Gubernur Papua Terlibat Korupsi Hingga Terjadi Unjuk Rasa, Pertemuan Pemimpin Rusia & China, AS Akan Dukung Penuh Taiwan, Drama Politik Jelang Pemilu 2024, Badai Fiona Terjadi Di Puerto Rico

18

Good morning

Wednesday is here so you know what we have as usual… podcast! Now, other than the podcast, we also will catch you up! With another crazy story related to korupsi. Now, it’s from the easternmost part of the country. Scrolldown…

Here we go: Kasus dugaan korupsi Lukas Enembe aka Gubernur Papua

Yep, we got your recap, from A to Z.
Tapi sebelumnya, capek banget nggak sih guys sama drama-drama dugaan tindak korupsi yang dilakukan sama warga +62 ini? Mulai dari pengusaha sampai pejabat publik, banyak banget yang udah diduga melakukan tindak korupsi, sampai terbukti bener-bener melakukannya. Kali ini, kita mau bahas soal Gubernur Papua, Lukas Enembe yang diduga terlibat korupsi sampai terjadi unjuk rasa besar-besaran di sana.

Tell. Me. Everything. 
Ok. Jadi dugaan ini bermula ketika Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan aka PPATK yang dari tahun 2017 kemarin udah menganalisis berbagai pengelolaan keluar-masuk dana punyanya Gubernur Papua, Pak Lukas Enembe ini, guys. Dari hasil analisis yang udah dilakukan selama lima tahun terakhir itu, PPATK akhirnya menemukan 12 dugaan pengelolaan dana nggak wajar yang dilakukan oleh Pak Lukas.

Shizzz apa ajatu?
Macem-macem. Disampaikan oleh Kepala PPATK, Ivan Yustiavandana, pihaknya udah menemukan berbagai dugaan tindak korupsi mulai dari gratifikasi, money laundry, sampai judi di kasino. Nggak tanggung-tanggung, aktivitas judinya Pak Lukas ini dilakukan di dua negara, guys, Indonesia dan Singapura. Now, inhale, exhale , dari tindakan gratifikasi aja, Pak Lukdias udah menghasilkan Rp1 miliar, terus dari judi yang dilakukan  di SG-Indonesia itu dia udah menghasilkan SG$ 55 juta alias Rp560 Miliar. Adapun duit-duit itu udah dibeliin berbagai barang, yang salah satunya adalah jam mewah seharga SG$ 55 ribu.

Ya ampun….
Dari sini, PPATK langsung melaporkan temuan ini ke KPK dong. Dan seiring berproses di KPK melalui penyidikan, pada minggu lalu KPK pun menetapkan Lukas Enembe sebagai tersangka korupsi, guys. Bersamaan dengan itu, Kepala Bagian Pemberitaan, Ali Fikri, bilangnya saat ini KPK masih mengumpulkan dan melengkapi alat bukti. Makanya sampai sekarang KPK masih diem-diem bae terkait kasus ini, guys. Kata Pak Ali, kalau penyidikannya uda utuh dan lengkap, baru deh kasusnya dibuka ke publik secara menyeluruh juga.

Hadeh….
Terus, nggak cuma KPK dan PPATK aja yang terlibat dalam kasusnya Pak Lukas ini, guys. Tapi angkat suara juga Kementerian Koordinator Politik, Hukum, dan HAM aka Kemenko Polhukam melalui menterinya Prof Mahfud MD. Dalam keterangannya, Prof Mahfud menyebut ada dugaan korupsi waktu penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) diadain di Papua tahun lalu. Makanya sekarang hal itu juga lagi diusut deh sama lembaga penegak hukum. Bahkan, dugaan korupsi ini juga merembet ke anak laki-lakinya Pak Lukas dan menyangkut kepala daerah lain kayak Bupati Mimika dan Bupati Mamberamo Tengah.

Terus Pak Lukasnya gimana?
Nah sampai sekarang, karena adanya dugaan ini, berbagai rekening dan transaksi yang dilakukan Pak Lukas jadi dibekukan sama PPATK deh, guys. In case you’re wondering, transaksi ini dilakukan melalui berbagai penyedia jasa keuangan, kayak asuransi sampai bank. But the thing is that KPK tuh kan udah mengirimkan surat panggilan dari tanggal 12 September kemarin, tapi Pak Lukasnya nggak memenuhi panggilan tersebut. Padahal panggilan itu udah dilakukan di Mako Brimob instead of Gedung KPK biar memudahkan Pak Lukas. Tapi ya gitu deh, Pak Lukasnya nggak memenuhi panggilan itu.

