Gubernur Papua Terlibat Korupsi Hingga Terjadi Unjuk Rasa

22

Here we go: Kasus dugaan korupsi Lukas Enembe aka Gubernur Papua

Yep, we got your recap, from A to Z.
Tapi sebelumnya, capek banget nggak sih guys sama drama-drama dugaan tindak korupsi yang dilakukan sama warga +62 ini? Mulai dari pengusaha sampai pejabat publik, banyak banget yang udah diduga melakukan tindak korupsi, sampai terbukti bener-bener melakukannya. Kali ini, kita mau bahas soal Gubernur Papua, Lukas Enembe yang diduga terlibat korupsi sampai terjadi unjuk rasa besar-besaran di sana.

Tell. Me. Everything. 
Ok. Jadi dugaan ini bermula ketika Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan aka PPATK yang dari tahun 2017 kemarin udah menganalisis berbagai pengelolaan keluar-masuk dana punyanya Gubernur Papua, Pak Lukas Enembe ini, guys. Dari hasil analisis yang udah dilakukan selama lima tahun terakhir itu, PPATK akhirnya menemukan 12 dugaan pengelolaan dana nggak wajar yang dilakukan oleh Pak Lukas.

Shizzz apa ajatu?
Macem-macem. Disampaikan oleh Kepala PPATK, Ivan Yustiavandana, pihaknya udah menemukan berbagai dugaan tindak korupsi mulai dari gratifikasi, money laundry, sampai judi di kasino. Nggak tanggung-tanggung, aktivitas judinya Pak Lukas ini dilakukan di dua negara, guys, Indonesia dan Singapura. Now, inhale, exhale , dari tindakan gratifikasi aja, Pak Lukdias udah menghasilkan Rp1 miliar, terus dari judi yang dilakukan  di SG-Indonesia itu dia udah menghasilkan SG$ 55 juta alias Rp560 Miliar. Adapun duit-duit itu udah dibeliin berbagai barang, yang salah satunya adalah jam mewah seharga SG$ 55 ribu.

Ya ampun….
Dari sini, PPATK langsung melaporkan temuan ini ke KPK dong. Dan seiring berproses di KPK melalui penyidikan, pada minggu lalu KPK pun menetapkan Lukas Enembe sebagai tersangka korupsi, guys. Bersamaan dengan itu, Kepala Bagian Pemberitaan, Ali Fikri, bilangnya saat ini KPK masih mengumpulkan dan melengkapi alat bukti. Makanya sampai sekarang KPK masih diem-diem bae terkait kasus ini, guys. Kata Pak Ali, kalau penyidikannya uda utuh dan lengkap, baru deh kasusnya dibuka ke publik secara menyeluruh juga.

Hadeh….
Terus, nggak cuma KPK dan PPATK aja yang terlibat dalam kasusnya Pak Lukas ini, guys. Tapi angkat suara juga Kementerian Koordinator Politik, Hukum, dan HAM aka Kemenko Polhukam melalui menterinya Prof Mahfud MD. Dalam keterangannya, Prof Mahfud menyebut ada dugaan korupsi waktu penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) diadain di Papua tahun lalu. Makanya sekarang hal itu juga lagi diusut deh sama lembaga penegak hukum. Bahkan, dugaan korupsi ini juga merembet ke anak laki-lakinya Pak Lukas dan menyangkut kepala daerah lain kayak Bupati Mimika dan Bupati Mamberamo Tengah.

Terus Pak Lukasnya gimana?
Nah sampai sekarang, karena adanya dugaan ini, berbagai rekening dan transaksi yang dilakukan Pak Lukas jadi dibekukan sama PPATK deh, guys. In case you’re wondering, transaksi ini dilakukan melalui berbagai penyedia jasa keuangan, kayak asuransi sampai bank. But the thing is that KPK tuh kan udah mengirimkan surat panggilan dari tanggal 12 September kemarin, tapi Pak Lukasnya nggak memenuhi panggilan tersebut. Padahal panggilan itu udah dilakukan di Mako Brimob instead of Gedung KPK biar memudahkan Pak Lukas. Tapi ya gitu deh, Pak Lukasnya nggak memenuhi panggilan itu.

I believe Pak Lukas has a say…
Yep. Melalui kuasa hukumnya, Pak Lukas bilangnya KPK tuh melakukan kriminalisasi, pembunuhan karakter, plus menjadikan beliau sebagai target operasi karena sebelum ditetapkan sebagai tersangka, KPK nggak memanggil Pak Lukas dulu buat klarifikasi. Lebih jauh, pihak kuasa hukum Lukas Enembe juga menyebut penetapan tersangka ini hal yang prematur dan buru-buru banget padahal KPK sendiri dinilai belum punya bukti yang cukup kuat buat menetapkan hal itu. Dibalaslah sama KPK kalau mereka nggak ada kepentingan lain selain murni penegakan hukum aja.

….
Masih dari pernyataan kuasa hukum Pak Lukas, mereka tuh katanya heran kenapa rekening Lukas Enembe yang ratusan miliar itu disorot dan diomongin di mana-mana. Padahal, Pak Lukas tuh orang kaya, katanya. Beliau punya sumber daya alam, punya tambang emas, mau curiga dari mana katanya gitu. Lebih lanjut, harta-harta Pak Lukas tuh disebut atas hasil pendapatan selama 20 tahun menjabat sebagai pejabat di Papua. Jadi yha harta yang dipunya sekarang tuh yha duit pribadi Pak Lukas, dan itu makes sense banget. Nggak usah dicari kesalahannya kalau kata kuasa hukumnya.

….. Okay. Anything else?
Btw karena kasus ini, keadaan di Papua tuh sekarang lagi panas, guys. Saking panasnya, kemarin banget nih, ribuan masyarakat yang tergabung dalam Koalisi Rakyat Papua menggelar unjuk rasa “Save Lukas Enembe”. Mereka memprotes penetapan Pak Lukas sebagai tersangka. Sebanyak 2.000 anggota TNI/Polri pun dikerahkan buat mengamankan unjuk rasa ini, guys.