuk di publik.

Bye-bye masks, I guess?!? 
Eits, jangan langsung kendor gitu dong prokesnya. Soal hal ini, Juru Bicara Kemenkes RI Mohammad Syahril sendiri bilang kalo kita harus tetep disiplin soal protokol kesehatan, walaupun status pandemi udah dicabut nantinya. Nggak cuma itu, Pak Tedros dari WHO juga udah kasih warning nih, seandainya status pandemi dicabut, ini bisa bawa dunia keluar dari pandemi atau justru sebaliknya apalagi kalau prokes langsung kendor.

Then?? 
Nah, WHO nggak cuma ngumumin kabar bahagia soal akhir pandemi ini aja. WHO juga kasih panduan buat pemerintah, seandainya nanti status pandemi udah dicabut. Mulai dari pengujian, vaksinasi, pengelolaan rumah sakit, langkah pengendalian infeksi di fasilitas Kesehatan, pencegahan penyebaran informasi tidak benar dan keterlibatan masyarakat.

Anything else? 
Yup, pokoknya soal pengendalian virus dan protokol kesehatan nggak boleh kendor, deh.. Bahkan, Pak Tedros sendiri bilang bahwa pandemi ini ibarat lomba marathon. Jadi, negara-negara masih harus berlari keras buat ninggalin virus jauuuuuuhhh di belakang kita.

When there’s another war…

What? Another war? Again? 
Yep. Jadi negara di Asia Tengah, namanya Kirgizstan dilaporkan mengalami bentrokan dengan negara tetangganya, Tajikistan di perbatasan pada Jumat (16/9) hingga menewaskan 24 orang.

Tell me more! 
Jadi, kedua negara itu sebelumnya emang udah terlibat cekcok dan saling tuduh sehingga menyulut terjadinya pertempuran di daerah yang jadi sengketa. Tapi anehnya, sebelum terjadi bentrokan, kedua pihak tuh sebenernya udah sama-sama sepakat buat menghentikan pertempuran. Bahkan, kedua pemimpin negara udah ketemu dan menarik pasukan mereka masing-masing dari perbatasan. Eh, malah sekarang jadinya saling tuduh dan menuding kalo ada yang ngelakuin pelanggaran gencatan senjata.

Terus, gimana? 
Awalnya pihak Kirgizstan tuh nge-claim kalo pasukan lawannya alias Tajikistan mulai mengerahkan tank, pengangkut personel lapis baja dan mortar buat masuk ke salah satu desanya dan menembaki bandara kota Batken dan daerah sekitarnya. From the other side, Tajikistan juga nuduh pasukan Kirgizstan menembaki pos terdepan dan tujuh desa lainnya dengan senjata berat.

Kok bisa bentrok sih? 
Ok, for your background, kedua negara ini tuh sebenernya udah cukup sering bentrok antara satu sama lain. And again, penyebabnya ya gara-gara perbatasan yang jadi rebutan. Go back to 2021, bentrokan kaya gini akhirnya menewaskan 50 orang. Terus, di September 2019, empat orang juga tewas gara-gara bentrokan bersenjata kaya gini. So, this is absolutely not their first time.

I see. Anything else?
Jadi, Kirgizstan dan Tajikistan tuh dulunya bagian dari Uni Soviet. Tapi, bentrok antara keduanya makin parah sejak Uni Soviet pecah di tahun 1991. Actually, both leaders juga udah ketemu pada Juli lalu. Tapiii, ya gitu-gitu aja. No progress. AT ALL. Nah balik lagi ke bentroknya guys, Sampe Sabtu (17/9) minggu lalu sih, situasi di perbatasan udah jadi lebih stabil. Although some shootings are still happening, tapi gencatan senjata masih diupayakan dan tidak ada insiden besar yang terjadi kemudian.

Who’s getting richer and richer?

Saudi Arabia
Karena mereka baru aja menemukan sumber emas baru yang terletak di kota suci Madinah. Yep, hari Kamis lalu, pemerintahan sana baru aja mengumumkan penemuan site emas dan tembaga di Madinah, lebih tepatnya di wilayah Aba Al-Raha, Umm Al-Barrak Hejaz, Madinah. Selain itu, tambang tembaga juga ditemukan di empat wilayah lainnya yang semuanya terletak d Madinah. Dengan adanya penemuan ini, pihak pemerintah berharap supaya bisa tercipta perkembangan ekonomi dalam negeri dan juga bisa mendatangkan investasi baik dari investor lokal maupun luar negeri untuk bidang eksplorasi tambang yang saat ini sedang booming di sana.
 
FYI guys, Arab Saudi emang memiliki visi 2030, di mana mereka pengen mendiversifikasi pemasukan dalam negerinya jadi nggak dari minyak aja. Makanya mereka juga melakukan berbagai eksplorasi dan ditemukanlah sumber emas dan tembaga ini. Selain itu, Arab Saudi juga udah membolehkan perjalanan turis (sebelumnya yang boleh ke sana cuma haji dan umroh aja) dan membuka diri untuk modernisasi. Contohnya yhaa cewek udah boleh nyetir, udah boleh nonton di stadion, dll.

“Saya harus turun gunung, karena saya mendengar, mengetahui, bahwa ada tanda-tanda Pemilu 2024 bisa tidak jujur dan tidak adil.”

Wohooo gitu guys kata Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang bilang bahwa dirinya mendengar kabar adanya tanda-tanda bahwa Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 bakal diselenggarakan dengan enggak jujur dan enggak adil. Karena itulah, Pak SBY bilang bahwa dirinya harus turun gunung untuk menghadapi Pemilu 2024.

 
When 2024 is still far away but there are lotsss of drama already…

Announcement


Thanks to abhumsaa, Nuning pacar Haechan, Huda, penduduk bumi, Yunyeong’s wife, and someone for buying us coffee today!

(Mau ikutan nraktir tim Catch Me Up! kopi? Here, here…just click here Dengan mendukung, kamu nggak cuma beliin kopi yang menemani kami nulis, namun kamu juga udah men-support kami untuk terus berkarya dan membuat konten-konten berkualitas yang imparsial dan bebas dari kepentingan. Thank you so much!)

Catch Me Up! recommendations

If you want to strengthen your arm and shoulder, try this workout.