I believe Pak Lukas has a say…
Yep. Melalui kuasa hukumnya, Pak Lukas bilangnya KPK tuh melakukan kriminalisasi, pembunuhan karakter, plus menjadikan beliau sebagai target operasi karena sebelum ditetapkan sebagai tersangka, KPK nggak memanggil Pak Lukas dulu buat klarifikasi. Lebih jauh, pihak kuasa hukum Lukas Enembe juga menyebut penetapan tersangka ini hal yang prematur dan buru-buru banget padahal KPK sendiri dinilai belum punya bukti yang cukup kuat buat menetapkan hal itu. Dibalaslah sama KPK kalau mereka nggak ada kepentingan lain selain murni penegakan hukum aja.

….
Masih dari pernyataan kuasa hukum Pak Lukas, mereka tuh katanya heran kenapa rekening Lukas Enembe yang ratusan miliar itu disorot dan diomongin di mana-mana. Padahal, Pak Lukas tuh orang kaya, katanya. Beliau punya sumber daya alam, punya tambang emas, mau curiga dari mana katanya gitu. Lebih lanjut, harta-harta Pak Lukas tuh disebut atas hasil pendapatan selama 20 tahun menjabat sebagai pejabat di Papua. Jadi yha harta yang dipunya sekarang tuh yha duit pribadi Pak Lukas, dan itu makes sense banget. Nggak usah dicari kesalahannya kalau kata kuasa hukumnya.

….. Okay. Anything else?
Btw karena kasus ini, keadaan di Papua tuh sekarang lagi panas, guys. Saking panasnya, kemarin banget nih, ribuan masyarakat yang tergabung dalam Koalisi Rakyat Papua menggelar unjuk rasa “Save Lukas Enembe”. Mereka memprotes penetapan Pak Lukas sebagai tersangka. Sebanyak 2.000 anggota TNI/Polri pun dikerahkan buat mengamankan unjuk rasa ini, guys.

When there’s a drama: Between US, Russia, China and Taiwan…Boy, do we love drama. Kali ini dramanya ga lain ga bukan soal Amerika Serikat, China dan Rusia yang emang seriiiing banget ngotot-ngotoan pake urat. Nah kali ini, baru aja Senin lalu, US President aka Joe Biden bilang kalo AS bakal kasih dukungan penuh ke Taiwan kalo seandainya mereka diserang sama China. (WHATTTTT?!?) 


Uhmmm emang kenapa?
Jadi kamu harus tahu ni guys, bahwa pernyataan ini tentunya bakal berbahaya buat hubungan AS dan China, secara China tuh posesif banget sama Taiwan. Hal ini karena kayak kamu kamu tahu, China sejauh ini  masih beranggapan Taiwan itu cuma wilayah di bawah kuasanya, sedangkan Taiwan melihat diri sendiri pokoknya pengen merdeka plz. Karena mereka punya sistem pemerintahan yang beda sama China (Taiwan demokratis, China komunis). Nah secara Taiwan nih demokratis, makanya mereka didukung banget sama Amerika Serikat dong, hence the statement.

I see…
Nah terkait pernyataan Biden yang so controversial itu, Chinese government sendiri melalui Juru bicara Kementerian Luar Negerinya, Mao Ning, bilang bahwa pernyataan AS itu “severely violate” US policy aka melanggar komitmen penting AS buat enggak ngedukung kemerdekaan Taiwan dan bikin sinyal yang salah ke pasukan kemerdekaan separatis Taiwan.

Let us go back for a while.. 
Actually, the relationship between US and China has been quite tense lately. Masih inget kan soal kunjungan  Ketua DPR AS Nancy Pelosi ke Taiwan belom lama ini? Heboh banget tuh, sampe-sampe China udah mulai ngerahin pasukan militernya di perbatasan. Dunia juga udah mulai ketar-ketir, takut kalo China marah, they can do everything. Yah, urusan Rusia-Ukraina aja belom kelar, ini udah ditambah masalah baru. While US and China are getting tense….. Okay, di tengah tegangan panas antara China dan AS, someone is getting closer to Xi Jinping. 

Guess who? 
Russian President, Vladimir Putin. Yup. Their relationship is getting closer and closer. Apalagi, belum lama ini keduanya melakukan pertemuan di Uzbekistan. Pertemuan keduanya ini memiliki banyak arti, secara sejauh ini keduanya emang deket. Terbukti sampe sekarang, Jinping juga belum mengecam serangan Rusia ke Ukraina. Makanya pertemuan ini juga jadi most anticipated banget gengs.
 
Emang isi pertemuannya apa?
Basically, isi diskusi mereka sih ya standar pertemuan antar pemimpin negara aja, tapiiii because it was Putin and Xi Jinping so it wasn’t a basic discussion. Putin bilang kalo Rusia kasih dukungan penuh ke China soal “One China Policy”, dan sepenuhnya menentang provokasi AS di Selat Taiwan. Although it was their first direct meeting since the invasion, tapi jelas isi perbincangan mereka tuh punya impact secara global. Nggak sampe situ aja, kedua negara ini jelas cari dukungan dari satu sama lain. In one side, Xi Jinping lagi ngincer masa jabatan ketiganya. Tapi, reputasinya lagi buruk gara-gara isu komunitas Uyghur di Xinjiang yang nggak kunjung selesai. On the other side, Vladimir Putin juga lagi cari dukungan atas invasinya ke Ukraina yang bikin negara-negara Barat sampe menjatuhkan berbagai sanksi ke Rusia.
 
What else? 
Oh ya, soal hubungan China dan Rusia yang makin deket, Taiwan ikut komentar dong soal ini. Taiwan bilang kalo relasi China dan Rusia itu bisa mengecam perdamaian internasional. Pihak Kemlu Taiwan sampai secara resmi mengecam keras Rusia yang ngedukung China karena merendahkan kedaulatan negaranya. Meanwhile, atas komitmen dukungan dari AS, Taiwan bilang: Thanks beb….
 
Last but not least..
Imagine, what would happen if China and Russia become one? Kedua negara ini udah bilang kalo siap kerja sama buat jadi negara adikuasa.
 

“In the face of the colossal changes of our time on a global scale, unprecedented in recent history, we are ready to team up with our Russian colleagues to set an example of a responsible world power and to play a leading role in putting a rapidly changing world on the track of sustainable and positive development,” kata Xi ke Putin.

 
Makin seru….

Ketika drama belum selesai…

Here, we have a political drama. 
Yoi. Nggak ada abis-abisnya drama perpolitikan Tanah Air ini ygy. apalagi menjelang Pemilu 2024.  Mulai dari Gubernur Jawa Tengah Ganjar Prabowo yang nggak diundang ke acaranya PDI-Perjuangan di Jawa Tengah, sampai drama sindir-sindiran PDI-Perjuangan VS Partai Demokrat yang sekarang lagi memanas.
 
Wohooo spill the tea!
Sure. Kita mulai dari ceritanya Pak Ganjar yah. Jadi di hari Senin kemarin itu, Ketua DPR RI Mbak Puan Maharani kan mengundang seluruh kepala daerah asal fraksi PDI-Perjuangan buat persiapan Pemilu 2024 di Semarang, Jawa Tengah. Ada sekitar 20 kepala daerah lah yang diundang, nah tapi dari nama-nama itu, nggak ada nama Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo yang datang ke acara itu, guysAs we all know Pak Ganjar kan salah satu kadernya PDI-Perjuangan yah, Gubernur Jateng pula. Makanya hal ini jadi pertanyaan, “Hayoo what happened nih?” gitu.
 
Iya, what happened?
Ada banyak spekulasi sih guys. Disampaikan oleh Ketua DPD PDI-Perjuangan Jawa Tengah, Bambang Wuryanto bilangnya sikap Pak Ganjar sekarang tuh kayak ambi banget mau jadi Presiden RI, padahal belum ada instruksi dari Bu Ketua Umum Megawati Soekarnoputri. Not to mention Pak Ganjar yang aktif banget di media sosial dan media. Hal ini juga pernah disampaikan Puan Maharani di mana tahun lalu, di salah satu hajatannya PDI-Perjuangan yang nggak ngundang Pak Ganjar dan di situ beliau bilangnya, “Pemimpin yang baik itu yang di lapangan, bukan di medsos.”

Wkwkwkw okay. Yang sekarang juga gitu?
Nah yang sekarang, Pak Bambang Pacul menyampaikan alasan Pak Ganjar nggak diundang di acara kemarin itu karena levelnya emang kepala daerah tingkat kabupaten/kota aja aka orang-orang yang mainnya di tingkat DPC. Secara yang bakal bermain banget buat pemenangan Pemilu 2024 adalah orang-orang di DPC. Jadinya yang diundang yha sebatas mereka. Nggak sampai ke level Gubernur.

I see. 
Terus ada drama apa lagi?
Ada drama antar partai, guys. Yep, we’re talking about drama PDI-Perjuangan VS Partai Demokrat yang sekarang lagi panas. Dramanya dimulai ketika minggu lalu, di Rapat Nasional Partai Demokrat (yang sekarang jadi oposisi). Di situ Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono bilang, “Saya mendengar, mengetahui, ada tanda-tanda Pemilu 2024 bisa tidak jujur dan tidak adil. Cuma dia capres-cawapres aja yang dikehendaki sama mereka.” Nah, pernyataan ini somehow bikin PDI-Perjuangan ke-trigger, guys. Pernyataan Pepo itu kemudian langsung dibalas sama Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto.
 
Dibalas gimana tuh?
Dalam keterangannya, Pak Hasto bilangnya Pemilu 2009 yang digelar waktu jaman pemerintahan Pak SBY adalah pemilu tercurang yang pernah ada dalam sejarah demokrasi negeri ini, dan hal itu harusnya jadi tanggung jawab Pak SBY, katanya gitu. Kayak ada manipulasi daftar pemilih tetap, anggota KPU yang abis Pemilu langsung jadi kader Demokrat, sampai berbagai tim yang dibentuk secara sembunyi. Sampai harga BBM naik juga dibahas, gengs.

Terus terus?
Terus dibalas lagi dong sama Partai Demokrat. Koordinator Jubir DPP Partai Demokrat, Herzaky Mahendra Putra bilangnya itu partai sebelah emang nggak pernah ikhlas jagoannya kalah di 2004 sama 2009, Soal harga BBM yang naik, juga dibahas sama Demokrat. Mereka meng-highlight foto yang rame kesebar di mana orang-orang PDI-Perjuangan pada nangis seakan jadi korban dan dizolimi  waktu harga BBM naik di era pemerintahan SBY. Terus sekarang apa kabar tuh harga BBM? Gitu guys kira-kira. Pak Herzaky juga menegaskan nggak pernah ada kecurangan di pemilu era SBY Jadi yha you better watch yourself aja kalau kata Pak Herzaky.

Wkwkwkw lucu banget. Anything else I should know?
Nah, dari drama PDIP-Demokrat ini, ada satu partai yang juga ikut-ikutan, guys. Everybody, meetPartai Kebangkitan Bangsa aka PKB. Menurut PKB, statement Pepo soal indikasi kecurangan di Pemilu 2024 tuh adalah hal yang serius dan nggak main-main. Tapi kan sekarang PKB sendiri belum ngeliat adanya tanda-tanda kecurangan nih, secara semua partai maunya Pemilu berjalan lancar dan adil kan. Nah makanya PKB minta SBY dan Partai Demokrat spill aja siapa aktor di balik indikasi kecurangan ini. Either itu aktor politik kah, di luar partai kah, atau kelompok apa.. gitu.

Fiona, Oh Fiona..

Sounds pretty, but… 
Tapi enggak demikian yang terjadi di Puerto Rico. Yep, negara di kepulauan Karibia itu baru dilanda Badai Fiona yang terjadi pada Minggu, 18 September. Badai ini telah mengakibatkan gangguan listrik, banjir bahkan tanah longsor. Nggak cuma sampe situ aja, badai Fiona saat ini juga mulai bergerak ke arah Republik Dominika. And of course, the people there are suffering. Karena bencana ini, saat ini ada lebih dari satu juta orang di Puerto Rico mengalami kelangkaan air bersih. So far, ada 800 orang yang dibawa ke tempat lebih aman di Republik Dominika sementara ada 519 orang yang mengungsi di 29 tempat penampungan.  Pusat Badai Nasional bilang kalo ini adalah badai paling parah semenjak Badai Maria di tahun 2017 silam.  Sejauh ini, ada tiga orang yang tewas akibat cuaca buruk, satu orang di wilayah Guadeloupe Prancis dan dua orang lagi di Puerto Rico. Saat ini, badai Fiona udah naik dan masuk ke kategori tiga dan udah diklasifikasikan sebagai badai besar.

“Kita beda sana-sini ya tetap sebagai teman.”

Xxixixi gitu guys kata Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan yang bilang bahwa dirinya kerap kali berbeda pandangan sama Menteri Pertahanan Republik Indonesia Prabowo Subianto. Meski begitu, Opung Luhut menegaskan bahwa hubungannya sama Pak Prabowo tetap baik, karena justru perbedaan tuh harus dijaga dan dipelihara..
 
When you’re not the only one who has a love hate relationship with your coworkers…

Announcement


Thanks to Hamba Allah, doty, Pacarnya Park Sungjin, someone, Claudia, Mas Mas Jawa for buying us coffee today!

(Mau ikutan nraktir tim Catch Me Up! kopi? Here, here…just click here Dengan mendukung, kamu nggak cuma beliin kopi yang menemani kami nulis, namun kamu juga udah men-support kami untuk terus berkarya dan membuat konten-konten berkualitas yang imparsial dan bebas dari kepentingan. Thank you so much!)

Catch Me Up! recommendations

Want to have a better sleep? Try these.